DIA BUKAN MANUSIA

DIA BUKAN MANUSIA
BAB 15 (Bag. 2)


__ADS_3

Awan gelap di langit sudah menutupi cahaya yang menyinari sekolah itu. Kabut tebal tiba-tiba menyelimuti sekeliling Bella dan Levi. Bella bisa merasakan genggaman Levi di pergelangan tangannya mengerat. Ia tau, Levi sedang waspada.


“BODOH!” Suara itu menggelegar. Bella terperanjat mendengar suara itu. Suara yang ia kenali dari malam saat ia diculik.


“Bella dengar, saat aku melepaskan genggamanku, larilah secepat mungkin,” bisik Levi kepada Bella tanpa menoleh kepadanya.


Bella mengangguk paham.


“Abercio, kau tau, ini bukan wilayah Dunia Atas. Kau hanya akan membuat marah para leluhur!” teriak Levi.


“DIAM!” Suara itu terdengar lagi, diikuti dengan suara kepakan sayap yang semakin mendekat. Di antara kumpulan kabut gelap itu, di sana, sekitar tujuh meter dari permukaan tanah tempat Bella dan Arro berdiri, Abercio menampakkan wujudnya.


Ingatan Bella yang ketakutan malam itu kini muncul lagi. Abercio dengan tanduk lancip di ujung sayapnya dan mata yang merah menyala menjadi sosok yang sangat mengerikan untuk dilihat oleh seorang manusia seperti Bella. Jika sosok Abercio semengerikan ini, bagaimana dengan Argus?

__ADS_1


Abercio turun dengan cepat, lalu menginjakkan kakinya di atas tanah. Ia berjalan mendekati Levi dan Bella dengan angkuh. “Kau pikir bisa lari dariku?” Abercio jelas bertanya kepada Bella dengan tatapan meremehkan.


“Kau … tidak akan bisa membunuhku,” balas Bella nyalang. Bella tidak tau kenapa kalimat itu terucap, seperti alam bawah sadarnya mengambil alih.


“Hahahaha … lihat betapa beraninya gadis lemah ini,” cela Abercio sambil tertawa. “Apa yang ada dalam kepalamu saat mengatakan itu? Kau pikir bisa mengalahkan makhluk Dunia Atas, hah!?”


Bella tidak menjawab, tapi tatapan matanya tajam. Ia tidak ingin kalah, meskipun ia tau semua yang dikatakan Abercio benar.


“Kau tidak akan pernah bisa membawa Bella lagi.” Levi sudah maju selangkah, menyembunyikan Bella di belakang punggungnya, “Kau dan Argus hanya akan mati dengan sia-sia.”


Levi yang tidak siap dengan serangan itu mundur beberapa langkah sambil memegang dadanya. Tangan Bella yang masih digenggam Levi, ikut mundur mengikuti gerak Levi.


“Kau dengan Arro sama bodohnya. Kenapa kalian bisa berpikir melawanku?!” Suara Abercio menggelegar marah merasa terhina.

__ADS_1


Levi tidak menjawab, ia kembali berdiri dengan tegak dengan rahang yang mengeras. Bella melihat perubahan raut wajah Levi, jujur Bella sedikit merinding. Belum pernah ia merasakan aura hitam Levi. Levi yang selalu ramah dan tersenyum manis, kini berubah menakutkan. Matanya menjadi abu-abu terang, sayapnya yang berwarna hitam dengan sedikit biru terbentang kokoh di belakang pungungnya. Seperti siap melawan apa pun di depan sana.


Levi perlahan melepas genggamannya pada Bella. Bella yang tau isyarat itu, segera berlari menjauh. Bella berlari menuju gerbang sekolahnya, ia berbalik ke belakang melihat apa yang terjadi, tapi pandangannya terhalang oleh kabut yang masih ada.


Saat Levi merasa Bella sudah cukup aman, ia menarik sudut bibirnya hingga melengkung menunjukkan seringai di wajahnya, “Kami memang tidak bisa melawanmu, tapi kami bisa mengecohmu.”


Abercio yang tadinya berdiri gagah, kini melihat bingung ke arah tatapan Levi yang bukan mengarah kepadanya. Abercio berbalik dan menemukan Agnor dan Damian sudah berdiri di sana.


Bella yang sedang berlari, tiba-tiba menabrak sesuatu. Apakah salah satu pasukan Abercio? Bella terkejut, ia berusaha melawan, setidaknya hanya itu yang bisa ia lakukan untuk melindungi dirinya sendiri, tapi tangan itu tiba-tiba memeluk Bella erat dan menghentikan pergerakan Bella. Bella terdiam kaku, lalu mendongakkan wajahnya, ia melihat wajah Arro. Kaki Bella tiba-tiba melemah, air matanya mengalir tiba-tiba mengalir. Ia menangis dengan lirih. Ia sebenarnya sangat ketakutan tadi, tapi ia mencoba untuk kuat.


“Maaf, aku terlalu lama,” ucap Arro lembut sambil membelai lembut rambut Bella menenangkannya.


Bella hanya menggeleng, Arro lalu mengeratkan pelukannya dan membawa Bella terbang ke atas, menjauh dari kabut gelap itu.

__ADS_1


...****************...


__ADS_2