
Dia itu suamiku part 11
Kembali ke masa sekarang.
“哥哥。!!!!
ge…. / kak….” Teriak Qin yang terbangun dari tidurnya.
Wangzi yang mendengar teriak an Qin langsung mengambilkan air minum.
“你睡梦中你的哥哥吗?
ni shui meng zhong ni de gege ma? / apa kamu memimpikan kakakmu lagi Qin?” tanya Wangzi.
Qin hanya terdiam dan minum air mineral yang Wangzi berikan. Air mata Qin jatuh tanpa dia sadar i.
“老大。
lao da. boss.” Panggi Wangzi
Qing menyeka air matanya yang hangat melintas kedua pipinya.
“我没事。
wo mei shi. / saya tidak apa.” Ucap Qin melanjutkan tidurnya. Namun dalam benaknya memikirkan kakaknya dan dalam hatinya merindukan kakaknya. Rasa itu dia pendam sendiri. Rasa rindu. Rasa kehilangan dan rasa bersalahnya.
Indonesia jawa .
Bulan yang baru sampai kampus bersama dengan Wardah. Setelah memarkirkan sepedah motornya mereka bergegas masuk kelas.
Di perjalanan menuju kelas.
“ Bulan.” Panggil Wahyu dari belakang.
Wardah yang melihat kondisi hendak pergi namun di tahan oleh Bulan.
“mau kemana kamu?” tanya Bulan memegan lengan Wardah.
“saya tidak mau menganggu kalian.” Ucap Wardah.
“tunggu sini bersama saya,” ucap Bulan menahan langkah Wardah.
“Waalaikumsalam kak ada apa ya?” tanya Bulan menjawab salam padahal Wahyu tidak memberi salam.
“saya mau ngomong sesuatu?” ucap Wahyu.
“oh silakan kak.” Ucap Bulan.
“tapi…” Wahyu menatap Wardah. Mengisyaratkan untuk Wardah pergi namun Wardah di tahan oleh Bulan.
“apa kak ngomong aja.” ucap Bulan.
“ummm…” Wahyu yang masih memepersiapkan kata – kata.
“kakak kita udah telat kita masuk dulu ya.” Bulan bergegas menarik Wardah.
Wardah hanya melambaikan tangan ke pada Wahyu.
“ehhh tapi tunggu…” ucap Wahyu yang belum sempat ngomong.
“eh kamu itu kakak Wahyu kek gimana ?” Ucap Wardah,
“bukan urusan saya.” Ucap Bulan. Masa bodoh.
Luoyang Cina
Setelah Qin dan Wangzi sampai di bandara merea menunggu jadwal penerbangan.
Huuuuuaaa huuaaaa suara tangis anak perempuan kecil.
“你怎么了美美。
ni zen me le xiao meimei? kamu kenapa gadis kecil?” tanya Qin menjongkokkan badannya menyetarakan tingginya dengan tinggin anak perempuan tersebut.
“你看我的哇这破。
ni kan wode wan zhe po. / kau lihat bonekaku rusak.” Ucap gadis itu mengis.
“这我给你别哭好。
zhe wo gei ni. Bie ku hao. / ini buat kamu. Jangan menangis lagi ya.” Ucap Qin memberikan bonekanya kepada anak gadis tersebut. Karena merasa kasihan.
Qin yang setiap penerbangan selalu membawa boneka dan juga tidak lupa putra kesayangannya Yoyo. Jika Qin menginap saat bekerja yoyo selalu di bawanya.
“给我?。
gei wo / untukku?” tanya gadis itu bahagia.
“对可是掉和你的可以啊?。
__ADS_1
dui ke shi diao he ni de. Keyi a? / iya tapi tukar dengan milikmu boleh?.” Ucap Qin yang tidak mau rugi jika berbisnis.
“我的娃丑你要吗?。
wo de wan chou ni yao ma? / tapi bonekaku jelek?” ucap gadis kecil itu.
“没事。你要不要? .
mei shi. Ni yao bu yao? / tidak apaa. Kalau mau tukar. Kalau tidak ya…” ucap Qin sambil menarik perlahan boneka miliknya.
