Dia Suami Cinaku

Dia Suami Cinaku
DIS PART 28


__ADS_3

Dia itu suamiku part 28


“oh iya ini…” Bulan hendak menjelaskan apa yang di katakana Ma laoshi.


“sudah kita makan dahulu, saya tidak suka saat makan membahas hal lain.” Ucap Qin.


“oh.”


“bagaimana ya keadaan Bulan.” Ucap Wardah kepada Nana.


“tidak tau.” Jawab Nana yang sedang meletakkan dagunya di kedua telapak tangannya. “sepi tidak ada Bulan.”


“iya.” Jawab Wardah. “Aira sibuk dengan paman kamu dan kita masih jomblo.”


“dan juga Bulan sekarang bisa menatap Qin sampai puas.” Tambah Nana.


Kembali ke sisi Bulan. Makanan yang di pesan sudah datang. Bulan kemudian hanya mengambil makanan yang dia pesan dan mulai memakannya.


“ini.” Qin memberikan kepada Bulan.


“saya tidak memesannya.”


“saya yang memesankan untuk kamu, saya lihat kamu makannya banyak seperti babi.” Ucap Qin memberikan semuanya kepada Bulan.


“tidak terima kasih.” Bulan tetap memakan makanan yang dia pesan.


“kalau kamu tidak mau lebih baik saya buang.” Ucap Qin hendak memanggil pelayan.


“saya makan.” Ucap Bulan memakan semuanya.


Qin melihat Bulan tersenyum puas, (sangat mudah menyogoknya, tinggal di beri makan yang banyak dia akan menurut) batin Qin.


“oh iya setelah ini kita pergi ke apartemen saya untuk mengerjakan tugas.” Ucap Qin.


Uuuhuk.. Bulan tersedak makanan yang dia makan. Karena ucapan Qin mengajaknya ke apartemannya. “ha?”


“apa yang kamu pikirkan, di apartemen saya ada perpustakaan dan banyak buku tentang tema yang di beri Ma laoshi.” Jelas Qin.


“oh.” Jawab Bulan cuek. Bulan melanjutkan makannya.


Di asrama Xuxu sedang di kamar sendirian. Dia merasa bosan karena tidak ada teman. “haduh kemana sih si dua cungik ini, eh Xixi bersama kak Chen lalu Bulan?” Xuxu bertanya tanya di mana Bulan. “jangan – jangan dia tersesat?”


Xuxu kemudian menghubungi Xixi.


[halo ada apa? ] tanya Xixi


[Bulan belum balik ke asrama!] ucap Xuxu.


[apa? Kamu sudah menghubungi Bulan.] Xixi terkaget mendengar kalau Bulan sampai sekarang belum kembali ke asrama.


[belum]


[kalau begitu saya akan menghubungi dia] Xixi mematiakn panggilan Xuxu.


Xixi sedikit panic mendengar kalau Bulan belum kembali ke asrama.


[hallo Bulan]

__ADS_1


[iya Xixi]


[kamu di mana?]


[saya sedang makan denga Qin.]


[apa? Kamu sedang bersama Qin] ucap Xixi lirih.


[iya]


[baiklah tidak mengganggu kencan kalian, kalau sudah selesai jangan lupa pulang hehe] Xixi mematikan panggilan.


“ada apa?” tanya chen kepada Xixi yang tiba – tiba panic lalu tiba- tiba bahagia.


Lalu Xixi menjelaskan kalau Xuxu tadi mengatakan kalau Bulan belum pulang. Tapi ternyata Bulan bersama Qin.


“tadi Xuxu bilang kalau Bulan belum pulang, tapi ternyata Bulan sedang bersama Qin.”


“Qin actor itu kan?” tanya chen dengan kaget.


“iya.”


“oh.”


Xixi dan chen pun melanjutkan makan mereka.


Di sisi Bulan dan Qin. Setelah mereka selesai makan dan Qin hendak membayar.


“pelayan Bill.” Panggi Qin.


“ini tuan.” Ucap pelayan memberikan struk bill. “Qin?” ucap pelayan itu terkaget. “boleh saya minta foto bersama?” tanya pelayan itu.


“kak minta tolong fotokan.” Ucap pelayan memberikan ponselnya kepada Bulan.


Bulan mengambil ponsel yang di berikan pelayan itu. Beberapa kali Bulan mengambil foto mereka.


“terima kasih kak, terima kasih kak Qin.” Ucap pelayan tersebut.


Setelah selesai Qin mengajak Bulan pergi ke apartemennya.


“wah.” Ucap Bulan melihat dalam apartemen Qin yang luar. Terdapat dua kamar yang satu kamar utama kamar Qin dan satu kamar tamu, bisanya Wangzi yang menempati kalau dia menginap di apartemen Qin. (pasti banyak perempuna yang telah dia ajak kemari) batin Bulan melihat sekeliling ruangan.


“silakan duduk. Mau minum apa?” tanya Qin mempersilakan duduk di sofanya.


“air putih.” Jawab Bulan, duduk di sofa ruangan Qin.


