Desain Cinta Safiyah

Desain Cinta Safiyah
bertengkar


__ADS_3

" Ini efek dari sakit kepala hebat yang anda alami belakangan ini. Kita hanya bisa berdoa semoga tidak akan lama. Tuan yang sabar ya tuan.” Kata dokter sambil mengusap tangan tuan Subroto.


Tuan Subroto hanya bisa pasrah. Dan berharap ini tidak akan lama, seperti kata dokter.


......................


Di acara pesta Safiyah dan Elno nampak serasi. Dia menggandeng tangan Elno dan tidak lupa menebar senyuman kepada orang-orang yang memperhatikan mereka. Safiyah sesekali melihat sekeliling ruangan pesta, dia memperhatikan setiap undangan yang hadir, menurut nya kebanyakan dari mereka hanya menebar senyuman palsu.


Saag Elno sedang asik berbincang dengan salah satu koleganya.


Safiyah berbisik ketelinga Elno ingin segera ke toilet. Sebenarnya dia bukan mau ke toilet, dia hanya ingin mencari kakeknya tuan Subroto.


“ Akh.., aku kan belum pernah melihat wajahnya. Bagaimana aku bisa mengenalinya. Oh iya, aku browsing saja” Gunamnya


diperhatikan nya para undangan yang hadir tidak ada satupun yang memiliki wajah sama dengan hasil browsingnya.


“ apa dia tidak datang ke pesta malam ini?” gumamnya lagi.


Dari kejauhan Elno memperhatikan tingkah laku Safiyah kemudian mendekatinya. "sayang, kenapa lama sekali kembali-nya. Mas jadi panik, Mas pikir kamu diculik oleh seorang pangeran."


“ Mas, mas melihat tuan Subroto?”


“ Tidak. Mungkin dia tidak akan datang, pesta sudah akan selesai.” Jawabnya sambil menaruh gelas minuman yang ada ditangannya.


Setelah pamit dengan kedua pengantin, mereka menuju pintu keluar gedung pernikahan. Baru beberapa langkah, mereka sepapasan dengan pak Danu, asisten pribadi tuan Subroto.

__ADS_1


“ Tuan muda Elno..,.” dia menjabat tangan Elno sambil tersenyum lebar.


“ Kabarnya kalian akan menikah, apakah benar?” tanya pak Danu


“ Benar. Pak Danu, tunggu saja undangan dari kami ya...


Oya, Pak Danu, tuan Subroto tidak datang?” tanya Elno penasaran.


“Tuan Subroto lagi sakit. Jadi saya menggantikan beliau.” Jawabnya sumringah.


“ Oh, begitu. Lain hari kami akan menjenguk nya. Apa boleh?” Kata Elno


“ oh tentu saja boleh!” Kata pak Danu dengan sorot mata tajam kepada Elno.


Setelah kepergian pak Danu, mereka melanjutkan perjalanan pulang.


Di perjalanan mereka membahas tentang bagaimana cara untuk mengetahui keadaan tuan Subroto. Safiyah tidak mau terlambat menemukan kakeknya. mengingat kakeknya hanya sendirian saja, dia takut Pak Danu akan berbuat jahat kepada kakeknya.


“ Mas, sepertinya kita harus mulai rencana kita malam ini. Mas bisakan bantu aku untuk masuk kerumah kakek?”


“ Bisa, tapi kamu harus ingat dengan keselamatanmu. Jika mereka sudah mulai mencurigaimu, kamu harus segera pergi dari sana! Mas tidak mau kamu terluka.”


“ iya, mas.”


......................

__ADS_1


“ kak Neni, apakah kakak pernah pacaran?” Tanya Soni malu-malu sambil memutar-mutar rambutnya.


“ MMM... Pernah. Kenapa kamu menanyakan itu? Apakah kamu sedang menyukai seseorang, ha?!”


“ Ti- tidak kak, hanya bertanya. Hehe.”


Sejenak mereka terdiam asik dengan kegiatan masing-masing.


Mereka kemudian dikejutkan dengan suara pertengkaran antara Safiyah dan juga Elno. Mereka berdua sudah memulai rencananya.


“ sudah mas katakan tidak, ya tidak!!”


“ tapi aku mau, Mas!”


“ Kamu jangan keras kepala Safiyah!”


“ ooo! Sudah bisa meneriaki namaku, ha?! Silahkan pergi dari rumahku! Aku tidak mau melihat wajahmu!”


“ oke, aku memang akan pergi!”


“ Doar!” Safiyah menutup pintu dengan kerasnya. Sonia dan Neni hanya saling tatap. Sedangkan Safiyah langsung menuju kamarnya.


“ Kak, kalau orang pacaran lagi bertengkar, harus banting pintu ya?” tanya Sonia yang hanya di jawab dengan meninggikan kedua bahu Neni.


bersambung...

__ADS_1


__ADS_2