Desain Cinta Safiyah

Desain Cinta Safiyah
ada orang jahat


__ADS_3

“ Safiyah, jadilah milikku.”


 


“ ???”Safiyah bingung.


 


“ iya Safiyah, jadilah istriku.


“ Mas,, pulanglah dulu. Tenangkan diri, istirahat yang cukup, siapa tau besok pikiran mas jadi segar lagi, ya.”


“ Tapi Safiya, mas serius..! Elno meyakinkan Safiyah


“ iya, iya. Aku tau mas serius. Tapi sekarang mas pulang dulu, istirahat yang cukup ya.,.!


Safiya membukakan pintu mobil, dan mempersilakan Elno masuk.


“ Silahkan tuan!.” Sambil tersenyum nakal Safiya mendorong tubuh Elno masuk kedalam mobil.


Elno menurut saja tubuhnya didorong masuk kedalam mobil. Mukanya cemberut.


“ Sayang, aku pulang. Tolong pikir kan ucapan ku tadi ya.”


Safiya tidak menjawab, hanya melambaikan tangannya. “ daa... Hati-hati dijalan ya..”


 


......................


“ Elno! Kemarin kamu kemana? Kenapa pertemuan dengan pak Bambang kamu pergi ha?? Apa kamu sudah tidak serius mengurus perusahaan ha??? Kalau tidak sanggup bilang saja sama mama! Biar perusahaan mama sumbangkan kepada dinas sosial saja!”


Ibu Endang menghajar Elno dengan bantal saat Elno masih tertidur. Dia sudah tidak sabar menunggu Elno bangun untuk menghajarnya.


“ Sakit ma! “


"Kamu itu memang ya..., Bikin Mama marahaah terus.!"


“ Kemarin Elno ada urusan mendadak. Menyangkut masa depan Elno mama!. "


“ alasan kamu saja! makanya cepatlah kamu menikah, biar kelakuan mu ini berubah.”


“ Pasangan Elno belum mau menikah ma.” Curhat Elno pada mamanya.


“ ha-ha-ha ada wanita yang menolak kamu?!”


“ Ada ma.., dia wanita yang Elno inginkan.” Elno memeluk mamanya.


“ Cup cup.., kasihan kamu nak .. Mama punya satu calon buat kamu, mama yakin cocok.”


“ tidak mau, Elno sudah punya calon.!”


Elno langsung pergi kedalam kamar mandinya.


......................


“ Apa yang terjadi kak? Kios kita dirampok?”


tanya Sonia papa kakak nya yang terdiam melihat kiosnya yang porak-poranda. Semua mesin jahit, mesin obras, mesin bordir nya dirusak oleh orang tak dikenal.


Handphone Safiyah berbunyi, tapi tangannya tidak ada kekuatan untuk mengangkatnya. Seluruh tubuhnya lemas.


Sonia melihat handphone kakak nya berdering berkali-kali, akhirnya Sonia yang menjawab telepon itu.


“ Halo sayang, kenapa lama sekali mengangkat teleponnya?


“ halo kak, ini Sonia. Kak Safiyah tidak bisa angkat telepon.”


“ Ada apa? Apa dia sakit?”


“ Kios kakak dirusak orang tidak dikenal, kak.”


“ Apa??


 “Sekarang kak Safiyah lagi shock, tidak mau makan minum dan hanya diam saja dari tadi pagi.”


“ kakak segera kesana, kamu temenin dulu kakakmu jangan ditinggal.”


Elno putar arah mobilnya kerumah Safiya, yang semula tujuannya ingin kekantor.

__ADS_1


......................


Ibu Endang menatap selembar foto lama dirinya bersama teman-temannya. terbayang olehnya ketika mereka sedang bercanda dibawah pohon bertiga


“ Kamu dimana Ina? Kemana lagi aku akan mencarimu?. Putrimu pasti sudah besar dan cantik sepertimu dulu.” Ibu Endang mengelap pipinya yang basah karena air mata.


......................


 


Di persimpangan  jalan rumah Safiya, Elno melihat mobil Mery melewati nya. Mobil Elno tertutupi oleh mobil box yang berada disamping mobilnya jadi Mery tak akan melihat.


“ Untuk apa dia kedaerah ini?” gumamnya dalam hati.


......................


Safiya terus saja melamun. Dia memikirkan siapa orang yang tega kepadanya. Kemarin dia hampir saja terbunuh, sekarang kiosnya hancur.


“ Kakak, Sonia berangkat sekolah dulu. Nanti ada kak Neni yang kesini nemenin kakak.”


Safiya hanya mengangguk pelan dengan tatapan kosong. Safiya terus saja melamun tanpa disadari kedatangan Elno .


Elno melihat sarapan Safiya tidak disentuh sedikitpun.


“ Sayang, kenapa tidak makan?”


“ Mas, kapan datangnya?”


“ hei! Kamu kenapa seperti ini? Yang mas tau kamu itu wanita kuat. Wanita yang siap menghadapi Segala rintangan. Lalu kenapa hari ini kamu seperti ini sayang..”


“ Kiosku mas.., disanalah aku berjuang  menghadapi kerasnya hidup. Disana banyak sekali jerih payah keringat ku hiks hiks hiks” Safiya menangis tersedu-sedu dipelukan elno.


“Kok ada orang yang tega kepadaku seperti ini ya mas?”


“ masalah kiosmu bisa diperbaiki, mas sudah minta tekhnisi kantor untuk memperbaiki mesin-mesin yang rusak. Sekarang yang harus diperbaiki adalah mentalmu.! Ayo makan makananmu!”


