
"Jika memang karena wanita itu kau memperlakukan aku kasar seperti ini, akan aku singkirkan dia!!"
Gumamnya dalam hati sambil mengepalkan tangannya.
......................
Elno memasuki ruangan kerja Safiyah. Dia melihat Safiyah sedang membereskan barang-barangnya.
“ Maaf Safiyah, kamu mau kemana?”
“ Ya pulang la tuan, ngapain saya disini? Hanya jadi penyakit mata orang lain saja!”
Benar dugaan Elno Safiyah sudah mendengarkan perkataan kasar Mery tadi.
“ ooow.. tidak bisa! Kamu sudah tanda tangan kontrak. Bukankah kamu tau kalau membatalkan kontrak akan kena sanksi?”
“Saya tau dengan jelas Tuan...! Saya punya mata dan juga telinga, jadi saya sangat paham.!”
“Lalu kenapa masih ingin pulang?” Tanya Elno.
“Lebih baik saya dipenjara dari pada bekerja dengan orang yang tidak bisa menghargai karya orang lain. Saya tidak apa-apa dibilang kampungan dan rendahan. Tapi tolong hargai usaha kami dong! Jangan seenaknya merendahkan karya orang lain seperti itu!”
Safiyah benar -benar marah.
“ Nona Safiyah, saya mohon jangan meninggalkan pekerjaan ini. Saya mohon...”
Safiya tidak peduli, dia terus saja berjalan keluar ruangan. diikuti oleh Elno dari belakang yang masih berusaha membujuk Safiyah agar tidak pergi.
“ Tuan, tolong jangan memaksa saya!”
Tiba-tiba Elno berlutut didepan Safiya. Membuat Safiyah terkejut. Kejadian ini tentu saja dilihat oleh seluruh karyawan perusahaan, membuat Safiyah serba salah.
“ Tu tuan.! Jangan begini.., bangun.. ayo bangun!” Bujuk Safiya sambil menarik-narik tangan Elno supaya bangun.
“ katakan terlebih dulu kalau kau tidak akan pergi!.”
“Ba baiklah tuan saya akan tetap bekerja disini.” Sambil senyum-senyum terpaksa Safiya kepada seluruh karyawan yang melihat mereka.
......................
Kabar Elno berlutut didepan seorang wanita sampai juga ditelinga ibu Endang.
“ ha? Siapa?." Tanya ibu Endang kepada asistennya.
“Tuan muda Elno Nyonya."
“ wah amazing! Bravo! Aku ingin lihat, gadis seperti apa wanita itu. Yang bisa bikin anakku berlutut didepannya!.”
Ibu Endang berdiri hendak melangkahkan kaki sejenak berpikir lagi.
“ jangan sekarang, nanti saja, Elno pasti masih bersama dengan gadis itu.”
......................
Hari sudah menunjukkan pukul satu siang. Safiya melihat ponselnya ada notifikasi dari Sonia.
"Kakak dimana? Kenapa kios tidak buka?"
"Kakak sedang di Sanjaya grup."
"Kenapa lama kak? Kapan kakak pulang?"
"Kakak sedang membersihkan ruangan kakak disini. Sebentar lagi selesai."
"Kakak langsung pulang kan?"
"Iya."
"Hati-hati ya kak.."
"Ok .."
__ADS_1
Safiya bersiap ingin pulang, tiba-tiba Elno masuk.
“ Kamu mau pulang?”
“ Iya”
“Aku antar!”
"Saya punya kendaraan sendiri tuan.”
“aku tau.”
“Lalu?”
“Sini kuncinya, biar Romi yang bawa”
“ maaf tuan, saya kira kita belum terlalu kenal. Dan juga bukan ditahap hubungan baik yang bisa mengantar pulang?”
“Siapa bilang tidak ada hubungan? Sekarang ini kamu tanggung jawab aku. Karena aku yang memaksa kamu tetap disini.” Elno berlagak sok coolman
“ what? Anda sakit atau demam tuan?”
“ Jangan panggil tuan, panggil saja aku mas. Mas Elno!” Elno tersenyum geli sendiri.
Safiya terdiam mendengar kata tuannya yang tidak dapat ia mengerti.
Elno menarik tangan Safiyah dan membawanya pergi dari kantor.
Kepergian mereka diperhatikan oleh Mery yang semakin meningkat tingkat kecemburuannya.
“akkkhhh... Awas kau Safiyaaaa!”
......................
Mobil Elno mamasuki halaman sebuah restoran. Elno mengajak Safiya makan terlebih dahulu sebelum pulang ke rumah.
“ sudah aku katakan kamu tanggung jawabku. Satu lagi, jangan panggil aku tuan! Panggil aku mas saja.”
“ tapi tuan! Sssttttt ...mas.!”
Safiya terdiam.
......................
