Desain Cinta Safiyah

Desain Cinta Safiyah
uncle


__ADS_3

Ada apa ma?” Elno memulai percakapan


 


 “ Elno , mama ingin kalian putuskan hubungan kalian.. perkataan ibu Endang terhenti karena Elno tiba-tiba memotong pembicaraan ibu Endang.


Elno dan Safiyah terkejut dengan perkataan ibu Endang yang belum selesai, mungkin karena cemas nya mereka jadi paranoid.


“ Kenapa ma?! Mamakan tau Elno sangat mencintai Safiyah ma!” Elno mulai emosi


“ Kenapa Tante? Tante tidak menyukai Safiyah? Tanya Safiyah dengan mata yang berkaca-kaca.


“ hei! Kalian kenapa? Mama belum selesai bicara kalian sudah emosian begini? Ha? mama tadi katakan kalian harus putuskan hubungan kalian kearah mana?? Mau dibawa ke pernikahan atau tidak?? Malah emosian. Heran mama jadinya!” ibu Endang bangkit dari tempat duduknya dan melangkah pergi meninggalkan mereka berdua.


Sedangkan Safiyah dan Elno hanya saling menatap tak dapat berkata apa-apa lagi.


......................


“ Bagaimana caranya untuk menyingkirkan tua Bangka ini?” pak Danu memikirkan cara menghabisi tua Bangka yaitu tuan Subroto.


“Aku tidak mau sampai matipun aku harus melayaninya. Puluhan tahun aku melayaninya, sekarang dia mau memberikan semua asetnya pada cucunya yang tidak tahu ada dimana?!. Hah!” Pak Danu benar-benar kesal. Dengan senyum liciknya Dia merencanakan sesuatu.


 


......................


“ Halo Safiyah! Cepat lah kekios! Ada segerombolan pria berbaju hitam yang ingin merusak kios lagi!


Cepatlah! Aw! Aw! “suara teriakan Neni terdengar sekali kalau dia sedang ketakutan.


“ Neni, aku akan segera kesana!!” Safiyah berlari dengan terbaru-buru takut Neni dan yang lainnya akan terluka.


Elno melihat Safiyah berlari keluar dengan tergesa-gesa.


“ Ada apa dengan Safiyah!”


Safiyah mengendarai sepeda motornya dengan kecepatan tinggi.


Elno menggunakan mobil mengikuti Safiyah dari belakang, dia berusaha menghubungi Safiyah tapi tidak di angkat. “ ini menuju kiosnya”. Gumamnya dalam hati.


Setelah sampai didepan kios, Safiyah langsung diserang oleh para pria berbaju hitam yang jumlahnya lebih dari dua puluh orang.


“ hyat hyat buk buk buk buk” suara mereka berkelahi.


Safiyah menumbangkan sedikit nya 6 orang.


“ Jago juga gadis ini rupanya” kata pria berbaju hitam.


Buk buk buk. Safiyah begitu lincahnya saat berkelahi.


Neni begitu mengkhawatirkan keselamatan Safiyah, apalagi dia melihat Safiyah dikeroyok banyak pria. Neni mulai diserang kepanikan akut. sehingga tidak bisa berfikir jernih lagi, hanya bisa teriak dan teriak. seketika kaki Neni terasa lemas dan jatuh pingsan.


Buk. Safiyah terkena tendangan ketua pria berbaju hitam itu. “ akh!.” Safiyah mundur Beberapa langkah berhenti sejenak untuk mengambil nafasnya.


“ Nona! Menyerahlah! Kau tidak akan sanggup melawan kami!”


“ Oya??” dijawab singkat oleh Safiyah. Dan terus menyerang mereka. Tiba-tiba Elno datang membantu Safiyah dengan gagahnya. Buk buk Hyatt hyat buk buk, suara mereka berkelahi.


Satu persatu lawan mereka tumbang.


Elno menangkap yang merupakan ketua dari mereka!

__ADS_1


“ Siapa yang mengirim kalian ha?!” gertak Elno.


“ tu tuan Subroto!” jawab pria itu terbata-bata.


“ Akh.. sial!" Elno mendorong tubuh pria itu. "Dia menargetkan Safiyah?” gumamnya pelan.


Masih ngos-ngosan Safiyah mendekati Elno.


“ Siapa mas?”


“ Subroto! Dia ingin menghancurkanku dengan menargetkan dirimu!.” Penjelasan Elno membuat Safiyah terperangah.


“ Safiyah, kau tidak apa-apa kan? Tidak ada yang Luka?” tanya Neni yang sudah bangkit dari pingsannya.


“ Tidak Neni. boleh aku minta air putih? aku haus."


Neni mengambil dua botol air putih, dan diberikan kepada Elno dan Safiyah.


“Bagaimana kalau besok mereka datang lagi? Aku takut fiyah!” Tubuh Neni masih gemetar mengingat kejadian tadi.


“ Jangan takut, mereka tidak akan datang lagi.” Elno tahu, kejadian hari ini hanya gertakan mereka saja.


