
Dia itu suamiku part 1
Seorang artis terkenal dari Luoyang tiongkok bernama Yi Xiao Qin berumur 23 tahun sangat booming di kalangan para gadis di penjuru dunia. Yi Xioa Qin saat ber acting dalam film dan dramanya membuat para gadis terpanah. Tak hanya kemampuan actingnya dia juga sangat rupawan menjadi idaman para kaum hawa yang melihatnya. Tidak hanya itu. Yi Xioa Qin yang kerap di panggil Qinqin oleh para fansnya dia juga mempunyai banyak kelebihan seperti : dance, bernyayi, dan olahraga menantang lainnya. Qinqin yang berasal dari Tiongkok tidak hanya menguasai bahasa Mandari dengan fasih namun beberapa bahasa lain seperti Korea, thailan, inggri dan masih banyak lagi.
“lagi apa.?” Tanya Wardah kepada temannya yang bernama Bulan.
“suami saya lah.” Ucap Bulan menunjukkan wajah Yi Xiao Qin kepada Wardah.
“bangun woy, jangan halu.” Ucap Wardah kepada temannya yang suka menghalu actor-aktor drama.
“mending halu dari pada, pacaran terus tersakiti nangis. Mending ini lah tidak pernah nyakiti. Bisa menghibur.” Ucap Bulan kepada Wardah.
“iya tapi dia aja tidak tau kalau kamu yang selama ini mikirin dia tau kalau kamu hidup.” Ucap Wardah yang langsung menusuk ke hati Bulan.
“aaaah kamu ini.” Ucap Bulan.
Bulan seorang siswa SMA kelas tiga sekolah di daerah jawa, Indonesia jurusan bahasa yang berumur baru 17 dia lebih muda dari teman sekelasnya yang umumnya berumur 18-19 tahun. Dan Wardah adalah sahabtnya dari kelas satu SMA. Mereka sebenarnya tetangga namun Wardah dulu ikut dengan neneknya dan baru kembali ke rumah orang tuanya saat sekolah SMK.
“baik anak-anak kelas di mulai.” Ucap pak Wawan selaku guru dan wali kelas kelas tiga.
“siap pak.” Jawab anak-anak serentak.
“baik pelajaran hari ini tentang budaya Negara Tiongkok.” Ucap pak Wawan.
“ini yang saya suka.” Ucap Bulan.
“dasar kamu ya.” Ucap Wardah.
“sebelum kita memahami bahsa dari Negara asing, kita harus mempelajari beberapa budaya, dan adat Negara setempat agar memudahkan kita.” Ucap Pak Wawan.
“siapa yang tau ibu kota Tiongkok?”
“Beijing.” Jawab anak-anak yang mengetahui.
“bagus. Siapa yang mau maju untuk menejelaskan sedikit tentang Tiongkok atau Cina” Ucap pak Wawan.
“ saya pak saya.” Bulan langsung berdiri.
“baik Bulan silakan.”
Bulan maju ke depan.
“baik perkenalkan nama saya Bulan.”
“udah tau.” Ucap teman sekelas.
“oke-oke kalau udah kenal. Hahaha. Baik saya akan jelaskan mulai dari mana enaknya ya?” ucap bulan mengoda temannya.
“dari Yi Xioa Qin.” Ucap salah satu teman.
“eh itu suami saya jangann sebut.” Jawab Bulan reflek.
“hmmm Bulan.” Ucap Pak Wawan kepada Bulan.
“maaf pak. Hehe.”
“baik kita mulai dari Tiongkok atau bisa di sebut dengan Negara Republik Rakyat Tiongkok tau Tionghoa bisa di singkat dengan RRT, dulu kalau tidak salah RRC Republik Rakyat Cina. Tiongkok adalah sebuah Negara yang terletak di Asia Timur. Ibukotanyaa kalian udah tau kan.?”
“Beijing.” Ucap teman sekelas.
“oke lanjut. Tiongkok merupakan Negara yang memiliki jumlah penduduk terbanyak di dunia kurang lebih 1,4 milyar. Gilak banyak kan gays. Kota terbesarnya kalian tau dimana?” tanya Bulan kepada temanya.
“Beijinglah kan ibu kota”
“salah, kota terbesarnya berada di Sanghai. Dan mayoritas di sana berasal dari suku Han. Kalian ini.” Ucap Bulan.
