Desain Cinta Safiyah

Desain Cinta Safiyah
sayang mama


__ADS_3

Sreett


Safiyah yang bisa bela diri reflek menghindar dari suntikan yang diarahkan kepadanya.


Safiyah menangkis dan melintir tangan perawat lelaki itu sehingga suntikan itu terjatuh ke lantai. Tidak ingin penghuni ruangan kakeknya menyadari ada keributan, Segera Safiyah menutup pintu dan melumpuhkan perawat itu.


Dengan dibantu oleh dua orang preman penjaga, mereka membawa perawat lelaki itu ke kantor keamanan Rumah Sakit untuk di interogasi.


 


......................


“ El, tidak bisakan sedikit saja kau bersikap lembut padaku?”


“ Maafkan aku Mery! Jika kau hanya akan mengatakan isi hatimu, lebih baik aku pergi saja!” Elno bangkit dari tempat duduknya, tapi diminta duduk kembali oleh Mery.


“ Baiklah Elno! Ini silahkan kau lihat isinya!” Mery melempar map coklat kearah Elno. “ itu semua data-data tentang Safiyah. Kau akan tau setelah melihat ini , siapa wanita yang kau cintai itu!”


Elno membuka map coklat itu, dan memperhatikan setiap lembar berkas itu. Ada juga foto Safiyah saat dia menyamar menjadi pelayan dirumah Tuan Subroto.


“ Itu Safiyah! Dia menyamar menjadi pelayan untuk menculik Tuan Subroto.” Meri mencoba untuk menjelaskan foto yang dipegang oleh Elno.


“ Kau lihatlah El. Safiyah adalah anggota mafia! Dia menggunakan segala cara untuk mendapatkan Tuan Subroto!”


Elno hanya tersenyum kecil mendengar penjelasan Mery.


“ Jadi, sekarang dimana Tuan Subroto? Kenapa kalian tidak mencari nya?” Elno pura-pura tidak tahu.


“ Dia diculik oleh Safiyah, El! Aku yakin, sekarang tuan Subroto sedang disiksa dan ditekan untuk menandatangani surat wasiat! Kita semua tahu kalau dia tidak punya pewaris! Sekarang aku tahu kalau Safiyah itu jahat dan licik!”


Mendengar Mery menghina Safiyah, Elno mengepalkan tangannya dan meremuk kertas yang sedang dia baca.


Mery melihat reaksi Elno yang mulai emosi. Dia mengira kalau Elno emosi karena kelakuan Safiyah. Mery terus saja mengomentari kejelekan Safiyah didepannya.


“ kau lihatlah foto yang itu?!”


Mery mengarahkan Elno ke foto Safiyah yang sedang ngobrol dengan Andi disebuah restoran mewah. Sebenarnya foto itu sudah lama sekali, saat Safiyah masih menjadi anggota mafia Andi.


“ Dia adalah kepala mafianya sedang makan di restoran mewah dengan Safiyah! Aku yakin diantara mereka pasti ada apa-apanya!” Mery mengompori Elno, dilihatnya Elno semakin marah


“Kau tinggalkan saja Safiyah, El! Dia tidak pantas mendapatkan cinta dan kasih sayang yang tulus darimu!”


“ Diam kau, Mery!!” Elno membentak Mery dengan keras, hingga setiap pengunjung restoran melihat kearah mereka.


Mery terdiam seketika mendengar bentakan Elno. Akan tetapi dia sangat senang dengan kemarahan Elno. Lagi-lagi dia mengira kalau Elno akan marah besar kepada Safiyah.


“ Dengarkan aku, Mery! Aku tidak akan berterima kasih atas informasi receh yang telah kau berikan kepadaku ini!!


Kau jangan pernah muncul dihadapanku lagi!!” Elno bangkit dari tempat duduknya dan berbalik pergi meninggalkan Mery.


“ Akh! Aku yakin kau termakan oleh perkataan ku tadi, El!” gumamnya dalam hati

__ADS_1


......................


Diruang keamanan Rumah sakit perawat gadungan sedang diinterogasi oleh pihak rumah sakit dan Safiyah.


" hei, kau perawat gadungan! katakan siapa yang menyuruhmu untuk mencelakai nona ini?!" tanya salah seorang keamanan disana.


" Kau tahu kan ini suntikan mematikan!? dari mana kau dapatkan? cepatlah katakan!?" desak salah seorang keamanan lalu menonjok muka perawat gadungan itu. dia kesal karena tidak menjawab sedikitpun.


Safiyah yang melihat akhirnya dia turun tangan memulai bertanya.


" Apakah kau ada kesulitan untuk menjawab pertanyaan kami?" Safiyah mencoba untuk membujuknya dulu.


" Dengarkan aku. Dan tatap mata ku! Aku tidak akan melaporkan mu kepada polisi, jika kau berkata jujur padaku." Safiyah berkata dengan suara yang lembut.


" Coba kau katakan, siapa yang menyuruhmu?"


perawat gadungan itu mulai meneteskan air mata.


