
Dia itu suamiku part 5
Di pagi hari Luoyang, China.
“老大老大你的早饭.
lao da. Nide chi zao fan./ bos udah siap ini sarapannya.” Ucap Wangzi.
“等我我要换衣服
Deng wo woyao huang yi fu. /sebentar saya ganti baju.” Jawab Qin dari dalam kamar.
“好啊。 你好意义。
hao. Ni hao yoyo . / oke. Hay yoyo..” Sapa Wangzi kepada kucing Qin.
“老大这是
zhe shi. / bos ini.” Wangzi menyerahkan berkas saat Qin duduk hendak makan.
“好
hao . / oke” Ucap Qin meriksa berkas.
“很好你做好
hen hao ni zuo hao. / oke kerja bagus.” Ucap Qin memuji asistennya.
“这是你的生活
zhe shi ni de sheng huo . / dan ini agenda kita.” Menyerahkan jadwal agenda.
“很忙
hen meng . / hari ini sangat sibuk.” Ucap Qin.
Di Indonesia jawa.
“pa ma. Kak. Bulan berangkat.” Ucap Bulan berlari menuju pintu rumah.
“sarapan dulu.” Triak papa.
“tidak sempat bulan ada apel pagi.” Jawab Bulan menutup pintu.
Di kampus.
“untung tidak telat.” Ucap Bulan menghampiri Wardah.
“santai santai. Tarik nafas dulu ya.” Ucap Wardah menenangkan temannnya.
“kesiangan kamu?” tanya Nana.
“iya habis sholat subuh ketiduran. Dan ini tadi saya belum sholat dhuha.” Ucap Bulan.
“ya nanti habis apel pagi kita sholat dhuha bareng.” Ucap Wardah
“iya.” Tambah Nana.
Setelah selesai apel pagi. Bulan dan temanya pergi ke musjid kampus dan sholat dhuha bersama.
“kak.” Sapa Wahyu.
“oh iya kak Wahyu ya.” Ucap Bulan.
“iya kak. Sholat dhuha juga?” tanya Wahyu.
“tidak Cuma jalan-jalan kebetulan lewat. Saya pergi dulu.” Ucap Bulan segera meninggal kan Wahyu.
Wahyu di hampiri temannya Zeni.
“itu cewek yang kamu bilang?” tanya Zeni.
“iya.” Ucap Wahyu.
“cantik dia tapi kayaknya cuek deh.” Tambah Zeni.
“ya makanya yang cuek ke lawan jenis itu yang cocok buat jadi istriku.” Ucap Wahyu sambil berjalan di ikuti Zeni.
“ihhh.” Keluh Bulan.
“kenapa sih kamu.” Tanya Nana.
“ingat laki-laki kemarin?” tanya Bulan.
“oo yang minta nomor kamu?”
“iya itu.”
“kenapa emang.”
“di nyamperin saya ini tadi.”
“jangan-jangan kalian jodoh.” Tambah Wardah yang baru datang.
“syuuut. Sudah jangan ngadi-ngadi deh.” Ucap Bulan.
Kelas di mulai.
“baik anak-anak. Hari ini kita akan mempelajari tentang ilmu sosial dasar.” Ucap Dosen.
“baik Mr.” jawab Anak-anak.
“.. ilmu sosial dasar adalah kajian yang erat kaitannya dengan keberadaan manusia sebagai makhluk sosial. Baik kita bentuk lima kelompok. Cewek cowok. Saya beri waktu lima menit.” Ucap Dosen.
Satu kelas mulai memilih kelompok masing masing.
“baik sudah lima menit. Silakan ketua kelompok berdiri. Tulis nama kelompok dan angota. Dan ini kelopok tidak paten. Jadi usahakan kalian bisa berteman dengan semua teman kelas. Saya akan menjelakan peratuannya. Pertama kita di sini untuk belajar bila ada perbedaan pendapat bisa langsung ungkapkan dengan baik. Yang kedua tidak ada kata tersinggung atau baperan dengan sesama teman. Kalau tidak tau langsung tanya. Yang terakhir jika kalian tidak mau berada di ruangann saya. Silakan keluar.” Ucap Dosen.
“saya lanjutkan. Pancasila berasar dari dua kata bahasa sang sekerta yaitu panca yang berarti lima dan sila berarti prinsip atau asas. Dan secara bahasa pancasila menjadi rumusan dan pedoman kehidupan berbangsa dan bernegara bagi seluruh rakyat Indonesia. Dan tugas kalian menjabarkann arti nilai lima pancasila.” Ucap Dosen.
Setelah semua mencatat nama dan angota kelompok. Mereka masing-masing berdiskusi.
