
tok tok tok
Noah mengetuk pintu kamar Safiyah, dia ingin melihat keadaannya.
" Ressa, kamu baik-baik saja?" tanya Noah yang berdiri di depan pintu.
Namun tidak ada jawaban dari Safiyah. Dia mencoba lagi mengetuk pintu, tapi tetap tidak ada jawaban.
" Ressa, saya buka pintunya ya?"
Noah memegang handle pintu dan hendak membuka pintu kamar Safiyah, tiba-tiba nyonya Kemala datang.
" Noah. Ada apa? Kenapa disini?" tanya nyonya Kemala yang merasa aneh pada Noah.
" i-itu ma.., mama jangan salah faham. Tadi kata bik Sumi kepala Ressa tiba-tiba pusing. jadi Noah hanya mau melihat keadaannya. itu saja. hehe." Noah salah tingkah karena dipergoki mamanya ingin masuk ke kamarnya Ressa.
" Benarkah? " tok tok tok giliran nyonya Kemala yang mengetok pintu kamar. " Ressa. Ressa." namun juga tidak ada jawaban.
Ceklek
Pintu dibuka dari dalam.
" Ng?? ada apa nyonya? Tuan?" tanya Ressa yang merasa aneh, tangannya masih memegang handuk untuk mengeringkan rambutnya yang basah.
Mata Noah terbelalak dan menelan salavinanya melihat Ressa dengan rambut basahnya dan menggunakan handuk kimono saja. Nyonya Kemala sadar akan reaksi dari putranya, langsung membalikkan tubuh Noah.
" Tadi kata bik Sumi kepala kamu tiba-tiba sakit?" kata Nyonya Kemala sambil mendorong tubuh Noah agar menjauh.
" iya nyonya. Tadi kepala Ressa tiba-tiba sakit, jadi Ressa bawa mandi biar rileks, dan sepertinya berhasil. Sakit kepala hilang." jelas Safiyah.
" Ba-" Noah baru akan membalikkan badannya kembali, tetapi di tahan oleh nyonya Kemala.
" Ya, sudah. Kalau kamu sudah selesai, kita makan, ya."
Belum sempat Safiyah menjawab, nyonya Kemala langsung mendorong tubuh Noah menjauh dari kamarnya.
Sesampainya di meja makan, nyonya Kemala mencubit pinggang Noah berkali-kali.
" Ada apa dengan matamu tadi Noah!" nyonya Kemala mencubit pinggang Noah
" Auww! sakit ma!
" Makanya, jaga matamu! jangan lagi kau mengetuk pintu kamarnya. Apalagi masuk!"
" Tidak mungkin Noah tidak masuk, mama. Noah kan dokternya...? kalau mau periksa dia gimana kalau tidak masuk?" Noah membela diri sendiri.
" Kalau mau masuk harus ada yang menemani! paham!?" teriak nyonya Kemala.
" Paham, ma." jawab Noah biar tidak panjang kali lebar ngomel nya nyonya Kemala.
__ADS_1
" Ingat ya! kamu jangan sampai menyukainya. Dari cincin yang dipakainya, berari Dia sudah punya kekasih." kata nyonya Kemala memperingati Noah.
" Hmm..., ingat mam."
......................
Disebuah kafe tempat Leo mengadakan pertemuan dengan Elno dan Andi terlihat ramai oleh pengunjung.
Kafe ini adalah kafe milik Elno yang dirintisnya sejak dia masih SMA. Karena teman-temannya suka sekali mengajaknya nongkrong di kafe. Makanya dia punya ide untuk buat kafe.
Leo sudah lebih dulu sampai di kafe. Lima menit kemudian Andi beserta Elno turun dari mobil masing-masing.
Leo merasa aneh kenapa seluruh karyawan kafe menyambut kedatangan Elno dan Andi.
" Apakah diantara mereka pemilik kafe ini?" gumamnya sambil menyunggingkan senyum.
" Kau sudah lama menunggu?" tanya Elno kemudian menarik kursi untuk duduk. Begitu pula Andi.
" Sekitar lima menit la." sahut Leo. " O ya, Minuman kalian sudah aku pesan. Tunggu saja, hehe."
Elno dan Andi saling pandang mendengar perkataan Leo.
" Minuman kami tidak kau beri racun kan?" tanya Andi dengan senyum devil nya.
" hahaha, kalian pikir aku Tuan sianidi!?" Leo tertawa terbahak-bahak.
" Benarkah? Kalau begitu selamat!" Kata Leo sambil memalingkan wajahnya.
" ehkem ehkem." Elno berdehem menghentikan kelakuan kekanakan dua laki-laki tampan itu.
