
Dia itu suamiku part 29
“yoyo apa kamu lapar?” tanya Qin. “kamu tau, ternyata ada gadis yang mengabaikan papamu.” Ucap Qin berbicara kepada Yoyo. “tapi dia lumayan menantang. Biasanya banyak gadis yang ingin dekat dengannya namun kali ini, malah gadis itu ingin menjauh – jauh darinya.” Ucap Qin sambil mengambilkan makanna untuk Yoyo.
Kriiing…. Suara telfon masuk dari mama Qin.
[hallo ma]
[Qin, sudah makan nak?]
[sudah ma, eh ma menurut mama Qin gimana sih?]
[kamu ganteng, pinter dan sempurna di mata mama.] jelas mama meuju Qin.
[serius ma, Qin nanyak] ucap Qin nada kesal.
[kenapa eman?]
[apa Qin sekarang jelek ya?]
[siapa bilang kamu jelek? Kamu kenapa sih? Di tolak?]
[tidak apa ma, Cuma bertanya saja. Papa bagaimana ma?]
[itu papa kamu sedang minum teh. Mau bicara sama papa?]
[tidak ma, biar]
[ya sudah kamu cepat istirahat jangan begadang.]
[iya ma]
Mama mengakhiri panggilan.
“kita tidur.” Ucap Qin menggendong Yoyo ke tempat tidurnya.
Bulan baru keluar dari kamar kemudian dia Sholat isya, lalu mengaji dan setelah selesai dia membuka bukunya.
Suara ponsel Bulan bergetar panggilan masuk dari mama.
[Assalamualaikum sayang]
[waalaikum salam warahmatukkah hiwabarokatu ma]
[kamu sudah makan nak?]
[sudah ma. Mama sudah makan? Papa mana ma?]
[makan sama apa? Mama sudah makan baru selesai, papa kamu dia lagi sama ketiga anaknya.]
[makan sama lauk ikan, daging dan beberapa sayuran ma.]
[uang kamu masih nak?]
[masih ma, Bulan mau cari kerja di sini ma doakan ya]
[apa kamu kekurangan uang, nanti biar papa kirimkan]
[tidak ma, Bulan Cuma mau cari pengalama kerja ma]
[kalau butuh uang bilang mama dan papa.]
[siap ma]
[lagi apa sayang sekarang?]
[lagi belajar ma, umm Bulan mau melanjutkan belajar ma]
[ya sudah, kalau ada apa – apa hubungi orang rumah ya.]
[siap ma]
__ADS_1
[Assalamualaikum nak]
[waalaikum salam ma]
Bulan melanjutkan belajarnya.
Biip.. bip pesan masuk.
Kiss : [sedang apa?]
Yue : [ belajar,]
Kiss : [belajar apa? Sepertinya kamu sangat sibuk?]
Yue : [iya sedikit, ada tugas kelompok dari laoshi]
Kiss : [bagimana beberapa hari di Luoyang?]
Yue : [baik, di sini banyak orang – orang baik, setiap hari saya di belikan makan ha ha ha]
Kiss : [benar kah?]
Yue : [iya]
Kiss : [angpao]
Yue : [kenapa kamu memberi saya lagi. Yang lalu masih ada]
Bulan membuka angpao berisi 5000 yuan.
Kiss : [buat jajan]
Yue : [tapi ini kebanyakan]
Kiss : [tidak ini uang kecil]
Yue : [kenapa kamu suka sekali memberi saya uang padahal kamu tidak mengenal saya dan bahkan tidak pernah bertemu dan melihat wajah saya.] Bulan sedikit takut karena Kiss seringkali memberinya uang. “jangan – jangan kiss seorang penipu dan mentranfer uangnya ke saya dan nanti dia menfitnah saya.” Ucap Bulan ketakutan sendiri.
“ha? Ni orang sehat tidak sih?” ucap Bulan melihat jawaban Kiss yang tidak logsi. “kalau saya jadi dia saya cari teman ngajak jalan lah.” Bulan mengerutu pada dirinya sendiri.
“eh kenapa dia?” tanya Xuxu kepada Xixi.
“tauk, dari tadi dia ngomong bahasa Indonesia.” Jawab Xixi melihat Bulan yang ngoceh sendiri.
Malam hari terlihat Qin yang sedang tidur dengan yoyo di kasur besarnya. Yoyo berada di pelukan Qin.
Di sisi lain terlihat Bulan terlelap dengan buku yang berada di tangannya.
Satu minggu kemudian.
“Xixi, di cariin kak Chen di depan.” Ucap Bulan baru pulang membeli sarapan.
“ha, udah datang?” jawab Xixi yang sedang berdandan.
“mau kemana?” tanya Xuxu baru keluar dari kamar mandi.
“kencan.” Ucap Xixi dengan bahagia.
