
Apa-apaan mas Elno menyuruh ku kesini? Memangnya aku tidak cantik sampai harus di makeover disini?! gumam kesalnya Safiyah
“ Romi! Katakan kenapa aku dibawa kesini atau aku pergi!” ancamnya
“ Maaf nona, sebenarnya nyonya besar ingin nona dan tuan muda Elno untuk menghadiri sebuah undangan persta pernikahan anak koleganya nyonya. Disana banyak saingan-saingan bisnis nya tuan muda, nona. “
Penjelasan Romi membuat Safiyah mengerti, bahwa dia harus berpenampilan sempurna di pesta pernikahan itu. Ibu Endang pernah mengatakan kalau Elno sering diremehkan karena belum juga menikah diusia yang matang ini.”
“ ooh, begitu kah? Aku mengerti, kenapa tidak katakan dari tadi!
Safiyah menjalani semua perawatan tubuh disana. Dia benar-benar merilekskan tubuhnya. Hingga Safiyah sampai tertidur disana.
Lima jam sudah menjalani perawatan di salon, Safiyah diajak ke butik ternama milik Sanjaya grup untuk memilih gaun yang ia pakai malam ini.
Safiyah memilih gaun malam berwarna merah maroon, itu terlihat cocok dikulitnya yang berwarna putih. Karena Elno tidak bisa datang , maka dia serahkan kepada Safiyah memilihkan stelan jas untuk Elno pakai malam ini.
Setelah semua persiapan selesai, Safiyah diantarkan ke rumah ibu Endang, supaya berangkat dari sana saja.
Safiyah berada di kamar tamu, untuk bersiap-siap. Ibu Endang sangat antusias untuk mendandani calon menantunya itu
“ Safiyah, coba kau pakai kalung ini. Sepertinya cocok.”
Ibu Endang memakai kan kalung berlian bermata biru keleher Safiyah.
“ sepertinya tidak cocok dengan gaunmu fiyah.” Ibu Endang merasa agak kecewa.
“ Tante, sepertinya kalau Safiyah lebih cocok.”
Lau Safiyah mengeluarkan kalung berlian dari dalam tasnya. Kalung berlian bermata merah maroon sesuai dengan warna gaunnya.
Safiyah memasangkan kalung itu kelehernya. Ibu Endang sangat terkejut melihat kalung itu. Karena, kalung berlian bermata merah memang dibuatkan khusus untuk seseorang yang sangat dia kenal. Dan sangat dia rindukan.
Dengan sekali lihat ibu Endang sudah tau kalau itu kalung sahabat nya.
“ Safiyah, dari mana kau mendapatkan kalung?” tanya ibu Endang yang mulai berkaca-kaca.
__ADS_1
“ ini kalung ibu Safiyah Tante.... Sahutnya.
“ apakah nama ibumu Sabrina?” tanya ibu Endang dengan air mata yang hampir jatuh.
“ I-iya Tante. Tante mengenal ibuku?” jawab Safiyah penasaran.
Ibu segera memeluk Safiyah, erat dan sangat erat dengan air mata yang mengalir di pipi ibu Endang. Safiyah benar-benar bingung.
“ Tante mengenal ibuku?” tanya Safiyah lagi.
“ Iya nak. Iya.., dia sahabat terbaik yang Tante punya. Ternyata kamu putrinya...
“ Dimana ibumu sekarang fiyah? Tante ingin sekali bertemu dengannya. Sudah bertahun-tahun Tante mencarinya. Tapi tidak pernah bertemu.” Ibu Endang begitu merindukan sahabatnya.
Ibu Endang dan papanya Elno, tuan Roy Sanjaya merupakan sahabat semenjak mereka masih remaja. Ibu Endang dan tuan Roy memang sepasang kekasih. Dari semenjak mereka sekolah yang sama, ibu Endang, tuan Roy dan ibu Sabrina mamanya Safiyah.
Mereka terpisahkan semenjak tuan Subroto dan tuan Sanjaya menjodohkan tuan Roy dengan ibu Sabrina.
Tentu saja ibu Sabrina tidak mau, apalagi menyakiti hati kedua sahabatnya itu. Akhirnya ibu Sabrina kabur dari rumah. Sampai sekarang tidak ditemukan. Dan akhirnya bertemu dengan anaknya.
Tentu saja ibu Endang semakin erat memeluk Safiyah, dan menangis sejadinya. Dia merasa sangat menyesal karena tidak bisa bertemu lagi dengan sahabatnya untuk selamanya. Untuk sekadar bertanya apa kabar pun tidak bisa lagi.
