Desain Cinta Safiyah

Desain Cinta Safiyah
Will you marry me


__ADS_3

Elno berada di resto yang ada di dalam sebuah mall. Dia sedang sibuk meeting dengan kliennya ditemani oleh Romi si asisten.


“ Terima kasih telah menandatangani kerjasama ini. Kami sangat yakin kita akan bekerja sama dengan sangat baik.” Kata Elno Kepada kliennya dan mereka saling berjabat tangan.


Elno pun melangkahkan kaki keluar dari resto itu, dan diikuti oleh Romi. Tiba-tiba Elno berhenti didepan toko perhiasan.


" Tunggu sebentar, rom."


"Ng?? Ada apa, Tuan? Apa ada yang ketinggalan?" Romi heran tuannya tiba-tiba berhenti.


Kemudian Elno melangkah masuk toko perhiasan itu. Dan melihat-lihat perhiasan yang ada di etalase disana.


" Romi, apa kau pernah membelikan cincin untuk seorang wanita?" tanya Elno pada Romi .


" Belum, tuan." jawabnya.


" yah! jomblo sejati dong! ledeknya pada Romi. Romi hanya memanyunkan bibir nya mendengar perkataan Tuanya. Kemudian Elno tertarik dengan cincin putih bermata merah, bentuk nya yang kecil dan unik menurutnya cocok dengan jari Safiyah.


“ mmm.., yang ini sepertinya cantik dijari kecil Safiyah. Dia akan menyukainya.” Gumamnya dalam hati


“ tolong bungkus yang ini ya”


“ Baik, Tuan.” Pelayan toko itu segera membungkus nya.


......................


Malam hari setelah makan malam, tuan Subroto mengajak cucu-cucunya untuk membicarakan hal serius. Karena Habis makan siang Safiyah dan Sonia memilih kamar mereka dan membereskan nya yang di bantu oleh para pelayan yang ada dirumah.


Mereka duduk di ruang keluarga yang luas. Safiyah dan Sonia duduk bersebelahan di kursi yang panjang. Sedangkan Tuan Subroto duduk di kursi yang kecilnya.


“ Safiyah, sonia. Kakek sudah tua, kakek sudah tidak sanggup lagi untuk menjalankan perusahaan. Kakek ingin, kalian yang menjalankan perusahaan ini. “


“ Sonia baru lulus Sekolah Menengah Atas, kek... belum mengerti tentang bisnis, kakek..!” Kata Sonia agak berhati-hati.


“ Safiyah juga punya usaha sendiri, kek.” Sahut Safiyah.


“ Kalian tolong penuhi keinginan kakek tua ini? Diusia kakek yang sudah senja ini, Kakek hanya ingin ketenangan. Hanya ingin memikirkan akhirat kakek. Kini saatnya giliran kalian yang menjalankan perusahaan Subroto Grup. Hanya ini yang dapat kakek berikan kepada kalian. sebagai ganti atas kesalahan kakek yang dulu.” Tuan Subroto dengan mata yang berkaca-kaca menahan tangisnya.


Safiyah dan Sonia, mendekati kakeknya dan mereka duduk bersimpuh didepan kaki Tuan Subroto lalu memegang tangannya.


“ Baiklah, kek. Kami akan mencobanya.” Kata Safiyah.


“ Terima kasih, kalian cucuku. Kalian telah memberikan kesempatan untuk kakek menebus kesalahan kakek..." Lalu tuan Subroto memeluk mereka berdua dan air mata yang tadi tertahan tumpah membasahi pipinya.


“ Kalian tenang saja, nanti ada yang mendampingi kalian sampai kalian bisa dan mampu. Kakek juga akan membimbing kalian.” Kata Tuan Subroto yang tersenyum lebar.

__ADS_1


“ Siapa, kek?” tanya Safiyah


“ Kalian akan didampingi oleh Leo. Dia juga yang akan mengajarkan segala hal tentang perusahaan kepada kalian. Kakek yakin dengan kemampuan kalian berdua.”


“ Dan Safiyah juga kan punya Nak Elno, kamu juga bisa belajar dari nya.”


“ iya, kek. Tapi Bagaimana dengan kiios Safiyah, kek?”


“ Kamu bisa menaruh orang kepercayaanmu disana untuk menjalankan nya. Dan sesekali kamu bisa mengontrolnya.”


“ Apa bisa seperti itu, kek?”


“ Ya..., Kamu harus bisa membagi waktu mu. Nanti kalau sudah kamu jalani, kakek yakin kamu bisa, sayang.” Tuan Subroto tak hentinya meyakinkan Safiyah.


Safiyah hanya mengangguk kan kepalanya. Mencoba memikirkan perkataan Tuan Subroto.


