Desain Cinta Safiyah

Desain Cinta Safiyah
menjemput


__ADS_3

" Elno, kau sudah membaik?" tanya Leo yang melihat Elno sudah membuka matanya.


" hmm." Elno menjawab dengan deheman dan memijit kepalanya yang sedikit nyeri.


Setelah mengetahui tentang Safiyah dari Leo, kondisi psikologis Elno menjadi berubah tidak tenang. Terpaksa Andi mengambilkan obat penenang untuk Elno, dan memerintahkan karyawan kafe Elno untuk membawanya istirahat dikantornya.


" Leo! coba kau lihat cctv ini" Andi menunjukkan video cctv yang didapatkan dari anak buahnya.


Leo dan Elno bangkit untuk melihat rekaman cctv rumah sakit itu.


" Dia benar-benar Safiyah. Hanya tampilan rambutnya saja yang berbeda. Senyum dan tatapan matanya menunjukkan kalau dia Safiyah." Kata Andi yang meyakinkan.


" Bisa kau perbesar bagian jari-jarinya?" pinta Elno pada Andi.


" Bisa, tapi kwalitas gambar sedikit pecah." jelasnya sambil berusaha memperbesar gambar Safiyah.


Andi masih memperbaiki gambar di layar laptopnya. saat gambar sedikit demi sedikit dengan jelas menampakkan cincin dijari manis Safiyah.


" Safiyah! Dia benar-benar Safiyahku, kawan! cincin itu, cincin itu aku yang memberikannya padanya. Hahaha!" Terlalu senangnya, Elno sampai tertawa dan mata yang berkaca-kaca.


Begitu pula dengan Andi dan Leo. Berkat keyakinan mereka usaha yang telah dilakukan untuk mencari Safiyah selama ini tidak sia-sia.


" Kita harus mencari tau siapa laki-laki yang bersama Safiyah. Barulah kita tahu dimana Safiyah berada selama ini." kata Andi kemudian kembali menyesap kopinya.


" Safiyah, sayang. Tunggu Mas akan menemukanmu. Pasti terjadi sesuatu padamu sehingga kau tidak kembali, sayang." gumam Elno dalam hati sambil tersenyum bahagia.


......................


Sore harinya dirumah sakit, seorang wanita cantik bertubuh tinggi dan langsing berjalan di koridor rumah sakit dengan anggunnya.


Staf rumah sakit yang berpapasan menunduk hormat kepadanya.


" Selamat sore, nona Rania." Sapa para staf rumah sakit. Rania pun membalasnya dengan senyuman manisnya.


Sampai diujung koridor dia membuka ruang kerja yang bertuliskan Dokter Noah. Tapi sayangnya pintu terkunci.


" Hissh, dikunci. Kemana kakakku? Katanya sedang dirumah sakit? Apa dia sedang kontrol pasien? Ah lebih aku susul, hehehe." gumamnya sendiri


Rania pergi ke setiap ruang pasien. Dia melihat kedalam ruang pasien satu persatu. Melihat kekiri dan kekanan mencari keberadaan Noah kakaknya. Namun tidak juga menemukannya.


Rania menjadi kesal. Niat hati ingin mengejutkan kakaknya namun gagal. Rania berbalik badan dan


Gubrak


Dia menabrak seorang laki-laki bertubuh tinggi dan atletis. Tubuh Rania yang kurus hampir terjatuh karena terpental oleh tubuh Leo yang atletis.


Leo langsung menangkap tangan rania dan merangkul pinggangnya. Mata mereka bertemu dan saling tatap. Kemudian Rania mengalungkan tangannya ke leher Leo. Debaran jantung Leo menjadi kencang.

__ADS_1


Rania pun merasakan hal yang aneh pada hatinya.


" uuu..., aku menemukan pangeran hatiku." ucapnya dalam hati


Leo menyadari adegan mesra ini, kemudian dia melepaskan tangannya dari pinggang Rania.


Namun Rania tetap mengalungkan tangannya pada leher Leo. Dia masih menikmati mengagumi wajah tampan Leo.


" Maaf nona, tangan mu. Kau sudah aman." Leo melepaskan pelan tangan Rania.


Rania pasrah tangannya dilepaskan dari leher Leo. Dia tersenyum kecil melihat Leo yang seperti alergi memegang tangannya.


" Rania!? kapan kau datang?" tanya Robert yang melihat Rania dari jauh sedang merangkul pria.


Rania menghadap kearah suara. ternyata suara Robert teman Noah seprofesi sebagai Dokter dirumah sakit ini.


" Ah kak Robert. Baru saja sampai. Rania sedang mencari kak Noah. Tapi tidak ketemu." Kata Rania yang malu-malu.


