Desain Cinta Safiyah

Desain Cinta Safiyah
leo


__ADS_3

Di sebuah gedung tua yang sudah ditinggalkan pemiliknya, gedung bekas stadion mini untuk cabang olahraga renang. Terlihat sangat tidak terawat. Banyak tumbuh-tumbuhan yang menjalari dinding gedung yang terlantar itu. Disekitar gedung ada tumbuhan ilalang yang menjulang tinggi hingga setinggi orang dewasa.  


Berlokasi dipinggir kota dan jauh dari keramaian dan perumahan penduduk. Para penduduk pun tidak ada yang berani untuk melintasi gedung, karena menurut penduduk gedung ini angker. Kalau malam hari sering terdengar tangis dan jeritan dari dalam gedung. Tidak ada satupun penduduk yang berani untuk melihat dan mencari sumber suara karena ke angkeran gedung tersebut. Jadi sangat cocok untuk tempat melakukan aktivitas ilegal disana.


Dari kejauhan sudah ada sepasang mata seorang lelaki yang menggunakan penutup wajah memperhatikan gedung. Ada beberapa orang preman saja yang berkumpul dan mondar-mandir di gedung itu. Dari cara mereka, sepertinya ada tawanan yang mereka sekap di dalam sana.


Lelaki ini memberikan kode kepada anak buahnya untuk perlahan mendekati gedung. Mereka berpakaian hitam dan menutup wajah mereka sama dengan lelaki yang memberikan kode kepada mereka.


Mereka berjumlah sepuluh orang termasuk ketua meraka. Dengan pistol yang selalu standby ditangan, mereka mengendap-endap masuk menuju gedung.


Ciri-ciri dari kelompok ini adalah mereka tidak akan membunuh lawan walaupun senjata salalu siap ditangan. Mereka hanya akan berkelahi dan melumpuhkan lawan dengan membuat pingsan atau menembak ke bagian yang aman dari kematian.


Setelah sampai didepan pintu, mereka langsung menyerang para preman itu. Terjadilah perkelahian


Buk


Buk


Buk


Menendang dan meninju sudah pasti keahlian mereka. Karena mereka memang dilatih ilmu beladiri oleh ketua geng mereka.


Preman-preman itu menggunakan balok kayu dan juga tongkat golf sebagai senjata yang sudah mereka siapkan di gedung itu.


Buk


Buk


Pletak


Pletak


Buk


Satu persatu preman yang berjumlah tujuh orang itu dilumpuhkan. Ada yang pingsan ada juga yang kesakitan tidak bisa berdiri.


Belum sempat para lelaki berbaju hitam itu istirahat, mereka diserang kembali oleh kawanan preman yang berjumlah lebih kurang dua kali lipat dari para lelaki berbaju hitam. Rupanya salah satu dari preman itu saat di sergap sempat meminta bantuan kepada teman mereka yang lain.


“ Halo, bos!” seorang preman menghubungi orang yang menyewa mereka.


“ apa dia sudah mengatakan semuanya?” tanya bos mereka


“ Belum, bos. Sekarang kami sedang diserang oleh orang-orang yang menggunakan penutup wajah, bos!”

__ADS_1


“ Apa? Diserang?”


Buk


Buk


Preman yang sedang menelepon bos mereka diserang oleh oleh lelaki berbaju hitam itu.


Mereka saling menendang dan meninju. Ada juga yang menggunakan balok kayu dan tongkat golf dan juga baseball.


Dan satu persatu preman itu semua tumbang tapi tidak sampai tewas. Preman yang masih bisa bergerak mereka ikat.


Kemudian ketua kelompok lelaki berbaju hitam itu mendobrak pintu dan masuk kedalam kamar tempat menyekap tahanan preman. Dia melihat ada tawanan lelaki yang diikat dikursi dengan kepalanya yang menunduk. Dia mengangkat wajah tahanan itu, ada lebam diwajahnya bekas penyiksaan para preman itu tetapi masih bisa dikenali.


“ Halo, Tuan. Kamu menemukan Leo.”ketua lelaki berbaju hitam itu menelpon seseorang yang merupakan bos mereka.


“ Amankan “


“ Baik, Tuan “. Kemudian dia membawa Leo pergi dari gedung itu.


Leo pemuda yang diambil oleh tuan Subroto dari jalanan. ketika itu tubuh Leo penuh lebam dan luka berjalan melewati mobil tuan Subroto yang sedang memperhatikan jalanan sekitar untuk mencari anak dan cucunya.


