Dia Dan Aku

Dia Dan Aku
Akal Licik


__ADS_3

Perkemahan Sabtu Minggu diadakan oleh SMA Negeri 2 namun hanya diadakan oleh kelas XI IPA 5 dan membuat protes seluruh kelas lainnya karena kelas mereka tidak diadakan juga perkemahan itu.


Sebenarnya perkemahan ini diadakan karena niat dari pak Bowo wali kelas mereka, menurutnya keuntungan dari perkemahan ini adalah untuk mempererat pertemanan yang terjalin oleh kelas XI IPA 5.


Semua murid-murid kelas itu bersiap-siap, termasuk Wita dan Nawa dia bersiap-siap memasukan obat-obatan kedalam tas kecil khusus mereka karena mereka berdua adalah anggota tim UKS disekolahnya.


Sedangkan Raka ia sebenarnya malas untuk ikut perkemahan ini karena menurutnya membuang-buang waktu tetapi karena ia ingin menjalankan niatnya untuk menarik perhatian Wita dan menyakitinya. Akhirnya ia pun ikut dengan terpaksa, saat ini Raka belum benar-benar mengakui perbuatan bersalahnya tapi dihati kecilnya sudah ada bisikkan yang mengatakan kalau dia salah tapi dia tidak terlalu perduli dan ambil pusing.


Dilain sisi.....


"Liat aja loh, Wit apa yang bakalan gue lakuin pada lo karena udah berani-beraninya deketin Raka," kata Elda dengan seringaian jahatnya.


"Wit, tangan kamu udah baikkan?" tanya Nawa pada Wita khawatir dan Raka langsung ikut melihat tangan Wita.


"Tenang aja Wa, akukan kuat!" kata Wita yang sekarang memperlihatkan tangannya yang sekarang sudah membaik walaupun masih agak sakit.


.


.


.


Tadi malam...


"Aduh ma pelan-pelan sakit," kata Wita merengek.


"Makanya jadi orang jangan terlalu lincah sudah SMA masih juga kayak anak kecil manjat-manjat pohon segala, sudah sakit repotin orang tua," kata mama Wita


"Adu-duh sakit! Akh!" teriak Wita.


"Awas kamu manjat-manjat lagi." larang mama Wita.


"Iya ma, ADUH!" teriak Wita malam itu.


Kemudian Wita menggeleng.


"Kenapa Wit?" tanya Raka.

__ADS_1


"Gak papa" ucap Wita sambil menggeleng.


"Paling Wita ngingat kejadian tadi malam pas mamanya ngurut dia pasti dia teriak-teriak, betul gak?" tebak Nawa dan membuat Wita kaget karena bisa ditebak.


"Kok tau?" tanya Wita berbisik pada Nawa.


"Apa sih yang aku gak tau, kamu masih ingatkan pas kamu keseleo waktu SMP dulu aku liat kamu teriak-teriak di pijat mamamu pastinya kamu begitu juga," kata Nawa dan membuat Wita hanya tersenyum malu sedangkan Raka ia hanya menatap heran kedua perempuan itu.


"Ayo anak-anak semuanya berkumpul!" seluruh siswa siswi kelas itupun berkumpul dan mereka bertiga menghentikan obrolannya.


"Oke semuanya udah siap! Kalau sudah ayo kita berangkat semua!"


"Oke! Yeay!" teriak anak-anak itu dan mereka pun memasuki bis yang akan membawa mereka ketempat tujuan.


Didalam bis....


"Wa, aku pusing," kata Wita lemas saat ini Wita duduk disamping Nawa.


"Kamu mabuk yah Wit?" tanya Nawa cemas, takut bila Wita muntah karena sebenarnya Nawa adalah orang yang penjijikan.


"Bu, bukan begitu Wa! Biasanya kalau naik kendaraan roda empat aku memang pusing tapi gak sampai muntah kok jangan khawatir," senyumnya mengembang.


"Udalah Wa gak papa, sebaiknya kita buat kesenangan yang ada yuk biar pusing ku ngurang nih," kata Wita.


"Oke," kemudian mereka memulai permainan.


Sebenarnya Wita dan Nawa itu tidak pernah naik kendaraan roda empat bersama biasanya bila ada berpergian seperti ini mereka selalu terpisah mobil mereka memang selalu protes tapi pada akhirnya mereka tidak dapat berkutik dan memilih diam.


Dan tentu saja saat keluar mobil mereka langsung mencari satu sama lain dan bahkan sangking senangnya bertemu lagi mereka pun berpelukan dan Nawa tahu kalau Wita itu pusing bila naik kendaraan roda empat tapi hanya sekedar tahu dan tidak pernah melihatnya .


