Dia Suami Cinaku

Dia Suami Cinaku
DIS part 3


__ADS_3

Dia itu suamiku part 3.


Satu persatu oleh Mr. Zhao di panggil dan mengenalkan diri.


“baik anak-anak sampai jumpa minggu depan. Jangan lupa peraturan yang saya sebutkan.” Ucap Mr. Zhao.


“baik Mr.” jawab murid-murid serentak.


Setelah selesai kelas.


“eh hari ini jadwal kajian ust Soleh kan.” Tanya Wardah.


“iya. Kamu kalau tentang ust Soleh aja langsung gercep.” Goda Bulan.


“ya bagaimana ust Soleh ngangenin.” Ucap Wardah.


“istigfat ya Allah astagfirullah.” Bulan menepuk punggung Wardah.


“iya astagfirullah.” Wardah yang langsung istigfar karena memikirkan ust Soleh.


“nanti seperti biasah ya.” Ucap Bulan.


“oke aku tunggu di depan rumah. siap pokok.” Jawab Wardah.


“Bulan, Wardah.” Panggil Aira dari ke juhan.


“hay.” Jawab Bulan dan Wardah.


“eh hari ini datang kan?” tanya Aira.


“ust Soleh?” tanya Bulan.


“umm.” Jawab Aira menganggukkan kepala.


“ya pasti lah. Kita Ust Soleh mania. Ha ha ha.” Ucap Bulan.


“kalau begitu aku pergi dulu ya. Sampai jumpa nanti di kajian.” Ucap Aira karena rumah mereka tidak searah.


“iya sampai jumpa.” Ucap Bulan dan Wardah.


“kenapa kamu?” tanya Wardah kepada Bulan.


“nunggu YiXioaQin.” Jawab Bulan lemas.


“lagi?” tanya Wardah.


“dui a / iya lah.” Jawab Bulan dengan logat mandarinnya.


“kamu ini. Halunya ke jauhan. Nanti jatuh sakit.” Ucap Wardah menasehati sahabatnya.


“kalai menurut aku ya. Lebih baik suka sama yang memang tidak bisa di gapai. Biar tidak ada peluang pacaran.” Ucap Bulan menjawab nasehat sahabatnya.


“tidak tau lah. Aku sudah tidak sanggup menasehatimu lagi.” Wardah mengheleng nafasnya.


“eh tau tidak. Aku dengar-dengar di kampus kita bakal ada pertukan pelajar apa lagi di jurusan kita Hubungan Internasional. Aku berharap ke Tiongkok” Ucap Bulan.


“mau cari apa. Mending ke Mesir atau Turki. Yang jelas keagamaannya sangat bagus.” Jawab Wardah.


“yak an Cuma keinginan. Andai bisa ke Turki atau Mesir tetap bahagia lah aku. Karena cina kan termasuk Negara maju dan berkembang.” Tambah Bulan.


“kalau kamu cari itu. Kenapa tidak ke Jepang?.” Tanya Wardah.


“ya aku maunya ke cina kok.” Jawab Bulan.


“bilang aja mau ketemu Qinqinmu itu. Meski ke Tiongkok pun belum tentu kamu bertemu.” Ucap Wardah.


“iya iya. Biarkanlah sahabatmu ini bahagia dengan halunya.” Ucap Bulan.


“iya-iya yang paling halu.” Jawab Wardah mencubit pipi Bulan.


Sesampainya di rumah.


“Assalamualaikum warahmatullah hiwabarokatu ma.”


“waalaikum salam warahmatullah hiwabarokatu sayang. Udah pulang?” tanya mama.


“iya ma.”


“makan dulu.”


“nanti ma. Bulan mau ke kajian ust Soleh.”


“ya udah hati-hati ingat jangan kebut kebutan.”


“iya ma. Kapan sih Bulan kebut-kebutan.?”


Mama menatap bulan.


“liat itu sepion motor udah ganti berapa kali.” Ucap Mama mengingatkan.


“hehe iya-iya ma. Bulan ingat.” Sambilnya memeluk mama.


“ya udah bulan ke atas dulu mau ganti baju.” Ucap Bulan lalu pergi kekamarnya.

__ADS_1


Sesampainya di kamar.


“wah lumayan pertama kuliah rasanya massyaallah banget. Tapi tetap harus Allhamdulillah.” Grutu Bulan sambil memlikih pakaian untuk kajian.


Sesampainya di masjid.


“eh eh. Ust Soleh datang.” Ucap Wardah.


