Desain Cinta Safiyah

Desain Cinta Safiyah
paranormal


__ADS_3

Safiyah merasakan tangan Elno mulai bermain di area dada. Dan mencoba membuka ikatan handuk yang melilit di tubuhnya, sedangkan bibir nya masih asik mencium bibir Safiyah. Tiba-tiba Safiyah tersadar dari buaian kenikmatan dan menahan tangan Elno.


Elno langsung menghentikan ciumannya. Dan menatap mata Safiyah.


Safiyah mengerti arti dari tatapan mata itu dan menggelengkan kepalanya.


“ Mas, cukup. “


“ Sayang, mas sangat menginginkannya.” Tatapannya yang sangat berharap.


“ Aku juga sangat menginginkannya, mas. Tapi, aku ingin melakukannya setelah kita menikah, Mas.”


Mendengar perkataan Safiyah, Elno menarik nafas dalam-dalam untuk mengatur kembali hasratnya yang tadi sangat menggebu-gebu kembali normal. Dia menenggelamkan kepalanya dipundak Safiyah dan memeluknya erat.


“ Maafkan Mas, sayang. Mas hampir saja dikuasai oleh nafsu.”


Safiyah menepuk-nepuk punggung Elno.


“ Mas akan menuruti keputusan kamu, kita akan melakukan nya setelah kita sudah resmi menjadi suami dan istri.” kata Elno sambil menutupi seluruh tubuh Safiyah dengan selimut. Safiyah hanya tersenyum.


“ Mas akan menjaganya, dan saat mas tidak bersamamu, kamu harus menjaganya hanya untukku!”


“ Iya mas sayangku......” Safiyah mencubit gemas pipi Elno.


“ Satu lagi, Nanti ganti tempat tidur ini. Ini sangat kecil! Saat malam pertama kita nanti, mas ingin tempat tidur yang besar!” Elno merentangkan kedua tangannya.


“ Makanya Mas, jangan main masuk aja ke kamar seorang wanita!


“ Yeee... salah kamulah! Kenapa juga kamar nya tidak dikunci! Untung Mas yang masuk. Kalau pria hidung belang yang masuk, sudah habis kamu!”


“ Sana keluar! Aku mau ngulang mandi lagi!” Safiyah bangkit dari tempat tidurnya.


“ kenapa mandi lagi?” Elno menaikkan sebelah alisnya.


“ Ini leher pada gatal bekas bibirmu, Mas!”


“ Tapi enakkan, sayang? Walaupun hanya dicium aja..? MMM?” Elno mengedip-ngedipkan matanya.


“ Akh! Apaan sih, Mas! Sana keluar!” Safiyah menarik tangan dan mendorong tubuh Elno keluar. Lalu mengunci pintu kamarnya


Setelah satu jam, barulah mereka berangkat ke rumah sakit dengan membawa bekal yang telah Safiyah siapkan.


......................


" Kakek..." Safiyah memeluk kakeknya.


" Kenapa baru sampai, Safiyah? Kakek cemas takut kau ada apa-apa."


" Safiyah baik-baik saja kek, jangan mencemaskan Safiyah, yah."


" Mana Elno?"


" Sedang ngobrol dengan penjaga, sebentar lagi juga masuk."


" kakak kenapa lama? Sonia lapar nih..." Sonia mengelus-elus perutnya.


" ini makanannya, makan lah!" Safiyah menaruh rantang makanan yang dia bawa ke atas meja didepan Sonia duduk.


" terima kasih, kakak cantikku..." Sonia memonyongkan bibirnya untuk mencium kakaknya dari jauh.

__ADS_1


" Ceklek " pintu dibuka dan Elno masuk langsung menghampiri kakeknya.


" Kakek sudah naikkan?" Elno sambil mencium tangan Tuan Subroto.


Tuan Subroto tersenyum, tidak disangkanya lelaki yang dikenalnya dingin dan cuek pada orang lain sekarang menunduk dan mencium tangannya.


" sudah. Kau kesini sebagai apa? sebagai pesaing bisnis atau sebagai teman cucuku?"


" Sebagai calon cucu menantu, kakek."


" mm??? tuan Subroto menaikkan sebelah alisnya.


" Kakek, saya mau menikahi Safiyah secepatnya. Apa boleh?" Elno dengan beraninya melamar Safiyah didepan kakeknya.


" Mas El!" Safiyah malu-malu.


" Boleh, kakak ipar. Sonia setuju sekali!"


" Kalau kakek bagaimana Safiyah saja. Kalau dia setuju kakek juga ikut setuju."


tuan Subroto mengalihkan pandangan kearah Safiyah. Dilihatnya Safiyah menganggukkan kepalanya tanda setuju.


" Nak Elno, kau ajaklah mamamu kerumah kakek untuk melamar Safiyah." tuan Subroto menepuk pundak Elno.