“ Safiyah akan coba, Kek.”


“ Bagus! Itu baru cucu Kakek ....!” Tuan Subroto tersenyum lebar mendengar perkataan Safiyah. Dia sangat yakin cucunya ini dapat diandalkan. Begitu juga dengan Sonia. Usaha Tuan Subroto selain di fashion juga melebar ke kuliner, sangat cocok dengan kemampuan Sonia.


“ Besok kita ke kantor. Kebetulan besok ada pertemuan para pemegang saham. Kita bisa menggunakan kesempatan ini. Selain untuk memperkenalkanmu, juga untuk menyingkirkan Danu yang tidak tahu diri itu!” Tuan Subroto mengepalkan tangannya.


“ Kakek jangan sering emosi seperti ini, kek. Nanti kakek darah tinggi lho?!” Sonia berdiri dan memijit punggung Tuan Subroto.


“ Kakek sudah tua, sayang. Ya sudah tentu, banyak penyakit yang akan mampir.”


Malam sudah menunjukkan pukul sembilan malam. Tuan Subroto sudah masuk kedalam kamarnya. Safiyah dan Sonia pun sama.


Safiyah sudah menaiki tempat tidurnya. Karena sudah merasa lelah. Saat akan memejamkan mata terdengar ponselnya berdering.


" Halo, Mas."


" Sayang, apakah kamu sudah akan tidur?"


" Tadinya, iya mas."


" Jadi, Mas mengganggu?"


" Kalau untuk Mas, enggak mengganggu. Emang sudah ditunggu dari tadi kok..."


" Benarkah? mmmm..., Mas rindu sayang. Bisakah kita bertemu malam ini? Mas ada didepan rumahmu sayang."


" ha? Mas ada didepan? Fiyah segera kesana."


klik

__ADS_1


fiyah memutuskan sambungan ponselnya. Dia mengambil dan memakai sweater nya. Berjalan menuju pintu keluar. Saat dia membuka pintu, dia melihat Elno yang tersenyum padanya dan mendekatinya.


Tanpa aba-aba, Elno langsung meraih pinggang Safiyah dan memeluknya erat-erat. dia menghirup aroma tubuh Safiyah yang sangat dia rindukan. Dan mengecup keningnya.


......................


" Papa, Meri butuh uang!" Meri tiba-tiba memasuki ruang kerja papanya.


" Bukankah seminggu yang lalu sudah papa berikan dua ratus juta!!" Bentak Pak Danu.


" Kalau Meri masih minta, itu tandanya kurang, papa!"


" Kamu pikir papa ini apa? ha?! tukang cetak uangmu begitu?!" Pak Danu semakin mengeraskan suaranya.


" Hei, papa! jangan papa pikir Meri tidak tahu perbuatan papa! Meri tahu papa membobol keuangan perusahaan tuan Subroto!" Safiyah menunjuk-nunjuk muka papanya.


" Kamu?!" Pak Danu mengangkat tangannya ingin menampar Meri.


" Papa mau tampar Meri?! tampar pa! tampar!" Meri menyodorkan pipinya.


" aaaakkhhh!!!!" Pak Danu menarik kembali tangannya. Bagaimana pun juga Meri adalah putrinya. Dia tidak akan menyakitinya.


" Meri tahu papa akan kabur dengan uang itu, pa! Meri juga tahu papa akan meninggalkan Meri!" bentak Meri pada papanya.


" Diam Kamu!"


PLAK! akhirnya tangan pak Danu sampai juga ke pipinya Meri. Dia benar-benar sangat emosi kepada Meri. Dia tidak habis pikir dari mana putrinya tahu akan rencananya itu.


Meri semakin membenci papanya. Dia melototi pak Danu. " Meri sangat membencimu, Papa!!" dia pergi dengan kebencian yang sangat besar dihatinya terhadap papanya.


Pak Danu hanya terdiam dan mendengus kasar.


......................


Elno dan Safiyah berada dipinggir pantai. Mereka duduk di bangku yang ada dipinggir pantai yang sudah disiapkan oleh pedagang yang ada disana. Mereka duduk berdampingan menghadap kearah pantai. kepala Safiyah dia sandarkan ke bahu Elno.


" Sayang," sapa Elno


" hmm" Safiyah hanya berdehem.


Elno tiba-tiba turun dari bangku dan berlutut menghadap Safiyah. Safiyah menatap aneh kekasihnya. Kemudian Elno mengambil kotak kecil dari dalam saku jaketnya.


" Mas." Safiyah mengernyitkan dahinya.


" Sayang, Will you marry me?"

__ADS_1


bersambung...


__ADS_2