Desain Cinta Safiyah

Desain Cinta Safiyah
konsentrasi mas!


__ADS_3

Siapa kalian!? Ha?! Tanya Elno yang sangat bersemangat.


 


“ prok prok prom“ terdengar suara tepuk tangan dari luar.


 


“ oh!! Kau!?!


Elno sudah bisa menebak kalau ini adalah ulah Mery.


“ ada urusan apa lagi kau kesini?” Tanya Elno dengan nada agak menekan.


“ El kesayangan ku..., Aku belum memberikan hukuman padamu, karena tidak memilihku! Apa kau tahu? Betapa sakitnya hatiku saat kau menolakku, ha?!”


“ Aku tau semua tentang seluk-beluk perusahaanmu ini, semua sudah aku masukkan kedalam ini!” Mery menunjukkan memory card yang ada ditangannya.”


“ Dengan ini perusahaan yang kau banggakan ini, dalam semalam akan gulung tikar! Ha-ha-ha “.


“ Hei! Wanita berbisa!.” Hardik ibu Endang.


“ kau pikir bisa mengancam kami hanya dengan kartu kecil seperti itu, ha?!. Jangan bermimpi ! Kami tidak mudah untuk kau hancurkan!” ibu Endang dengan percaya dirinya melawan kata-kata Mery.


Safiyah memerintahkan kepada Jia agar membawa ibu Endang, Neny dan Sonia ketempat yang aman. Dan memerintahkannya untuk selalu menjaga mereka dari kejaran lawannya.


Sebenarnya Safiyah sudah tau kalau Jia adalah pengawal yang diperintahkan oleh Elno untuk menjaganya, hanya saja dia enggan mengungkapkannya.


Safiyah akan membantu Elno melawan anak buah Mery yang jumlahnya lebih kurang lima puluh orang. Sedangkan jumlah pengawal mereka hanya dua puluh orang saja.


Safiyah maju sejajar dengan Elno dan merobek gaun bagian bawahnya, Tentu saja Safiyah selalu siap memakai celana panjang saat menggunakan gaun dan rok. Tujuannya agar bisa bebas bergerak.


Elno pun melirik agar Safiyah mundur tetapi malah mendapat pelototan dari Safiyah.


Disebelah Safiyah, Sonia juga tidak mau ketinggalan. dia maju sejajar dengan mereka. “ aku juga mau ikut kak El.” Sonia sambil melompat - lompat kecil dan meregangkan otot-ototnya.


Mery menyeringai melihat mereka bertiga yang siap untuk dihajar oleh orang-orangnya.


“ aku tidak akan menghabisi kalian! Hanya ingin bermain-main saja.”


“ kalian mengalah saja, jumlah kalian sedikit!” Mery menganggap remeh kepada mereka bertiga.


 


“ suatu kesalahan jika kau meremehkan kawanmu, nona!!”


 Elno memulai aksinya. Bugh bugh bugh Dengan kakinya yang panjang dan ramping dengan cepat dia dapat mengalahkan lawannya karena jangkauan kaki yang panjang. Tinggi badannya saja seratus delapan puluh sembilan centimeter.


Safiyah dan Sonia mereka berdua memiliki gerakan yang sangat lincah. Terkdang lawan pun tidak bisa melihat gerakan mereka kearah mana.


Hyat hyat Bugh bugh bugh. Sesekali Elno melihat kearah Safiyah, ingin memastikan kalau Safiyah sudah kewalahan danTidak ingin Safiyah terluka. tapi pikiran Elno salah, Safiyah dengan lincah bergerak kesana-kemari. " Bugh" Elno terkejut Safiyah menendang lawan disebelahnya yang ingin menghajar Elno.


" konsentrasi mas!!"


mendengar teriakan Safiyah, Elno mulai dengan gagahnya menghajar lawan satu persatu. dan dengan semangat penuh tidak memberi ampun.

__ADS_1


Satu persatu orang-orang Mery Tumbang. Dia semakin panik, dan berusaha untuk berlari. Tetapi dihadang oleh Romi asisten Elno. Romi juga pandai berkelahi. Sesekali dia juga membantu Sonia melumpuhkan lawannya jika sedang tedesak.


“ Hei! Kau mau kabur kemana ha?!.” Ibu Endang menampar nya dan merampas memory card dan juga handphone milik Mery.


Mery ingin mengambil kembali handphonenya tapi dia terjatuh, dia berfikir untuk lari dan menyelamatkan diri.


Melihat Mery yang kabur, satu persatu anak buahnya juga ikutan kabur dari sana.


 


“ Mas, tidak apa-apa? Kenapa ada noda darahnya? Tanya Safiya panik.


“ Mas baik-baik saja. ini punya orang lain, bukan mas.