“silakan ambil undian untuk pembahasan kalian.” Ucap Dosen memanggil ketua kelompok untuk maju.
“dapet apa?” tanya Bulan kepada ketua kelompoknya.
“ini.” Ketua kelompok memberikan kertas.
Mereka semua saling beradu argument.
Setelah selesai kelas Bulan dan temannya pergi ke kantin untuk makan.
“wah bener-bener ya.” Keluh Wardah.
“tapi seru. Hahaha.” Tambah Nana.
“udah udah makan dulu ngisi tenaga.” Ucap Bulan yang lahap makan makanannya Karen kelaparan karena berfikir.
“hay kalian.” Triak Aira yang baru datang.
“waalalaikum salam.” Sahut Bulan.
“hehe Assalamualaikum gays.” Tambah Aira yang malu.
Mereka mengobrol bersama.
Percakapan di aplikasi.
Kiss : [你好ni hao . / halo]
Yue : [你好ni hao . / iya]
Kiss : [你好你在干嘛?ni zai gan ma ? / sedang apa?]
Yue : [我干吃。你呢? / wo gan chi. Ni ne ? / makan. Kamu?]
Kiss : [我干工作. / wo zai gong zuo . / sedang bekerja]
Yue : [加油. / jia you. / semangat]
Kiss : [谢谢你也是加油 xie xie . / iya terima kasih. Kamu juga]
Yue : [哦对。我可以问吗.? / o dui a . wo keyi wen ma? / oh iya. Boleh tanya tidak?]
Kiss : [请. / qing. / silakan.]
Yue : [中国是共和政府吗? / zhong guo shi gong he zheng fu ma? / cina itu pemerintahannya republik kan?]
Kiss : [是的,但是 我们 是 一 党制 而且 是 只有他有权利的 政府 制度。
. / shi de. Dan shi wo men shi yi dang zhi. Er qie shi zhi yao ta you quan li de zheng fu zhi du. / iya. Tapi kami dengan system satu partai. Jadi system pemerintahan hanya satu partai politik yang memiliki hak untuk mengatur pemerintahan.]
__ADS_1
Yue : [哦 谢谢/ o xie xie. / o…terimakasih banyak.]
Kiss : [不客气/ bu ke qi. / sama – sama ]
“lagi apa sih.” Tanya Wardah. Melihat Bulan yang senyum-senyum sendiri.
“hehe.” Bulan menjawab dengan senyum.
“lagi chatting sama orang asing.” Jawab Nana.
“orang asing? Siapa ganteng tidak.?” Tanya Aira yang kepo.
“apa sih. Tidak tau Cuma iseng chatting aja.” jawab Bulan.
Di Luoyang Cina.
“这是老大
zhe shi lao da . / ini bos.” Ucap Wangzi menyerahkan bekal kotak makanan.
“没有肉
mei you rou ? / tidak ada daging?” tanya Qin.
“你一定 减肥
ni yi ding jian fei . / kamu harus diet.” Ucap Wangzi.
“你 看 我 很 瘦了
ni kan ni kan wo hen shou le . / liat ini udah kurus.” Ucap Qin menujukkan perutnya yang six pack.
Para crew melihat tertawa perdebatan Qin dan asistennya.
“拍照拍照
pai zhao pai zhao. lanjut pemotretan.” Ucap potografer memita Qin untuk bersiap.
Para tim penata rias pun merias Qin. Menganti pakaian Qin.
“好了
hao le . / oke siap.” Ucap crew.
“好可以
hao ke yi. / okey Ready.” Ucap sang potografer.
“好很好
hao . hen hao . /oke bagus. Ganti. Bagus.” Ucap sutradara.
Setelah selesai pemotretan.
“谢谢大家
xie xie da jia . / terima kasih semu.” Ucap sutradara dan fotografer.
“感 谢 老大
gan xie lao da. / terima kasih bos.” Ucap Qin dan Wangzi kepada semua crew.
Qin dan Wangzi masuk di mobil
“今天 我要课。 什么时候 ?
jin tian wo yao ke shen me shi hao? / hari ini ada kelas jam berapa?” tanya Qin kepada Wangzi.
“晚上 九点。
wan shang jiu dian. / ada jam malam pukul 21.00” ucap Wangzi sambil melihat jadwal kuliah Qin.
“好了 我们 去找 吃。
hao le . wo men qu zhao chi. / baik lah. Kita pergi makan di dekat kampus.” Ucap Qin.
Biriiib panggilan telfon dari mama Qin.
[亲 你在哪儿?./ qin ni zai na er . / qin dimana?]