“oke lanjut. Kebanyakan mereka tidak beragana. Tapi ada yang muslim lah. Nanti saya mau cari suami muslim. Hahaha.” Ucap Bulan.
“bahasa mereka menggunakan bahasa Tionghoa resmi. Namun di bagi menjadi beberapa sepeti mandarin, Taiwan dan lannya.”
Bulan pun menjelaskan tentang Tionghoa menurut yang dia ketahui. Sampai hampir setengah jam pelajaran dia gunakan.
“baik bulan sudah cukup, terima kasih penjelasan singkatnya.” Pak Wawan mempersilakan Bulan kembali ke tempat duduk.
“baik kalian sekarang sudah bisa mengambarkan bagaimana keadaan Negara Tiongkok dan bapak Harap kalian jika ingin lebih rinci boleh mencari dari sumber lain. Tugas kalian sekarnag menulis dan hafalakan beberapa kalimat sapaan dalam bahasa Tionghoa yang saya tulis.” Pak Wawan menulis beberapa kalimat sapaan di papan tulis.
“ baik tugas kalian adalah menghafalkan sebelum jam istirahat, siapa yang sudah hafal boleh langsung istirahat. Dan tugas kalian mingg depan adalah mencari percakapan untuk praktek.” Ucap Pak Wawan. Setelah mendekteh cara bacanya.
Bulan dan beberapa teman lainnya yang sudah menguasainya langsung pergi istirahat.
“tidak sia-sia saya mencintai Qinqin.” Ucap Bulan.
“oh iya bulan depan kita udah mulai ujian ujian dan pasti sangat sibuk.” Ucap Wardah.
“iya.” Jawab seorang teman.
Pulang sekolah.
“ma, pa Bulan pulang.” Ucap Bulan yang baru pulang sekolah.
“iya sayang makan dulu, mama udah siap in di atas meja.” Ucap Mama.
“iya ma.”
“ini ada surat buat kamu.” Ucap papa menyerahkan sebuah surat kepada Bulan.
“surat.?” Bulan mebuka surat yang berisi kalau dia di terima di salah satu kampus yang dia ingin masuki.
“pa, ma Bulan lolos seleksi.”
“apa sayang?”
__ADS_1
“lihat deh ini.” Sambil menujukkan surat udangan.
“Alhamdulillah.”
“iya pa, Bulan seneng banget.”
“jangan lupa tetap belajar dan inget sholat jangan bolong.” Ucap papa.
“siap pa.”
Setelah selesai makan bulan pergi ke kamar dan bersiap sholat Asyar dan hendak pergi ke pengajian.
“pa, ma Bulan pergi dulu ya sama Wardak ke majelis masjid sebelah.” Ucap Bulan sambil berjaba tangan dengan kedua orang tuanya.
“ini uang sakunya.” Ucap Mama memebrikan beberapa lembar uang seratus ribu.
“makasih ma.”
“hati-hati jangan ngebut –ngebut kalau bawa motor.”
“siap pa.”
Bulan menjemput Wardah yang telah menunggunya di depan rumah.
“udah siap?”
“udah ayok berangkat.” Ucap Bulan.
“aku aja yang nyetir kalau kamu, bisa-bisa kita tidak jadi sampai malah masuk rumah sakit.” Ucap Wardah yang masih takut di bonceng Bulan. Kerena Bulan pernah menjatukannya saat dia membonceng Wardah.
“iya-iya ini. Itu kan masa lalu sekarang sudah tidak lah.”
“tetap aku terauma.
Bulan dan Wardah berangkat menuju masjid compels sebelah.
“eh tema kajian hari ini bagus tauk. Tentang persiapan pranikah.” Ucap Wardah.
“heleh kamu kalau masalah nikah-nikah aja paling bersemangat.” Jawab Bulan.
“enak tau kalu nikah.” Ucap Wardah.
“iya kalau nikah dengan orang yang tepat. Tepat waktunya tepat orangnya tepat kita juga suka.” Jawab Bulan.
Bulan dan Wardah sampi di tempat kajian.
“Assalamualaikum ukhty.”
“Waalaikumussallam warahmatullah hiwabarokatu ukhty. Silakan masuk.”
“iya terima kasih.”
“eh itu Aira. Hay” kata Wardah menujuk kepada seorang yang duduk sambil menyapa mereka.
