Desain Cinta Safiyah

Desain Cinta Safiyah
CEO baru


__ADS_3

"Mas, apakah harus setiap hari melamar ku? Hmm?” goda Safiyah


“ Kau belum menjawab pertanyaan mas, sayang? “ Elno memasang wajah cemberut. Safiyah tersenyum melihat tingkah kekasih hatinya.


“ iya, Mas sayang..., Safiyah mau menikah dengan Mas.”


Elno tersenyum dan memasangkan cincin di jari manis Safiyah. Kemudian duduk kembali disebelah Safiyah dan memeluknya erat.


Safiyah terus saja memandangi jarinya.


“ Kamu suka cincin nya, sayang?” tanya Elno.


“ Iya, Mas. Cincin nya cantik sekali. Mas kok tau Fiyah suka warna merah?”


“ Mas tau dari keberanian mu, sayang.”


“ ?? Maksudnya?” tanyanya aneh dengan perkataan Elno.


“ Kamu itu, gadis yang pemberani, mandiri dan pandai. Jadi, menurut mas cocoknya warna merah. Begitu.”


“ooo... Manisnya calon suami ku.


Elno kembali memeluk Safiyah dan memandang lautan dimalam hari.


Dari sudut lain


Cikleek


Cikleek


Cikleek


Suara kamera digital, dan senyum liciknya seseorang.


......................


Esok harinya di dalam ruang rapat perusahaan Subroto Grup terjadi kegaduhan. Para pemegang saham menuntut pak Danu agar menghadirkan tuan Subroto. Mereka ingin meminta pertanggung jawaban atas kebobolan keuangan perusahaan sehingga membuat perusahaan merugi hingga miliaran.


“ Pak Danu! Cepat kau hadir Tuan Subroto kesini! Kami ingin meminta pertanggung jawabannya atas kerugian perusahaan yang begitu besar!” kata seorang pemegang saham


“ Kalau seperti ini terus kami akan menjual saham kami ke perusahaan lain!”


Pak Danu hanya tersenyum licik mendengar perkataan para pemegang saham itu.


Tiba-tiba pintu ruangan terbuka. Semua mata yang ada di ruangan itu tertuju pada sosok yang muncul dari pintu.


Tok


Tok


Tok


Safiyah melangkahkan kakinya pelan sambil mendorong kursi roda tuan Subroto.

__ADS_1


Semua mata tertuju pada Safiyah. Gadis cantik yang memakai blazer biru muda begitu anggun.


Berbeda dengan yang lainnya. Pak Danu terkejut dan berdiri dari duduknya dan hendak menghampiri Tuan Subroto. Tapi niatnya langsung ditolak oleh tuan Subroto yang melihat kearahnya. Diapun kembali duduk.


“ Selamat pagi. Maafkan saya datang terlambat hari ini. Seperti yang kalian lihat, kondisi saya sekarang duduk dikursi roda.”


“ Maaf juga karena selama saya sakit telah menyerahkan segala urusan perusahaan kepada Danu. Dan ternyata dia tidak bisa saya andalkan lagi. Karena telah membuat perusahaan merugi begitu besar.”


Pak Danu hanya terdiam mendengar kata-kata yang dikeluarkan oleh tuan Subroto.


“ Pada kesempatan ini, dan di depan kalian semua. Saya memecat secara tidak hormat kepada Danu!”


“ Tuan! Anda tidak bisa memperlakukan saya seperti ini! Saya tidak terima!” Pak Danu berdiri dari duduknya. “ saya tidak terima dipecat seperti ini! Apa salah saya tuan!” Pak Danu mengeraskan suaranya.


“ Masuk!” Tuan Subroto memerintahkan seseorang diluar untuk masuk.


Dari pintu terlihat Leo masuk dan di ikuti oleh Alek dibelakangnya.


Sontak saja mata pak Danu terbelalak melihatnya. Leo yang masuk menatap tajam kepada Pak Danu. masih terlihat sedikit lebam di wajah Leo bekas penganiayaan dari orang suruhan pak Danu.


“ ini, tuan.” Tuan Alek mengambil berkas dari dalam tasnya dan memberikan kepada Safiyah.


Kemudian Safiyah menyalakan sebuah rekaman suara pertengkaran antara pak Danu dan Meri putrinya.


“ Papa, Meri butuh uang!"


" Bukankah seminggu yang lalu sudah papa berikan dua ratus juta!!"


" Kamu pikir papa ini apa? ha?! tukang cetak uangmu begitu?!"


" Hei, papa! jangan papa pikir Meri tidak tahu perbuatan papa! Meri tahu papa membobol keuangan perusahaan tuan Subroto!"


" Kamu?!"


" Papa mau tampar Meri?! tampar pa! tampar!"


" aaaakkhhh!!!!"