Pantas saja waktu itu, mukanya terlihat pucat' batin Nawa mengingat rekreasi mereka saat masih SD.


Sedangkan didepan Wita ada Raka, awalnya Raka menyuruh Wita duduk disampingnya tapi Wita menolak dan memilih duduk disamping Nawa karena selama ini ia tidak pernah satu mobil dengan Nawa bila berpergian dan setelah itu Raka hanya mendengarkan percakapan Wita dan Nawa.


Sedangkan yang berada disamping Raka adalah Elda ia menggunakan earphone dikupingnya dan ia sesekali melirik ke arah Raka.


Saat itu Elda melihat kursi disamping Raka kosong dan akhirnya sebelum ada yang mendudukinya ia duduk duluan disitu ketika Raka ingin protes ia lebih dulu berbicara

__ADS_1


"Umm Ka gue duduk disini yah kursi penumpang udah penuh," kata Elda sebagai alasan.


Raka yang mendengar alasan itu hanya menatap datar kemudian ia tidak perduli padahal ia tahu kalau masih banyak kursi kosong tapi sepertinya dia tidak mood bicara dengan gadis itu asalkan selama gadis itu tidak membuatnya jengkel.


Tampaknya Wita sudah tidak tahan dengan pusingnya akhirnya dia pun memaksakan diri untuk tidur dan akhirnya dia pun tertidur begitu pula dengan Nawa mereka tidur dengan posisi kepala yang saling tumpang tindih.


Setelah 2 jam perjalanan mereka pun sampai ditempat tujuan, Nawa dan Wita mereka belum juga terbangun dari tidurnya sedangkan yang lain sudah sibuk keluar dari bus sampai sebuah suara membangunkan mereka.


"Woy, kalian berdua apa kalian tidak ingin bangun kita sudah sampai!" teriak seorang pria dan dia adalah pak Bowo.


Mereka berdua langsung membuka mata dan buru-buru langsung keluar dari bus mengikuti pak Bowo.


Setelah siswa siswi itu dikumpulkan pak Bowo mengeluarkan pengumuman.


"Anak-anak! Sesudah merapikan barang-barang kalian kita akan mengadakan acara mendaki gunung bareng-bareng! Dan kita akan pulang jam 5 sore nanti," kata pak Bowo.


Setelah itu mereka bersiap-siap termasuk Wita, Nawa dan anggota tim UKS lainnya mereka ditempatkan diurutan paling belakang karena harus menjaga rekan-rekannya.


"Tampaknya ini keuntunganku," gumam Elda.


Kebetulan Wita dan Nawa berjalan dipaling belakang dan mendapati Elda sedang menuju kearahnya setelah itu.


"Wit gue bisa minta tolong gak sama lo, ambilin minyak telon gue ketinggalan ditas bisa yah gue gak sanggup harus kembali!" pinta Elda.


Nawa hanya menatapnya aneh sedangkan Wita ia senang karena akhirnya Elda bisa juga berbicara dengannya tidak seperti biasanya hanya menatapnya penuh kedengkian.


"Ehhh, baiklah!" balasnya tanpa membantah.


"Wit aku temenin yah!" ucap Nawa.


"Gak usah Wa, aku bisa sendiri kok aku tau kamu itu gak suka bolak-balik" ucap Wita meninggalkan Elda dan Nawa kemudian Nawa yang merasa perkataan Wita ada benarnya, mengangkat bahu berjalan menjauh dari Elda dia sama sekali tidak merasa curiga.


Setelah Wita mengambil minyak telon dari tas Elda iapun melanjutkan perjalananya ia mengikuti setiap anak panah yang ada dijalan itu sampai kemudian ada dua cabang dan Wita mengambil jalan sebelah kiri karena panahnya kearah situ.


Tak lama kemudian Elda muncul dari pohon.


"Rasain lu Wita! Mampus sekalian dimakan binatang buas, makanya jangan berani-berani sama gue," kata Elda sambil membetulkan arah panahnya menghilangkan jejak dan meneruskan jalannya tanpa memikirkan apa yang akan terjadi nanti.

__ADS_1


Elda menjalankan akal liciknya itu sendirian karena sekarang dua orang temannya enggan berteman dengannya karena dirinya yang begitu sok berkuasa dan selalu menyombongkan dirinya sehingga membuat teman-temannya muak bersama dirinya.


Rupanya ia tidak sadar bahwa ada yang melihatnya.


__ADS_2