Dia Suami Cinaku

Dia Suami Cinaku
DIS PART 17


__ADS_3

Dia itu suamiku part 17


“eh ust Reza kalu di lihat – lihat cakep ya dan badanya kayaknya lebih besar dari ust Soleh.” Ucap Aira di tengah – tengah kajian.


“hust kamu ini udah punya pamanku masih saja jelalatan.” Ucap Nana mencubit Aira.


“husst jangan berisk ah.” Tambah Wardah.


Setelah selesai kajian. Hp Bulan bergetar.


Kiss : [对不起先我很忙。/ dui bu qi. Jin lai wo hen mang. / maaf saya sibuk banget akhir- akhir ini]


Mata Bulan melebar. “biar lah siapa suruh dua bulan di abaikan” gerutu Bulan.


“kenapa?” tanya Wardah melihat Bulan berbicara tidak jelas.


“tidak ada.” Jawab Bulan sumringah.


Kiss : [我不意思。不回答你的信。我真是很忙。我不生气。同。/ wo bu yisi bu hui da ni de xin. Wo zhen shi hen mang. Wo bu sheng xi. / bukan maksud saya tidak membalas kamu. Cuma memang saya sangat sibuk. Saya tidak marah tentang sebelumya.]


Bulan hanya berjalan sambil membaca pesan dari Kiss. Raut wajahnya Nampak bahagia. Senyum kemenangan dari bibirnya.


(siapa suruh mengabaikanku ) batin Bulan. *sifat cewek itu emang suka di kejar. Dan suka mengabaikan. Tapi kalau di abaikan marah.*


Setelah sampai di rumah.


“Assalamualaikum.” Salam Bulan.


“Waalaikumsalam .” jawab orang rumah.


“ma. Bilang ke bibi ya besok mau ikut anterin kak Soleh ke bandara.” Ucap Bulan.


“tumben?” tanya mama.


“ya itu Wardah ma.” Ucap Bulan sambil memeluk mama dari belakang.


“mama kira kamu yang mau?” goda mama.


“mama apa an sih ah.”


“Soleh anaknya lumayan loh.”


“ih mama ah. Bulan ke kamar dulu.” Bulan menunggalkan mama yang ada di ruang tamu. Menuju ke kamarnya.


Keesokan paginya Bulan dan Wardah yang telah membuat janji untuk mengantar Soleh ke bandara.


“Assalamualaikum bibi.” Ucap Bulan berjaba tangan denga bibinya ibu ust Soleh.


“waalaikum salam warahmatullah hiwabarokatu. Bulan Wardah. Bibi kemarin di telfon mama kamu katanya mau ikut ngater kak Soleh ya?” tanya Bibi.


“iya .” jawab Wardah.


“soleh cepat turun nak. Ini lo ada cewek – cewek cantik yang mau antar kamu.” Panggil bibi.


“sebentar ma.” Ucap Soleh dari dalam kamarnya.


“oh iya kalau tidak salah Wardah dan Bulan kan jurusan kuliahnya sama kan?” tanya bibi.


“iya Bi. Bulan sama Wardah sama – sama ambil jurusan hubungan internasional.” Ucap Bulan menjelakan.


“Bulan mau jadi ******* ma.” Ucap Soleh yang baru datang.


“enak aja bilang Bulan mau jadi *******.” Bulan mengelak.


“eh ada Wardah juga,” sapa Soleh.


Wardah langsung mencubit Bulan dan berbisik “ust Soleh ganteng banget…”

__ADS_1


“katanya kak Soleh ganteng.” Ucap Bulan lirih.


“apa ?” tanya Soleh kurang jelas.


“ayo semua sudah siap.” Panggil paman dari luar. Paman biasanya di panggil yai Bahrun. Ayahnya ust Soleh dan istrinya Bibi Zainab.


“sudah.” Ucap Bibi.


“Reza mana?” tanya paman.


“kak Reza.” Teriak soleh memanggil kakaknya.


“iya bentar.”


“Bulan – Bulan. Emang ust Soleh sebenernya orangnya sesantai ini ya?” tanya Wardah yang baru mengetahui kepribadian Soleh di luar kajian.


“iya lebih parah malah.” Ucap Bulan.


Setelah sampai bandara Soleh naik pesawat. Setelah melihat keberengkatan Soleh semuanya yang mengantar kembali pulang. Di dalam perjalana.


“Bulan.” Panggil bibi.


“iya bi kenapa?” tanya Bulan.


“kamu udah gede gini udah ada pasanga belum? Biasanya anak mudah kayak kamu dan Wardah banyak yang deketin.” Tanya Bibi.


“belum ada bi.” Ucap Bulan sama Wardah.


“kak Soleh menurut Bulan bagamana?” tanya Bibi.


“kak Soleh ma sudah Bulan anggap seperti kak Vando.” Jawab Bulan tegas.