“我要我要。我掉。
wo yao wo yao. Wo diao. / baik kak. Saya tukar.” Ucap gadis itu menyerahkan bonekanya ke pada Qin.
“这给你。
zhe gei ni. / ini buat kamu.” Ucap Qin memberikan boneka tedy bearnya kepada gadis itu.
“谢谢哥。
xie – xie ge. / terima kasih kak.” Ucap Gadis itu lalu pergi meninggalkan Qin dan Wangzi.
“老大。。。
boss. itu Adalah salah satu boneka kesayangamu. Saya saja tidak pernah menyentuhnya. Kau malah berikan kepada gadis kecil itu.?” Tanya Wang yang keheranan.
“没事。我还可怜看他哭。
mei shi. Wo hai ke lian kan ta ku / hmmm. Bukan masalah saya hanya melihat gadis itu kasihan bonekanya sudah koyak.” Tanggap Qin sambil menyerahkan boneka gadis tadi ke pada Wangzi.
“然后这是。
ran hou zhe shi. / lalu ini buat apa?” tanya Wangzi. Memegang boneka gadis tadi.
Qin mengisyaratkan untuk menyimpan.
Setelah tiba waktu jadwal penerbangan. Qin yang mengendong yoyo di tas ranselnay di ikuti Wangzi berjalan menuju pesawat.
“不好意思猫的但架?。
buhaoyisi mao de dan jia. / maaf tuan ada surat izinnya?” tanya pramugari menanyakan surat izin Yoyo.
Qin lalu menyerahkan beberapa berkas. Dan menunjukkan tiketnya.
Setelah pramugari melihat tiket Qin dan surat milik yoyo. Pramugari itu pun menunjukkan kursi kelas pertama di pesawat.
“谢谢。
“不客气。
bu ke qi. sama – sama tuan. Selamat menikmati penerbangan anda.” Balas prmugari lalu meninggalkan Qin.
“我喜欢。。。。
wo xi huan…. /saya paling suka kalau suting di luar kota bersama kamu. Kamu selalu memesan kursi kelas satu.” Ucap Wangzi yang sedang duduk di kursi penumpang dengan bahagia.
“好好。。。。
hao le hao le . / sudah sudah.” Ucap Qin meletakkan yoyo di dekatnya.
“意义等一下。然后我给你你的吃。
yoyo deng yi xia . ran huo wo gei ni chi a. / yoyo tunggu ya. Nanti kalau sudah sampai papa kasih makan.” Ucap Qin kepada kucing kesayangannya.
penerbangan Qin dan Wangzi akan di tempuh selama dua jam. Dari Luoyang ke Beijing.
Di Indonesia Jawa
Jam kelas dimulaii Bulan sibuk mendengarkan penjelasan dosen namun Nana dan Wardah sibuk mengosip.
“eh kamu tau tidak. Pagi Hari ini apa yang saya lihat?” tanya Wardah kepada Nana.
“apa?” ucap Nana penasaran dengan apa yang terjadi pagi tadi.
“ kak Wahyu tadi menghampiri Bulan.”
“terus – terus?” tanya Nana semakin penasaran.
“trus ketemulah mereka di lorong kampus. Tadi saya hendak pergi namun di tahan Bulan. Dan intinya tadi kak Wahyu mau bilang sesuatu. Namun Bulan keburu pergi.” Jelas Wardah panjang kali lebar.
Selang beberapa saat Mr. kay masuk ke ruangan kelas
“selamat pagi.” Sapa Mr Kay.
“pagi Mr.” jawab para mahasiswa.
“baik anak – anak mulai besok kalian sudah libur.” Ucap Mr Kay.
Seketika satu kelas heboh dan riucuh karena pengumuman libur.
__ADS_1
“tapi ingat tugas harus sudah selesai semua. Ada tenggang waktu tiga hari. Setelah tiga hari saya tidak akan menerim pengumpulan.” Ucap Mr Kay.
“siap Mr.” jawab semua murid serentak.
