Dia Suami Cinaku

Dia Suami Cinaku
DIS part 39


__ADS_3

Dia itu suamiku part 39


Wangzi membagikan tiket ke semuanya.


“kamu ikut?” tanya Qin kepada Wangzi.


“tentu lah. Jarang – jarang kita ke taman hiburan.” Ucap Wangzi memakai gelang tiket miliknya.


“kamu bilang ini permainan anak – anak.” Ucap Qin.


“bukannya kau yang bilang boss?” ucap Wangzi menyindir Qin yang semalam meminta saran kepada Wangzi ingin mengajak Bulan ke mana.


Kemarin malam.


“Wangzi.” panggil Qin. Mereka sedang bermain Vidio game di ruang tengah Qin.


“apa boss.” Wangzi yang memegang stik Ps “kiri – kiri.”


“enaknya ngajak cewek pergi pertama kali kemana?”.


Seketika Wangzi menatap Qin. “bosss mau ngajak siapa?”


“bukan urusan kamu.” Jawab Qin. “yes menang.” Qin mengalahkan Wangzi


“curang ini, sengaja kan kamu boss.” Ucap Wangzi kesal.


“kamu aja yang selalu kalah jika dengan saya.” Ucap Qin tersenyum bahagia. Bangga karena menang dari Wangzi. “cepat bantu saya.” Ucap Qin.


“ke restoran mahal.” Jawab Wangzi. “padahal Boss biasa main film, ambil pelajaran kan bisa dari film yang di adegan kan.” Gerutu Wangzi.


“susah, kelamaan harus cari yang halal.”


“enaknya sih ketaman gitu.”


“ah ngebosenin.”


“ke taman hiburan biar seru terus ke rumah hantu.”


“ah kayak anak – anak.”


“terserah deh boss. Minta saran di kasih malah di tolak.” Tegas Wangzi kesal.


“carikan taman hiburan yang cocok buat berdua.” Ucap Qin meminta Wangzi.


“ini boss, yang lagi di sukai anak muda.” Wangzi menunjukkan taman hiburan yang lagi viral.


“kalau begitu kesini saja. Kamu jangan ikut.”


“iyaa bosss.”


“bukannya kau yang bilang boss?” ucap Wangzi menyindir Qin yang semalam meminta saran kepada Wangzi ingin mengajak Bulan ke mana.


“kapan saya bilang begitu.” Ucap Qin.


Setelah membeli tiket mereka masuk.


“waaah. Waaah. Bagus kayak yang di iklankan.” Ucap Bulan terpukau dengan isi taman Hiburan.


“santai aja.” ucap Xixi. “jangan kayak tidak pernah kesini.”


“emang tidak pernah.” Jawab Bulan.


Xixi dan Chen saling bergandengan, sedangkan Bulan bersama Xuxu juga bergandengan.

__ADS_1


“Bosss.” Ucap Wangzi memberi tangannya.


“ck..” Qin pergi mengikuti Bulan.


Mereka mencoba semua wahana di taman hiburan tersebut.


Tiba di rumah hantu.


“kita kesini aja.” ucap Qin.


“tidak.” Bulan menolak.


“apa kau takut?” tanya Qin.


“hmm siapa takut.” Ucap Xuxu menarik Bulan masuk ke dalam.


“jangan masuk sini lah.” Ucap Xixi menarik Chen.


“tidak apa kan ada saya.” Chen memegang tangan Xixi.


“suuut.” Qin mengkode Wangzi supaya bersama Xuxu.


“apa?” tanya Wangzi yang tidak faham.


“itu, kamu sama Xuxu. Biar saya sama Bulan.” Ucap Qin lirih.


“oh oke – oke.” Wangzi faham dan mengacungkan oke dengan jarinya.


“kamu dengan saya.” Wangzi menarik Xuxu ke belakang. Melihat itu Qin langsung maju menempati tempat Bulan.


Mereka masuk berpasangan Qin dengan Bulan, di susul Wangzi dengan Xuxu, kemudian Xixi dengan Chen.


Di pintu pertama tidak ada apa – apa hanya ada gumpalan asap yang banyak memenuhi ruangan ketika mereka pertama kali masuk dengan suara – suara horror yang mengiringi.


“takut?” tanya Qin kepada Bulan meminta. “ini..” memberikan lengannya untuk berpegangan.


“hii takut.” Ucap Xuxu memegang jas Wangzi.


“tenang ada saya.” Ucap Wangzi memberikan lengan kepada Xuxu.


“kamu takut?” tanya Chen kepada Xixi.


“tidak kan ada kamu.” Ucap Xixi tersenyum kepada kekasihnya.


