
Mery memeriksa semua cctv yang ada di rumah itu. Dia memperhatikan wajah pelayan baru itu.
“ coba diperbesar wajah pelayan itu!” perintah nya kepada tekhnisinya.
“ Dia?! Aku yakin dia!” Mery mengepalkan tangannya. “ Safiyah! Apa maksud dari semua yang kau lakukan ini? siapa kau sebenarnya?"
......................
“ Baik tuan. Saya akan segera kesana.” Kata Romi yang mendapat telepon dari tuannya Elno.
“ Bagaimana keadaan kakakku?” tanya Sonia kepada Romi.
Romi memang diperintahkan oleh Elno untuk menjaga Sonia selama mereka melakukan penyelamatan kepada tuan Subroto.
Belum juga dijawab oleh Romi pertanyaannya, Sonia terus saja bertanya dan menggoyang – goyangan lengan Romi.
“ Kak Romi, cepat katakan bagaimana keadaan kakak Safiyah!”
Romi masih dengan wajah coolnya menatap wajah Sonia yang merengek kepadanya. Lalu dia meletakkan jari telunjuknya kekening Sonia, dan mendorong pelan kepala Sonia yang mendongak kearah wajah Romi.
Sonia perlahan melepaskan tangannya dari lengan Romi.
Kemudian wajah Romi mendekati wajah Sonia yang mendongak. Wajah Romi semakin mendekati wajah Sonia, perlahan-lahan, membuat Sonia menjadi gugup, dan tanpa sadar dia menggigit bibirnya sendiri. Romi melihat Sonia menggigit bibirnya membuat kelelakiannya bangkit. Ingin sekali dia melahap bibir mungil Sonia itu. Setelah semakin dekat dia melewatkan bibir itu dan hanya berbisik ditelinga Sonia “ berisik!”
“ Apa? Berisik!?” Sonia semakin teriak didekat telinga Romi. Membuat Romi hanya tersenyum-senyum kecil. kelakuan Romi membuat Sonia semakin kesal.
“ Makanya cepat katakan! Bagaimana keadaan kakakku, ha??”
Sonia semakin kesal dan terus menerus mencecar pertanyaan yang sama. Anehnya Romi malah senang mendengar Sonia teriak-teriak seperti ini. Dia seperti menikmatinya. Diperhatikannya bibir mungil Sonia yang komat Kamit seperti menari-nari. diperhatikanya semakin dalam. Tak lama kemudian “cup” Romi tanpa sadar mencium bibir mungil Sonia. Membuat Sonia terdiam dan mematung ditempatnya.
“ cepat siap-siap, kita pergi menemui kakakmu. Aku tunggu dimobil!” Romi langsung berbalik badan dan pergi keluar menuju mobil.
Sonia yang tersadar akan ucapan Romi, bergegas bersiap-siap dan menyusul Romi.
......................
Perlahan Safiyah membuka matanya. Dilihatnya Elno yang tertidur disampingnya sambil memeluknya. Safiyah sudah mulai merasa segar. Pusing dikepalanya sudah mulai hilang.
__ADS_1
Dia memperhatikan wajah Elno yang tertidur pulas menurutnya. Tanpa sadar tangannya membelai lembut wajah Elno yang putih mulus hidung mancung itu. Dia menatapi bibir seksi Elno , dan menelan salavinanya berkali-kali. Betapa terkejutnya Safiyah saat Elno tiba-tiba membuka matanya.
Safiyah langsung menarik tangannya dari wajah Elno, tetapi ditahan oleh elno. Suara detak jantung Safiyah yang semakin kencang begitu dia rasakan.
Mata mereka saling menatap satu sama lain. Begitu dekatnya sehingga helaan nafasnya terasa hangat. Tidak terasa bibir Elno mulai menyentuh bibir mungil Safiyah. Terasa lembut dan empuk. Elno Melu**t bibir mungil itu. Safiyah pun membalas perlakuan Elno, Semakin lama, semakin dalam, sehingga terasa nafas keduanya tersengal-sengal lalu melepaskan ciuman panas mareka.
“ Safiyah.., sayang.., mas sangat mencintaimu. Jadilah milik mas seutuhnya sayang... Mas sangat membutuhkan mu...” dengan suara yang penuh nafsu Elno memeluk erat-erat tubuh Safiyah seperti tidak ingin dia lepaskan.
Safiyah mulai merasakan sesak nafas karena pelukan Elno yang erat.
“ Mas.., Mas. Aku sesak nafas!”
Elno segera melepaskan pelukannya. Kemudian bangkit dan duduk diatas ranjang.