“baik kalau begitu. Seperti biasa nilai kalian akan saya share di grup kelas. Jadi kalian tahu siapa yang tertinggi siapa yang harus menambah semangat belajar.” Ucap Mr. Kay mengakhiri kelas. Setelah itu Mr Kay keluar.
“wah kita libur panjang.” Ucap Bulan bahagia.
“eh tugas kamu sudah?” tanya Nana.
“sudah.” Jawab Wardah dan Bulan bersamaan.
“yang bener aja?” tanya Nana mematikan.
“iya sudah ini.” Ucap Bulan dan Wardah bersama sambil menujukkan laporan yang beberapa hari lalu di kerjakan bersama.
“kalau begitu kita ke kantin dulu ya. Kamu ke perpustakaan saja menyelesaikan tugas.” Goda Bulan kepada Nana.
“siapa bilang saya belum selesai.” Nana lalu mengeluarkan tugasnya yang ternyata juga sudah selesai di kerjakan.
“kalau begitu kita ke kantin banreng.” Ucap Bulan.
“oke let’s go.” Jawab Nana dan Wardah bersama.
Sesapianya di kantin Aira sudah menunggu di tempat biasa mereka duduk.
“Aira…” panggil Bulan Nana dan Wardah.
“waalaikum salam dulu.” Jawab Aira.
“Assalamualaikum warahmatullah hiwabarokatu cantik.” Tambah Bulan setelah mendengar salam Aira.
“Waalaikum salam warahmatullah hiwabarokatu.” Jawab Aira lalu di susul dengan Wardah dan Nana.
Karena hukum menjawab salam adalah wajib sedangkan yang memebri salam adalah sunnah.
Bulan, Wardah dan Nana yang baru datang langsung duduk dan memesan makanan.
“kali ini saya traktir.” Ucap Bulan.
“widih ada acara apa ini?” tanya Aira.
“kak Vando di terima kuliah di Turki.” Jawab Bulan memebrikan kabar baik.
“kakak kamu yang waktu itu?” tanya Nana.
Bulan menjawab dengan anggukan.
“serius kak Vando mau ke Turki?” tanya Aira.
“iya ke tempat ust Reza sekolah.”
“ust Reza itu? Kakaknya ust Soleh ka?” tanya Wardah.
“iyaa.” Jawab Bulan.
“kan juga ust Soleh mau pergi.” Ucap Aira lesu.
“iyaa bakal kangen.” Tambah Wardah.
Pesanan mereka datang.
Yue : [你在干嘛?/ ni zai gan ma? lagi apa?]
“kenapa kamu Bulan? Dari mulai makan mentelengin layar hp kamu muluk?” tanya Nana yang melihat berulang kali Bulan mengejek layar hpnya.
“enggak Cuma nunggu balesan pesan aja.” ucap Bulan yang mengagetkan ketig temannya.
“pesannya siapa?” tanya Wardah antusias. Jarang – jarang Bulan menunggu pesan seseorang.
“cewek apa cowok?” tanya Nana.
“siap – cepek kasih tau?” Aira yang duduk di dekat Bulan mengoyang – goyangkan tubuh Bulan.
“haduh satu satu lah. Pesan dari orang cina di aplikasi itu loh.” Jawab Bulan.
Jawab Bulan seketika membuat temannya yang panasaran tadi hilang nafsu.
“owalah orang yang tidak jelas itu.” Ucap Wardah.
“itu orang yang dari pertama itu kan?” tanya Nana yang tahu asal – usulnya.
“iya.” Jawab Bulan.
“wah tahan lama juga. Kamu termasuk setia ya.” Ucap Aira menambahakan.
Setelah seselai makan mereka menghadiri penutupan kempus.
“wah bazar penutupan kali ini banyak cogan.” Ucap Nana yang matany memang pecinta cogan.
__ADS_1
“iya liat. Tapi tetep yang paling ganteng itu Qin.” Ucap Bulan juga sama pecinta cogan
“iya iya yang pengagum Qin.” Ucap Wardah.