“kalau bibi jodohin kalia mau tidak?” tanya bibi sontak membuat Bulan dan Wardah membeku.


“kalau sama Bulan Reza juga mau ma.” Tanggap Reza yang sedang menyetir mobil.


Seketika dalam perjalan terasa mencekram karena pertanyaan bibi.


“lan..” bisik Wardah.


“apa?” tanya Bulan.


Wardah tidak jadi melanjutkan ucapannya.


“tenang aja. saya menganggap kak Soleh seperti kak Vando kok aman.” Ucap Bulan menghibur Wardah yang hatinya sedang tertusuk – tusuk.


“iya iya.” Jawab Wardah mengiyakan jawaban Bulan.


Empat semester telah berlalu.


Pengumuman di halaman web kampus pemberitahuan tentang ‘ BEASISWA UNTUK PERTUKARAN PELAJAR KE LUAR NEGRI SILAKAN DI PERUNTUKKAN UNTUK SELURUH MAHASISWA MASA PEMBELAJARAN SATU SEMESER.’


“eh udah liat postingan hal web kampus?” tanya Nana..


“udah ini lagi baca persyaratan.” Ucap Bulan.


“wah ada turki.” Ucap Wardah.


“iya tapi syaratnya?” ucap Nana membaca Syarat yang tertera.


“tidak apa cobak saja.” Ucap Bulan menyemangati temannya.


Di rumah Bulan menyiapkan persyaratan yang harus di kumpulkan sebagi berkas.


“butuh ini. Ini ini. Sudah tinggal lanti ikut ujian seleksi Ya Allah semoga lulus aamiin. Setidaknya ya Allah.” Ucap Bulan sebari membereskan beberapa berkas yang wajib di kumpulkan.


“sayang turun nak waktunya makan.” Panggil papa dari ruang makan.

__ADS_1


“iya pa.” jawab Bulan. Turun dari kamar menuju ruang makan.


“wah masak apa hari in?” tanya Bulan melihat lauk di meja makan.


“papa kamu kalau masak selalu masak masakan kesukaan kamu.” Ucap mama yang sedang mengambil nasi dari wadah tempat nasi di letakkan di piring.


“iya kan makanan kesukaan anak – anak juga makanan ke sukaan mama.” Ucap Papa membela diri.


“sudah – sudah anaknya masih di sini jangan tebar romantic.” Gerutu Bulan melihat ke romantisan orang tuanya.


Krriing krriing suara bunyi telfon papa.


“kakak telfon.” Ucap papa bahagia.


“kerasin suaranya pa” ucap Mama antusias


Vando : ‘Assalamualaikum pa.’


Papa Mama Bulan : ‘waalaikum salam’


Vando : lagi makan malam ya?


Mama : iya sayang kamu sudah makan?


Vando : ‘ ini lagi makan siang ma. Hari ini masak apa?’


Bulan : ‘masak kesukaan Bulan lah. Kan sekarang anak papa dan mama Cuma Bulan wek.’


Vando : ‘oo awas aja kamu ya kalau kakak pulanh’


Mama : ‘udah – udah kalian selalu kalau telfon berantem.’ Tegur mama menatap Bulan.


Bulan hanya meringis melihat tatapan mama.


Mama : ‘kamu apa kabar sayang?’


Vando : ‘Vando baik ma? Mama papa apa kabar?’


Papa : ‘kami baik semua. Kamu masih ada uang saku tidak?’


Vando : ‘masih kok pa aman. Oh iya dua tahun lagi Vando baru pulang. Kalau bisa cepat si satu tahun setengah.’


Mama : ‘ Alhamuduliullah. Hati hati di sana sayang ya.’


Vando : ‘ pasti ma. Ya udah Vando masih ada kelas. Wassalamualaikum ma. Pa dan adikku yang bawel


‘waalaikum salam warhamtullah hiwabarokatu’ jawab Bulan papa dan mama.


“pa ma” panggil Bulan.


“apa sayang”


“pa ma pasti bahagia kan kak Vando bisa ke Maroko.” Ucap Bulan.


“papa dan mama selalu bahagia asal kalian juga bahagia.” Jawab papa menatap Bulan.


Luoyang cina.


“老大laoda / boss” panggil Wangzi memapah Qin yang sudah mabuk berat.


“hmmm.”Wangzi geleng – geleng kepala. Karena kalau telat sedikit saja mungkin Qin sudah di nodai oleh Lihua.


“你别吐。


lao da bie tu / boss jangan muntah.” Ucap Wangzi namun ucapnya yang belum selsai.


Huuuuuek huuuueek huuuuek Qin muntah berulang kali di baju Wangzi.

__ADS_1


“nib u he jiu. boss sebaiknya jangan minum.” Wangzi membopong Qin ke apartemennya.


__ADS_2