Desain Cinta Safiyah

Desain Cinta Safiyah
mabuk


__ADS_3

Jantung Safiyah berdetak kencang saat Mery memanggilnya. Ia takut penyamarannya akan terungkap.


 


“ Akh..! apa dia mengenaliku?” Gumamnya dalam hati


 


“ Pelayan! Ambil kan aku jus lagi!” perintah Mery sambil memberikan gelas kepada Safiyah.


 


“ Baik nona.” Safiyah segera mengambilkan gelas yang ada ditangan Mery . Baru beberapa langkah pergi, Mery menghentikan langkah Safiyah.


 


“ kamu! Berbalik!” Safiyah langsung saja berbalik menghadap Mery dengan wajah tertunduk. Dengan hati yang was-was, takut Mery akan mengenalinya.


Mery memperhatikan dari atas hingga kebawah. Dengan sinisnya dia memandangi wajah Safiyah.


 


“ Kamu baru disini?” tanya Mery


“ iya nona, baru hari ini saya bekerja melayani tuan Subroto. “


“ Ya sudah sana! Cepat Ambilkan aku jus!” desak Mery.


 Safiyah bergegas mengambil jus dan langsung memberikanya kepada Mery. setelah itu dia pergi menuju kamar tuan Subroto.


Safiyah masih memperhatikan sekitar, mencari celah agar dia bisa membawa kabur kakeknya.


" banyak sekali penjaganya, bagaimana aku bisa kabur membawa kakek kesini" gumamnya dalam hati.


......................


Elno yang sedang khawatir menunggu kabar dari Safiyah mondar-mandir kesana-kemari seperti setrikaan. Membuat mata Romi sakit melihatnya.


“ bagaimana ini Rom? Sudah dua jam belum juga ada kabar!.”


“ Sabar sebentar lagi tuan, calon nyonya pasti baik-baik saja. Dia pasti akan segera menghubungi kita. tuan duduk dulu." Jawab Romi yang ingin tuannya tenang.


“ Tuuut tuuut,” Elno menelpon andi ingin memastikan persiapanya. “ halo Andi apakah sudah siap?”


“ kami sudah siap kawan. Tinggal menunggu perintah saja.” Jawab Andi.


 


“ Ok, tunggulah sebentar lagi.”


......................


Safiyah kembali ke kamar kakeknya. Dia melihat kakeknya sedang terlelap tidur. Dia mendekati ranjang besar tempat kakek tidur. Dia duduk disampingnya sambil merapikan selimut yang kakek gunakan.


“ Akh .! Aku lupa memberikan kabar kepada mas Elno. Pasti dia sudah ngomel-ngomel sama asistennya dan mengeluarkan tanduk iblinya. Hahaha.” Gumamnya pelan.


Safiyah mengambil handphonenya yang ada didalam tas dan menghubungi Elno.


“Tuuut tuuut “


“ halo mas.”

__ADS_1


“ Kenapa baru nelpon! Aku khawatir sekali! Sekarang kamu ada dimana?” Tanya Elno meledak ledak.


“ hiissh.., mas! Aku baik-baik saja. Pelankan suaramu, mas!”


“ tunggu sebentar lagi. Kakek sedang tertidur, aku tidak tega mau membangunkannya.!”


“ Iya, jangan lupa kabari mas kalau ada apa-apa!”


“ iya iya. Sudah dulu, mas.”


 


Safiyah mematikan sambungan ponselnya. Kembali manatap kakek.


Dilihat nya kakek sudah terbangun.


“ Kakek sudah bangun? Kakek terbangun karena Safiyah ya?” tanya Safiyah Sambil membantu kakek duduk.


“ Tidak. Memang saatnya kakek bangun.”


“ Kakek. Kita siap-siap ya. Safiyah akan membawa kakek pergi dari sini.


Safiyah memberikan kabar kepada Elno kalau mereka sudah siap untuk pergi.


 


Tidak lama terdengar suara keributan dari luar. Kemudian Safiyah memapah kakek untuk duduk dikursi rodanya. Safiyah membuka pintu kamar kakek dan melihat keadaan diluar kamar sudah sepi dari penjaga dan pelayan.


 


Safiyah mendorong kursi roda tuan Subroto sampai kedepan dengan pelan. Dia melihat keributan diluar yang disebabkan oleh anak buah tuan Andi. “ Bugh bugh bugh “ suara mereka berkelahi, meninju, menendang.


 


“ Cepat kejar mereka jangan sampai lolos!” teriakan pak Danu dari seberang telpon membuat pak Yuda segera mengejar Safiyah.


 


Setelah sampai kedepan gerbang, usahanya mengejar sia-sia, karena dilihatnya Safiyah sudah memasuki mobil Van hitam merek Mercedez Benz. Yang sudah disiapkan oleh tuan Andi, dan melaju dengan kecepatan tinggi.


