Dia Suami Cinaku

Dia Suami Cinaku
DIS PART 6


__ADS_3

Dia itu suamiku part 6


Setelah itu Qin kembali ke apartemennya.


“意义你在哪儿?。


yoyo ni zai na er ? yoyo kamu di mana?” Qin memanggil manggil putranya.


Maaooou maaooou suara yoyo. Qin melihat yoyo di atas sofa.


“爸爸想你。


baba xiang ni . / papa rindu kamu.” Ucap Qin sambil memeluk yoyo.


Qin menelfon mamanya.


[为 妈。wei ma . / hallo ma.]


[你回家吗?。。ni hoi jia ma? . /sudah sampai rumah?]


[好了妈。hao lai ma./ sudah ma]


[王子哪儿?。wangzi na ? / wangzi mana?]


[他 回家。ta hui jian . / qin suruh pulang ma.


[你吃了吗?ni chi le ma . / kamu sudah makan?]


[吃了以前课le yi qian ke . / udah ma tadi sebelum kelas.]


[好你去睡觉hao . ni shui jiao a . / ya sudah kalau begitu cepat istirahat.]


[好的吗我爱你hao de ma. Wo ai ni ma. / iya ma. Love you ma.]


[我也爱你亲wo ye ai ni. / love you to sayang.]


Mama Qin mematikan telfonnya.


“好了洗澡其后我们睡觉


hao le xi zao qi hou wo men shui jiao. / baik setelah ini mandi dan kita tidur.” Ucap Qin berbica dengan yoyo.


“maaaou maaaou.” Jawab yoyo.


Satu semester telah berlalu.


“akhirnya selesai ujian. Dan setelah ini kita liburan.” Ucap Bulan kepada temannya.


“eh ayok kita ngopi. Kan ujian udah selesai.” Ajak Nana.


“ayok.” Jawab Wardah.


“ah males saya masih mau refisi matkul.” Ucap Bulan menolak.


“ayok lah. Istriahat sejenak. Itung-itung kita merayakan selesai ujian semester.” Rayu Nana.


“perayaan apa. Kita masih ada banyak semester.” Keluh Bulan.


“ayo lah. Bulan kali ini aja.” bujuk Wardah.


“baik lah.” Ucap Bulan menuruti temannya.


Sesampainya di café.


“Assalamalaikum.” Salam Wahyu dan Zeni yang baru datang.


“kenapa ada mereka?” tanya Bulan.


“saya mau kekamar mandi dulu.” Ucap Bulan.


Chat di Grup 3BNW


Bulan : [ siapa yang mengajak Wahyu dan Zeni?]


Wardah : [bukan saya. Bener]


Bulan : [ @nana jangan-janagn kamu]


Nana : [hehe. Sorry]


Bulan : [kan tidak suka saya kalau begini.]


Nana : [tidak apa-apa kan Cuma ngopi bareng. Kalau kamu takut berariti kamu punya rasa @Bulan]


Bulan : [ siapa takut]


Bulan kembali dari kamar mandi.


“kalian ujiannya udah selesai?” tanya Wahyu.


“sudah hari ini terakhir.” Ucap Nana.


“Bulan kamu liburan mau kemana?” tanya Wahyu. Mencari topic.


“tidak kemana-mana.” Jawab Bulan.


Mereka mengobrol satu sama lain. Bulan tidak begitu suka dengan Wahyu karena.


Satu bulan yang lalu.


Kembali ke satu bulan yang lalu. Bulan sedang di kelas sedang menunggu dosen masuk di sebelahnya ada Wardah dan Nana.


Wahyu : [ Assalamualaikum Bulan]


Bulan : [siapa?]


Wahyu : [ saya Wahyu.]


Bulan : [ dapat nomor saya dari mana?]


Wahyu : [dari teman kamu?]


Bulan : [ siapa?]


Wahyu : [Nana]


Bulan langsing menatap Nana.


“ada apa?” tanya Nana melihat tatapan tajam Bulan.


“nomor saya kamu kasih ke Wahyu?” tanya Bulan.


“hehe iya. Maaf la habisnya dia minta berulang kali saya kasihan jadi saya kasih.” Jawab Nana memelas.


“kenapa kamu tidak izin saya?” tanya Bulan.


“kalau izin pasti tidak boleh.” Ucpa Nana memelas.


“saya tidak suka. Kalau nomor saya di berikan ke orang lain tanpa izin saya.” Ucap Bulan ngambek.


