Desain Cinta Safiyah

Desain Cinta Safiyah
penculikan Safiyah


__ADS_3

Mobil terus berjalan jauh meninggalkan gedung kantor Subroto Grup. Di dalam mobil Safiyah senyum-senyum sendiri memperhatikan jari manisnya yang disematkan cincin bermata merah pemberian Elno. Sopir yang mengendarai mobil memperhatikan Safiyah dari kaca spion dalam mobil. Dia menyunggingkan senyum kemenangan.


Beberapa saat kemudian Safiyah menyadari kalau jalan yang mereka tempuh berbeda.


" Pak Jono, kita mau kemana? kenapa melewati jalan ini?" tanya Safiyah yang memperhatikan gestur tubuh Pak Jono berbeda dari biasanya. Dia memperhatikan melalui kaca spion dalam mobil. Dan terkejut melihat orang yang ada didepannya, laki-laki yang menggunakan masker. walaupun menggunakan masker Safiyah bisa mengenalinya.


" Kau?!" teriak Safiyah yang tiba-tiba


"srooooot... " laki-laki itu menyemprotkan obat bius ke wajah Safiyah. Seketika dia pingsan di bangku belakang mobil.


......................


Matahari sudah merangkak naik. Dikediaman Tuan Subroto masih terlihat biasa, semua orang masih sibuk dengan kegiatan masing-masing. Belum ada yang menyadari kalau Safiyah tidak ada di kamarnya.


Kemudian sebuah mobil yang dikendarai oleh Andi terparkir mulus di depan Gerbang kediaman Tuan Subroto. Semua kendaraan yang datang kini diparkir di depan Gerbang karena halaman rumah dijadikan aula pernikahan.


" Mas Andi benar mau turun?" kata Neni yang berada di dalam mobil bersama Andi.


" iya sayang.." kata sambil merapikan rambut Neni bagian depan.


" Nanti kalau Safiyah bertanya tentang kita, harus jawab apa?" tanya Neni dengan manjanya pada Andi.


" Jawab aja apa adanya, sayang. Ayo masuk." Ajak Andi.


Mereka keluar dari mobil kemudian memanggil seorang pelayan wanita.


" eh kau. Tolong bawakan gaun pengantin ini ke dalam kamar Safiyah, ya." perintah nya kepada salah satu pelayan.


Sonia yang melihat dari jauh mendekati mereka berdua.


"Kak Neni, gaunnya sudah selesai?" tanya Sonia. "wah cantik sekali kak.? Kak fiyah pasti sangat cantik memakainya besok."


Neni dan Andi hanya tersenyum dan mereka bertiga melangkahkan kakinya memasuki rumah Tuan Subroto.


" ngomong-ngomong kak Neni, kalian berdua...." kata Sonia yang memainkan jari-jari kedua tangannya membentuk love.


Neni terlihat malu-malu menundukkan wajahnya dan menggenggam tangan tangan Andi.


" Wah, selamat ya kak Neni, sama kak Andi." Sonia meraih tangan Neni dan memeluknya.


" ehkem ehkem," Andi berdehem melihat mereka pelukan.


" Kenapa? mau dipeluk juga? Awas ya, macam-macam!" ancam Neni yang tersenyum pada Sonia. Andi hanya tersenyum kecil.


" Kak Safiyah pasti senang mendengar kabar baik dari kalian berdua." kata Sonia sambil berjalan menuju kamar Safiyah. " Sejak kapan kalian pacaran? kenapa baru sekarang go publiknya?"


" Sudah dua mingguan. Kami belum sempat saja, karena kalian kan dalam satu bulan ini benar-benar sibuk." ngelesnya Neni.


" Kak Andi, apa yang disukai dari kak Neni? Dia kan jelek." goda Sonia sambil membuka pintu kamar Safiyah. " Kakak, ada kak Neni sama kak Andi.."


Semua masuk ke dalam kamar Safiyah, termasuk gaun-gaun pengantin Safiyah mulai di tata rapi oleh Neni. sedangkan Andi duduk di sofa yang ada di kamar itu.


" Kak Fiyah. kenapa lama sekali dikamar mandinya?" teriak Sonia yang mengira Safiyah ada di kamar mandi.

__ADS_1


"tok tok tok. Kak Fiyah? kak..? kakak di dalam?" Sonia memegang handle pintu dan membukanya. " Kak Fiyah tidak ada disini?! Kakak!?" Sonia mulai panik.


Andi juga memeriksa kamar mandi, juga tidak ada. mereka mulai panik. Sonia berlari mencari ke ruangan lainnya juga tidak ada.


Neni mencoba menghubungi nomor ponselnya namun tidak aktif.


Kemudian Sonia berlari keruangan kakeknya juga tidak menemukan Safiyah. Sonia semakin panik.


"Ada apa Sonia? kenapa kau terlihat begitu cemas?" Tanya Tuan Subroto, namun Sonia tidak bisa mengatakan apa-apa karena dia benar-benar panik.