* Tante,..” panggil Mery saat melihat ibu Endang berjalan keluar ruangan.
“ ada apa Mery?”
“ Mm.. Tante tidak curiga dengan gadis yang bernama Safiyah? Jangan-jangan dia sengaja mendekati dan menggoda Elno Tante.”
“ menggoda bagaimana maksud kamu?”
“ Ya menggoda Tante, Mery lihat dia merayu Elno, dengan pegang-pegang tangan Elno, Tan.”
“Oo ya? Tapi kok, menurut Tante malah sebaliknya ya, Elno yang merayu gadis itu.”
Hasutan Mery kepada ibu Endang tidak berhasil. Malah perkataan ibu Endang membuat Mery tak dapat berkata apa-apa lagi.
Selepas kepergian ibu Endang Mery mengambil ponselnya dan menghubungi seseorang.
“ Halo.., saya punya pekerjaan buat kamu!”
......................
“ Parkir didepan kios itu saja” pinta Safiya
Elno menghentikan mobilnya dan keluar mobil menuju kios.
“ Ini tempatmu menjahit?”
__ADS_1
“ Iya. Kenapa? “
“ bagus.”
Elno memperhatikan sekeliling kios lalu masuk dan memperhatikan desain dan jahitan setiap pakaian yang terpajang di lemari etalase.
“ Jahitan rapi berkarakter, seperti kuat, lembut dan tegas. Persis orangnya. Hmm, seperti yang ku mau.” Gumamnya dalam hati
“ Mas, silahkan duduk.”
“ Kamu tinggal di mana?”
“ di belakang gedung ini ada rumah kecil, disanalah tempat tinggal kami.”
“ kakak, sudah pulang? Kenapa tidak ngabarin a ku. “ Sonia terkejut melihat ketampanan Elno.
“ Maaf, aku pikir tidak ada orang. He-he-he “ Sonia cengengesan.
“ ini adikku Sonia. Dia akan ujian akhir Nasional SMK dua Minggu.”
“ halo, aku Sonia tuan.” Sonia menjabat tangan Elno
“ Kalian hanya tinggal berdua?” tanya Elno penasaran.
“ iya, ibu kami meninggal tiga tahun lalu, sedangkan ayah tidak tahu dimana, kami ditinggal dari usia kakak enam tahun.” Jelas Sonia
“ Maaf, saya ikut prihatin. “elno menyesal telah bertanya soal orang tua nya.
“ tidak apa-apa mas, jangan dipikirkan, kejadian nya sudah lama. Dan sekarang kami bisa berdiri sendiri merupakan sebuah anugerah yang diberikan Allah kepada kami.”
Elno semakin jatuh hati kepada Safiyah. Ingin sekali rasanya ia langsung menikahinya, agar dia bisa melindungi dan menjaganya selamanya.
......................
sudah tiga hari Safiya mempersiapkan desain bajunya. semua berjumlah tiga lembar desain.
Hubungan Safiya dan Elno pun bertambah dekat. Safiya meminta izin keluar untuk mencari bahan kain yang sesuai dengan seleranya, karena bahan kain yang ada di perusahaan tidak cocok untuk desain baju yang dibuat safiya.
Elno tidak bisa mendampinginya karena sedang ada rapat.
Safiya berkeliling toko demi toko, tapi belum ada yang cocok. saat akan menyeberang Safiya melihat dari kejauhan ada mobil yang melaju sangat kencang. saat itu juga safiya melihat didepan nya ada nenek tua yang sedang menyeberangi jalan menggunakan tongkat nya. lalu secepat kilat Safiya menggendong nenek sampai ke seberang jalan. persekian detik disusul oleh mobil yang sedang ngebut itu.
" terima kasih ya nak.., sudah mau menggendong nenek menyeberang"ucap sang nenek.
" sama - sama nek, nenek tidak apa-apa?" Safiya ingin memastikan sinenek baik saja.
"nenek tidak apa-apa nak, terimakasih."
" hati-hati dijalan ya nek. kalau begitu saya juga pamit pergi dulu nek" pamit Safiya kepada nenek
saat Safiya berbalik badan, dia langsung diserang oleh seorang lelaki yang menghujamkan pisau belati ke perut Safiya.
seketika tubuh Safiya jatuh berlumuran darah. sedangkan si pelaku langsung kabur entah kemana.
......................
"halo,?"
Elno heran kenapa suara laki-laki yang mengangkat ponselnya Safiya.
" bukankah ini ponselnya Safiya?" tanya Elno
" Safiya? oh mungkin pasien korban penusukan ini bernama Safiyah.
" apa?! ko-korban penusukan??
bersambung.......
terima kasih sudah membaca karya author pemula..,
jangan lupa di like komen ya..., agar author dapat memperbaiki kualitas setiap karya author ya ...
__ADS_1