Menuju ke ruangan kedua. Di ruangan kedua tampak tidak ada apa- apa hanya ada lampu yang menyala berwarna merah. Dengan awan hitam di atas langit – langit.


Duuuuuuuaaar…. Suara Guntur beserta kilat keluar setelah mereka melangkah ke dalam.


Bulan yang kaget berlindung ke tubuh Qin. Memegang lengan Qin, bukan tidak takut hanya saja dia kaget mendengar suara Guntur.


(kan dia takut.) ucap Qin tersenyum lebar karena Bulan memeluknya.


“maaf.” Ucap Bulan melepaskan cengkeramannya.


“tidak apa.” Ucap Qin menahan cengkraman Bulan. “lebih baik kamu pegang, di dalam lebih menakutkan.” Ucap Qin.


“tidak perlu terima kasih.” Ucap Bulan melepas pegangannya.


(lihat saja di dalam. Kamu akan memeluk saya lagi.) batin Qin.


Sedangkan Xuxu mencengkram kuat lengan Wangzi karena Guntur yang dia dengar.


Begitu juga Xixi memegang erat tangan Chen karena kaget.

__ADS_1


Di ruang ketiga. Mereka semua di kagetkan dengan kepala boneka yang tiba tiba terlepas dari badannya.


“Astagfirullah.” Ucap Bulan karena kaget. Melihat tepat di sampingnya.


Qin hampir lari kerena terkejut.


Sampai di ruang ke empat mereka melewati jembatan yang bawahnya seperti magma panas yang menunggu mereka jatuh. Di sini Qin memegang erat lengan baju Bulan.


“tunggu saya.” Ucap Qin. Sedikit gemetar melihat suasana ruang yang begitu mencengkram, dia takut kalau ada kepala yang jatuh lagi.


“takut?” tanya Bulan melihat Qin yang memegang lengan bajunya.


“tidak, saya Cuma memastikan kamu aman.” Ucap Qin menutupi rasa takutnya dengan alasan.


Bulan hanya tersenyum mendengar alasan Qin yang menolak bahwa dia ketakutan.


Sampai di ruang terakhir. Di ruangan terakhir, ruangannya seperti di guncang dan seperti ruangan hendak runtuh dan juga keluar beberapa hantu dari ruangan tersebut. Qin seketika langsung memeluk Bulan.


Bulan yang tidak tingginya 160 dan Qin yang tingginya hampir dua meteran. Bulan wajah bulan tepat di depan leher Qin yang terlihat indah. “Astagfirullah.” Ucap Bulan memalingkan pandangan. Hendak melepaskan pelukan Qin. Namun di tahan oleh Qin.


“haduh ayo kita keluar.” Ucap Bulan melepas pelukan Qin menarik tangan Qin untuk keluar dari ruangan itu.


Mereka pun berhasil keluar.


“akhirnya…” ucap Xuxu dan Xixi lega.


Qin terdiam melihat Bulan yang masih memegang tangannya..


“maaf.” Ucap Bulan melepas tangan Qin.


“tinggal beberapa wahana terakhir.” Ucap Xuxu melanjutkan perjalanan mereka menyusuri taman hiburan.


Tiba di wahana bombom car.


“ayo.” Ucap Bulan kepada Qin.


Qin hanya menatap Bulan.


“Boss.” Ucap Wangzi menahan Qin.


“tidak apa.” Jawab Qin kemudian menyusul Bulan.


Sebelum memasuki wahana mereka diwajibkan memakai helem di loket pintu masuk.


Terlihat pucat di wajah Qin, bercampur keringat.


“kamu dengan saya.” Ucap Wangzi kepada Xuxu.


“saya mau dengan Bulan.” Jawab Xuxu.


“dengan saya saja.” Wangzi menarik Xuxu untuk naik bersamanya.


Dengan terpaksa Bulan menaiki bombom car dengan Qin. Mereka mulai bermain, selah beberapa menit. Wajah Qin terlihat pucat, setelah beberapa kali caranya di tabrak oleh pengunjung lain.


“Bulan menepi.” Ucap Qin lirih hampir tak terdengar.


“apa?” tanya Bulan.


“menepi.” Qin wajahnya sudah pucat bercampur keringat.


Mendengar apa yang di ucapkan Qin Bulan segera menepi ke pinggir arena.


“kamu kenapa Qin.” Tanya Bulan melihat Qin yang hampir pingsan.

__ADS_1


“saya sedikit pusing.” Ucap Qin memegang kepalanya.


“Qin jangan menakuti ku.” Ucap Bulan menatap Qin.


__ADS_2