 


“Cepat kejar mobil itu!” Perintah kepala pelayan.


Safiyah mengatur posisi duduk kakeknya agar tidak terjadi benturan saat mobil melaju kencang. lalu melihat kearah sopir ternyata Elno yang mengendarai mobil Van ini.


" Mas! kenapa mas yang mengendarai mobil ini..?! tanyanya intens.


" tenang saja, mas ahli dalam kebut-kebutan seperti ini." jawab nya sambil berkonsentrasi dengan mobilnya.


Safiyah melihat kebelakang ternyata mereka dikejar oleh anak buah pak Danu.


" cepat mas! kita dikerjar oleh mereka!"


Elno melirik kekaca spion mobil, ternyata benar saja mereka dikejar oleh dua buah mobil dibelakangnya.


kejar-kejaran pun terjadi. Elno malajukan mobil dengan kecepatan penuh. saat sedang berkonsentrasi pada setir mobil, Elno ditelpon oleh Andi.


" Safiyah, angkat ponselku!" perintah Elno kepada Safiyah.


" Iya mas."

__ADS_1


Safiyah mengambil ponselnya dan tertulis Andi yang menelpon. kemudian menekan tombol hijau ponsel Elno.


" halo,. Andi!"


" El, satu kilo lagi akan ada tikungan dijalan ini. dipinggir jalan sudah menunggu mobil Van yang sama dengan mobil yang sedang kau kendarai sekarang ini. saat melihat mobil itu kau langsung memasuki gerbang sebuah rumah yang terbuka itu. Mengerti El?! tanya Andi.


" iya aku mengerti, terimakasih teman."


" semoga sukses El!"


Andi mematikan ponselnya. dan berharap Elno dapat selamat dari kejaran anak buah Danu.


......................


" Kak Neni, belum ada kabar dari kak Safiyah?"


tanya Sonia cemas.


" belum." jawab Neni.


"kita berdoa saja, Safiyah selamat dengan misinya menyelamatkan kakeknya."


" Tapi kak, sudah lima jam belum ada kabar."


" ssstttt, kita positif thinking aja ya." bujuk Neni, yang sebenarnya dia juga mencemaskan keselamatan Safiyah dan tuan Subroto.


......................


" mas, mungkinkah itu tikungannya?" Safiyah sambil menunjuk ke arah GPS mobil.


Elno melirik dan menganggukkan kepala. kemudian dia bersiap-siap mengatur jarak menjauh dari mobil yang dibelakang.


sedangkan kakek kepalanya terasa pusing dan perutnya mual-mual. begitu juga dengan Safiyah, dia juga merasakan kepalanya mulai pusing.


perkiraan Elno benar. saat ditikungan ini mobil anak buah pak Danu persekian detik jauh dibelakang. sehingga Elno dapat dengan mudah mengelabui mereka.


saat sampai ditikungan Elno langsung memasuki rumah yang gerbangnya terbuka dan langsung ditutup oleh anak buah Andi.


Sedangkan mobil Van yang berhenti itu saat melihat mobil Elno masuk, langsung tancap gas seolah merekalah yang dikejar.


Setelah beberapa kilometer mobil Van yang disangka mobil yang membawa tuan Subroto itu akhirnya dapat dihadang oleh anak buah pak Danu.


Mereka menodongkan pistol kearah mobil, dan memerintahkan pengendara mobil untuk keluar. saat pintu terbuka dan pengendara mobil keluar, anak buah pak Danu mulai memeriksa kedalam mobil. mereka mendapati mobil dalam kondisi kosong!


Segeralah Pak Yuda yang ikut dalam pengejaran menghubungi Pak Danu.


" Halo tuan. maaf Tuan, sepertinya kita sudah dikelabui oleh mereka."


" Apa?! jadi mereka lolos!?" tanya deh dengan suara keras.


" i-iya tuan!"


" aaaakkhhh!!" Pak Danu melempar handphonenya dan menjatuhkan semua barang yang ada dimeja kerjanya.


"sial! ini perbuatan siapa? berani sekali bermain denganku?!"


......................


Sesampainya di rumah itu, Elno disambut langsung oleh Andi temannya. Tuan Subroto yang dalam keadaan pingsan langsung ditangani oleh dokter yang sudah menunggu mereka.


Safiyah digendong oleh Elno kedalam karena dia mengalami gejala sama seperti kakeknya karena mabuk akibat ulah Elno yang mengendarai mobil Dengan kecepatan penuh.

__ADS_1


Safiyah ditidurkan oleh Elno dikamar tamu. sambil membersihkan wajah safiya dari tompel dan makeup yang ia pakai sebagai penyamaran. Saat melihat wajah safia, betapa terkejutnya Andi yang saat itu berada dikamar itu juga.


" Safiyah!? Dia calon istrimu? tanya Andi yang terperangah melihat Safiya.


__ADS_2