Desain Cinta Safiyah

Desain Cinta Safiyah
hati-hati ya mas


__ADS_3

Neni tersadar dan langsung saja menarik dirinya keluar dari pelukan lelaki itu.


“ Waahh.. tampan sekali! Gagah, wangi, tubuhnya yang atletis wuiiihhh...” gumamnya dalam hati sambil mata Neni melotot dan tersenyum sendiri memperhatikan tubuh lelaki itu.


“ Maaf Nona. Ada apa dengan anda nona? Apakah kepala anda pusing?” Andi melambaikan tangannya ke depan wajah Neni yang masih mengagumi lelaki itu.


Lelaki itu adalah Andi. Tidak jauh dari ruangan rawat Tuan Subroto dia menabrak Neni yang sedang sibuk dengan ponsel dan bawaannya.


“ Maaf Nona. Apakah kepala anda pusing?” Andi mengulang kembali pertanyaan dan gerakan tangannya.


Neni yang kembali tersadar dari lamunannya, mendadak pingsan. Dia merasa kakinya melemas sendiri. Dia sendiri bingung sendiri.


Andi yang melihat Neni akan jatuh. Reflek menangkapnya kembali.


“ Nona! Apakah sakit kepalamu begitu parah?” Andi menggendong Neni dan membawanya ke IGD Rumah Sakit.


“Dokter, tolong periksa! Dia baru saja ketabrak olehku.” Andi meletakkannya ditempat tidur yang ada di IGD.


Para dokter dan suster langsung memberikan tindakan dengan memeriksa tubuhnya. Andi menelpon anak buahnya agar membawakan pakaian ganti untuknya.


Dilihatnya dokter yang memeriksa Neni sudah selesai.


“ Bagaimana keadaannya , Dok?” tanya Andi penasaran.


“ Dia baik-baik saja. Dia pingsan mungkin karena merasa shock,  sebentar lagi juga akan segera bangun, Tuan.” Ucap dokter jaga kemudian pergi memeriksa pasien yang lain lagi.


“ Syukurlah kalau begitu”.


Neni mulai membuka matanya perlahan. Dia kaget begitu melihat kalau dirinya terbaring di tempat tidur rumah sakit.


“ Ha?? Kenapa aku bisa disini?” gumamnya pelan tapi bisa didengar.


Neni mengingat kembali kejadian yan dialaminya tadi. Kemudian dia memukul-mukul kepalanya. Dan menarik-narik rambutnya.


 


“ Aaaaaaaa kenapa harus terjadi begini!”


“ Kenapa kau memukul kepalamu, nona?” Andi tiba di ranjang Neni setelah berganti pakaian bersih di toilet.


 


......................


Diruangan kakeknya Safiyah begitu gelisah menunggu Neni yang sudah satu jam belum juga sampai keruangan kakeknya.


“Kamu kenapa sayang?” tanya Elno yang terganggu melihat Safiyah yang mondar-mandir seperti setrikaan.

__ADS_1


“ Neni kok belum juga sampai! Satu jam yang lalu di telpon kalau dia sudah ada dirumah sakit!”


“ Sudah coba telpon lagi?”


“ sudah, tapi sudah tidak aktif lagi. Aku jadi takut.”


“ Kakak, lebih baik kakak cari saja, takut terjadi apa-apa pada kak neni. Kakek biar Sonia yang jaga.” Saran Sonia yang disetujui oleh Safiyah.


Safiyah kemudian berjalan keluar mencari Neni diikuti oleh Elno. Mereka mencari disetiap ruang rawat, siapa tahu Neni ada disalah satu ruangan.


 


Kemudian Safiyah dan Elno memasuki IGD dan menyusuri lorong IGD. Safiyah terhenti melihat Neni ada di salah satu ranjang IGD.


“ Neni! Kenapa kau bisa ada disini, ha?” Safiyah mendekati Neni dan memeluknya. Neni hanya diam dan tersenyum. “ Aku sangat mengkhawatirkanmu”.


“ Tidak apa-apa. Aku baik-baik saja, fiyah!” ucap Neni tersenyum.


“ Dia sudah menabrakku lalu jatuh pingsan!” kata suara lelaki yang tidak asing baginya berasal dari belakang Safiyah.


Safiyah dan Elno menoleh kearah suara berasal.


" Andi?! kukira kau sudah pergi!" ucap Elno yang tidak percaya akan kehadiran Andi.


“ Mas Andi? Benar kah itu Neni? Safiyah menoleh kembali kepada Neni dan ingin meminta jawaban darinya.


Neni yang melihat tatapan Safiyah hanya bisa tersenyum dan menganggukkan kepalanya.


“Bisa. Aku sudah baik-baik saja.” Neni nyengir.


