Dia Suami Cinaku

Dia Suami Cinaku
DIS PART 18


__ADS_3

Dia itu suamiku part 18


“你别吐。


lao da bie tu / boss jangan muntah.” Ucap Wangzi namun ucapnya yang belum selsai.


Huuuuuek huuuueek huuuuek Qin muntah berulang kali di baju Wangzi.


“nibu he jiu. boss sebaiknya jangan minum.” Wangzi membopong Qin ke apartemennya.


Krinnng panggilan telfon dari mamanya Qin


[你好阿姨。nihao ayi.halo tante]


[王子亲哪儿?wangzi. Qin na er? wangzi Qin kemana?]


[他洗澡。ta xi zao. /dia mandi]


[好在见haole. Zaijian. / ya sudah sampai jumpa]


[再见阿姨。zaijian ayi. / sampai jumpa tante]


“阿姨不知道。


ayi bu zhidao. / huuuft~ untuk tidak ketahuan.” Wangzi mengusap dadanya. Karena kalau katahuan Qin mabuk berat bisa – bisa Wangzi di pecat. Setiap Qin mabuk berat dia akan teringat bayangan kakaknya. Jadi Wangzi akan menjaganya semalaman.


Di tengah Malam.


“哥哥别别哥哥。


gege bie bie ge. / kakak jangan kak jangan.” Qin mengigai di tidurnya.


“老大醒来醒来。


lao da ni xing lai. Xing lai / boss bangun boss bangun.” Wangzi berusaha membangun kan Qin


Qin terlelap kembali. Wangzi hanya bisa menjaga Qin sampai pagi karena jika tidak di jaga bisa – bisa Qin melakukan hal tanpa sadar.


Qin memimpikan kejadian yang menimpa kakaknya kembali saat kecelakaan itu terjadi.


“哥哥ge.. / kakak.” Teriak Qin.


“老大lao da/boss boss.” Ucap Wangzi berusaha membangunkan Qin. Namun Qin tidak terbangun dia hanya berhenti memangil nama kakaknya.


Semalaman Wangzi menjaga Qin.


Di Indonesia jawa.


“lan kamu mau ikut program pertukaran pelajar?” tanya Wardah.


“iya ini berkasnya tinggal ngisi formulir. Kamu tidak ikut Na?” Ucap Bulan.


“tidak saya sudah insecure dulu.” Ucap Nana.


“berjuang dulu lah.”


“iya ni. Kita aja coba – coba siapa tau dapet.”


Beberapa hari kemudian setelah ujian seleksi Bulan lulus. Bulan mendapat tempat di Luoyang China.


“eh selamat ya.” Ucap teman – teman Bulan


“wardah tetep semangat ya.” Ucap Bulan. Karena Wardah tidak lulus.


“Bulan.” Panggil Wahyu di tengah – tengah perbincangan Bulan dan teman – temannya.


“Bulan itu di panggil kak Wahyu.” Ucap Nana.


“iya samperin cepet.” Tambah Aira.


“sana – sana.” Wardah mendorong Bulan.


“apa lagi sih ah.” Gerutu Bulan.

__ADS_1


“iya kak?” tanya Bulan.


“besok hari Wisuda saya. Kamu saya undang hadir ya.” Ucap Wahyu.


“eeee…” Bulan hendak menolak namun temannya langsung menjawab.


“iya kak pasti kami datang.”


“jangan lupa ya saya tunggu,” Wahyu tersenyum lalu pergi.


“ih kalian apa an sih?” tanya Bulan.


“tidak apa. Coba buka hati lah sampai kapan kamu suka Qin yang tidak bisa kamu gapai? Kak Wahyu kelihatannya memang benar – benar menyukaimu tauk.” Jelas Wardah.


“ya tapi saya tidak suka. Kalian suka banget sih maksa. Hati saya menolak keras.” Ucap Bulan.


“masak kamu tidak ada rasa sama sekali padahal selama ini kak Wahyu perhatiannya lebih sama kamu?” tanya Nana.


“saya Cuma menganggapnya sebagi teman tidak lebih.” Jawab Bulan.


“ya udah angap saja perpisahan besok.” Ucap Nana membujuk Bulan.


“baik lah.” Jawab Bulan.


Bulan, Wardah dan Nana kembali ke kelas. Begitu juga Aira. Bulan menunggu pak dosen datang.


Yue : [你在干嘛?ni zai gan ma? / lagi apa?]


Kiss : [休息你呢?xiu xi. Ni ne? / santai, kalau kamu?]


Yue : [我等老师。wo deng laoshi . / . Nunggu dosen datang]


Kiss : [你在大学吗?ni zai da xue ma? / oh lagi di kampus?]


Yue : [对。哦对你说你的洛陽对吧?dui. Dui ni shuo ni de jia Luoyang duiba? / iya. Oh iya. Kamu dulu pernah bilang kalau tidak salah kamu dari Luoyang bukan?]


Kiss : [对啊怎么了?dui a. zen me le? / iya. Kenapa?]


Yue : [我要去洛陽啊wo yao qu Luoyang a. / saya mau ke sana]


Yue : [不是我要学习。wo yao xue xi / mau belajar]


Kiss : [你不是学期同和我。ni bushi si xueqi tong he wo? / bukannya kamu masih semester empat sama dengan saya?]