“ Tapi aku tetap saja takut kalau sendiri.”


“ Besok ada Sonia. Aku akan pasti kan besok, Sonia akan menjagamu." Safiyah meyakinkan Neni yang dibalas anggukan.


......................


Hari ini hari penilaian busana dari peserta lomba desain. Terlihat ketiga peserta sangat sibuk mempersiapkan peragaan hari ini. Termasuk Safiyah.


Jia memberi tahu Safiyah kalau model untuk peragaan busana Safiyah tidak datang.


“ Sudah kau telpon?”


Safiyah berfikir sejenak. Lalu dia menatap kearah Jia.


Jia melotot, dia faham apa maksud Safiyah.


Tanpa meminta persetujuan Jia, Safiyah menarik Jia agar di makeover oleh mua.


......................


 " Romi, bagaimana penjagaan diluar? apakah kau sudah memperketatnya?"


" Sudah tuan." sahut Romi


"perintahkan anak buahmu untuk memperhatikan setiap orang yang masuk. mengerti!?" Elno memastikan keselamatan Safiyah tetap terjaga. karena akan ada banyak orang yang mungkin salah satnya penyusup masuk.


" Baik tuan! saya permisi." Romi Berjalan keluar ruangan dan sepapasan dengan ibu Endang yang ingin masuk.


" permisi nyonya."


" hmm." dibalas deheman.


" Ada apa El? kenapa penjagaannya ketat sekali? sepertinya tikus pun tidak akan bisa masuk!" tanya ibu Endang yang khawatir.


" kemarin orang-orang tuan Subroto menyerang kios Safiyah ma."


" Apa?, apa benar mereka itu orang suruhan tuan Subroto? ibu Endang ingin memastikan nya.


" iya, ma. Elno sendiri yang menginterogasi orang itu.

__ADS_1


"


" ha?. uncle, kenapa masih tidak percaya padaku? lebih baik aku bertanya langsung padanya nanti". gumamnya dalam hati.


" Mama!" panggil Elno yang melihat mamanya melamun.


" kenapa melamuun?


" akh, tidak ada apa-apa, mama hanya khawatir saja."


" El juga khawatir ma, makanya El perketat keamanan khususnya Safiyah. mereka menargetkannya."


" Bagus El, kamu lindungi dia jangan sampai kenapa-napa. mama tau Safiyah jago beladiri. ini untuk jaga-jaga saja. Ayo kita ke aula, acaranya akan dimulai."


" Ayo ma."


ibu Endang dan Elno meninggalkan ruangan menuju aula tempat diadakannya peragaan busana ketiga peserta lomba desain pakaian.


Satu persatu busana ketiga peserta ditampilkan. Dan pada saat peragaan busana yang paling terakhir akan diadakan presentasi para peserta.


Kedua peserta selesai presentasi. Kini giliran Safiyah.


“ kenapa anda memilih kain ini untuk busanamu? Bukankah kain ini harganya murah?” pertanyaan juri


“ saya memilih kain A ini memang karena harganya yang murah. Selain harganya yang murah, kain ini kalau kita bisa memadupadankan dengan kain yang sejenis B akan menjadi gaun yang indah dan berkelas seperti desain saya ini. Bukankah gaun ini seperti berkelas? Padahal harganya murah. Itulah Tujuan saya memilih kain bahan A. Selain untuk kalangan atas, kalangan menengah kebawah juga bisa menikmati desain saya ini”.


Semua yang hadir bertepuk tangan. Para juri tersenyum puas dengan hasil karya Safiyah.


Pemenang perlombaan diumumkan, Safiyah mendapatkan juara pertama. Senyum lebar diberikan oleh seluruh penonton yang hadir. Sonia dan Neni bersorak gembira. Ibu Endang dan Elno pun ikut gembira.


namun, ada sepasang mata wanita yang melihat dengan sinisnya. “ kalian tunggu saja sebentar lagi. Kegembiraan ini akan menjadi duka. Hm!. Gumamnya dalam hati “


Si wanita mengambil ponselnya


tuuut tuuut " halo nona".


"hancurkan!" dia langsung menutup ponselnya dan tersenyum sinis.


......................


Safiyah sudah memegang semua tropinya. mereka sedang asik melakukan sesi dokumentasi.


tiba-tiba terdengar teriakan dan penonton berhamburan keluar.


" aaaaaaaa..."


ibu Endang, Safiyah, Sonia dan Neni berdiri dibelakang Elno.


tak lama kemudian para pengawal pribadi Elno mulai mengelilingi dan membelakangi mereka siap untuk menghadang musuh.


" siapa kalian!? ha?! tanya Elno yang sangat marah.


" pok pok pok " terdengar suara tepuk tangan dari luar.


" oh!! kau!?!


bersambung


Slam author, terima kasihnya sudah membaca karya author.


jangan lupa like komen nya ya biar author tambah semangat...

__ADS_1


 


__ADS_2