" iya kakek, terima kasih."


Seketika wajah Elno berubah berbinar-binar. Dia begitu bahagianya karena lamarannya kepada tuan Subroto diterima. jika tidak menjaga image nya, mungkin dia sudah melompat-lompat kegirangan saat ini juga. Tapi dia tahan.


Safiyah melihatnya hanya tersenyum-senyum kecil.


" Safiyah." panggil kakeknya.


" Kakek mau pinjam ponselmu."


Safiyah mengambil ponselnya yang ada di dalam tasnya dan memberikan kepada kakeknya.


" Ini, kek. Kakek mau menelpon seseorang?"


"iya"


Safiyah kemudian duduk kembali disamping Elno yang sedang sibuk memainkan ponselnya. Dia melirik sedikit kearah ponsel Elno.


" ooo, ternyata berbalas pesan dengan Romi, si asisten pribadinya." gumamnya dalam hati


" Kenapa? kau pikir, aku berbalas pesan dengan wanita?"


" iish. Dari mana mas tahu? jangan-jangan, selain pebisnis, Mas juga seorang paranormal ya? bisa baca isi kepala ku?" goda Safiyah.


Elno mencubit hidung Safiyah.


" Sakit, mas. Nanti hidungku panjang seperti Pinokio, ditarik-tarik terus seperti ini! kesal Safiyah


" Mas suka kalau kamu cemburu. Dan mas juga suka jika kamu merengek seperti tadi. terlihat lucu dan menggemaskan!" kata Elno tersenyum nakal dengan mata yang hanya tertuju pada Safiyah.


" Siapa yang cemburu? Aku hanya penasaran saja." Safiyah mengerutkan bibirnya.


Elno hanya tersenyum melihat tingkah Safiyah.


" Ehkem!" Sonia berdehem " Disini ada anak kecil yang belum cukup umur. Takut matanya tercemar melihat kemesraan kalian berdua!"

__ADS_1


" iya adek kecilku..."


Tuan Subroto mengakhiri panggilan ponselnya. Dia berbicara di ponsel dengan suara yang pelan. sehingga orang yang ada diruangan itu hanya mendengarnya sayup-sayup.


" Safiyah, ini ponselmu." Tuan Subroto memberikan ponselnya dan Safiyah mendekati kakeknya.


" Setelah ini, kita pulang kerumah kakek."


" ha? kenapa kerumah kakek? Di sana kan masih ada penjahatnya, kek?" tanya Sonia yang duduk disebelah kakeknya.


" Rumah kakek bukan hanya itu saja, sayang... kita tinggal dirumah kakek yang penjahat-penjahat itu tidak mengetahuinya.


Bagaimana? Mau?" jawab tuan Subroto sambil mengelus kepala Sonia.


" Bagaimana kak?"


" Iya, baiklah,kek."


" Elno, nanti kau ajak mamamu kesana, ya." kata Tuan Subroto kepada Elno.


" iya, baiklah, kek." ucapnya tersenyum.


......................


Disebuah ruangan kantor, duduk seorang pria yang baru menyelesaikan pembicaraannya dengan seseorang di ponselnya. Sambil menggoyang-goyangkan kursi kebesarannya, dia mengingat kembali perintah orang tersebut.


" Halo, Tuan."


" Cepat kau urus Danu yang tidak tahu diri itu! Aku ingin dia ditendang dari Subroto grup secepatnya!"


" Baik Tuan"


" Kau siapkan rumah yang ada di jalan kenangan itu di bersihkan. Aku dan cucuku akan tinggal disana sementara waktu."


" Cucu anda sudah ketemu, Tuan?"


" Iya, setelah ini kau akan sering berurusan dengannya."


" Baik Tuan." jawabnya semangat.


" Cepat kau cari Leo, asisten ku. Aku tidak bisa menghubunginya. takutnya dia berada ditangan Danu."


" Baik Tuan, tugas dilaksanakan!


Tuan Subroto mematikan ponselnya.


" Danu. Kau sudah sangat keterlaluan! kau pikir bisa menguasai harta Tuan Subroto? hah! Kau tunggulah hukuman untuk mu.!" gumam Tuan Alek sambil menggoyangkan kursi kebesarannya.


Tuan Alek adalah pengacaranya Tuan Subroto. Semua aset milik Tuan Subroto dia mengetahui nya. Dimasa sulitnya, Tuan Alek banyak dibantu oleh tuan Subroto.


Semenjak dia menyesali telah mengusir anaknya, Tuan Subroto banyak membantu orang yang membutuhkan bantuannya. termasuklah tuan Alek. Dengan harapan, jika anaknya dalam kesulitan, akan ada orang yang akan menolongnya juga.


Tuan Alek menghubungi seseorang.


" Halo. Ada kerjaan untukmu."


bersambung...


terima kasih sudah membaca karya author.

__ADS_1


__ADS_2