[公路吗/ gong lu ma. / di jalan ma]
[你回家吗?/ ni hui jia ma ? / pulang kerumah tidak]
[别忘 吃啊/ bie wang chi a. / jangan lupa makan]
[好的吗。 妈妈您吃了吗/ hao le ma. Ni chi le ma? / siap ma. Mama sudah makan?]
[.吃了吃了。 对啊 你的 爸爸 找你。 他说想你/ hao le baobei. Oh dui a ni de papa zhao ni. Ta shuo xiang ni. / sudah sayang, oh iya papa nyariin kamu. Dia bilang merindukanmu.]
[问好 给他 / wen hao gei ta. / salam ke papa ma]
[好再见/ zai jian baobei / Sampai jumpa sayang.]
[我爱你吗./ Wo ai ni ma. / iya ma love you]
[我也爱你 宝贝 / wo ye ai ni wo de haize. / love you too]
Mama Qin mematikan telfon.
“怎么了?
zen me le? / kenapa?” tanya Wangzi
“没事 我的 妈妈。
mei shi wo de mama. / biasa mama” jawab Qin.
“妈妈的 儿子。
mama de er zi . / dasar anak mama.” Ucap Wangzi mengek.
“对啊。
dui a. / biarlah.” Jawab Qin.
Wangzi memesan ruang privat di restoran. Lalu mengajak Qin masuk dengan menggunakan masker, topi dan kacamata. Lalu masuk dan makan makanan yang dia pesan.
Setelah makan Qin beristirahat di mobil untuk menunggu jam kampus.
“好了 我要 睡觉。
hao le wo yao shui jiao . / saya mau tidur dulu.” Ucap Qin mengisyaratkan untuk membangunkannya.
“好的老大。
hao de . / oke siap.” Ucap Wangzi paham dengan maksud Qin.
Indonesia Jawa.
Bulan di rumah Wardah. Mengerjakan tugas dari kampus.
“uuh kapan kita lulus.” Keluh Bulan.
“hilih baru aja beberapa hari juga. Kita tidak boleh mengeluh atas pilihan kita. Dan juga tenang Allah selalu menyertai kita.” Tanggap Wardah.
“bener-bener saya punya Allah.” Bulan melanjutkan mengerjakan tugasnya.
“Qin-qin aku merindukanmu.” Ucap Bulan.
“apa sih kamu tidak jelas deh.” Wardah kebingungan.
“lagi nyemakatin diri sendiri. Saya itu.” Jawab Bulan.
“cari semangat ke Allah biar barokah.” Ucap Wardah sambil menatap Bulan dengan senyuman.
“Ya Allah mau Qinqin.” Teriak Bulan.
“Ya Allah istigfar sayang.” Ucap Wardah terkejut mendengar teriakan sahabatnya. Lala Wardah mengelitiki Bulan.
“aaah geli –geli.” Ucap Bulan berusaha menghindar.
Tok tok tok,
“mama masuk ya.” Ucap mama Wardah dari luar kamar.
“tante hehe.” Sapa Bulan.
“ini makanan biar semangat belajarnya.” Mama Wardah memebrikan sepiring buah dan minuman.
“terimakasih ma.” Ucap Wardah.
__ADS_1
“terimakasih tante. Tante tambah cantik deh.” Puji Bulan.
“kamu ini bisa aja Bulan. ya udah mama tidak ganggu kalian ya.” Mama Wardah keluar dari kamar Wardah.
“uda malem balik dulu ya.” Pamit Bulan.
“iya hati-hati.” Jawab Wardah.
“iyaa. Assalamaualaikum.”
“waalikum salam warahmatullah hiwabarokatu.
“tante om. Bulan pulang dulu Assalamualikum.” Pamit Bulan kepada orang tua Wardah.
“Waalaikum salam warahmatullah hiwabarokatu.”
“Bulan mau di antar?” tanya Papa Wardah.
“tidak perlu om. Terima kasih.” Tolak Bulan.
Di rumah Bulan.
“Assalamualaikum warahmatullah hiwabarokatu. Bulan pulang.” Ucap Bulan dengann nada Khas bocilnya.
“waalaikum salam Warahmatulla hiwabarokatu.” Jawab orang rumah.
“dasar anak cewek keluyuran malem.” Ucap kak Vando mengoda Bulan.
“biar Dari pada yang jarang pulag wek…” ejek Bulan.
“ooo di bilangin ngelawan.” Ucap kakak Vando dengan nada bercanda.
“kan Bulan ikutin kakak.” Balas Bulan mengodak Kakaknya.
“kalian ini. Bulan udah makan?” Ucap Mama.
“udah ma tadi di rumah Wardah. Bulan mau istirahat capek.” Ucap Bulan pergi menuju kamarnya.
