
Dia itu suamiku part 8
Sesampainnya di masjid tempat kajian.
“Assalamualaikum Aira.” Panggil Bulan.
“waalaikum salam kalian. Sini sini.” Ucap Aira menyambut temannya.
“Nana kalau pakek hijab cakep ya.” Puji Aira.
“iya. Saya tadi juga terkejut melihat kecantikannya. ” Tambah Wardah.
“terima kasih. Nanti saya coba pelan – pelan memakai hijab.” Jawab Nana.
“ust soleh datang.” Ucap Wardah yang selalu heboh kalau ust Soleh datang.
“ oh itu.” Ucap Nana melihat ust Soleh.
“eh jangan jatuh cinta dia hanya punyaku.” Ucap Wardah. Melarang Nana menatap lama – lam ust Soleh.
“heleh.” Jawab Bulan.
“udah diem mau di mulai.” Ucap Aira menenangkan suasan.
“ASSALAMUALAIKUM WR WB ALHAMDULILLAH PUJA DAN SYUKUR SENANTIASA KITA PANJATKAN KEPADA ALLAH SHOLAWAT DAN SALAM KEPADA RASULULLAH MUHAMMAD SAW
TEMEN-TEMEN KALIAN ISLAM YANG DI RAHMATI ALLAH ,” salam Ust Soleh.
“waalaikum salam warohmatullahi wabarokatu.” Jawab para jamaah.
“ .. BAGAIMANA CARA MENAIKKAN KEIMANAN KARENA KEIMANA KITA SERING NAIK TURUN ALIMANUN YAZID WAL YANGKUS
RASULULLAH NYAMPAIN KEPADA KITA IMAN ITU BISA NAIK DAN TURUN
ARTINYA BUKAN KALAU NAIK BERIMAN KALAU TURUN KAFIR BUKAN
TAPI PENGARUH KEIMANAN ITU BISA JADI TINGGI BISA JADI RENDAH
APA KATA PARA ULAMAK YAZID BITTOAH WALYANGKUS BILMAKSIYAH SESUNGGUHNYA KEIMANAN ITU AKAN NAIK BESAMA DENGAN KETAATAN DAN AKAN TURUN BERSAMA DENGAN KEMAKSIATAN.
APA DOANYA ALLAHUMMA PAKSAAAAIIIIIIN.
NAIKNYA DENGAN TAAT TURUNNYA KARENA MAKSIAT JADI BANYAAIN TAAT. KETIKA KITA MERASA JAUH DARI ALLAH ITU MINGKIN IMAN KITA SEDANG TURUN KALAU SUDAH MERASA SEPERTI ITU SEGERA BERAMAL BAIK. MESKI BERAT PAKSA. CONTOHNYA KETIKA KITA MENDENGAR AZAN PASTI HATI KITA JIKA MASIH BERSIH AKAN TERGERAK UNTUK SEGERA MELAKUKAN SOLAT TEPAT WAKTU MAKA JANGAN TUNDA ITU PERTANDA BAHWA ALLAH MEMANGGIL KITA…” jelas ust Soleh.
“wah tidak selain ganteng. Materinya juga mudah di fahami ya.” Ucap Nana terpesona.
“hussst tidak boleh. Dia calon suami saya.” Ucap Wardah mengingatkan Nana.
“hussst kalian.” Ucap Bulan menghentikan pertikaian mereka.
“kalian ini dengerin biar ilmunya bermanfaat. Biar dapat barokah dari kajiannya.” Tambah Aira yang mulai sebal mendengar pertikaian temannya.
“.. baik sekalian saya akhiri kucing belang di bawa bambang .” pantun ust Soleh.
“cakep .” jawab Jamaah dengan acungan jempol.
__ADS_1
“tidak lupa untuk beli pakan.” Tambah pantun ust soleh.
“boleh…” ucap para Jamaah semakin kencang dari pada jawaban sebelummnya.
“siapa yang masih bimbang . mohon silakan ajukan pertanyaan.” Ust Soleh mempersilakan para jamaah mengajukan pertanyaan.
“ust ada pertanyaan lewat kertas boleh.” Tanya panitia berbisik kepada ust Soleh.
“tidak apa.” Ucap ust Soleh mengambil kertas yang di berikan panitia.
“baik ibu – ibu ini saya mendapatkan pertanyaan rahasia .” ust Soleh menujukkan selembar kertas kepada para jamaah.
Para jamaah ber antusias mendengar pertanyaan yang di dapat kan ust Soleh.
“boleh saya baca ini ?” ucap ust Soleh tidak yakin dengan pertanyaan di ajukan.
“silakan ust.” Jawab para jamaah.
“tapi sepertinya tidak perlu.” Ust Soleh tertwa kecil karena membaca pertanyaan yang di ajukan di kertas.
“usstaaaat.” Keluh para jamaah yang merasa di prank ust Soleh.
“baik lah saya bacakan. Ust saya hamba Allah ingin mengajukan pertanyaan. Saya seorang baru lulusan S1 jurusan PAI innsyaallah saya siap menikah dan bisa menjadi istri yang solehah. Pertanyaan saya apakah ust mau menjadi suami saya.” Ucap ust Soleh membaca pertanyaan yang di dapat dari seorang jamaah.