“baru sampai.” Jawab Aira
“tema kajian hari ini bagus ya.” Ucap Wardah.
“iya aku juga suka.” Jawab Aira mendukung ucapan Wardah.
“kalian ini.” Bulan yang geleng- geleng kepala melihat tingkah kedua temannya.
Beberapa saat kemudian.
“eh ust Soleh datang.” Ucap Wardah menguncang badan Bulan.
“iya iya santai lah. Kayak tidak pernah bertemu aja sama ust Soleh.”ucap Bulan menenangkkan sahabatnya yang ngefan berat sama ust Soleh.
Ust Soleh adalah sering mengisi kajian rutinan di masjid Jami’. Beliau seorang putra kiyai setempat. Dulu yang mengisi kajian buyanya namun seringkali buyanya ada panggilan keluar daerah dan ust Sholeh ada kalanya mengantikannya. Karena ceramahnya mudah di cerna oleh ibu-ibu akhirnya dia yang selalu mengisi kajian rutinan ibu-ibu di masjid jami’ ini.
“udah mulai udah mulai.” Ucap Wardah menyiapkan alat tulis untuk mencatat poin penting kajian.
“Assalamualaikumm warahmatullah hiwabarokatu.” Suara ust Soleh yang sangat merdu menguncang seisi Masjid padahal baru salamnya belum kajiannya.
“Waalaikumsalam warahmatullah hiwabarokatu.” Jawab para jamaah pengajian.
“wah suaranya.” Ucap Wardah dan Aira.
“huussst jangan berisik.” Ucap Bulan menenangkan kedua temannya.
“……baik maka dari itu sebelum pernikana di laksanakan hendaknya para wanita harus mengetahui tujuan menikahnya untuk Allah atau untuk yang lain. Karena bila sesuatu yang tidak karena Allah tidak akan barokah. Betul tidak ibu-ibu.?” Ucap Ust Soleh.
“betul ust.” Jawab ibu-ibu serentak.
“pesan untuk pawara akhwat saat memilih calon suami di lihat sholatnya bagaimana, jangan-jangan subuhnya di gabung Duha. Ya tidak boleh. Dan juga carilah suami yang tutur katanya lembut, baik jangan sampai menikah dengan seorang yang kasar ucapnnya. Kareana lidahnya saja yang tidak bertulang dia tidak bisa menjaga, apa lagi tangannya dan anggota tubuhnya yang lain. Dan yang terakhir jangan menikah dengan laki-laki yang tidak hormat dengan orang tuanya. Karena dengan yang melahirkan dan membesarkannya saja dia tidak bisa sayang apa lagi kalian para akhwat yang baru datang dalam hudupnya. Kalau dia bilang, tidak saya akan menjagamu dan mencintaimu, namun dia seorang yang tidak horman kepada orang tuanya. Maka lebih baik jangan. Namun tetap kita tidak boleh menghinanya, mungkin saja Allah memeberi hidayah melunakkan hatinya dan dia bisa berubah. Karena Allah sang pembolak-balik hati. Hati kita ada di dalam jemarinya dalam geganggamannya…. Baik saya akhiri. Pak haji memegang tanah.”
“cakep.” Jawab Jamaah.
“tidak lupa membawa pena.”
“cakep.”
“bila ada pertanyaan. Mohon silakan.” Ucap ust Soleh.
Semua ibu-ibu mengacungkan tangan mereka hanya Bulan dan Aira yang tidak karena mereka tidak tau mau bertanya apa.
“silakan ibu yang di ujung sana.” Ucap ust menunjuk ibu-ibu yang di ujung ruangan.
“Assalamualaikum ust. Nama saya ibu Rohaya dari RT sebelah saya mau bertanya. Jika sudah terlanjur menikah dengan orang yang tidak pernah sholat bagaimana ust. Terima kasih.” Pertanyaan dari jamaah.
