Dia Suami Cinaku

Dia Suami Cinaku
DIS PART 19


__ADS_3

Dia itu suamiku part 19


Di Indonesia jawa.


“Assalamualaikum. Ma” panggil Bulan yang melihat mamanya sedang nontonn Tv.


“waalaikum salam sayang sudah pulang ya.” Jawab mama.


“ma, papa belum pulang ya?” tanya Bulan.


“sebentar lagi mungkin. Kenapa?” tanya mama.


“Bulan punya kejutan.” Ucap Bulan.


“apa sayang?” tanya mama penasaran.


“nanti tunggu papa aja. sekarang Bulan mau siap – siap untuk ke kajian Ust Reza.” Ucap Bulan.


Bulan kembali masuk ke kamar menganti pakain dan segera menuju ke rumah Wardah.


Bulan dan Wardah menuju masjid tempat kajian.


“Assalamualaikum.” Salam Bulan dan Wardah ke pada Nana dan Aira.


“Waalaikumsalam warahmatullah hiwabarokatu.” Jawab Nana dan Aira.


Kajian pun di muali ust Reza dengan memakai jas dalamnya kaus polos dengan peci hitam terlihat formal namun tetap santai.


“….. BAHAGIA ATAU TIDAK ITU KUNCINYA ADALAH KITA BISA MIKIR YANG BENER NGGAK


KALAU KITA NGGAK BISA MIKIR SECARA BENAR KITA GA BISA BAHAGIA


KATA SOCARATES ORANG YANG TAHU KEBENARAN PASTI DIA BERMOLAR DAN ORANG YANG BERMORAL PASTI DIA BAHAGIA.


BANYAK ORANG PINTAR GA BERMORAL. PASTI DIA TIDAK BAHAGIA KARENA PENGETAHUANNYA TENTANG KEBENARAN TABRAAN DENGAN PRKSIS HIDUPNYA.


PASTI DIA GA BAHAGIA


JADI PENGETAHUAN YANG BENAR PRILAKU YANG BENAR BARU DARI SITU LAHIR KEBAHAGIAN, TAMPA PENGETAHUAN YANG BENAR GA MUNGKIN PRILAKU JADI BENAR DAN TANPA PRILAKU YANG BENER GA MUNGKIN NANTI ADA KEBAHAGIAAN.


KALAU ADA ORANG PINTER TAU MANA BENER MANA SALAH TAU YANG DILAKUKAN KOK YANG SALAH DIA GA AKAN NEMU KEBAHAGIAAN KARENA HIDUPNYA SENDIRI SUDAH PARADOK.


SEKAYA APAPUN ORANG KALAU ITU HASIL KORUPSI JANGAN MIMPI DIA BISA TENTRAM TENANG BAHAGIA KARENA INI TABRAKAN DENGAN GAYA HIDUPNYA.


DALAM ISLAM JANGAN SAMPAI SEDIKITPUN ADA BARANG HARAM YANG MASUK DALAM HIDUPMU, BUKAN APA-APA KAMU AKAN JAUH DARI KEBAHAGIAAN. MIKIRNYA GA USAH JAUH-JAUH NANTI MASUK NERAKA.


SEKARANG KAMU SUDAH SUMPEK, KALAU BANYAK YANG HARAM-HARAM IKUT MASUK KENAPA? HIDUPMU KONTRADIKSI TABRAKAN ANTARA PRINSIP KEBENARANMU DENGAN PRILAKUMU…” ucap ust Reza. Ust Reza berbeda dengan ust Soleh. Ust Reza seringkali untuk meningkatkan semangat jamaah ust Reza akan menjelakan Filsafat sederhana.


Setelah kajian selesai.


“Bulan.” Panggil ust Reza. Bulan yang saat itu hendak memakai sendalnya lalu berhenti dan menoleh.


“iya.” Jawab Bulan. Menghampiri ust Reza. “bentar ya.” Ucap Bulan kepada Wardah memintanya untuk menunggi.


“iya sana .” jawab Wardah.

__ADS_1


“kira – kira apa ya?” tanya Nana penasaran.


“ya mana tau lah.” Jawab Wardah.


“jangan – jangan.” Tebak Aira.


“udah jangan nebak - nebak.” Ucap Wardah.


“ini tadi ada titipan dari mama suruh ngasih ke bibi.” Ucap ust Reza menyerahkan bingkisan ke Bulan.


“oh iya nanti Bulan sampaikan.” Uacap Bulan menerima bingkisan yang di berikan ust Reza.


“kalau begutu saya pamit assalamualaikum warahmatullah hiwabarokatu.” Ucap ust Reza berpamitan.


“apa Bulan?” tanya Wardah.


“ini bibi nitip suruh kasih ke mama.” Ucap Bulan menujukkan bingkisan yang di berikan Reza.


“ooow.” Jawab Teman Bulan.


Sesampainya Bulan di rumah. Bulan menyerahkan apa yang di titpkan.


“apa ini?” tanya mama.


“tak tau, tadi dari bibi.” Ucap Bulan.