“ayolah. Maaf. Ya jangan marah. Saya salah. Lain kali tidak akan.” Ucap Nana.


“masih ada lain kali.” Tanya Bulan.


“tidak – tidak akan lagi.” Nana berjanji dengan tangannya.


Bulan amarahnya mereda.


Wahyu : [saya boleh tanya sesuatu?]


Bulan : [silakan?]


Wahyu : [mau tidak kamu jadi pacar saya?]


Bulan : [maaf]


Bulan langsung memblokir nomor Wahyu.


Kembali ke masa sekarang.


“eh kalian apa tidak ada rencana untuk liburan bersama kayaknya seru.” Tany Zeni.


“belum ada rencana sih.” Ucap Wardah.

__ADS_1


“kalau kamu Bulan?” tanya Wahyu.


“mau liburan sama keluarga.” Ucap Bulan.


“eh ini lucu banget.” Ucap Nana menujukkan gambar tas lucu di toko online.


“eh iya ini keai banget.” Ucap Bulan.


“berapa?” tanya Wardah.


“300rb.” Ucap Nana.


“sudah lah. Beli yang lain aja.” ucap Wardah.


“bagi saya link.” Ucap Bulan.


“kamu mau beli?” tanya Wardah.


“minta beliin Vando.” Ucap Bulan tersenyum riang.


“Vando siapa?” tanya Wahyu.


“dia…” ucap Wardah belum selesai.


“pacar saya.” Jawab Bulan.


Seketika Wahyu terdiam. Pura – pura tersenyum.


“oh pacar kamu ya.” Ucap Wahyu.


Wardah dan Bulan saling memandang.


(kenapa kamu bilang kak Vando pacar kamu?) tanya Wardah menatap Bulan menggunakan bahasa tatapan . telepati antara hati sahabat.


(biar lah) jawab Bulan tersenyum licik.


Stelah selelsai mereka kembali pulang.


“eh Bulan kamu tadi kenapa bilang gitu?” tanya Wardah.


“ya biar Wahyu berhenti ngusik saya lah?” ucap Bulan.


“kenapa kamu tidak suka dengan dia?” tanya Nana.


“saya Cuma mau focus belajar dulu.” Ucap Bulan berjalan lebih cepat.


Di tempat Wahyu dan Zeni.


“jadi dia menolak saya karena sudah ada pacar?” ucap Wahyu.


“halah masih pacar belum ada suami tikung aja kalik.” Ucap Zeni.


“ya tapi saya tidak mau jadi pelakor.” Ucap Wahyu.


“selagui dia bukan milik orang dia jodoh bersama :) . ucap Zeni.


“bener juga kata kamu.” Ucap Wahyu semangatnya kembali.


Malam hari Luoyang. Cina


“好的这是你们的分数挂帅。 去最好。他很忙 他是很厉害。


hao de. Zhe shi nimen de fenshuguashuai . Qin Zui hao. / baik ini nilai kalian. Yang terbaik tetap Qin. Kalian ini masak kalah sama Qin. Dia sibuk tapi masih bisa berperestasi.” Ucap Ma Laoshi.


“老师我们业精于勤


hao le lao shi . women ye jing yu qian . / iya laoshi. Kami akan lebih giat belajar.” Ucap para siswa.


“亲者 是 你的。


qi zhe shi ni de. / qin ini.” Ucap Ma laoshi menyerahkan kertas nilai.


“谢谢 老师。


xie xie lao shi . / terima kasih laoshi.” Ucap Qin menerima nilai.


“好了我们班学习。亲你可以 不 班。


hao le wo men ban xue xi. Qin ni keyi bu ban. / baik mulai sekarang kita belajar dengan kelompok. Qin kamu boleh tidak berkelompo.” Ucap Ma laosih.


wei shen me ?. / kenapa?” tanya seluruh murid.


“因为他很忙。


yin wei ta hen mang. / karena saya tau Qin sibuk. Dan tidak ada waktu untuk belajar dengan kalian.” Ucap Ma laoshi.


“我 希望 一班 和 他 。


wo xiwang yi ban he ta . / padahal sudah berharap satu kelompok.” Ucap salah satu murid.


Setelah kelas selesai.


“好了 再见。


hao le zai jian. baik kalian semua. Selamat berlibur. Sampai jumpa setelah liburan.” Ucap Ma laoshi mengakhiri.


“老大怎么样?


lao da zen me yang ? / boss. Bagaiama?” panggil Wangzi.