" Safiyah menghilang, Tuan." kata Andi dengan cepat.


" Apa? hilang bagaimana? apa sudah mencarinya ke setiap ruangan rumah ini?"


" Sudah, Tuan."


" Cepat kerahkan seluruh penjaga untuk mencarinya!!" asisten Tuan Subroto segera keluar ruangan, begitu pula dengan Andi mengikuti asisten Tuan Subroto.


Leo yang baru tiba mendekati Tuan Subroto. Namun tiba-tiba tuan Subroto merasakan sakit di dadanya.


" Kakek! dada kakek sakit lagi? Cepat siapkan mobil !" teriak Leo.


Dengan cepat Leo menggendong tubuh renta Tuan Subroto dan membawanya menuju rumah sakit.


......................


Di tempat lain, mobil yang membawa Safiyah berhenti dijalan. Safiyah digendong dan dipindahkan ke dalam mobil lain yang sudah disiapkan sebelumnya. Dalam keadaaan tidak sadarkan diri kedua tangan Safiyah diikat.


" Maaf Safiyah sayang. Tanganmu harus diikat, karena tanganmu ini nakal sekali, sayangku...," kata lelaki itu dan mencium ujung rambut Safiyah.


......................


" keadaan Jantung Tuan Subroto sangat lemah. Sekarang dia sedang istirahat. Saya harap kalian harus tetap tenang di depan nya."


"Baik Dokter, terimakasih." Leo menjabat tangan Dokter. kemudian Dokter pergi dari mereka. Leo merasa lega dengan penjelasan dokter. Begitu pula dengan Sonia. Dia mulai menghentikan tangisnya.


" Abang Leo" panggil Sonia pelan. Leo mendekatinya, dan memeluknya.


" Ada apa, ha?" Leo mengelus-elus punggung Sonia.


" Abang, Kak Fiyah menghilang, hiks hiks" Sonia menangis kembali.


" Apa?"


......................


Andi memeriksa semua cctv yang ada dirumah tuan Subroto. dan menemukan Safiyah yang keluar dengan sopirnya.


" Bisa kau hubungi sopir ini?" tanyanya kepada asisten Tuan Subroto.


" Bisa, Tuan. Saya akan membawanya kemari." jawabnya dan pergi dengan cepat.


Lima menit kemudian Pak Jono sudah menghadap kepada Andi.

__ADS_1


" Pak Jono, tolong bapak ceritakan secara detail tentang nona Safiyah yang pergi meninggalkan rumah tadi padi." Pinta Andi kepada pak Jono.


Tangan dan kaki pak Jono gemetaran. Dia tahu kesalahannya.


" Baik Tuan." Pak Jono mulai menceritakan kronologisnya.


" Saya pikir nona Safiyah yang mengendarai sendiri mobil itu, Tuan. Dan saat saya kembali, saya tidak menemukan mobil yang tadi saya pikir nona Safiyah yang mengendarai. Saya ingin melapor ke atas. Tiba-tiba Tuan Subroto pingsan dan dibawa kerumah sakit, Tuan." Pak Jono lega sudah menceritakan semuanya. tapi dia juga merasa takut dipecat karena kecerobohannya.


" Baiklah, terima kasih pak Jono. Silahkan keluar. masalah hukumannya, nanti kita bicarakan." Pak Jono pergi meninggalkan ruangan itu.


Andi berpikir keras tentang siapa yang menculik Safiyah. tiba-tiba masuk Leo yang menghampirinya.


" Tuan Andi, apakah sudah ada petunjuk Safiyah?" Tanyanya kepada Andi.


" Leo, apa kau bisa membuka cctv gedung kantor Subroto Grup?"


" Bisa Tuan." jawabnya tegas.


......................


Di rumah Elno sangat gelisah. Dia berulangkali berusaha menghubungi Safiyah tapi ponselnya tidak aktif. Dia mencoba menghubungi yang lainnya juga tidak di jawab.


tuuut tuuut tuuut klik "nomor yang anda tuju tidak bisa dihubungi "


" Sonia..., ayo jawab telponnya!" gumamnya sambil mondar-mandir sendiri


tuuut tuuut klik " Ha-halo Kak Elno." jawabnya pelan


" Sonia, kau bersama kakakmu? dari tadi kakak menghubungi nomor ponselnya tapi tidak aktif." kata Elno dengan semangatnya.


" hiks hiks kak Safiyah...," Sonia tidak bisa menahan air matanya.


deg


deg


Elno mendengar Sonia menangis dadanya berdegup kencang.


" So-sonia. kenapa menangis? Safiyah baik-baik saja kan?" katanya terbata-bata


" kak Elno... hiks hiks. Kak Safiyah hilang, di-dia diculik. huhu " tangis Sonia semakin keras.


deg


deg


deg


Sedangkan Elno, langkahnya mundur satu langkah.


Gubrak


tanpa sadar ponselnya nya terjatuh.

__ADS_1


bersambung...


jangan lupa like like like ya, terimakasih


__ADS_2