" Meri tahu papa akan kabur dengan uang itu, pa! Meri juga tahu papa akan meninggalkan Meri!"


" Diam Kamu!"


PLAK!


Semua yang mata yang ada di ruangan itu melihat tajam kepada Pak Danu.


" HAHAHA!!" Pak Danu tertawa begitu keras.


"Kalian pasti bersekongkol untuk menjebak ku!!"


" Dan kau wanita licik! ini pasti ulah mu dan orang-orang mu!" pak Danu mendekati Safiyah dan ingin menyakiti nya. Tetapi dihadang oleh pengawal yang masuk tiba-tiba bersama Elno.


Elno memasang badannya untuk melindungi Safiyah.

__ADS_1


" Tangkap lelaki itu! usir dari sini!" teriak tuan Subroto menunjuk kepada pak Danu. pengawal itu langsung membekuk pak Danu.


" Jangan pernah membiarkan dia masuk kedalam perusahaan ini lagi!" perintahnya.


" tidak!! itu bukan suara saya, tuan!!


bukan saya yang melakukan nya.! jangan usir saya tuan Subroto!!" Pak Danu berusaha membela dirinya.


" Ini pasti ulah dia!" pak Danu menunjuk pada Safiyah.


" Dia itu penjahat! Dia mafia, tuan! Anda jangan mendengarkan perkataan wanita licik ini, tuan! dia penjahat!" Pak Danu dibawa paksa oleh pengawal tuan Subroto.


Safiyah tetap tenang walaupun dia dituduh dan diteriaki oleh pak Danu.


Kemudian Tuan Subroto menenangkan semua yang ada di ruangan itu.


" Saya mohon perhatian kalian semua. Maafkan atas keributan yang terjadi. Mari kita fokus kembali untuk memperbaiki kesalahan-kesalahan yang telah terjadi. Saya harap, hal seperti ini tidak akan terulang kembali. Maka dari itu, saya mengumumkan untuk pensiun dari jabatan saya sebagai CEO Subroto Grup." semua yang hadir terkejut akan pengumuman dari tuan Subroto.


" Saya akan memperkenalkan seseorang kepada kalian. Dia." Tuan Subroto menunjuk kepada Safiyah. Kemudian Safiyah berdiri dan memberikan hormat kepada semuanya.


" Dia adalah anak dari almarhum Sabrina putriku. Jadi dia adalah cucuku yang selama ini saya cari. Dia akan menggantikan saya sebagai pemilik dari perusahaan Subroto Grup. Dan Kalian jangan khawatir, dia akan didampingi oleh Leo dalam menjalankan perusahaan ini."


Tuan Subroto mempersilahkan Safiyah untuk memperkenalkan diri.


" Selamat pagi, Tuan-tuan dan nyonya. perkenalkan nama saya Safiyah. Saya yang akan menggantikan posisi kakek, saya juga akan berusaha untuk menjalankan perusahaan ini agar bisa lebih maju lagi dari sekarang. tentunya dengan dukungan dan doa tuan-tuan dan nyonya. Saya harap kita dapat saling bekerjasama dengan baik. terima kasih."


Semua yang hadir bertepuk tangan yang meriah. Tuan Subroto tersenyum lebar mendengar pidato dari Safiyah. Dia pikir cucunya akan gugup saat akan memberikan pidato dan ternyata tidak sama sekali.


Begitu pula dengan Elno, dia bertepuk tangan dengan begitu kerasnya. Dia sangat bangga mempunyai calon istri yang sempurna. Dia dibuat jatuh cinta berkali-kali oleh Safiyah.


......................


Di luar, Pak Danu didorong begitu saja oleh pengawal. Dia tetap saja mencoba untuk masuk ke dalam gedung. tapi usahanya sia-sia saja, dia tetap ditahan oleh pengawal dan scurity gedung.


Kemudian dia pergi dari gedung itu dengan berjalan kaki. Karena semua fasilitasnya telah dicabut oleh Tuan Subroto. Pak Danu berjalan dengan pikiran yang kalut. Dia berfikir kalau putrinya lah yang telah menjebaknya.


" Meri!! kau pasti telah bersekongkol dengan dengan mereka!!" Gumamnya marah sambil mengepalkan tangannya. Dia mengambil ponselnya dan ingin menghubungi Meri.


tuuut tuuut tuuut tuuut


berkali-kali dia menghubunginya tapi tidak ada jawaban darinya.


" aaaakkhhh!! dimana kau Meri!!" Pak Danu semakin marah.


Tiba-tiba


ciiitt..!!!..


GUBRAK!!


bersambung...


Terima kasih sudah membaca karya author.... jangan lupa untuk dukung karya author ya like dan komen disetiap chapter, terima kasih.

__ADS_1


__ADS_2