 


“ Berani-beraninya wanita itu mengacaukan acara kita! Lihat saja kalau ketemu, bukan hanya satu kali saya tampar. Mungkin berkali-kali. “ kata ibu Endang yang marah


Sambil ngos-ngosan mereka memandangi satu persatu dan melihat sekeliling mereka porak-poranda kemudian mereka tertawa bersama-sama, termasuk ibu Endang, wajahnya yang serius dan dingin saat memimpin perusahaan hilang berganti dengan penuh tawa.


“ Bersihkan semuanya!” perintah ibu Endang kepada OB.


“ Baik nyonya.!


......................


 


“ Mery! Berapa kali papa katakan jangan bertindak sendiri!


sejenak mereka berdua terdiam. Saling terbenam dipikiran masing-masing


“ papa punya rencana lain. Kamu jangan mengganggu! Mengerti!?. Ketus pak Danu.


“ Iya pa, Meri mengerti.”


“ Satu hal lagi, untuk sejenak lupakan dulu dendam mu pada Sanjaya grup itu. Sekarang ini, inilah yang lebih penting dari pada Sanjaya grup.”


“ Apa pa?”


“ nanti saja kamu tau. Sekarang tenangkan dirimu dahulu.” Ujar pak Danu


Mery dengan kesalnya mendengus. bangkit dari tempat duduknya dan pergi ke kamarnya.


 


......................


Disebuah restoran mewah, seorang pria tua berusia tujuh puluhan tahun masih terlihat gagah meskipun bayak keriput di seluruh tubuhnya. Ia tuan Subroto.


Tuan Subroto sedang menunggu seseorang yang sudah memiliki janji temu dengannya di restoran ini. Sebenarnya tuan Subroto bukan menunggu, memang dia yang sengaja datang lebih awal.


 


Akhirnya yang ditunggu-tunggu datang. Yaitu ibu Endang.

__ADS_1


“ Uncle, apa kabar?” Ibu Endang tersenyum lalu mencium tangan pak Subroto.


“ baik.” Jawabnya singkat.


“ Ada apa kau ingin bertemu denganku? Bukankah sudah aku katakan, aku tidak mau bertemu denganmu lagi?.”


“ tapi uncle selalu datang kalau Endang ingin bertemu uncle, iya kan?? Mereka tertawa kecil. Tapi masih terlihat aura dingin di wajah mereka.


“ uncle, Endang mau tanyakan sesuatu. Apakah benar uncle yang memerintahkan untuk menyerang calon menantuku?”


“ siapa? Apakah Safiya?”


 tiba-tiba saja kepala tuan Subroto sakit. Dia mengerang kesakitan. Ibu Endang memperhatikannya, merasa ada yang aneh, dia perhatikan gelas minum tuan Subroto. Sepertinya dia diracuni orang.


Tuan Subroto langsung dibawa oleh para pengawalnya pergi dari restoran. "Mungkin dia akan segera dibawa ke rumah sakit." Gumamnya.


......................


D kiosnya Safiyah sedang sibuk, memeriksa hasil kerja para ibu-ibu yang merupakan karyawan nya.


Safiyah memang memilih ibu-ibu yang bisa menjahit yang tempat tinggalnya disekitar kios Safiyah. supaya ibu-ibu ini bisa membantu para suami mencari rezeki.


Jika ada waktu luang, Safiyah tidak segan-segan, akan mengajari para ibu tentang ilmu menjahitnya. apabila sudah tidak bekerja lagi di kios Safiyah, para ibu sudah mempunyai keterampilan dan bisa membuka kios kecil-kecilan nantinya.


Saat sedang asik membolak-balikkan pakaian, Safiyah kedatangan Romi, untuk menjemputnya sesuai perintah Elno.


" Kau tunggulah sebentar, aku siap-siap dulu." kata Safiyah.


Romi menoleh kekiri dan kekanan, tidak menemukan yang dia cari.


" hei, Romi! apa yang kau cari ha?!." tanya Neni yang sedari tadi memperhatikan tingkah Romi.


" akh, tidak ada." jawab Romi malu-malu.


tidak lama kemudian keluar Safiyah dari dalam dan diiringi oleh Sonia. Mata Romi berbinar-binar melihat Sonia yang keluar. Terlihat cantik dimatanya seperti bidadari baru keluar dari persembunyiannya.


Safiyah melihat Romi dengan mata terbelalak dan mulut agak menganga


" plak" Safiyah memukul bahu Romi, barulah dia tersadar. Sonia dan Neny tertawa kecil melihat kejadian ini.


" Ayo Romi! tunggu apa lagi ha?!" kata Safiyah dengan kesalnya.


" I-iya nona! mari." Romi dan Safiyah pergi menuju sebuah salon ternama di kotanya.


"Kenapa kita kesini Romi?" tanya Safiyah.


" saya hanya diperintahkan membawa nona kesini. silahkan nona."


"apa-apaan mas Elno menyuruh ku kesini? memang aku tidak cantik sampai harus di makeover disini?! gumam kesalnya Safiyah.


bersambung...


hai.., terima kasih ya sudah membaca karya author.


jangan lupa di like dan komen ya...

__ADS_1


terima kasih.


__ADS_2