DIA BUKAN MANUSIA

DIA BUKAN MANUSIA
BAB 10


__ADS_3

"Arro, Abercio sudah mengetahui Bella menghilang. Aku menunggu perintahmu." Levi muncul menghampiri Arro yang sedang berdiri di taman yang terdapat di halaman belakang rumah Bella. Arro ingin menghirup udara segar di pagi hari. Sekaligus menjernihkan pikirannya.


"Kau jagalah Bella disini. Aku akan menghadapi Abercio," kata Arro tanpa berbalik.


"Apa kau bisa mengatasinya? Aku bukan meremehkanmu. Tapi kau tau, seperti apa Abercio. Kekuatannya setara dengan 100 pasukan khusus"


Arro mendengar perkataan Levi akhirnya berbalik melihatnya. "Lalu, kau mau aku bagaimana? Aku tidak bisa meninggalkan Bella di sini tanpa pengawasan." Suara Arro meninggi, ia frustasi.


"Arro, Bella harus segera menunjukkan tandanya. Agar semua ini selesai," desak Levi. Mereka sama-sama tau, segenting apa situasi saat ini.


Untuk menjaga Bella di bawah sini, artinya kerajaan mereka di atas sana tidak ada yang mengawasi. Kekuatan Arro pun tidak ada gunanya. Meskipun, setelah ia bertemu dengan Bella kekuatannya menguat. Tapi tidak bertambah sama sekali.


"Bagaimana dengan panti asuhan itu? Kau sudah punya informasi?" tanya Arro memecah keheningan.


"Tidak ada yang tau bagaimana Bella bisa sampai di panti asuhan itu. Yang mereka tau, Bella ditemukan di depan pintu oleh salah satu pengurus panti."


"Siapa nama pengurus panti itu? Cari dia sampai ketemu!" perintah Arro.


"Namanya Rina, dan dia sudah meninggal sebelum Bella diadopsi."


Arro terdiam mendengar jawaban Levi. Ia berteriak marah, "Argh … kenapa harus jalan buntu lagi?!" Arro semakin frustasi. Dia mengusap kasar wajahnya.

__ADS_1


"Tenanglah…!" Levi mencoba menenangkan Arro.


"Bagaimana aku bisa tenang? Mereka sudah berani menyentuh Bella. Kali ini aku beruntung bisa menyelamatkannya, tapi bagaimana jika Argus yang turun tangan langsung dan kekuatanku masih seperti ini?" Arro sudah hampir kehilangan kendali. Amarahnya kembali meledak.


Levi juga bingung harus bagaimana. Dia hanya terdiam hingga Arro kembali bersuara, "Jagalah Bella disini, aku akan mencari informasi tentang Bella. Sekalipun melintasi dunia bawah."


"Apa?" Levi tersentak, "Arro kau harusnya tau apa yang akan terjadi kalau seorang malaikat ke Dunia Bawah." Kali ini suara Levi yang terdengar frustasi.


"Agnor akan menjawabku, aku hanya perlu menjanjikannya posisi di Kerajaan Vasíleion." Arro tidak memperdulikan apa akibatnya. Ia hanya sedang mencari jalan keluar.


"Ya. Itu sebelum dia lebih dulu membunuhmu. Ingat, ayahmu lah yang menaruh Agnor di bawah sana," sindir Levi.


Arro tidak menjawab lagi. Levi tau, Arro diam bukan sedang mempertimbangkan kata-katanya, tapi sedang mencari cara ke Dunia Bawah.


"Damian, Turunlah!" Kata Levi tanpa mengucap.


Tidak lama kemudian, seorang malaikat dengan sayap abu-abunya menyentuhkan kakinya ke tanah dan merendahkan posisinya dengan berlutut, sambil mengucap salam kepada orang dihadapannya.


"Salam saya untuk Sang Pangeran."


"Berdirilah Damian!" perintah Arro. Damian pun berdiri tegap menghadap Arro.

__ADS_1


"Apa kau sangat mengenal Dunia Bawah?" Kata Arro yang disambut raut wajah terkejut dari Damian.


"Benar Yang Mulia. Tapi … jika Yang Mulia mempunyai urusan di Dunia Bawah, maka izinkan saya melakukannya. Di bawah sana sangat--"


"Tidak. Aku sendiri yang harus turun. Kau hanya perlu memberiku petunjuk," ucap Arro memotong perkataan Damian.


"Baiklah Yang Mulia." Damian menurut pada perintah Arro.


Arro memalingkan wajahnya untuk melihat Levi yang masih berdiri di sampingnya, "Kau tau apa tugasmu, kan? Jika ia terluka sedikitpun, aku tidak segan-segan membunuhmu." Arro sangat serius dengan kata-katanya.


"Yaa. Aku tau Yang Mulia. Dia adalah satu-satunya harapan kerajaan," kata Levi.


Setelah puas dengan jawaban Levi, Arro kembali menoleh ke Damian dan berkata, "Sekarang, apa yang harus kita lakukan?"


"Berdirilah di samping saya Yang Mulia. Dunia Portal ke Dunia Bawah akan saya buka," kata Damian sesopan mungkin.


Arro pun berjalan mendekat ke Damian dan berdiri disampingnya. Damian menutup matanya dan mengucapkan spell-nya, "Gerbang yang menutup semua kesengsaraan. Terbukalah!"


Sebuah getaran kecil terasa dari tanah tempat Arro dan Damian berdiri. Sedangkan Levi tidak merasakan apa pun dari tempatnya. Setelah getaran itu berhenti, muncullah lingkaran berwarna merah mengelilingi Arro dan Damian, lalu disusul dengan api yang menyala-nyala disepanjang lingkaran itu. Api itu terus menerus meninggi, hingga tubuh Arro dan Damian tidak lagi terlihat oleh Levi. Setelah beberapa detik kemudian, api dan lingkaran itu seperti terhisap ketanah, lalu menghilang bersama Arro dan Damian.


"Semoga rencana ini berhasil Yang Mulia" Doa Levi dalam hati.

__ADS_1


-----


__ADS_2