
“Agnor belum bangun juga?” tanya Levi dengan cemas. Sementara Jasmine masih berusaha mengobati luka luar Agnor.
Damian menggeleng lemah, “belum Tuan.”
Levi resah. Agnor adalah salah satu sekutu mereka yang kuat. Jika tanpa Agnor, entah bagaimana mereka bisa menang melawan pasukan Argus. Sedangkan kekuatan Bella masih sangat tidak stabil.
“Apa kalian pernah mendengar ahli healing?” tanya Levi kepada Jasmine dan Damian.
Jasmine menoleh ke arah Levi, “ahli healing? Saya tau seseorang dengan keahlian itu. Tapi, sejak perpecahan dari Kerajaan Vasileion, ia melarikan diri dan bersembunyi. Ia tidak mau menggunakan keahliannya untuk membantu para penyihir hitam.”
Levi lagi-lagi hanya tenggelam dalam pikirannya sendiri. “Jasmine, apakah ada cara untuk menyembuhkan Agnor?”
“Saya tidak yakin, Tuan….” Jasmine sedikit ragu, “saya pernah diberitahu oleh ayah saya, kalau tanaman bernama Rhyzentelle bisa dipakai untuk menyembuhkan luka akibat sihir.”
“Dimana tempatnya?” Levi bersemangat. Akhirnya ada harapan.
“Hutan Mati, Wilayah Utara, Kerajaan Antasia.”
Levi tersentak kecil. Wilayah itu adalah wilayah paling tandus dari semua wilayah Kerajaan yang lain. Kerajaan Antasia menjadikan tanaman langka sebagai salah satu pendapatan untuk wilayah mereka. Tapi, bukan itu yang membuat Levi terkejut. Hutan Mati adalah salah satu hutan paling berbahaya. Bahkan rakyat Kerajaan Antasia sendiri tidak ada yang berani mencari apa pun di dalam sana.
Levi maju selangkah ke arah Jasmine, “apa kau yakin?”
Jasmine tidak langsung menjawab, ia meremas tangannya sambil menunduk untuk menyembunyikan maniknya yang sudah mengumpulkan cairan basah, “saya yakin, ayahku pernah berhasil menemukan tumbuhan itu untuk menyembuhkan ibuku.”
__ADS_1
Levi menatap sendu ke arahnya, Levi tau apa yang terjadi dengan kedua orang tua Jasmine. Levi ingin menarik Jasmine ke pelukannya, tapi Damian masih ada di sana mendengarkan mereka.
“Baiklah, aku dan Damian yang akan ke sana. Apa kau bisa menggambarkan ciri-cirinya?”
“Tuan, anda dan Tuan Damian tidak akan menemukannya. Hanya yang terlahir dari keluarga keturunan Orfion yang mampu melihat tumbuhan itu, dan itu adalah alasan kenapa hampir tidak ada yang menemukannya.”
“Orfion? Bukankah nama itu adalah ….”
Jasmine mengganti raut sedihnya dengan tersenyum dengan bangga, “benar, Tuan. Itu adalah nama keluarga saya.”
Levi tidak tau apakah harus ikut tersenyum atau harus khawatir. Membawa Jasmine ke Hutan Mati bukanlah ide yang bagus. “Aku akan membicarakan hal ini dengan Yang Mulia dulu,” ucap Levi lalu keluar dari ruang itu.
...----------------...
“Matamu akan meloncat keluar jika memperhatikan istrimu seperti itu,” ejek Levi yang dibalas tatapan maut oleh Arro.
“Ada apa?” tanya Arro tanpa basa basi.
Levi sedikit menunduk untuk berbisik. “Aku harus ke Kerajaan Antasia bersama Jasmine.”
Arro sedikit mendongak untuk meminta penjelasan lebih. Arro tau Kerajaan Antasia dan ia juga tau apa yang ada di sana.
“Kita harus menyembuhkan Agnor sebelum Argus mulai bergerak. Kekuatan Bella belum stabil. Hanya kau, Agnor, Adena, dan Damian yang mempunyai kekuatan malaikat yang sempurna.”
__ADS_1
“Kau yakin membawa Jasmine ke sana?”
Levi tidak langsung menjawab, ia membuang napasnya kasar. Ia hanya menatap lurus, ikut memperhatikan Bella di depan sana yang sedang di ajar oleh Adena dan Arzeus tentang Kerajaan Dunia Atas dari buku-buku di perpustakaan itu.
“Hanya dia yang bisa menemukan tanaman obat itu,” jawab Levi lemah.
“Bawalah Damian dan beberapa prajurit kerajaan untuk melindungi Jasmine.”
Levi hanya mengangguk setuju.
“Bagaimana dengan mata-mata yang kau tempatkan mengawasi Argus?” Arro bertanya dengan suara yang sangat kecil, tapi Levi mampu menangkapnya.
“Masih belum ada pergerakan. Argus seperti menunggu sesuatu.”
Jawaban Levi membuat Arro gugup. Apa sebenarnya rencana besar Argus. Padahal Argus bisa saja menyerang mereka saat ini. Apalagi setelah mengetahui Xavier sudah mati.
“Arro, bagaimana dengan kekuatan sihir hitam Bella? Apa kau punya rencana?” Kini Levi yang bertanya dengan khawatir.
Arro mengendikkan bahunya. “Kalau rencana kemarin tidak berhasil, kita akan memakai caramu.”
Levi paham. Rencana yang ia usulkan memang sedikit berbahaya. Tapi, jika mereka tidak mencobanya, Bella bisa akan lepas kendali saat keadaan memburuk.
...----------------...
__ADS_1