" Safiyah, ternyata dia kenalan mu?" Andi dengan mata yang tajam menatap kearah Neni.


" Ah iya, Mas Andi. terima kasih sudah menjaganya. Dan maaf atas keteledorannya, dia memang seperti itu kalau sedang panik suka aneh-aneh!"


" Benarkah? Tapi aku suka." Andi menatap Neni dengan senyum kecil dibibir nya. " Nona teledor, aku pamit dulu ya, sampai jumpa lagi.!"


" El, Safiyah! bawalah dia. Kata dokter dia sudah tidak apa-apa. Aku pergi dulu."


setelah kepergian Andi, Safiyah memapah Neni dan berjalan menuju ruangan kakeknya di rawat. Elno hanya mengikuti mereka dari belakang dan membawa bawaan Neni tadi sudah tumpah ruah semuanya.


Selama perjalanan Elno mendapat notifikasi di ponselnya. Dilihatnya ternyata dari Mery yang mengirimkan share lock tempat mereka bertemu.


" El. aku tunggu kamu disini!" isi notifikasi dari Mery. Elno hanya memandangnya remeh lalu memasukkan lagi ponselnya ke dalam sakunya.


Setelah sampai di ruangan Tuan Subroto, Elno pamit pergi dan akan menemui Mery.


" sayang. Mas pergi dulu ya." Elno mencium kening Safiyah

__ADS_1


" hati-hati ya, Mas. Ingat! kalau Mery sudah memesankan makanan atau minuman jangan kau sentuh sedikit pun!" Safiyah sudah mewanti-wanti agar Elno berhati-hati terhadap wanita yang licik itu.


" iya sayang. mas akan mengingat pesanmu!"


Elno pergi meninggalkan ruangan itu.


Elno melihat Romi yang masih setia menunggu diluar ruangan.


" Romi, kau atur penjaga disini untuk menjaga mereka dari kejaran Danu dan Mery! Setelah itu, kau kembali dulu ke kantor supaya mama tidak marah besar kepadamu." kata Elno sambil tersenyum.


" Baik, Tuan. Masalah penjaga sedang dalam perjalanan. tapi masalah nyonya, sepertinya anda salah besar tuan! yang akan terkena marah besar itu anda Tuan, bukan saya." jawab Romi yang sedikit menyindir atasnya.


" Romi! kau sudah berani kepada ku?"


" Maaf Tuan, itu kenyataannya kok..!


" Baiklah, itu jadi masalah kita berdua! kau cepatlah kekantor! Aku ingin menemui Mery terlebih dahulu."


" Baik Tuan."


......................


Disebuah restoran mewah Mery menunggu kedatangan Elno dengan sabarnya. Sesekali dia memainkan ponselnya. minuman yang dia minum pun sudah dua kali dia pesan.


Setelah cukup lama menunggu, akhirnya yang ditunggu-tunggu datang. Mery memilih meja yang berada jauh dibelakang. Ketika Elno memasuki restoran mewah itu, dari jauh Mery sudah melihatnya dan melambaikan tangan kearah Elno.


" Elno...," Mery berdiri dan ingin memeluk Elno, tetapi Elno langsung duduk dikursi. Mery manyun dan hanya memeluk angin saja. kemudian dia duduk kembali.


" Ada Urusan penting apa kau ingin bertemu!" ketus Elno, yang sebenarnya merasa risih dekat dengan Mery. Apalagi mereka duduk berhadapan. Elno lebih sering melihat ketempat lain.


" El! kamu jangan seperti ini dong..? bagaimana pun juga kita teman sudah sangat lama! Apakah kamu tidak merindukan teman ini??" Mery mencoba merayu Elno.


" dua tahun kita pernah tinggal bersama El! aku sangat merindukan saat-saat kita bersama dulu." Mery memegang tangan Elno tapi langsung ditepisnya. Elno mulai tidak sabar.


" Cepat katakan apa yang ingin kau katakan ditelpon! Aku lagi sibuk banyak kerjaan!"


......................


Di depan ruang rawat tuan Subroto terlihat ada preman dua orang yang menjaga dipintu atas perintah Elno.


Tiba-tiba datang seorang perawat lelaki yang menggunakan masker mendorong rolling obat hendak masuk keruangan Tuan Subroto tetapi dihadang oleh preman penjaga.


Saat perawat lelaki ini diperiksa dan ditanyai oleh penjaga tiba-tiba saja dia gugup.


"hei kau! Kenapa!?"


Safiyah yang mendengar ada keributan diluar, langsung membuka pintu untuk melihat. akan tetapi tidak disangka perawat lelaki itu langsung menyerang Safiyah.

__ADS_1


Sreett!


bersambung...


__ADS_2