Yue : [对学生交换计划我当选。wo yao jiao xuesheng huan jihua. iya program pertukaran pelajar. Dan saya terpilih.]


Kiss : [恭喜你gongxi ni .wah selamat ya.]


Yue : [谢谢。下次,我的老师来了xie xie. Xia ci, wode laoshi laile. / iya terima kasih. Nanti lagi Dosen saya sudah datang]


Bulan memasukkan hpnya ke dalam tas.


“baik anak – anak. Kita beri selamat kepada siswa siswi yang ikut pertukaran pelajar. Saya tidak perlu menyebutkan namanya. Namun saya bahagia dan bangga. Dan juga nanti kalian yang lolos ke ruangan saya untuk menyiapkan benerapa berkas.” Ucap Mr. Kay.


“siapa pak.”


“kalau begitu kita lanjutkan pelajaran.”


Luoyang China


Qin sedang sidang karena kasusnya dengan Lihua. Baru – baru ini LiHua mengaku sedang hamil anak Qin. Yang bahkan Qin tidak pernah tidur dengan dirinya. Dua tahun lalu kasus Qin hampir melecehkan Lihua padahal yang sebenarnya Lihua yang melecehkan Qin. Namun sekarang kabar Qin menghamili Lihua.


Beberapa kali aku resmi Qin mengeluarkan pernyataan.


“我从来着他。


wo cong lai zhuo ta. / saya bahkan tidak pernah menyentuhnya.” Ucap Qin.


Karena kedua belah pihak saling berbeda pendapat maka hakim memutuskan untuk mengambil DNA namun Lihua menolak dia mengklam kalau kandungannya lemah.


Sepulang sidang Qin dan Wangzi pergi ke rumah orang tua Qin.


Di Indonesia jawa.

__ADS_1


Kelas telah usai Bulan matanya berkaca – kaca setelah meihat berita siding Qin yang di tangguhkan minggu depan.


“emang si Lihua itu ya. Dulu suka banget tapi beberapa kali menjebak Qin jadi kesel deh.” Gerutu Bulan.


“iya ni. Yaa kalau suka ya suka tidak usah mencemarkan nama baik.” Tambah Nana yang ikut kesal.


“kalian kenapa sih?” tanya Wardah.


“kamu tidak akan faham dunia kita.” Ucap Bulan.


“eh.. kata siapa?” tanya Wardah.


“lihat.” Nana menujukkan berita tentang Qin kepada Wardah.


“hehe kenapa emang Qin?” tanya Wardah.


“kan kamu tidak akan Faham.” Ucap Nana menarik kembal ponselnya.


“eh bulan kamu sudah bilang om sama tante kalau kamu di terima ikut pertukarang pelajar. minggu depan sudah berangkat lagi.” Ucap Wardah.


“belum.” Ucap Bulan “rencana sih nanti kan sekalian nyiapain paspor dan lainnya.”


“kamu kebiasaan bilangnya kalau udah mau berangkat. Mau tidak mau om tante pasti ngebolehin.” Ucap Wardah yang tau kebiasaan Bulan. Bulan kalau tau sama orang tuanya pasti tidak boleh dia akan meminta izin pas memepet jadi mau tidak mau papa dan mamanya pasti memberi izin.


Di Luoyang Cina.


“爸妈 亲来了。


pa ma qin lai le. / pa ma Qin pulang.” Qin dan Wangzi masuk ke rumah.


“亲妈马卡 只是真大。。


qin mama kan zhe shi zhen? / Qin mama lihat berita. Apa bener?” tanya mama panic.


“不是阿姨。。


bus hi ayi. / tante itu bohong.” Ucap Wangzi membela bosnya.


“只对我们可以接受


zhi dui. Women keyi jie shou . / kalau memang benar kami juga akan menerima.” Ucap papa.


“亲不是一样这。


qin bushi yi yang. / pa Qin tidak seperti itu.” Qin yang kesal langsung masuk kamarnya. Karena di tuduh melakukan hal yang bahkan dia benci.


“王子你说


wangzi ni shuo. / Wangzi katakana yang sebenarnya.” Tanya mama Qin.


“不是李华诽谤亲


bushi . lihua feibang qin. / tante Qin bukan seperti itu. Lihua aja yang menfitnahnya.” Wangzi membela bosnya.


“真大。


zhen da? / benar?” tanya papa. Papa takut Qin seorang Gay karena seringkali dia di gosipkan dengan lawan mainnya yang laki – laki.


“真大zhenda. / bener om. Sumpah.” Ucap Wangzi meyakinkan dengan seyakin yakinnya. sambil menyerakan dokumen yang di minta Qin. Dokumen pernyataan kalau Qin akan istirahat selama satu tahun.


“这是ini?” tanya papa Qin.


“对/ iya om.” Ucap Wangzi menjelaskan.


Qin mengurung diri di kamar. Kali ini dia hendak focus untuk kuliahnya. Dan meminta agensinya memberi dia istirahat sampai dia lulus kuliah.


Di Indonesia jawa.


“Assalamualaikum. Ma” panggil Bulan yang melihat mamanya sedang nontonn Tv.


“waalaikum salam sayang sudah pulang ya.” Jawab mama.


“ma, papa belum pulang ya?” tanya Bulan.

__ADS_1


“sebentar lagi mungkin. Kenapa?” tanya mama.


“Bulan punya kejutan.” Ucap Bulan.


__ADS_2