Desain Cinta Safiyah

Desain Cinta Safiyah
wanita pinggir sungai


__ADS_3

Suasana malam hari di hutan belantara begitu sunyi. Tidak ada suara-suara klakson dan hiruk pikuk kehidupan di kota. Yang ada suara jangkrik dan beberapa hewan lainnya.


" Papa.." Panggil seorang wanita kepada suaminya. Dia membawakan jaket di tangannya.


" Di hutan ini sangat dingin, papa." Dia memasangkan jaket ke punggung suaminya.


Sedangkan suaminya sibuk membolak-balikkan ayam bakar yang dia bakar di api unggun.


" Mama suka tempat ini?" tanya Noah anaknya yang sedang mengunyah potongan ayam bakarnya.


" Kemping dimana aja mama suka..." jawab Ibunya.


" Jangan tanya mama, Noah. Mama mu ini suka semua yang berbau alam seperti ini." Tandas papanya.


" Mama mau pipis, Noah. Ambilkan mama air untuk bersih-bersih."


" Iya, ma."


Noah pergi ke pinggir sungai, dalam keadaan gelap. Dia membawa senter untuk penerangan.


" Aaaaaa" tiba-tiba Noah berteriak yang mengejutkan mama dan papanya. Mereka langsung mendekati Noah.


" Noah! kau baik-baik saja, nak?" tanya mamanya.


" A-ada mayat ma, pa."


......................


Sudah sepuluh hari sejak kejadian Safiyah jatuh dari tebing tinggi yang dibawahnya mengalir sungai besar dengan aliran deras.


Hari ini hari terakhir tim penyelamat mencari keberadaan Safiyah yang belum ditemukan. Bersama dengan Elno mereka mencari sampai ke radius tiga kilometer dari tempat kejadian.


Seluruh keluarga Tuan Subroto sangat terpukul atas kejadian ini. Tuan Subroto masih dirawat di Rumah sakit. sedangkan Sonia, mengurung diri di kamarnya.


Leo menjadi orang yang tersibuk, dan yang paling diandalkan. Padahal hatinya juga sangat sakit dan juga merasa kehilangan.


Sore hari Leo pergi ketempat pencarian Safiyah. karena Ketua tim penyelamat ingin menghadap kepada Leo. untuk melaporkan hasil kerja mereka selama sepuluh hari ini.


" Tuan Leo. Kami sudah semaksimal mungkin untuk mencari korban. Akan tetapi, sudah sepuluh hari kita mencari tidak juga ditemukan. jadi, kami hanya bisa mencari sebatas ini, Tuan. Maafkan kami."


" Terima kasih, bapak-bapak atas kerja kerasnya." ucap Leo kepada seluruh tim penyelamat.


Ketua tim penyelamat menunduk hormat dan menjabat tangan Leo, kemudian pergi dari sana dengan seluruh anak buahnya.


Dia melihat Elno yang masih tidak terima atas kehilangan Safiyah. Leo merangkul dan menepuk-nepuk pundaknya. Tidak ada kata yang terucap.


Elno hanya diam dengan tatapan kosong.


......................


" Kakak, Kakak dimana? hiks hiks, kembali lah kak.., Sonia kangen sama kakak .. hiks hiks.


Sonia duduk di tempat tidur Safiyah dan memandangi baju pengantin kakaknya.

__ADS_1


" Nona, Tuan Leo memerintahkan untuk memanggil anda makan malam bersama nya." kata pelayan itu.


" mmm, aku akan kesana." jawabnya


Sonia pun bangkit dari duduknya dan pergi. Dengan langkah tertatih dia menuruni anak tangga. Dia melihat Leo yang menunggunya di meja makan.


" Abang, kenapa tidak makan?" tanyanya yang baru tiba.


" Menunggu kamu, Sonia." sahutnya sambil mengambil nasi dan lauk lalu diberikan kepada Sonia.


" Ini dimakan dan dihabiskan. Biar ada tenaga lagi, dan bisa semangat lagi." kata Leo yang menyemangati Sonia.


" Bagaimana kak Safiyah, bang? apa belum ditemukan?" tanya Sonia


" Abang akan terus berusaha mencarinya. Abang yakin dia masih hidup dan ada di suatu tempat dalam keadaaan sehat. Hanya saja kita harus bersabar." kata Leo yang selalu optimis.


" iya, Abang. Sonia juga yakin begitu."


" o ya Sonia. Besok kakek akan pulang, kamu harus bersiap-siap, bersikaplah tenang dan jangan kau nampak kan wajah sedih, mengerti?"


Sonia menganggukkan kepalanya dan melanjutkan makan dengan lahap.