Qin menyerahkan nilainya.


“我问完美。


wow wan mei. / wah. Keren.” Ucap Wangzi heran. Bosnya yang selalu sibuk tetap bisa menjadi juara kelas.


“去我的家。


qi wo de jia . / antarkan saya pulang ke rumah.” ucap Qin.


“好的老


hao le laoda. / baik bos.” Wangzi mengantar Qin ke rumah orang tuanya.


Sesampainya di rumah.


“晚上 把 妈。


wan shang ma. / selamat malam ma. Pa” suara Qin yang baru saja sampai rumah.


“我的儿子 回来了。


wo de er zi lai le. / anak mama udah pulang.” Sapa mama.


“妈妈 我 给你。


ma wo gei ni. / ma saya kasih kamu.” Qin menyerahkan hasil ujiannya kepada sang mama.


“爸爸你看你看。


ba ba ni kan ni kan. / pa. lihat hasil ujian Qin.” Ucap mama memanggil suaminya.


“什么?


shen me? / kenapa?” tanya papa.


“他的 分数挂帅完备。


ta de fen shu gai shuai wan bei. / lulus dengan sempurna.” Ucap mama.


“哪儿? 谁是儿子? 因为他是我的儿子。


na er ? shei shi er zi.? Zhe shi yin wei ta Wo de er zi. / mana? Anak siapa? Karena dia anak saya ini.” Ucap papa merangkul Qin.


Mama dan papa Qin merayakan hasil ujian semester Qin.


“今天我们喝多酒。


jin he duo jiu. / hari ini kita minum banyak.” Ucap papa.


“爸!


ba !/ papa! . ” Panggil mama melirik tajam.

__ADS_1


“我喝一点儿 好了!


baba he yi dian er. / papa Cuma minum sedikit oke.” Ucap papa takut kepada istri tercintanya.


Pukul 22.00 di Indonesia Jawa.


Bulan belum tidur. Memainkan ponselnya.


Yue : [你在干嘛?ni zai gan ma? / lagi apa]


Kiss : [党dang / lagi merayakan]


Yue : [为什么?dang? Wei shen me ? / merayakan apa]


Kiss : [考。 你不睡觉吗? 现在是点吧?/ kao . ni bu shui jiao ma ? xian zai shi dian ba? / selesai ujian. Kamu kok belum tidur. Sekarang di Indonesia sudah jam 10 lebihkan?]


Yue : [我也不知道别困。/ wo ye bu zhe sao bie kun. / entah saya tidak bisa tidur]


Kiss : [怎么了? 告诉我。zen me le ? gao su wo . / kenapa. Sini cerita?]


Yue : [没有可能 我一点儿 累了 把。mei you keneng wo yi dian er lei le. / Tidak apa – apa hanya sedikit lelah . ]


Kiss : [没事我在。 哦对啊 你是不是喜欢消亲吗?。mei shi wo zai. Oh dui ni bu shi xi huan Xiao Qin ma? / tenang ada saya. Oh iya seingat saya kamu menyukai Qin kan?]


Yue : [对。dui / umm]


Kiss : [ mengirimkan satu gambar]


Yue : [这什么?zhe zhe shen me? / ini apa?]


Kiss : [你看。ni kan. / lihat saja]


Bulan melihat foto Qin yang sedang di Gym.


(eh foto Qin ini tidak pernah dia posting kan. kenapa Kiss punya fotonya) batin Bulan.


Yue : [这时给我?Zhe shi gei wo? / ini kenapa kamu punya fotonya?]


Kiss : [对。你喜欢吗?/ dui. Ni xihuan ma? / saya tidak sengaja bertemu dengannya. Dan diam-diam menfotonya. Apa kamu suka.]


Yue : [很喜欢谢谢/ hen xi huan. Xie xie. / sangat suka terima kasih]


Kiss : [不客气。好晚安 / buke qi hao le wan an. / kalau begitu selamat malam]


Yue : [晚安。wan an . / selamat malam juga]


Bulan melihat foto Qin yang baru saja di terima.


“jadiin wallpaper ah. Eh six pack nya.”


“Asstagfirullah Bulan. Istigfar. Eh tapi emang ganteng. Sudah sudah tidur.” Bulan menutupi seluruh tubuhnya dengan selimut dia sangat bahagia menerima foto Qin yang tidak pernah di post oleh Qin.


Keesokan harinya. Di kampus.


“kenapa sih kamu bahagia banget.” Tanya Wardah.


