
Dia itu suamiku part 33
“ha. Ngapain kamu nginep di rumah Qin.” Teriak seorang mahasiswi.
“eh bukan begitu, saya Cuma…” elak Bulan.
“Cuma apa?”
“ada apa ini ribut ribut.” Laoshi datang membuat semua terdiam.
“tidak ada.” Jawab Bulan.
Laoshi pun memulai pelajaran.
Setelah kelas usai. Murid yang tadi menarik baju Bulan.
“katakan kamu beri apa Qin?”
“apa sih tidak jelas.” Jawab Bulan.
Xixi dan Xuxu membantu Bulan.
“eh. Kamu jangan seenaknya ya.” ucap Xuxu menarik tangan mahasiswi itu.
“tapi dia hendak menodai nama baik Qin. Apa bedanya kamu sama Lihua.”
“sebentar dengarkan saya.! Kemarin Qin sakit dan saya mengantarkannya namun asistennya sangat sibuk dan meminta saya untuk menjaganya. Kau tau betapa lelahnya saya semalaman tidak tidur.” Bentak Bulan lalu pergi bersama Xuxu dan Xixi.
Mahasiswa itu pun terdiam mendengar penjelasan Bulan.
Bulan merebahkan tubuhnya di kasurnya. “lelahnya.” Ucap Bulan.
“apa benar kamu tidak tidur semalaman.” Tanya Xuxu.
“tidur lah, Cuma sangat malam.” Jawab Bulan memejamkan matanya.
“apa kalian?” tanya Xixi.
“saya tidur di sofa.” Ucap Bulan. “saya mau tidur dulu saya lelah.” Bulan memiringkan tubuhnya, karena kemarin dia di rumah Qin tidur sangat larut. Dia menunggu demam Qin turun baru dia tidur.
Malam.
“Bulan bangun, apa kamu tidak makan?” tanya Xixi membangunkan Bulan yang dari tadi sore tidur.
“oh tidak, saya malas makan.” Ucap Bulan kembali tidur.
Keesokan paginya.
“saya izin ya.” ucap Bulan lirih sambil batuk.
“kamu kenapa?” tanya Xuxu.
“sepertinya saya demam.” Ucap Bulan memegang keningnya merasa panas.
“sini lihat.” Xixi mengecek suhu tubuh Bulan dengan tangannya. “wah bener demam.” Ucap Xixi.
“mana liat.” Xuxu juga ikut mengecek suhu tubuh Bulan. “oh iya ini panas banget.”
“tidak saya Cuma butuh istirahat.” Ucap Bulan.
“bener tidak mau ke dokter?” tanya Xuxu.
“tidak, kalian pergi kelas saja,” ucap Bulan meminta Xixi dan Xuxu segera berangkat.
“iya kalau begitu kami pergi dulu. Nanti kita bilang ke dosen.” Ucap Xixi.
Xixi dan Xuxu berangkat menuju kampus.
Bulan di dalam kamar di atas kasurnya mencoba untuk bangun namun pening di kepalanya membuatnya terhuyung kembali ke kasur. “sudahlah, saya tidur lagi saja.” Ucap Bulan kembali tidur.
Di kelas.
Qin yang baru datang mencari keberadaan Bulan namun tidak menemukan. “tidak biasanya dia datang telat.” Ucap Qin lirih.
__ADS_1
“eh habis ini kita cari makan yuk. Kasihan Bulan.” Ucap Xuxu lirih namun terdengar oleh Qin. Qin berjalan menghampiri Xuxu dan Xixi.
“bulan kemana?” tanya Qin.
Xuxu dan Xixi terkaget melihat Qin berada di hadapan mereka.
“Bulan ada di asrama.” Jawab Xixi.
“kenapa dia tidak masuk kelas?” tanya Qin.
“dia demam.” Jawab Xuxu.
“apa? Dia demam?” (apa karen dia semalaman menjaga ku.) batin Qin “terima kasih kalau begitu.” Qin berjalan kembali menuju bangkunya.
Qin menghubungi Wangzi.
[hallo iya boss]
[pesankan saya makanan yang halal]
[untuk siapa boss]
[sudah jangan banyak bicara, belikan saja]
[baik boss]
“Xuxu.” Panggil Qin yang berada di parkiran.
“saya?” Xuxu menunjuk dirinya memastikan kalau dia yang di panggil Qin.
“iya kamu.”
Xuxu menghampiri Qin dengan bahagia.
“ada apa.” Ucap Xuxu berharap lebih.
“ini.” Qin menyerahkan sekantung makanan kepada Xuxu.
“untuk saya?” tanya Xuxu kegirangan.
“ha? Qin memberikan makanan kepada Bulan.” Xuxu tersenyum sambil membayangkan keadaan Bulan dan Qin waktu di kediaman Qin.
(jangan – jangan mereka melakukan sesuatu) batin Xuxu sambil berjalan menuju asrama.