......................


Di rumah ibu Endang, Elno belum bisa menerima akan kehilangan Safiyah. jiwanya sangat terpukul. Wajahnya berantakan. Dia selalu mengurung diri dikamar.


" El." Panggil ibu Endang


Namun tetap tidak ada jawaban darinya.


" Belum juga di buka, Tante? tanya Andi yang melihat ibu Endang menggelengkan kepalanya dan beranjak pergi.


" El! Elno! buka pintu! kalau tidak juga kau buka aku dobrak pintu kamar mu ini!!" teriak Andi yang begitu keras.


Andi sudah bersiap-siap untuk mendobrak pintu, persekian detik sampai ke pintu, tiba-tiba Elno membuka pintu dan Andi terjungkal ke dalam kamarnya.


" auww.. sakit." Andi meringis tangannya kesakitan.


" Apa yang kau lakukan, ha?" tanya Elno dengan suaranya yang serak.


" Ya apalagi? mau menghibur mu. hehehe."


" CK. tidak usah! Aku bukan anak kecil yang perlu dihibur!"


Elno kembali merebahkan tubuhnya diatas atas kasur, dan menutup wajahnya dengan bantal.


" El. Dengarkan aku." Andi menarik bantal yang menutup wajah Elno.


" Apa?.. katakan saja." jawabnya kesal.


" Aku sangat yakin kalau Safiyah masih hidup. Dia pasti diselamatkan oleh seseorang."


mendengar perkataan Andi, Elno membuka matanya.

__ADS_1


" Jika Safiyah tidak selamat, kenapa kita tidak menemukan jasadnya?" kata Andi yang berhasil membuat Elno duduk dan berfikir.


" Benar. Jika dia tidak selamat seharusnya ada jasadnya. Berarti dia selamat Andi?!" teriak Elno yang tiba-tiba.


" Tapi kenapa dia tidak juga kembali setelah hampir dua Minggu?"


" ya, mungkin lukanya parah sehingga dia belum bisa kembali." jawab Andi santai sambil memakan sarapan Elno yang tidak dimakan.


" Aku sudah menyebarkan anak buah ku untuk menemukannya, di desa-desa yang ada di sepanjang aliran sungai."


" Berhentilah kau merusak dirimu! lihat wajahmu! seperti Om Om!" ledek Andi.


" Hei. sarapan ku..., kenapa kau habiskan? kembalikan sarapan ku?!" Elno menarik-narik tangan Andi.


" Kau bisa minta lagi sama pelayan mu. Cepat bersih kan tubuhmu! berapa hari kau tidak mandi, ha?" Andi menutup hidungnya.


Elno berdecak kesal lalu bangkit dari duduknya dan melangkah ke kamar mandi.


......................


Di sebuah rumah besar yang megah, berarsitektur gaya timur tengah. terlihat kesibukan dari setiap pelayan yang ada di rumah itu.


Rumah ini adalah rumah Tuan Matteo dan nyonya Kemala. Pagi ini mereka memerintahkan pelayan untuk membersihkan rumah lebih bersih lagi. Karena akan datang tamu istimewa. Yaitu calon besan dan calon menantunya, Helena calon istri Noah.


Tuan Matteo adalah pengusaha barang-barang elektronik yang ternama. Penjualannya bahkan sampai keluar negeri.


" Noah." panggil nyonya Kemala yang masuk ke kamar anaknya tapi tidak menemukannya.


" Dimana Noah, mbak?" tanya nyonya Kemala kepada salah satu pelayannya.


" Tuan muda di ruang rawat, nyonya." jawabnya sambil menunduk.


" ooh, terima kasih mbak."


Nyonya Kemala kemudian berjalan menuju ruang rawat. Dirumah ini memang ada satu ruangan khusus untuk seseorang berobat bila dia sakit. terkhusus untuk pelayan rumah.


" Noah!" Panggil Nyonya Kemala.


" Ya, mama. Ada apa?"


" Kok ada apa? kamu lupa, kalau Helena dan orang tua nya ingin kesini?" tanyanya pada Noah yang masih asik dengan kegiatannya memeriksa pasiennya.


Wanita yang dia temukan di sungai saat kemping dengan kedua orang tuanya. Kebetulan Noah seorang dokter penyakit dalam.


Wanita itu adalah Safiyah. Sejak ditemukan dipinggir sungai, dia belum sadarkan diri.


Saat Noah dan ibunya sedang berbicara, tiba-tiba terdengar suara dari belakang mereka.


" Maaf, kalian siapa? A-aku ada dimana?"


bersambung....


jangan lupa like like like ya..., terima kasih

__ADS_1


__ADS_2