“tidak….” Jawab para jamaah yang mendengar.
“heh siapa yang berani ngajuin pertanyaan seperti itu.” Ucap Wardah kepada temannya lirih.
“ya mana kita tau.” Jawab Teman Wardah serentak.
“baik – baik pertama kita ucapkan syukur dan selamat kepada hamba Allah ini. Dan anda mendengar jawaban dari para jamaah. Menurut saya jawaban jamaah mewakili jawaban saya untuk saat ini. Dan saya juga sebentar lagi akan melanjutkan S2 di turki.” Jawab Ust Soleh dari pertanyaan hamba Allah yang menanyakan pertanyaan di luar dugaan.
“Assalamualaikum ust.” Salam Bulan the gang.
“Waalaikum salam warahmatullah hiwabarokatu.” Jawab Ust Soleh.
“ust bener mau ke turki?” tanya Bulan.
“iyaa mungkin bulan depan.” Jawab Ust Soleh.
Bulan dan ust Soleh masih termasuk kerabat dan mereka dari kecil bisa di bilang dekat. Kakek ust Soleh yang dari pihak ayah adalah kakaknya kakek Bulan dari pihak Ibu.
“berapa lama ust?” tanya Wardah sedih mendengar ust Soleh hendak pergi.
“kurang tahu .” jawab ust Soleh yang juga tidak tau berapa lama dia akan pergi ke turki.
“jadi kalau ust Soleh pergi yang gantiin ust kajian siapa?” tanya Aira.
“nanti mungkin kakak saya ust Reza dia baru pulang dari Maroko.” Jawab ust Soleh.
Mereka sedih karena ust Soleh hendak pergi. Eh bukan ust Soleh hendak menuntut ilmu jadi mereka lama akan jumpa kembali.
Sepulang dari kajian.
“yah ust Soleh mau ke Turki.” Keluh Wardah. Dengan wajah sedihnya. Berusaha tetap tertawa.
__ADS_1
“sabar kalau jodoh tak akan kemana kok tenang .” Bulan menenangkan sahabatnya.
“susulin aja ke turki.” Ucap Nana yang terbiasa mendapat ide konyol tapi masuk akal.
“iya nanti kita cari beasiswa.” Tambah Bulan.
“aaaaah.” Rengek Wardah.
“kalau gitu saya pulang dulu ya. Assalamualaikum warahmatullah hiwabarokatu.” Pamit Nana kepada Bulan dan Wardah.
“Walaikum salam warahmatullah hiwabarokatu. Hati hati.” Ucap Bulan dan Wardah sambil melambaikan tangan.
“eh kamu itu bener suka sama kak Soleh?” tanya Bulan.
Karena masih kerabat Bulan biasa memanggil ust Soleh dengan sebuta Kakak.
“kamu kira boongan.” Ucap Wardah dengan tegas.
“tapi jarak kalian cukup jauh loh. Kak Soleh tu seumuran kak Vando.” Ucap Bulan.
“umur hanyalah angka dan cinta adalah anugrah.” Ucab Wardah mulai bersyair.
“heleh jangan mulai ya. Liat jalan jangan sampei masuk got.” Ucap Bulan mengoda Wardah.
“kamu tu yang dulu naik motor terus masuk got. Udah udah lagi nyetir jangan ganggu..” balas Wardah. Yang sedang memboceng Bulan dengan motor Bulan.
“iya – iya bawel.” Jawab Bulan memeluk sahabatnya dari belakang.
(apa saya bilangin bibi Ami ya?) batin Bulan.
Bibi Ami adalah ibu ust Soleh dan ust Soleh adalah anak terakhir dari empat bersodara anak pertamdan kedua sudah menikah, anak ketiganya ust Reza dan terakhir ust Soleh.
(heleh jangan lah. Nanti kalau sama ust Soleh di tolak kasiha Wardah. Biar takdir yang akan menyatukan mereka.) batin Bulan yang untuk temannya yang ada di depannya memboncengnya.
“udah sampai makasih ya Bulan.” Ucap Wardah turun dari motor Bulan.
“oke sama – sama. Semangat inget kalau jodoh kagak kemana. Kita bukan bertemu lalu berjodoh. Tapi karena berjodoh kita bertemu.” Ucap Bulan menyemangati sahanabtnya yang galau hendak di tinggal pergi pujaan hatinya.
Sesampainnya di rumah Bulan.
“Assalamualaikum warahmatullah hiwabarokatu.” Ucap salam wardah dengan nada khasnya.
“waalaikum salam warahmatullah hiwabarokatu. Udah pulang. Lah Nana?” tanya Mama.
“nana langsung pulang ma.” Ucap Bulan.
“owalah.”
“ma ma.”
“hmmm”
“ma. Kak Soleh mau pergi ke Turki ya?” tanya Bulan.
“iya.” Jawab mama mengetahui.
__ADS_1
“ih mama kok tidak kasih tau Bulan?” ucap Bulan sedikit merengek.
“mama aja juga baru di kasih tau kakak kamu ini tadi. Kata kakak Soleh baru dapet beasiswa jadi dia juga baru bilang paman dan Bibi.” Ucap mama memperjelas.