“liat.” Ucap Bulan nujukkan foto Qin yang di jadikan wallpaper handphonnya.


“qin ?” tanya Wardah.


“ini foto kapan kok di weibonya dan ignya dan clup fansnya tidak ada?” tanya Nana merebut handphon Bulan.


“ini limitit edisi. Cuma saya yang punya.” Ucap Bulan merebut kembali.


“minta.” Ucap Nana merengak.


“no.” tolak Bulan.


“baik selamat pagi anak-anak. Assalamualaikum warahmatulla hiwabarokatu.” sapa Mr. Zhou.


“waalaikum salam warahmatullah hiwabarokatu. Mr. Zhou.” Jawab para mahasiswa serentak.


“baik hari untuk semester ini. Hari ini pertemuan kita yang terakhir. Jadi kalau ada persoalan kalian bisa tanyakan di Grup.” Ucap Mr. Zhou.


“baik.” Jawab anak anak mengerti maksud dari Mr. Zhou.


Di kantin.


“bagilah. Bagi fotonya.” Rengek Nana.


“tidak mau.” Ucap Bulan menolak.


“kenapa sih mereka?” tanya Aira kepada Wardah.


“Bulan punya fotonya Qin yang tidak ada.” Jawab Wardah.


“ha? Maksudnya.” Tanya Aira yang masih belum faham.


“jadi tadi pagi Bulan pamer ke kita. Fotonya Qin katany Nana tidak ada di postingfan atau grup fans.” Jelas Nana.


“mana mau lihat.” Aira merebut handpon Bulan. Menghentikan pertengkaran Bulan dan Nana.


“wah. Kamu dapat dari mana? Nin bodynya keliatan banget. Dan lihat otot perutnya seperti pahatan.” tanya Aira.


“rahasia.” Jawab Bulan mengambil kembali handponnya dari tangan Aira.


“minta.” Rengek Aira mengikuti Nana.


“Na. saya masih belum minta perhitungan kepada kamu tentang masalah kemarin.” Ucap Bulan mengingatkan masalah bertemu Wahyu di café.


Nana lalu terdiam menciut.


“hehe sorry ya.” Ucap Nana memohon.


“masalah apa?” tanya Aira lagi. Dia penasaran.


Wardah pun menceritakan kejadian di café Nana mengajak mereka ke café karena permintaan Wahyu.


“wah? Kalian.” Tanggap Aira.


Pulang kampus.


“eh kajian ust Soleh ya hari ini.” Tanya Aira.


“iya.” Jawab Wardah.


“saya boleh ikut?” tanya Nana. Yang penasaran karena setiap minggu mereka selalu janjian pergi ke pebgajian ust Soleh.


“ayo. Tapi jangan jatuh cinta.” Ucap Wardah.


“iya iya. Tapi saya..” Jawab Nana.


“kamu ke rumah saya saja.” Tawar Bulan.


“boleh?” tanya Nana.


“boleh nanti saya kasih tau siapa Vando.” Bisik Bulan.


“oke.” Ucap Nana.


“ya sudah saya balik dulu. Sampai ke temu di masjid ya.” Ucap Aira yang rumahnya beda arah dengan Bulan dan Wardah.


Luoyang cina.


“老大你今天工作假。 你要干什么?


lao da. Jintian wo ni gong zui jia. Ni yao gan shen me? / boss. Hari ini libur dan kamu tidak ada acar. Apa yang akan kamu lakukan?” tanya Wangzi.


“如何我们玩滑板。 这很好。


ru he wo men wan hua ban? Hen hao./ bagaimana kalau hari ini kita main skateboard. Ide bagus.” Ucap Qin menjawab pertenyaannya sendiri.


“老大可是我只看你啊。 我没有去玩。


keshi laoda. Wo zhi kan ni. Wo meyou qu wan. / boss. Tapi saya Cuma menemani tidak ikut bermain.” Ucap Wangzi.


Qin menetap Wangzi.


“你记得。。。


lao da ji de ba? … boss. Ingat tidak?...” Wangzi menceritakan kejian yang lalu. Saat Wangzi mengikuti Qin bermain sketboard, karena dia tidak bisa main. Akhirnya dia terjatuh dan tulang lengannya patah dan harus di rawat selama satu bulan.


“好了好了。。

__ADS_1


hao le . / baiklah.” Ucap Qin.


WangZi menyiapkan peralatan yang akan di bawa.


__ADS_2