Mata tuan Subroto tertuju pada Leo yang berjalan lunglai di jalanan. setelah melewati mobilnya, Leo kemudian terjatuh dan pingsan. beruntung tuan Subroto melihat kearah kaca spion dan memerintahkan sopirnya untuk berhenti.


Mobil berhenti dan tuan Subroto keluar dari dalam mobil. Dia mendekati keramaian disana. Dan melihat Leo yang pingsan, langsung saja dia memerintahkan orang-orang agar mengangkat dan memasukkan nya kedalam mobil.


Tuan Subroto memerintahkan anak buahnya untuk merawat Leo dengan baik. Dokter mengatakan kalau Leo kekurangan gizi akibat dari tidak makan tiga hari. Dan juga Leo mendapatkan penyiksaan sehingga banyak terdapat luka dan lebam ditubuhnya.


Mendengar perkataan Dokter, Tuan Subroto menitikkan air mata. Dia mengingat anak dan cucunya. berharap mereka tidak mengalami nasib seperti yang dialami Leo.


Setelah empat hari, barulah Leo sadar. Dia membuka matanya dan melihat ke sekeliling ruangan.


" Apakah aku ada di rumah sakit?" gumamnya


" Auw!" dia mencoba untuk bangkit dari tempat tidurnya, tetapi kepalanya terasa pusing berkunang-kunang.


Anak buah Tuan Subroto yang menjaganya menghampiri.


" Kau jangan bergerak dulu. Pulihkan dulu kesehatanmu. Kau empat hari tidak sadarkan diri."


Leo hanya diam.


" Siapa namamu?" tanya lelaki yang menjaganya yang tak lain adalah Alek.

__ADS_1


" Leo, Tuan." jawabnya pelan.


" Kau tenang saja ya, Nak Leo. Masa depanmu akan cerah setelah ini."


Leo tersenyum kepadanya. " Apakah Tuan yang menolongku?"


Tuan Alek kemudian tersenyum kepadanya. " Bukan aku yang menolong mu, lebih baik kau pulihkan dulu kesehatanmu, setelah itu barulah kita menemuinya." kata tuan Alek yang menatapnya iba.


Leo tersenyum lalu memejamkan matanya kembali.


......................


" Aaaakkhhh!! semuanya tidak ada yang becus bekerja! Disuruh interogasi Leo saja tidak ada hasilnya! Kalau begini terus aku bisa berakhir dipenjara! Aku harus mencari cara lain." Pak Danu tersenyum licik. kemudian dia menghubungi sekretarisnya.


......................


Setelah di izinkan pulang oleh Dokter Irwan, Tuan Subroto begitu bahagia, Subroto yang duduk di kursi roda dan di dorong oleh Sonia, terlihat wajahnya yang selalu tertawa dan bercanda dengan Sonia yang tidak henti-hentinya mengoceh. Tuan Subroto sangat menyukai Sonia yang cerewet dan bawel menurutnya.


" hahaha" suara ketawa Tuan Subroto yang membuat Alek merinding. karena dia belum pernah melihat dan mendengar nya tertawa lepas seperti ini.


" iya kan, kakek? hahaha." Sonia tertawa bersama kakeknya.


Tuan Subroto berjalan menuju pintu keluar rumah sakit didampingi oleh Tuan Alek, Elno dan juga Sonia. Sedangkan Safiyah masih dibelakang karena pamit ke toilet sebentar. Mereka menunggu didepan pintu masuk rumah sakit.


" Apakah semua sudah siap, Alek?" tanya tuan Subroto.


" Sudah, Tuan." ucapnya.


" Dimana Safiyah, Elno? kenapa lama sekali?" Tuan Subroto mencemaskan Safiyah yang lama ke toilet.


" Elno susul dulu kek." saat Elno berbalik terlihat Safiyah yang melambaikan tangannya.


" Itu Safiyah kek, menuju kemari." ucap Elno yang juga melambaikan tangan ke arah Safiyah.


Melihat Safiyah yang sudah mendekat, tuan Alek menghubungi sopir yang ada diparkiran untuk segera menjemput mereka didepan pintu masuk.


Mobil pun sampai, Elno memapah tuan Subroto untuk masuk kedalam mobil. Tiba-tiba mereka diserang oleh beberapa orang preman yang menggunakan senjata tajam. Elno dengan sigap menahan pisau yang diarahkan ke Tubuh Tuan Subroto dengan tangannya. Sonia yang melihat itu langsung menghajar para preman itu.


" Kakek!!


bersambung....


terima kasih sudah membaca karya author

__ADS_1


jangan lupa like dan komen ya....


__ADS_2