Di asrama Xixi telah membelikan Bulan makanan.
“kamu makan dulu ini saya belikan bubur yang di tempat pertama kita makan.” Ucap Xixi menyerahkan bubur yang sudah dia letakkan di dalam mangkuk milik Bulan.
“ah terima kasih, jadi merepotkan kamu.” Ucap Bulan menerima mangkuk yang di beri Xixi.
Bulan kemudian memakannya, meski mulutnya terasa pahit dia tetap memaksa karena sedari pagi sampai siang perutnya belum terisi makanan hanya minum air mineral.
“hallo kawan.” Ucap Xuxu yang baru datang.
“dari mana aja?” tanya Xixi. Menatap Xuxu yang baru saja datang.
“hehe…lihat.” Xuxu menunjukkan kantung makanan yang dia bawakan.
“apa makanan? Saya sudah beli. Lihat.” Xixi menunjukkan kepada Bulan yang sedang makan bubur yang di beli Xixi.
“eits ini kamu tau dari siapa?” ucap Xuxu memamerkan apa yang dia bawa.
“dari siapa?” tanya Xixi.
“siapa?” ucap Bulan yang juga penasaran Xuxu terlihat sangat misterius. “pacar kamu?”
“apa sejak kapan kamu punya pacar, jujur.” Ucap Xixi terkejut.
“kalau memang benar dari pacar saya, saya makan sendiri lah.” Ucap Xuxu meletakkan makanan yang dia bawa di atas meja.
“memang? Dari siapa?” tanya Xixi.
“dari pacar para anak gadis.” Ucap Xuxu.
__ADS_1
“siapa?”
“siapa?”
“Qin. Ini dari Qin untuk Bulan.” Ucap Xuxu.
Bulan yang mendengarnya langsung tersedak.
“pelan pelan.” Ucap Xixi menghampiri Bulan lalu mengusuk punggung Bulan.
“dari Qin untuk saya?” tanya Bulan.
“umm.” Ucap Xuxu mengangguk.
“buka.” Ucap Xixi. “bolehkan? Bulan.” Xixi menatap Bulan.
“buka lah.” Ucap Bulan tersenyum.
“apa?” yanya Xixi penasaran.
“ini.” Xuxu menunjukkan masakan terbuat dari daging dan beberapa sayuran asin.
“kalian makan lah kalau begitu.” Ucap Bulan, turun dari kasurnya untuk mencuci mangkuk yang baru saja dia gunakan.
“kamu tidak makan?” tanya Xuxu.
“saya tidak tau itu beli di mana dan daging apa.” Ucap Bulan berjalan menuju wastafel.
“bener juga sih.” Ucap Xixi.
“beneran tidak apa? Kita makan?” tanya Xuxu untuk memastikan.
“iya, dari pada di buang kan sayang.” Ucap Bulan tersenyum menghadap kedua temannya.
“bener sayang kalau di buang.” Xuxu langsung mengambil suapan besar.
“eh kamu ini rakus banget.” Ucap Xixi yang juga mengambil suapan besar sama dengan Xuxu.
“heleh.” Keluh Xuxu yang melihat Xixi juga melakukan hal yang sama dengan dirinya.
“eh enak tauk. Kamu tidak mau mencobanya?” tanya Xuxu menawari Bulan.
“tidak terima kasih.” Ucap Bulan mengelap mangkuk yang telah dia cuci lalu meletakkannya di rak tempat peralatan makannya.
Bulan kemudian berjalan menuju kamar mandi untuk membersihkan dirinya, lalu pergi tidur.
Briib briib.. suara getar ponsel Bulan berbunyi panggilan masuk dari papa.
[Assalamualaikum anak papa, hari ini kok kamu belum hubungi papa dan mama to?]
[Waalaikum salam warahmatullah hiwabarokatu. Pa maaf Bulan hari ini sibuk.]
[se sibuk – sibuknya kamu, tetap harus hubungi rumah nak, biar papa dan mama tidak khawatir. Sayang]
[iya pa. maaf]
[kenapa suara kamu sedikit lesu? Apa kamu sakit nak?]
[tidak pa, Cuma memang cuacanya saja mulai dingin.]
[kalau begitu kamu minum air hangat yang banyak jangan sampai sakit ya nak.]
[iya pa, mama kemana pa?]
[mama ada acara arisan.]
[oh]
[kalau begitu kamu istirahat saya. Papa masih mau ngasih makan adik adik kamu.]
[ihh papa]
[sudah ya Assalamualaikum cantik]
__ADS_1
[waakaikum salam papa]
Bulan menggeleng nafas, hari masih sore tapi tubuhnya sudah memintanya untuk tidur lagi, padahal sepagi penuh dia telah tidur, tapi mau bagaimana lagi. Beginilah kalau Bulan sakit mau tidak mau dia harus tidur seharian penuh untuk memulihkan dirinya.