Qin berjalan menuju dapur dan membuka kulkas mengambil sebotol air putih yang masih tersegel. Lalu berjalan kembali menuju Bulan.


“ini silakan.” Ucap Qin.


“terima kasih.” Ucap Bulan menerima sebotol air yang di berikan Qin. Bulan memastikan minuman yang hendak di minumnnya masih tersegel atau sudah terbuka. Bulan melihat sekeliling botol minum.


“saya tidak meletakkan racun, itu botol minum baru.” Ucap Qin yang melihat Bulan mengecek sekeliling botol.


“oh.” Jawab Bulan, membuka tutup botol minum. (kok tau sih dia kalau saya memeriksa botol minum yang dia berikan.) Batin Bulan.


“katanya di rumah kamu ada perpustakaan?” tanya Bulan langsung ke topik. (biar cepat selesai biar cepat pulang) batin Bulan.

__ADS_1


Qin mengajak Bulan ke perpustakaan pribadinya. “silakan masuk.” Ucap Qin mempersilakan Bulan masuk ke ruangan pribadinya.


“wah,,,,” ucap Bulan terkaget melihat isi perpustakaan Qin yang banyak sekali isinya. “tapi ini bahsanya mandarin tradisional.” Keluh Bulan.


“saya ajarkan kamu.” Ucap Qin mengambil buku yang di pegang Bulan.


Sekali lagi Bulan jatuh hati kepada Qin, padahal tadi dia sudah kesal karena sikap Qin yang semena – mena dengannya. Namun saat melihat Qin membaca buku, karismanya Nampak sangat mengagumkan.


(tahan Bulan tahan, jangan sampek kamu ketahuan ngefan sama dia) batin Bulan melihat Qin yang begitu berkarisma.


“bagaimana?” tanya Qin yang sedang membacakan buku yang ingin Bulan baca.


“umm, masih belum faham.” Ucap Bulan.


“umm, hari sudah gelap bagaimana kalau kamu tidur di sini?” tanya Qin.


Ingin rasanya Bulan menjawab iya, dia membayangkan berduan dengan Qin. “asstagfirullahhalazim.” Ucap Bulan menyadarkan dirinya. “tidak perlua saya pulang sekarang saja. Kita lanjutkan besok.” Ucap Bulan segera kelaur dari ruangan.


“biar saya antar.” Ucap Qin mengikuti Bulan keluar ruangan. “kamu masih belum hafal jalan kebali kan?” Qin mengambil jaketnya dan memberikan kepada Bulan. “pakai ini.”


“tidak perlu. Saya sudah hafal kok. Dan juga tidak dingin terima kasih.” Ucap Bulan menolak.


(baru kali ini saya di tolak) batin Qin, melihat tingkah Bulan.


“saya antar.” Ucap Qin tetap memaksa mengantar Bulan.


“baiklah.” Jawab Bulan.


Qin mengantar Bulan kembali ke asramanya.


“terima kasih.” Ucap Bulan kepada Qin sambil menundukkan kepalanya.


“sama – sama.” Ucap Qin lalu melajukan mobilnya menjauh pergi.


“wah gila. Jantungku hampir copot di buatnya. Bisa bisanya dia mengajakku tidur su rumahnya. Asstagfirullah Bulan sadar bukan mukhrim.” Ucap Bulan kepada dirinya sediri sambil berjalan menuju kamar asrama.


Di sisi Qin.


“kenapa dia seperti menjauh dariku?” tanyanya pada dirinya sendiri karen melihat Bulan seperti tidak menyukainya. “apa tampangku berubah?” sambil Qin menatap wajahnya di sepion kaca mobilnya. “tidak, masih sama,” dia bertanya dan menjawabnya sendiri.


“udah pulang?” tanya Xixi yang melihat Bulan masuk kamar.


“ah kamu dari mana sama Qin.” Tanya Xuxu penasaran.


“dari apartemennya.” Jawab Bulan sambil meletakkan tasnya. Dia hendak ke kamar mandi karena dia belum sholat isya.


“ha? Ngapain aja?” tanya Xuxu penasaran.


“mau ngapain, ngerjain tugas dari Ma Laoshi.” Jawab Bulan, dia masuk ke kamar mandi memawa handuknya serta pakaian ganti.


“eh, yang bener Qin ngajak Bulan ke apartemennya.” Ucap Xixi.


“ya Bulan bilang gitu, masak dia bohong.” Ucap Xuxu.


“iya juga sih,” Xixi kembali ke aktifitasnnya.


Qin yang sudah sampai di apartemannya. Dia masuk ke kamarnya dan mengeluarkan Yoyo dari kandang.

__ADS_1


“yoyo apa kamu lapar?” tanya Qin. “kamu tau, ternyata ada gadis yang mengabaikan papamu.” Ucap Qin berbicara kepada Yoyo. “tapi dia lumayan menantang. Biasanya banyak gadis yang ingin dekat dengannya namun kali ini, malah gadis itu ingin menjauh – jauh darinya.” Ucap Qin sambil mengambilkan makanna untuk Yoyo.


__ADS_2