“ Maafkan Mas, fiyah. Tadi mas..”
“ tidak apa-apa mas, Safiyah mengerti kok!” kata Safiyah sambil tersenyum kemudian duduk disebelah Elno.
“ Sayang, mas ingin kita cepat-cepat menikah. Mas takut nanti kamu direbut orang!” Elno takut nanti hati Safiyah pindah ke lain hati.
“ Takut direbut orang atau mas yang sudah tidak tahan??” ledek Safiyah
“ Iya, itu juga.” Elno senyum-senyum malu.
“ ayolah sayang..., Kita nikah yuk...! Kalau kelamaan nanti mas hilaf sayang..” rengek Elno
“ kamu mau kemana?” Tanya Elno
“ mau melihat kakek.”
“ Kakek tidak ada disini, tadi dibawa kerumah sakit oleh Andi.
“ Mas Andi membawa kakek kerumah sakit? “
“ iya, cepatlah mandi, kita kerumah sakit. Perintahnya
“iya mas nya cepat keluar, Aku mau mandi.” Safiyah mengusir Elno dari kamar.
......................
Sebelum kerumah sakit, Elno membawa Safiyah ke sebuah restoran terlebih dahulu karena mereka belum makan siang sama sekali.
Restoran Padang, nasi Padang merupakan makanan kesukaan Safiyah. Baginya makan makanan Indonesia yang satu ini lebih enak dan memuaskan.
Sambil makan, Safiyah menghidupkan handphone nya yang dari tadi pagi dia matikan. Banyak sekali panggillan tidak terjawab dari Sonia. Dia baru ingat telah melupakan adiknya ini.
__ADS_1
“ tuuutt tuuutt “
“ halo, kak Safiyah! Kakak dimana? Aku telpon kakak dari tadi tidak ada jawaban.” Pekik Sonia.
Sehingga Safiyah menjauhkan telinganya dari handphone
“ Kakak baik-baik saja. Kita ketemu dirumah sakit saja ya. Romi tahu alamatnya.”
“iya, sebentar lagi kami sampai.”
“ hati-hati dijalan ya “
......................
" tok tok tok"
" permisi tuan." Dona sekretaris pak Danu masuk untuk memberikan berkas.
" ada apa? " tanyanya pada sekretarisnya. kebetulan diruang kantornya juga ada Mery.
" ini data yang tuan minta kemarin. silahkan dibaca" Dona mempersilahkan tuannya.
" menurut data disini Safiyah bukan anak dari Sabrina. apakah sudah benar-benar kamu selidiki?" tanyanya pada Dona si sekretaris seksinya.
" sudah saya pastikan dicatatan sipil, tuan." jawab Dona sambil tersenyum manis.
" kamu silahkan pergi." pak Danu melambaikan tangan kearah Dona agar dia segera keluar ruangan.
" papa sengaja mempekerjakan sekretaris seksi dan menggoda seperti dia?" tanya Mery yang sedari tadi memperhatikan tingkah sekretaris baru papanya.
" jangan hiraukan dia, kamu pikirkan saja rencana berikutnya bagaimana cara membawa kembali tuan Subroto! kalau semua pemegang saham tahu tuan Subroto tidak bersama kita bagaimana? cepat kamu cari sana!!"
pak Danu mulai panik. karena satu Minggu lagi akan diadakan pertemuan para pemegang saham untuk membahas pencapaian perusahaan di semester pertama tahun ini.
Mery keluar dari ruangan kerja papanya dengan wajah yang kesal. dan kembali ke ruang kerjanya dengan membanting berkas yang dia bawa sehingga berserakan dimana-mana. lalu merebahkan tubuhnya diatas sofa yang ada di ruangan itu.
" Safiyah, aku harus menemuimu! siapa kau sebenarnya, ada hubungan apa antara kau dan geng mafia yang membawa tuan Subroto. pasti kalian sudah kerja sama." gumamnya sendiri
" atau jangan-jangan kau adalah seorang mafia? ha? apakah Elno tau identitas aslimu ini? Sepertinya Elno tidak mengetahui nya. ini bisa jadi alasan ku untuk mendekati Elno kembali. hmmm.. ide yang brilian! gumamnya dalam hati
Mery mengambil ponselnya dan mencari nama Elno untuk menghubunginya.
" tuuut tuuut tuuut"
" halo. Mery. ada apa lagi kau menghubungi ku, ha?" kata Elno diseberang telpon
__ADS_1
bersambung...,
terima kasih sudah membaca karya author jangan lupa like komen nya ya...