“kakak ini selalu godain adek.” Ucap papa kepada kak Vando.
“habis dia lucu si. Kalau di goda pasti ngelawan. Hahah.” Jawab kak Vando.
Di kamar Bulan.
Yue : [你在干嘛. / nihao ni zai gan ma ? / halo. Lagi apa?]
Yue : [晚安 / wan an. / selamat malam]
“eh kok tidak di balas sih. Aah yaudah lah.” Garutu Bulan kepada teman cattingnya.
“mau tidur jangan lupa sikat gigi cuci muka terus Wudhu. Lalu baca Zikir biar masuk surge. La.la.la.” nyian Bulan sebelum tidur.
“bismika Allahumma ahya wabismika amut. Ya Allah mimpi Qin ya. Eh astagfurullah ganti Ya Allah mimpi rasulullah aja.” ucap Bulan berdoa sebelum tidur.
Pukul 20.45 luoyang. Cina.
“老大老大 醒来 醒来。
lao da lao da xing le xing le. / bos bangun. Udah waktunya.” Ucap Wangzi.
“给我 无分钟。
gei wow u fen zhong . / lima menit lagi.” Jawab Qin yang masih mengantuk.
“好了
hao le a. / oke lah.” Wangzi mengendarai mobil menuju kamps.
“到 校园 了。
dao xiao yuan le lao da . / sudah boss.” Ucap Wangzi menujukkan bahwa sudah mengantar.
“你可以 回家。
hao de. Ni ke yi hui jia. / baiklah. Kamu boleh pulang.” Ucap Qin.
“我不 等 你 吗?
wo bu deng ni ma? / tidak menunggu boss?” tanya Wangzi.
“你去 你看 很累了。
ni qu ba. Ni kan hen lei le. / pulang saja. Kam terlihat lelah.” Ucap Qin keluar dari mobilnya.
“多谢 老大 。
xie xie lao da. Duo xie. / terimakasih boss. Bossku jaya.” Ucap Wangzi memberi hormat kepada Qin.
Qin masuk kelas. Seperti biasa saat Qin masuk kelas pasti teman kampusnya heboh. Maka dari itu Qin ambil kelas malam supaya tidak banyak siswa.
“亲来了亲来了。
qin lai le lai le. qin datang qin datang.” Ucap beberapa siswa.
Qin hanya membalas dengan senyum di belakan sudah ada laoshi. Qin selalu masuk bersamaan dengan laoshi supaya kala dia masuk kelas langsung pelajaran.
“好了好了 你们象新闻 的看 他。
hao le ni men. Xiang xin de kan ta. / sudah-sudah kalian. Seperti baru liat Qin saja.” Ucap Laoshi Man.
“像新。
xiang xin. / baru lihat.” Jawab murit serentak.
Lalau Laoshi mulai menerangkan pelajaran.
“亲
qin . / Qin.” Sapa teman laki-lakinya yang duduknya dekat dengan Qin.
“你好李纨。
nihao liwan. / hay Li wan.” Sapa Qin.
Qin hanya friendly ke pada teman laki-lakinya.
Setelah selesai pelajaran. Semua murid puulang.
“亲再见。
qin zai jian . / Qin sampai jumpa.” Ucap para gadis.
“再见。
Zai jian. / sampai jumpa.” Balas Qin dengan tanpa ekspresi.
“亲
qin. / Qin.” Panggil Laoshi Man.
“是的。
shi de . / iya.” Jawab Qin mendekati.
“我可以 相 和你?
wo ke yi xiang he ni? / saya mau minta foto bersama boleh?” tanya Laoshi Man.
“可以 啊。
ke yi. / boleh.” Jawab Qin.
“我不 放闪。我要给 我的 女儿。
wo bu fang shan wo yao gei wo de nu er. / saya tidak akan posting. Saya hanya akan menunjukkan kepada putri saya. Dia sangat suka dengan kamu.” Ucap Man Laoshi.
“问好 给她 。
wen hao gei ta. / salam buat puutri laoshi.” Ucap Qin.
“好好。
hao hao hao . / pasti-pasti saya salamkan. Terima kasih fotonya.” Ucap Man Laoshi meninggalkan kelas.
Setelah itu Qin kembali ke apartemennya.
“意义你在哪儿?
yoyo ni zai na er? / yoyo kamu di mana?” Qin memanggil manggil putranya.
Maaooou maaooou suara yoyo. Qin melihat yoyo di atas sofa.
__ADS_1
“爸爸想你 。
papa xiang ni a… / papa rindu kamu.” Ucap Qin sambil memeluk yoyo.