" a-aku, a-aku tidak tahu dia siapa. aku bertemu dengannya dilobi rumah sakit. Dia memberikan aku uang lima juta dan suntikan itu. lalu menunjuk kepadamu saat kau melewati kami. Aku juga tidak tahu suntikan apa itu." jawabnya dengan terbata-bata.


" Apakah kau masih ingat wajahnya?"


" Tidak."


" Kau harus berjanji padaku, untuk tidak mengulangi perbuatan mu lagi! Berapa pun uang yang kau terima, jangan sampai kau membunuh orang yang tidak bersalah! kau mengerti?"


" Aku mengerti nona. Aku tidak akan mengulanginya lagi! Aku minta maaf, nona. Maafkan aku?" kata perawat gadungan itu sambil menangis tersedu-sedu meminta maaf kepada Safiyah.


" Lepaskan dia Pak. Maafkan saja. Dia hanya orang suruhan." perintah Safiyah untuk memaafkan perawat gadungan itu


" Terima kasih, nona! terima kasih!


Perawat gadungan itu pun dibawa pergi dan dilepaskan. Safiyah masih terduduk dikursi dengan pikiran yang penuh dikepala. Siapa orang yang ingin melenyapkannya.


Dia teringat cctv.


" Pak, dimana ruang cctv disini?" tanya Safiyah


" Ruang cctv ada diujung lorong ini, nona."


Safiyah bergegas pergi menuju ruang cctv.


......................


" Aduh, aduh..., anak mama! jam kerjanya sudah berubah, ya!"


Ibu Endang menyambut kedatangan putra satu-satunya itu dengan wajah yang garang seperti seekor kucing besar yang sedang mencari mangsa.


" ehh mama, apa kabar ma?" Elno cengengesan melihat mamanya sudah didepan mata.


" Kamu tahu ini jam berapa, ha?! ini jam orang pulang kerja! Bukannya jam masuk kerja , Elno!"

__ADS_1


" Ini juga jam masuk kerja untuk sif malam, mama.."


" Elno! semakin tua, semakin bandel ya kamu! kamu mau melihat mama mati berdiri karena memarahi mu, ha?! kamu sudah lama tidak mama jewer, ya..." ibu Endang menjewer telinga Elno sampai Elno meringis kesakitan.


" Sakit mama! aww.. Aw....! mama, nanti telinga Elno yang ganteng ini putus mama!"


Romi membuka pintu ruang kerja Elno terkejut melihat adegan anak dan ibu ini seperti tom and Jerry, hanya bisa tertawa kecil. lalu dia menutup kembali pintu dan membiarkan ibu Endang dan Elno menyelesaikan masalah mereka.


" Sudah mama! Elno sudah lelah..! " rengek Elno pada ibu Endang.


" kamu lelah karena keluyuran tidak jelas!"


" Beneran mama. Elno habis nolongin calon menantu mama membebaskan Tuan Subroto!"


Mendengar perkataan Elno, ibu Endang kemudian mengajak anaknya duduk.


" Benarkah? ayo ceritakan kepada mama kejadian lengkapnya."


Dengan nafas yang tersengal-sengal, Elno menjelaskan kronologi kejadian nya kepada ibu Endang.


Ibu Endang menyimak dengan serius cerita Elno. Sesekali dia mengumpat pak Danu dan Mery. Lalu ikut menangis saat Safiyah dan Tuan Subroto bertemu dan menangis bersama.


" Elno, anak mama yang pemberani. Janji pada mama, jangan lagi mengulangi kebut-kebutan di jalan raya. Kamu anak mama satu-satunya. Kalau terjadi sesuatu padamu, mama rasanya ingin mati saja.. huu huu."


Ibu Endang menangis tersedu-sedu, dia terbawa suasana dan membayangi jika saat Elno kejar-kejaran dengan penjahat dan terjadi mobil terbalik dan terbakar. Alangkah hancur dan remuk hatinya.


" Elno sayang...huu huu huu"


" Sudah lah mama. Elno baik-baik saja! lihatlah Elno ada didepan mama!"


" huu huu huu" Ibu Endang semakin keras nangisnya.


" Ma, Mama tahu kan doa seorang ibu terhadap anaknya itu mujarab?! Apa mama mendoakan Elno...."


" Akh kamu, El!" ibu Endang mencubit perut Elno


" auw! sakit ma!"


" Makanya jangan sembarangan kalau ngomong! mama tidak mau yang jelek-jelek terjadi padamu!"


" Iya, mama sayang. Elno sangat bersyukur mempunyai mama sebaik mamaku ini!"


Elno memeluk ibunya.


......................


" Pak coba diperbesar gambar yang itu." Safiyah melihat cctv lobi rumah sakit untuk melihat siapa orang yang ingin mencelakainya.


" Sudah, nona." kata petugas cctv


Safiyah menoleh dan melihat ke layar monitor.

__ADS_1


" Dia?!"


bersambung....


__ADS_2