“ Seperti nya aku tidak dibutuhkan disini?” Safiya melihat sahabatnya itu, lalu berpelukan dan menangis.


“ Neni ..., Ada orang jahat yang ingin menghancurkanku.... Hiks hiks hiks...!


Neni melepaskan pelukannya merasa ada yang aneh.


“ Apakah ini benar temanku Safiya?? Safiya yang aku kenal tidak cengeng seperti ini!. Neni menggoda Safiya.


Drttrttt drttrttt ponsel Elno berbunyi.


“ Halo Andi. Sudah ada hasilnya?”


“ sudah dong bro,!


“ Siapa pelakunya?” Elno tidak sabaran ingin tau hasilnya.


“ Pelakunya Mery, orang terdekat kamu El. Pelaku yang merusak kios kekasihmu juga dia.”


“ Apa?? Mery!” Elno mengepal kuat tangannya.


“ ya sudah, kalau ada apa-apa lagi telpon saja ok!?.


“ Terima kasih Andi.”


Tidak terasa tangan Elno meninju dinding rumah Safiya, membuat Safiyah dan Neni terkejut.


“ Ada apa mas?” tanya Safiya


Elno tersenyum. “ Tidak apa-apa.”


“ Serius mas.”


“ Iya. Mas ke kantor dulu ya, ada urusan. Kamu ditemani Neni disini, kalau butuh apapun kamu telpon mas saja, jangan yang lain. Mengerti?.”


“ I iya mas.., jawaban Safiya pasrah.


......................


“ mama,.”


“ wah.., mama kedatangan tamu istimewa.” Goda ibu Endang


“ Elno mau memecat Mery ma.”

__ADS_1


“ Apa? Kenapa?”


“ Nanti saja mama taunya, sekarang Elno mau Mery kesini, keruangan mama.”


“ Kenapa tidak diruangan kamu saja?”


“ Elno tidak mau ma, nanti dia merayu Elno!”


“ Ha?? Ibu Endang tidak percaya.


 


“ tok tok tok “ suara ketukan pintu dari luar.


“ Masuk” perintah ibu Endang


Mery terkejut diruangan itu juga ada Elno.


“ ada apa Tante memanggil Mery?”


“ Bukan saya yang memanggil kamu, tapi Elno.”


Kemudian Mery menatap Elno.


“ Mery, apakah tidak ada yang ingin kamu akui kepadaku?”


“ A apa maksud mu El? Aku tidak mengerti.” Mery panik, dia takut preman yang dia bayar untuk menusuk Safiya meninggalkan bukti. Dan diketahui oleh Elno.


“ Aku masih memberimu toleransi mengingat hubungan baik di antara kita selama ini. Jadi, akui saja kepadaku, dari pada harus berurusan dengan polisi.”


“ El, kenapa membawa-bawa polisi?” ibu Endang tidak mengerti.


“ iya Tante, El menakutkan sekali pakek bawa-bawa polisi.” Mery masih bisa tersenyum dan bercanda


Elno memutarkan rekaman suara.


" Dengarkan ini baik-baik!" perintah Elno.


" *saya ada kerjaan buat kalian" suara Mery


" kamu siap nona! apa yang harus kami kerjakan? "tanya lelaki itu


" singkirkan gadis yang bernama Safiyah dari dunia ini! masalah bayarannya akan saya transfer setelah kerja kalian beres!"


" baiklah, akan kami kerjakan*!


Mery ketakutan setelah mendengar rekaman suaranya dengan preman yang dia sewa.


" kau belum mau mengakuinya?


Mery berlutut, terlihat tubuhnya gemetaran sekali. ibu Endang tak percaya Mery bisa melakukan kejahatan sekeji itu.


" Tante tidak percaya kalau kamu bisa sekeji itu Mery! Tante pikir kamu wanita yang lemah lembut, sopan. Tante sempat ingin menikahkan kamu dengan Elno.!"


" Maafkan Meri Tante, maafkan Mery. Mery hanya hilaf saat itu Tante...Mery mohon maafkan Mery Tante." Meri menangis tersedu-sedu.


" hilaf katamu? lalu kios jahit yang kamu hancurkan semalam juga kehilafanmu? begitu?. hardik Elno yang emosinya mulai memuncak.


" Maafkan aku Elno, maafkan aku Tante.., ini semua gara-gara kamu El, yang tidak pernah memandangku!"


" Jangan kau limpahkan kesalahanmu kepada orang lain, akui saja kesalahanmu!. Dan jika ingin meminta maaf itu kepada Safiyah bukan kepada kami!"


" pergilah kau dari perusahaan ini!! aku jijik melihat wajah penjahat di kantorku!" ibu Endang mengusir Mery.


" Maafkan Mery Tante..," Mery langsung meraih kaki ibu Endang.


" Jangan sentuh kakiku! kalau ingin meminta maaf itu, kepada Safiyah sana! dia yang kamu sakiti! lepaskan!! pak satpam!


" Usir wanita ini dari kantor ini! jangan biarkan dia memperlihatkan wajahnya disini lagi!!" perintah Elno kepada satpam.


" aaaakkhhh, aku tidak terima diperlakukan seperti ini!!" awas kau Elno! akan aku singkirkan wanita itu!! kau lebih memilih dia dari pada aku yang sudah lama mengenalmu!!"


Mery melihat ada vas bunga kecil dilemari dekat pintu keluar. langsung dia ambil dan di lemparkan ke arah Elno.


Praank


" Elno!" teriak ibu Endang.


bersambung

__ADS_1


terima kasih sudah membaca karya author.


terus dukung ya dengan like komen disetiap banyak.


__ADS_2