“iya udah lihat aku.” Ucap Bulan.


Ust Soleh memulai kajiannya.


“Assalamualaikum warahmatullah hiwabarokatu. Ibu-ibu kakak-kakak dan adik adik.”


“waalaikum salam warahmatullah huwabarikatu ust soleh.” Jawab jamaah.


“…pertemua lalu kita telah membahas tentang biodata Muhammad Al Fatih atau di sebut Mehmed dua. Saya bahas kembali intinya. Muhammad Al Fatih lahir pada 30 maret tahun 1432 di Edirne, Turki. Orang tuanya bernama Murad II dan Huma Hatun. Dia mempunyai keahlian dalam bidang ketatanegaraan, sains, matematika dan menguasai enam bahasa. Sultan Mehmed II yang telah menjadi raja ketika umurnya masih baru menginjak usia 12 tahun.


Sekarang kita lanjutkan pembahasan tentang julukannya yaitu SANG PENAKLUK. Julukannya yang di peroleh karena berhasil menaklukkan Konstantinopel pada usia 21 tahun tepatnya pada tahun 1453. Hebatnya keberadaan Mehmed II ini telah di sebutkan oleh Rasulullah bahwa kota konstantinopel akan jatuh ke tangan islam. Pemimpi yang menaklukkan adalah sebaik-baik pemimpin dan pasukannya yang berada si bawah komandannya adalah sebaik-baik pasukan.


Dari sudut pandang Islam. Muhammad Al Fatih di kenal sebagai seorang pemimpin yang hebat dan tawadhu. Belau merupakan anak didik Syekh Syamsuddin yang masih merupakan keturunan Abu Bakkar As-Siddiq. Muhammad Al faith dari kecil telah didik secara intensif oleh para ulamak terkemuka di Zamannya…” ust Soleh menceritakan dengan rinci tentang Muhammad Al-fatih.


Di sisi Bulan dan temannya.


“mau deh punya anak kek Al-fatih.” Ucap Bulan.


“sama aku juga mau.” Tambah Aira pada ucapan Bulan.


“mau jadi istri Ust Soleh.” Ucap Wardah yang membuat kedua temannya langsung menatapnya dengan tatapan kaget.


“selalu jawabbnya beda dari kita ya Ai.” Ucap Bulan kepada Aira.


“iya kita yang focus ke cerita eh dia fokusnnya ke yang bercerita.” Tambah Aira.


“udah-udah kita dengerin jangan ngobrol sendiri.” Tegur Wardah yang masih terpesona melihat ust Soleh.


Mendengarkan kembali kajian Ust Soleh.


“…. Dan kita harus menteladani sikap dan sifat beliau. Yang saya sampaikan bukan tentang perangnya namun nentang upaya mereka yang ingin membenarkan ucapan Rasulullah SAW di masa itu….” Ucap terakhir dari ust Soleh.


“baik saya akhiri makan rujak di tambah jagung. .” Pantun ust Soleh


“cakep.” Jawab para jamaah.


“jangan lupa tambah ikan . Bila ada yang masih bingung. Silakan sebutkan.” Ust Soleh menutup kajian dengan sesi pertanyaan.


“saya-saya.” Ucap para jamaah mengacungkan tangan.


“Assalamualaikum warahmatullah hiwabarokatu ust.” Ucap ibu itu.


“waalaikum salam warahmatullah hiwabarokatu.” Jawab ust Soleh dan para jamaah.


“baik ust saya langsung bertanya.” Ucap ibu itu.


“silakan.” Ust Soleh memeprsilakan.


“Ust siapa istri Muhammad Al Fatih? Terima kasih ust.” Ucap ibu itu.


Ust Soleh tersenyum.


“baik pertanyaan ibu tadi menanyakan siapa istri Muhammad Al faith. Untuk apa ibuk?” tanya ust Soleh.


“untuk memberi nama cucu saya ust. Bayi yang di kandung anak saya berjenis kelaim perempuan.” Jawab ibu itu sembari meletakkan mic yang dia pegang.


“oh ibuk ini mau memebri nama cucunya dengan nama salah satu istri Muhammad Al fatih, baik kalau saya tidak salah istri Muhammad Al fatih ada empat yang pertama Hartic Hatum, yang kedua Mukrime Hatum. Yang ke tiga Emine Gulbahar Hatun. Yang terakhir Cicek Hatun. Itu keempat istri beliau. Baik saya Akhiri Wassalammualaik warahmatullah hiwabarokatu.” Ucap ust Soleh dan mengakhiri kajiannya.


