
Dia itu suamiku part 20
Bulan berdiri mendekat di anatara papa dan mamanya.
“terima kasih pa ma. Bulan sayang kalian.” Ucap Bulan sambil merangkul papa dan mama memberi kecupan ke pipi papa dan mama.
“mama juga sayang kamu.”
“papa juga sayang kamu nak.”
“oh iya besok kamu mau buat paspor kan. papa antar ya.” Tawar papa.
“iya pa Bulan mau.” Ucap Bulan. Bulan kembali ke tempat duduknya dan makan.
Di Luoyang cina.
Qin keluar dari kamar. Membuka kulkas mengambil sebotol soda.
“亲
Qin. /qin.” Panggil mama.
“好的妈。
hao de ma / iya ma?” jawab Qin.
“你别喝酒。
ni bu hejiu ./ kamu ini jangan minum.” Tegur mama mengambil botol kaleng yang di minum Qin.
“这是可乐吗。
zhe shi ke le ./ ini air soda ma.” Ucap Qin
“我意思
wo yi se / mama kira kamu…”
“难过? 不是吗来坐。
nan gua ? bu shi ma. Lai zuo ./ sedih? Tidak ma sini duduk.” Qin mengajak mamanya duduk dan memberitaukan kalau dia istiraht dari dunia hiburan bukan karena kasus. Memang dari awal masuk kuliah dia mau mabil cui namun belum ada izin. Qin pun menjelakan kenapa dia ambil cuti lama. Dan juga mengatakan kalau dia masih perjaka. Mamanya heran karean jaman sekang kebanyakan pasti sudah pernah melakuannya dengan pasangannya.
“对妈我这处男。
dui ma, wozhe chunan. / benar ma. Qin bahkan sampai sekarang masih segel.” Ucap Qin menatap juniornya.
“你不是同志吗
nibu shi tongzhi ma? / Qin kamu benaran tidak gay kan?”
“我是男人。可是还会我的爱。
bushi ma. Woshi nanren, keshi hai hui wo de ai ./ maaaa. Qin itu laki – laki. Cuma belum ketemu saja orang yang Qin suka.”ucap Qin meyakinkan mamanya.
“好了很好。别担心。
hao le .hen hao ./baguslah kalau begitu.” Mama Qin sangat lega mendengarnya.
“bie dan xin ma ./ mama tidak usah khawatir.” Qin memeluk mama sambil menahan air mata (sekarang Qin yang akan jagain papa dan mama) batin Qin sambil mengingat kakaknya.
Di rumah Qin sejak kejadian kecelakaan foto tentang kakaknya di simpan. Qin pun mulai samar samar mengingat wajah kakaknya. Mama dan papa Qin berusaha untuk agar Qin psikologinya tidak terpengaruh karena terauma. Setelah kecelakaan itu Qin lebih dewasa dari anak seusianya. Dan dia tidak pernah mengeluh kepada kedua orang tuanya. Orang tuanya pernah membawa ke dokter. Dokter bilang kalau Qin terauma.
“要不要你回家吗?
yao bu yao ni hui jia ma? / Qin bagaimana kalau kamu pidah ke sini saja?” tanya mama.
“不要吗。
__ADS_1
bu yao ma. / tidak perlu ma.” Ucap Qin melepas pelukannya. Lalu mengantar mama pergi ke kamar mama.
Setelah Qin melihat mama masuk kamar Qin lalu berjalan menuju kamarnya.
“好如何。
ma ruhe? ma bagaimana?” tanya papa yang sedang duduk di kasur sambil membaca buku.
Mama duduk di sebelah papa lalu menceritakan alasan yang di berikan Qin tadi.
“我们可以安静。
women keyi an jing. / kalau begitu kita bisa tenang.” Ucap papa setelah mendengar apa yang mama bicarakan.
Indonesia di jawa
Di kamar Bulan yang ketawa ketiwi melihat ponselnya.
Kiss : [你在干嘛?nizai gan ma? / lagi apa?]
Yue : [我在安排纸wo zai an pai zhi. / lagi urus beberapa berkas]
Kiss : [什么纸shen me zhi? / berkas apa?]
Yue : [去洛陽qu Luoyang. / buat keberangkatan]
Kiss : [Kiss mengirim anda angpau]
Yue : [这是zhe shi ? apa ini?]
Kiss : [给你gei ni. / untuk mu.]
Yue : [多少duo shao / banyak banget]
Bulan terkaget melihat angpau yang di beri Kiss biasanya hanya memberi koin untuk langanan Vip aplikasi. Namun kali ini Kiss memberi angpau yang bisa di tarik tunai.