“hati – hati.” Ucap Bulan mengingatkan. “Xu, ini pesanan kamu.” Bulan menyerahkan makanan yang Xuxu pesan.
“makasih, tau tidak Lan, sejak bersama kamu kami tidak pernah makan daging babi dan minum.” Ucap Xuxu, mengeluh.
“maaf.” Bulan merasa tidak enak.
“ah tidak masalah, nanti tahun baru saya akan makan sepuasnya.” Jawab Xuxu merangkul Bulan. “saya Cuma bercanda.”
“kita di sini menghargai kamu, seperti kamu menghargai kamu.” Tambah Xixi yang telah siap untuk pergi. “kalau begitu saya pergi dahulu.” pamit Xixi.
“hati hati.” Teriak Bulan dan Xuxu.
“okeh,”
__ADS_1
“ayo kita makan.” Ajak Xuxu yang sudah duduk di bangku membuka bungkusan makanan.
“ayok.” Bulan kemudian duduk dan membuka bungkusannya.
“eh hari ini kamu ada acara apa?” tanya Xuxu kepada Bulan.
“hari ini tidak ada, saya mau jalan – jalan keluar.” Ucap Bulan.
“oh. Umm oh iya teman saya punya toko buku dia sedang mencari karywan kamu mau?” tanya Xuxu.
“boleh.” Jawab Bulan.
“kalau begitu nanti saya hubungi dia.”
“terima kasih Xuxu.” Bulan memeluk Xuxu dengan tersenym bahagia.
“jangan berterima kasih dahulu, belum tentu dapat.”
“terima kasih sudah membatu mencarikan pekerjaan, masalaih di terima atau tidak itu tergantung.” Ucap Bulan melepaskan pelukannya.
Bulan dan Xuxu melanjutkan makan.
Bulan pergi jalan – jalan, kerena hari ini cuti bersama jadi kampus libur.
“umm enaknya kemana ya?” Bulan berjalan keluar asrama dengan pakain lengkapnya. Berjalan menuju jalan raya. Orang – orang lokal menatapnya karena di musim panas begini Bulan memakai baju tertutup dari atas kepala sampai kaki.
“wah lihat gadis itu, apa dia tidak kepanasan.”
“iya benar, padahal cuacanya sangat panas.”
Bulan hanya tersenyum mendengar ucapan orang orang di jalan.
Saat dalam perjalanan Bulan melihat seorang wanita paruh baya sepertinya selesai berbelanja, kantung belanjaannya robek dan buah – buahnya berserakan. Bulan membatu wanita itu.
“ini tante, saya bantu.” Ucap Bulan sambil memungut buah dan sayur yang berserakan.
“ah terima kasih, ini kantong belanja saya sobek dan saya tidak bawa tas lagi.” Ucap wanita paruh baya tersebut.
“oh sebentar tante.” Bulan mengeluarkan tas belanja ramah lingkungan yang dia selalu bawa, supaya kalau belanja tidak perlu mengunakan kantung pelsatik. “pakai milik saya saja.” Ucap Bulan membatu memasukkan buah – buah dan sayur.
“wah terima kasih.” Tante itu tersenyum bahagia.
“maaf tante perkenalkan nama saya Bulan saya dari Indonesia.” Ucap Bulan memperkenalkan diri.
“oh kamu dari Indonesia, saya nyoya Yi, panggil saja tante Yi.” Ucap tante Yi. “kamu orang Indonesia, pantas saja pakaian kamu sangat berbeda.” Tambah tante Yi.
“iya tante.” Jawab Bulan. “tante sedang belanja bulanan ya?”
“iya. Bisanya dengan anak saya, tapi dia sedikit tidak enak badan jadi dia sedang istirahat.”
“kalau begitu boleh saya bantu? Saya antar karena kebetulan saya juga sedang berjalan – jalan.” Ucap Bulan menawarkan diri.
“kalau tidak meropotkan tidak apa.”
“kalau begitu saya bawakan tante.” Bulan mengambil barang yang di bawa tante Yi
“terima kasih, biar tante bawa sebagian.” Ucap tante Yi hendak mengambil kantung belanjaan miliknya.
“biar Bulan yang bawa.” Ucap Bulan.
“tidak berat?” tante Yi takut Bulan keberatan membawa belanjaanya.
“tidak, saya biasanya juga membantu mama saya.” Ucap Bulan.
Tante Yi pun mengajak Bulan berjalan menyusuri trotoar.
“kamu di sini bekerja, liburan atau?” tanya tante Yi memulai pembicaraan.
“Bulan di sini kulaih, ikut pertukaran pelajar di kampusi ini…” jawab Bulan.
“wah kebetulan anak tante juga kuliah di situ, lain kalai kalau dia di rumah tante kenalkan.”
__ADS_1
“iya tante.”