“kita jawab dulu salamnya yah, Waalaikumsalam warahmatullah hiwabarokatu. Baik pertanyaan yang bagus. Saya ulangi pertanyaannya. Jika terlanjur menikah dengan orang yang tidak pernah sholat. Betul ibu?. Jika terlanjur maka apa harus bercerai?. Oh tentu tidak. Kalau sudah terlanjur mari kita perbaiki. Bukankah sesuatu yang rusak pasti bisa di perbaiki. Namun jika ibu-ibu sekalian suaminya sulit untuk di ajak sholat, maka jalannya hanya meminta kepada Allah lewat sepetiga malam. Tahajut. Berdoalah dan memohon supaya suami ibu-ibu memperoleh hidayah dari Allah. Dan tetap menghormatinya selagi suami ibu-ibu tidak memaksa ibu-ibu untuk melakukan dosa besar.”
__ADS_1
Setelah selesai kajian.
“ust-ust boleh minta foto.” Ucap Bulan.
“bulan-bulan kamu ini tetap aja.” Ucap Ust Soleh.
“hehe.”
“Wardah, Aira apa kabar.?” Tanya ust Soleh.
“baik ust.” Jawab mereka serentak.
Ckerek suara poto selfi mereka ber empat. Namun tatap jaga jarak tidak mendepet ya.
“terima kasih ust.” Ucap Wardah.
“iya sama-sama.”
“sampai jumpa minggu depan ust.” Ucap Bulan.
Ust Soleh menjawab dengan senyuma.
Satu bulan kemudian.
“aaaah, Alhamdulillah ujian udah selesai.” Ucap Bulan.
“iyaa.” Ucap Wardah sambil membuka buku mencari sesuatu.
“lagi cari apa.?” Tanya Aira.
“ini tadi yang bahsa koreanya tidur saya lupa.” Ucap Wardah.
“kok bisa.” Tanya Bulan.
“ya namanya lupa yaa mana saya tau lah.” Jawab Wardah.
“kalu tidak salah si jaljjayo.” Ucap Bulan.
“iya betul, yah saya salah jawab.” Ucap Wardah.
“emang kamu jawab apa?” tanya Aira.
“apa ya pokok bukan itu lah.” Jawab Wardah.
Hari pertama ujian.
Hari kedua ujian.
Hari ketiga ujian.
Hari ke tujuh ujian.
Hari ke sepulih ujian terakhir.
“Alhamdulillah ujian selama sepuluh hari lancar.” Ucap Bulan.
“iya tidak terasa bulan depan kita sudah mau wisuda dan lulus.” Ucap Wardah.
“oh iya kamu jadi masuk ke kampusi itu?” tanya Wardah.
“iya lah itu kampus yang saya idamkan.” Jawab Bulan.
Hari kelulusan.
“yee kita lulus.” Ucap teman kelas.
“baik anak-anak saya sebagi wali kelas akan mengumunkan siswa siswi terbaik tahun ini. Baik kami persilakan Bulan Queen putri dari bapak Arya dan ibu Laila. Beri tepuk tang.”
“selamat ya”
“selamat ya.”
“selalamt bulan.”
“selamat aaah iri.” Ucap Wardah menggoda/
Bulan menaiki panggung dan memberi sedikit sambutan.
“Assalamualaikum warahmatullah hiwabarokatu.”
“waalaikum salam warahmatullah hiwabarokatu.”
“perkenalkan saya Bulan.”
“sudah tau.” Ucap teman kelas Bulan.”
Bulan tersenyum.
“baik saya mengucapkan terima kasih kepada Allah yang telah memberikan kebaikan kepada saya, tidak lupa kepada kedua orang tua yang telah menjaga saya sampai sebesar ini. Papa mama. Kepada para guru-guru yang mengajari saya terutama wali kelas saya Pak Wawan. Beri tepuk tanga. Dan terima kasih kepada teman-teman saya yang menemani saya selama belajar. Menerima tingkah konyol saya. Dan kepada diri saya sendiri yang telah mengerahkan segala upanya sampai titik ini.Tak lupa juga saya yang banyak salah mohon maaf kepada semuanya bila mana ada salah kata saya atau tindakan saya yang mungkin membuat semuanya merasa ter dzolimi. Sekian saya ucapkan terima kasih.”
Suara tepuk tangan.
Teman-teman Mawar memberi acungan jempol.
“baik selanjutnya sambutan untuk wakil siswa silakan kedepan.”
“keren banget tadi.” Ucap Wardah,
“makasih berkat dukungan kalian.” Jawab Bulan.
“tumben kamu. Hari ini kalem banget” Ucap Aira.
__ADS_1
“ya jaga image lah.” Ucap Bulan tertawa kecil.