" Leo, kenapa kau meminta bertemu dengan kami?" tanya Elno dengan wajah seriusnya.
" Elno, aku bertemu dengan Safiyah." kata Leo dengan suara yang sangat pelan.
Andi yang tadi memalingkan wajahnya kearah lain, kini menatap serius pada Leo. Begitu pula dengan Elno jantungnya berdegup kencang.
" Dimana dia sekarang Leo?! cepat katakan!" Elno menatap tajam kepada Leo.
" Aku tidak tahu El, sekarang dia dimana? Tadi pagi aku melihat dia dirumah sakit. Aku yakin itu Safiyah. Tapi kenapa dia tidak mengenaliku?." Leo menjelaskan semua, termasuk kebingungannya.
" Rumah sakit mana, Leo!" kata Elno yang sedikit keras. Andi menepuk pundaknya agar dia sedikit tenang.
" Rumah sakit xx tempat tuan Subroto di rawat." jawab Leo.
Elno bangkit dari tempat duduknya hendak pergi, tetapi ditahan oleh Andi
" Tenang, El. Biarkan anak buah ku bekerja terlebih dahulu." Andi mengambil ponselnya yang ada di saku celananya kemudian menghubungi seseorang.
Elno mulai membayangi kejadian detik-detik Safiyah jatuh dari tebing. wajah Safiyah yang menangis saat itu mulai memenuhi kepalanya.
__ADS_1
Leo melihat ada perubahan pada raut wajah Elno. Matanya memerah, dan menggenggam tangannya. Leo takut trauma Elno kehilangan Safiyah kambuh.
Leo berdiri dari duduknya lalu menghampiri Elno. Kemudian memegangi tangan Elno dan mengelus punggungnya. Tindakan Leo membuat Elno sedikit tenang.
......................
" Ressa, apakah kau tidak mau belanja?" tanya nyonya Kemala. " ambillah beberapa camilan yang kau sukai.
" iya, nyonya." sahut Safiyah.
Mereka kemudian berjalan menyusuri lorong super market memilih belanjaan yang diperlukan.
"Nyonya, Kenapa hari ini belanja lagi? Biasanya tiga hari sekali belanja." tanya Safiyah yang penasaran.
" Malam ini Rania adiknya Noah pulang dari Amerika. Dia kalau dirumah suka sekali dengan yang namanya makan..., makanya saya belanja camilan banyak." kata nyonya Kemala sambil mengambil lima bungkus makanan ringan kesukaan putrinya.
Satu jam mereka berada di dalam super market. Kini mereka berjalan menuju parkiran mobil. Dengan dibantu sopir Safiyah menyusun belanjaan ke dalam mobil.
Nyonya Kemala sedang memegang ponselnya beserta tas yang ada di tangan. Tiba-tiba tas itu dijambret oleh orang.
" Aaaaaa jambret! jambret!" teriak nyonya Kemala.
Safiyah mengejar jambret itu. Dia berlari sambil melepaskan sepatunya dan ingin melemparkan nya kepada jambret. Safiyah menargetkan lemparan sepatu ke titik terlemah tubuh.
Targetnya pas mengenai titik itu. si jambret seketika lemas tak berdaya seluruh tubuhnya. saat itu juga jambret langsung dikeroyok orang sekitar.
" Wah, kasian jambretnya dikeroyok massa, nyonya." kata pak sopir panik.
Safiyah langsung mendekati kerumunan dan menyelamatkan jambret dari amukan massa.
Safiyah membawanya ke kantor keamanan super market.
" Terima kasih, Nona! terima kasih...," si jambret menangis tersedu-sedu karena telah selamat dari amukan massa yang bisa membuat nyawanya melayang.
Si jambret memohon maaf kepada nyonya Kemala karena telah berani menjambret. Dia juga berterima kasih kepada Safiyah menyelamatkannya.
" Lain kali jangan menjambret lagi, Pak. Bagaimana kalau terjadi hal yang merugikan bapak akibat ulah bapak? kasian anak dan istri bapak." Kata nyonya Kemala.
Kemudian nyonya Kemala memberikan uang tunai kepada bapak jambret.
" Ambillah uang ini , pak. Mudah-mudahan cukup untuk bapak buka usaha kecil-kecilan.
jangan menjambret lagi, ya pak...," kata nyonya Kemala sambil memberikan uang tunai kepada bapak.
Bapak jambret bersujud ke pada nyonya Kemala. membuat Nyonya Kemala kaget.
bersambung....
jangan lupa like like like ya , terimakasih..
__ADS_1