“eh nama yang ke tiga bagus ya Emine Gulbahar Hatum. Boleh tu nanti kalau punya anak aku namai itu.” Ucap Bulan tertarik.


“his nikah dulu baru punya anak.” Jawab Aira.


“yak an rencananya. Kalau jodoh masih di tangan tuhan.” Balas Bulan terhadapan ucapan Aira.


“nanti kalau udah lulus aku mau nikah.” Ucap Wardah yang dari tadi menyeleweng dari topic pembicaraan Aira dan Bulan.


“kalau gitu sampai juma ya Bulan Wardah.” Ucap Aira.


“iyaa Waalaikum salam.” Jawab Bulan.


“he he he. Assalam mualaikum dulu lah.” Ucap Aira.


Stelah kajian.


“ayok ngopi dulu.” Tawab Bulan.


“kemana?” jawab Wardah.


“itu di warung pak koh.”


“hayuk siapa tau ust Soleh mapir.”


“halah kamu itu ust Soleh muluk.” Ucap Bulan.


“la kamu Qinqin terus.” Balas Wardah.

__ADS_1


Di Luoyang cina.


“妈我回家


/ma. Wo hui jia/ma. Qinqin pulang.” Panggil Qin yang baru masuk rumah.


“消亲


/xiao qin/ aah Xioa Qin. Sini masuk sayang.” Ucap mama Qin.


“你说你不要回家


/katanya tidak mau pulang.” Ucap Ayah yang tiba-tiba datang membawa secangkir teh.


“您啊。孩子回家 应该高兴。 你啊。


/ni a. haize jui jia yinggai gaoxing. / kamu ini. Anak pulang bukan senang.” Ucap mama membela Qin


“对啊。


/dui a./ iya papa ini. Ya ma.” Qin memanja ke pada mamanya.


“好啊你去洗澡然后吃


/hao a. ni qu xi zao. Ranhou chi./sudah sana. Mandi dulu habis itu makan.” Ucap mama qin menyuruhnya untuk memebersikan diri karena baru pulang dari Sanghai.


“你总是宠着她。


/ni zong shi chong zhe ta./mama ini selalau memanjakan bocah tengil itu.” Ucap papa.


“怎么样他是我的孩子。


zen me yang ta shi wo de haizi.bagaimana dia putraku.” Jawab mama yang memanaskan masakan.


Qinqin keluar setelah selesai mandi.


“妈妈做饭好吃。


mama zou fan hao chi./.wah masakan mama memang mantap.” Ucap Qin memuji mamanya.


“是谁做饭。 好吃。


.shi shei zou fan. Hao chi siapa dulu yang masak.” Jawab papa.


“爸爸的。


papa lah.” Jawab Qin yang sudah tau kalau yang masak selalu papa.


“你必须学会做饭。


/ni bi xu xue hui zuo fan./kamu harus belajar. Nanti kalau punya istri kamu yang masak.” Ucap mama.


“好啊妈妈.hao a ma./ iya mama.” Jawab Qin yang selalu patuh dengan mamanya.


Keesokan harinya.


Di Indonesia Jawa.


“pa ma. Bulan betangkat dulu ya. Assalamualaikum.”


“waalaikum salam hati-hati di jalan nak jangan ngebut.” Ucap papa.


“Assalamualaikum Bulan.” Sapa Ara teman kampus satu kelas.


“Waalaikumsalam warahmatullah hiwabarokatu cantik.” Jawab Bulan.


“kamu juga cantik.” Ucap Ara.


“sama kita sama-sama cantik.” Balas Bulan.


“Assalamualaikum.” Ucap Wardah yang baru datang. Dengan tergesah-gesah.


“waalaikumsalam warahmatullah hiwabarokatu.” Jawab Ara dan Bulan.


“kenapasih kok kamu tergesah-gesah.” Tanya Bulan.


“tau tidak- tau tidak?” tanya Wardah.


“apa?” tanya bulan balik.


“tadi waktu berangkat aku ketemu ust Soleh.” Ucap Wardah bahagia.


“heleh kira in apa.” Jawab Bulan. Langsung muka datar.


“ust Soleh itu siapa?” tanya Ara.


“idamannya Wardah. Yang ngisi kajian rutinan.” Jawab Bulan. Lalu masuk ke kelas


“oh.” Ara menjawab dan mengikuti Bulan.


Kelas di mulai.


“… baik kalian. Saya akan menjelaskan sedikit tentang Jurusan

__ADS_1


__ADS_2