Melihat Rania berbicara dengan Robert, Leo meninggalkan mereka tanpa mereka sadari.


" Noah sudah balik dari tadi, hari ini jadwalnya kosong alias libur." jelas Robert.


" ha? Dia mengerjai aku!? Awas kau kakak!!" Rania sangat geram pada kakaknya.


" ha-ha-ha kau dikerjain lagi?" ledek Robert.


" Siapa laki-laki yang bersa-, eh mana dia?" Robert menghentikan kata-katanya saat dia menyadari Leo sudah tidak ditempatnya.


......................


" Bang Leo, dari mana saja?" tanya Sonia yang melihat Leo masuk ke dalam kamar rawat tua Subroto.


" Tadi Abang ada kerjaan mendadak. Bagaimana keadaan kakek, Sonia?" Leo mendekati ranjang rawat tuan Subroto, dan menarik selimutnya lebih tinggi lagi.


" Kakek baik-baik saja, setelah sadar dari operasi, kakek tidur lagi. kata Dokter biarkan kakek istirahat yang banyak, agar kondisinya bisa cepat pulih." Sonia menjelaskan panjang lebar tentang kondisi tuan Subroto, namun Leo tidak menyimak.


Leo terbayang kejadian saat dia tabrakan dengan Rania. Saat Rania merangkul lehernya dengan tatapan mata yang menusuk langsung ke hatinya. " Mungkin inilah yang namanya cinta pandangan pertama. Dari mata turun ke hati." gumamnya dan tersenyum sendiri.


" Bang? Abang Leo!? Dengar gak sih yang Sonia katakan?" Kesal Rania karena capek-capek ngomong tapi tidak di dengarkan.


" Ya, Rania... Abang dengar..." Kata Leo sambil menuju sofa.


Leo membaringkan tubuhnya di sofa. Dan memainkan ponselnya. Tiba-tiba ponselnya berdering.


" Ya, El. kenapa? tanya Leo.


" Kamu dimana sekarang?" Elno malah balik bertanya.

__ADS_1


" Di rumah sakit." jawabnya.


" Leo, laki-laki yang bersama dengan Safiyah itu adalah anaknya Tuan Matteo, Dokter Noah." kata Elno dari seberang ponselnya Leo.


" Tuan Matteo?" mata Leo terbelalak mendengar nama itu.


Sonia yang melihat ekspresi wajah Leo, menjadi bertanya-tanya.


" Ada apa, Abang?" tanyanya tanpa suara.


Leo hanya menggelengkan kepalanya.


" iya, bukankah dia salah satu pemegang saham di Subroto Grup?" tanya Elno.


" Benar." sahut Leo.


" Aku dan Andi sedang menuju ke rumah tuan Matteo. Kalau kau mau, menyusul saja. Kami tunggu disana. Cepat!" teriak Elno, Leo sampai menjauh kan ponselnya dari telinga nya.


" ya! otw!" Leo juga balas dengan teriakan.


Terdengar suara tawa dari Elno. membuat Leo memutuskan sambungan ponselnya.


" Abang, maksudnya apa? kenapa mas Elno menyebutkan nama kak Safiyah?" Tanya Sonia yang menatap Leo dengan mata yang mulai berkaca-kaca. Dimatanya sangat berharap kakaknya Safiyah sudah ditemukan.


Leo menganggukkan kepalanya mengerti dari tatapan mata Sonia.


" Sonia, kamu yang tenang disini. Jaga kakek baik-baik. Safiyah biar Abang yang jemput bersama Elno. yah." kata Leo sambil mengusap kepala Sonia.


Air mata Sonia mengalir mendengar perkataan Leo. Tangis bahagianya tak bisa dibendung. Sambil terisak dia mengangguk kan kepalanya.


Saat Leo menenangkan Sonia, tiba-tiba pintu diketok seseorang.


Tok tok tok


Mereka menoleh kearah pintu, ternyata Romi.


" Romi, kamu sudah tidak ada kerjaan kan?" Tanya Leo pada Romi yang baru masuk ruangan. Romi menggeleng.


" Tolong temani Sonia disini." Pinta Leo pada Romi.


" Baik Tuan." jawabnya tersenyum.


Romi memang diutus Elno untuk menemani Sonia, karena Leo akan pergi bersamanya untuk menjemput Safiyah.


" Terimakasih, saya pergi dulu." Leo bangkit dari duduknya dan ingin melangkah keluar.


Sebelum keluar, Leo menghampiri tuan Subroto yang masih memejamkan matanya.

__ADS_1


" Kakek, Safiyah masih hidup. Dia sudah kami temukan. Leo akan membawa Safiyah kehadapan kakek. Kakek tunggu, ya." Leo mengusap ubun-ubun tuan Subroto. lalu melangkah pergi.


__ADS_2