Kiss : [给你礼物gei ni liwu. / iya hadiah kecil]
Yue : [我不可以应wo bu keyi ying. / saya tidak bisa menerima]
Kiss : [给你因为你要去洛陽gei ni yin wei ni yao qu Luoyang / ini sebagai hadiah karena kamu mau ke Luoyang]
Yue : [可是这是很多少吧?keshi zhe shi hen duo shao ba? tapi ini terlalu banyak]
Kiss : [没事tidak apa – apa. ]
Yue : [好吧谢谢hao ba xie xie. / kalau begitu terima kasih.]
Kiss : [我等你wo dong ni. / saya tunggu]
Bulan tersenyum dia tidak menyangka mendapat 5000 yuan berati hampir 10jt lebih kalau di rupiahkan. Bulan hanya geleng – geleng kepala. Kiss sering memberi hadiah lewat aplikasi juga tap biasanya Cuma 50 – 100 yuan. Tapi kali ini Kiss memberi 5000 yuan.
Dalam hati Bulan bahagia juga takut andai kata Kiss orang jahat atau semacamnya.
“sudah lah. Nanti di fikir nanti.” Ucap Bulan lalu seperti biasa dia melakukan ritual sebenum tidur.
Keesokan paginya.
“pagi pa ma.” Sapa Bulan yang sudah rapi.
“rapinya kan Cuma mau buat paspor.” Kata papa.
“iya biasanya pakai hoddi.” Tambah mama.
“Bulan mau datang ke acara wisuda temen Bulan jadi sekalian.” Ucap Bulan.
“ya sudah sarapan dulu.” Mama mengambilkan nasi ke piring Bulan.
__ADS_1
“makasih ma.”
Luoyang Cina.
Qin sekarang karena sudah mendapat cuti dari agensi sekrang dia mengambil kelas siang. sambil menunggu siding selanjutnya.
“爸妈早上好。pa ma zao shan hao ./pa ma pagi.” Panggil Qin yang sudah rapi hendak berangkat ke kampus.
“你要去了吗?ni yao qu le ma? / sudah siap ya?” tanya mama.
“对妈dui ma./ iya ma.” Qin menyantap sarapan mamanya tanpa ada beban. Ya memang tidak ada beban.
Di Indonesia jawa.
Setelah selesai sarapan Bulan menunggu papa di depan rumah.
“sudah siap?” tanya papa yang baru keluar dari rumah membawa kuci mobil.
“udah pa.”
“tidak ada yang ketinggalan kan?”
“sudah beres pa aman.” Ucap Bulan masuk ke dalam mobil.
Sesampainya di kantor pembuatan paspor. Petugas hanya geleng – geleng karena seharusnya datang sebelumnya karena harus menunggu tiga sampai empat hari. Sedangkan Bulan akan berangkat kurang 6 hari.
“adik ini. Mau berangkat minggu depan baru buat paspor dan visa hari ini.” Ucap petugas.
“maaf pak mana saya tau kalau prosesnya akan sedikit lama. Saya kira langsung jadi gitu.” Ucap Bulan.
“iya ada yang bisa langsung jadi tapi ada juga yang harus menunggu pesetujuan.” Ucap petugas sambil memeriksa berkas yang Bulan bawa. “baik berkas sudah lengkap silakan masuk ke dalam.” Ucap petugas.
Setelah selesi petugas memberitauhukan bahwa jika paspor dan visanya jadi akan langsung di kirim.
Setelah selesai Bulan pergi ke kampus untuk manghadiri acara wisuda Wahyu.
“makasih pa.” ucap Bulan turun dari mobil mencium tangan papa dan pergi.
Di tempat wisuda berlangsung.
“Bulan.” Panggil Wahyu dari kejauhan.
“kak. Assalamualaikum kak. Oh Aira Wardah dan Nana belum sampai ya?” tanya Bulan mencari – cari temannya.
“saya tidak melihatnya.
Grup pesan 4ABWN
Bulan : [hello kalian di mana?]
Aira : [saya ada kelas]
Wardah : [maaf tidak ikut]
Bulan : [@nana jangan bilang kamu juga sibuk?]
Nana : [saya otw]
Bulan menunggu Nana. Dari kejauhan tempak Nana yang berjalan mulai mendekat.
“Assalamualaikum maaf macet.”
“waalaikum salam warahmatullah hiwabarokatu” jawab Bulan dan Wahyu.
“ini kak selamatnya?” ucap Nana. Melihat Bulan tidak membawa apa apa “ini dari Nana dan Bulan.” Tambah Nana.
“iya terima kasih.” Wahyu mengajak Nana dan Bulan untuk ke tempat lain.
__ADS_1