“Alhamdulillah terima kasih.” Ucap mama tersenyum menerima bingkisan. Mama membuka bingkisan.


“kue.” Ucap mama mengeluarkan kue di dalam bingkisan.


“ini.” Mama memberi sepotonh kue kepada Bulan. “gimana enak?”


“wah ajip ma enak banget.” Ucap Bulan.


Luoyang Cina rumah orang tua Qin.


Tok tok tok suara ketukan pintu dari luar kamar Qin.


“Qin makan dulu. Kamu dari pulang tadi belum makan.” Bujuk mama dari luar kamar.


“Qin belum lapar ma nanti saja.” Ucap Qin dari dalam kamar.


“biar ma, Qin sudah besar jangan terlalu di manja.” Ucap papa Qin.


“iya ma Qin sudah besar. Nanti kalau lapar makan.” Ucap Qin dari dalam kamar.


“papa.” Mata mama menatap papa dengan amarah. Karena membiarkan Qin murung di kamar.


Di dalam kamar Qin. Qin terlihat santai membaca buku. Dalam hatinya (akhirnya punya alasan untuk istirahat.) karena Qin sudah berulang kali mengajukan cuti panjang saat mulai kuliah tapi oleh agensi tidak di izinkan karena banyak yang mengajukan kontrak.


Di Indonesia jawa. Di ruang makan.


“pa ma.” Panggil Bulan memulai pembicaraan. “liahat.” Bulan menyerahkan surat izin orang tua.


“apa ini?” tanya papa mengambil dan membacanya.

__ADS_1


“anu pa ini Bulan mau ikut program pertukarang pelajar.” Bulan melirihkan suaranya.


“mama mau lihat pa.” mama meminta surat dari tangan papa.


“itu masih seleksi kan? lebih baik tidak usah sayan cina terlalu jauh.” Ucap papa.


“ini minta izin pa.” ucap Mama membaca saksama.


“artinya?” tanya papa.


“artinya Bulan sudah di terima dan minggu depan harus berangkat.” Ucap Bulan sambil tersenyum. “boleh ya pa udah daftar dan besok Bulan mau daftar paspor.” Ucap Bulan merengek.


Papa geleng – geleng kepala dengan sikap Bulan.


“kamu ini selalu ya. Izin kalau sudah mepet.” Ucap mama.


“kenapa tidak bilang dari lalu lalu sayang?” ucap papa


“ya Bulan tidak mau kasih taunya kalau belum pasti. Setelah di terima baru kasih tau.”


“tapi berangkatnya minggu depan?” tanya papa.


“iya pa hehe.” Jawab Bulan.


Suasana di ruang makan seperti suasana hening papa dan mama yang telah di tingan Vando ke Maroko sebentar lagi putrinya juga pergi.


“Bulan Cuma satu tahun kok pa ma. Tidak seperti kak Vando selama tiga atau empat tahun.” Ucap Bulan membujuk kedua orang tuanya. “dan juga biayanya semua di tanggung.”


“tetap saja nak. Kalau kakak kamu itu laki – laki kalau kamu perempuan.” Ucap papa masih mencoba membujuk Bulan.


“iya kamu kan perempuan nanti akhirnya jadi ibu rumah tangga. Kamu belajar saja di rumah” Tambah mama.


“makanya itu ma pa. karena itu innsyaallah kalau Bulan menjadi istri dan menjadi ibu dari anak – anak bulan kelak. Bulan maunya jadi ibu yang bisa mendidik mereka dengan baik seperti mama dan papa.” Ucap Bulan berusaha mendapat izin dari orang tuanya.


“tapi tidak harus pergi jauh nak.”


“pa ma. Bulan tau papa dan maama tidak tega. Makanya Bulan meminta restu. Di masa depan iya kalau Bulan dapat suami seperti papa yang baik dan pengertian. Tapi kalau Bulan nauzubillah dapat suami yang kurang baik?” ucap Bulan.


“Bulan tidak boleh bilang begitu,” tegur mama karena Bulan mengatakan sesuat. “ucapan adalah doa nak.”


“iya ma makanya itu. Kita kan tidak tau masa depan seprti apa. Setidaknya Bulan hari ini ingin melakukan yang terbaik untuk diri Bulan.” Ucap Bulan untuk meyakinkan kedua orang tuanya.


Papa dan mama saling memandang. Mendengar penjelasan Bulan papa dan mama mengizinkan Bulan.


“papa izinkan nak. Tapi kamu benar – benar harus bisa jaga diri.” Ucap papa membelai rambut Bulan.


“iya pa pasti Bulan jaga diri. Bulan butuh doa kalian.”


“kalau papa sudah mengizinkan mama Cuma bisa mendaoakan yang terbaik untuk Bulan.” Tambah mama tersenyum menahan linangan Air mata yang membendung.


Bulan berdiri mendekat di anatara papa dan mamanya.


“terima kasih pa ma. Bulan sayang kalian.” Ucap Bulan sambil merangkul papa dan mama memberi kecupan ke pipi papa dan mama.


“mama juga sayang kamu.”

__ADS_1


“papa juga sayang kamu nak.”


__ADS_2