“ Ina...., Kenapa saat itu kamu tidak mengatakan yang sejujurnya kepadaku dan mas Sanjaya.... Kenapa kamu pergi begitu saja.... Huaaa.. setidaknya kamu bisa mendiskusikannya kepada kami..! Ina....!” ibu Endang menangis tersedu-sedu, dia begitu terpukul.
Elno yang sudah siap turun dari kamarnya dilantai atas ingin kekanar tamu terusik dengan suara ibunya yang menangis terisak-isak di sana.
" ada apa ini? kenapa mama menangis?"
" Elno, teman mama.., teman mama Tante Sabrina sudah tidak ada lagi..., dia sudah meninggal El, huhuuuu"
" mama tau dari mana?"
" Safiyah adalah putrinya El!" jawab ibu Endang tersedu-sedu.
" apa benar, sayang? tanya Elno.
" iya, mas. Sabrina adalah mama kandungku." jawabnya.
" tapi mas baca di riwayatmu, ibumu bernama Widiya." Elno bingung kok malah Sabrina mamanya.
" mama sengaja membuat data kelahiran kami dengan nama orang tua angkat, mas. karena menurut mama nanti kakek akan berbuat jahat kepada kami karena kakek tidak setuju dengan papa menikahi mama." jelas Safiyah.
" jadi kau tidak tahu siapa kakemu?" tanya ibu Endang yang sudah mulai tenang.
__ADS_1
" tidak tahu, Tante."
" Nak, Tuan Subroto adalah kakekmu!"
" Apa Tante? tuan Subroto? yang mengirim preman untuk menghancurkan kiosku itu?" tanya Safiya tidak percaya.
" iya nak. dia sudah lama mencari kalian, tapi juga tidak menemukan. dia sudah tidak seperti dulu lagi. dia sudah menyesali perbuatannya yang dulu terhadap putri satu-satunya." jelas ibu Endang.
" Oya safiya, Tante harap kamu mau memaafkan kakekmu, kasihan dia. sepertinya saat ini dia dikendalikan oleh pak Danu.
dan tente juga curiga kalau kakekmu sakit karena di racun oleh orang."
" kalau kamu mau menyelamatkan jerih payahnya membangun Subroto Grup, saran Tante lakukan segera, takutnya akan terlambat!"
" Tapi Tante,.."
" sayang, biar mas bantu." kata Elno.
" tidak usah mas, biarlah fiyah saja sendiri untuk menyelamatkan kakek!"
" tapi, pak Danu dan Mery itu berbahaya.!"
" tidak apa-apa mas, aku punya rencana sendiri."
" Tapi kalau kamu terluka, mas yang harus bertindak!" tegasnya kepada Safiyah.
" iya mas.., tapi sekarang biarkan Safiyah dulu ya.. sayangku..." Safiyah merayu Elno supaya diizinkan. Elno mulai terpancing dengan gerakan tangan Safiyah yang memainkan jarinya didada Elno.
" ehkem, ehkem.! kalian tidak ingat ada mama disini ha?!"
" sudah sana pergi! kalian bisa beraksi mulai dari pesta malam ini!
" o iya, Tante benar. ayo mas kita pergi!
Safiya langsung menarik tangan Elno dan menuju mobil yang sudah lama terparkir menunggu mereka.
Mobil mewah berwarna hitam itu melaju kencang menuju gedung pernikahan anak salah satu kolega Elno.
......................
" pelayan! pelayan! teriak tuan subroto.
" kenapa semua gelap. apakah mati lampu? gumamnya dalam hati ."
" tuan. anda berada dirumah sakit." kata salah satu dokter.
" ru-rumah sakit?
" iya tuan." jawab dokter itu.
" kenapa semua gelap, dokter?
Dokter pun memeriksa mata tuan Subroto.
" sepertinya mata tuan mengalami kebutaan tuan, mungkin ini tidak permanen hanya bersifat sementara. tuan jangan takut." salah satu dokter menenangkan tuan Subroto.
" apa? kenapa bisa seperti ini dokter? " tanyanya.
" ini efek dari sakit kepala hebat yang anda alami belakangan ini. kita hanya bisa berdoa semoga tidak akan lama. tuan yang sabar ya tuan." kata dokter sambil mengusap tangan tuan Subroto.
bersambung..
terima kasih sudah membaca karya author...
__ADS_1