Dia Suami Cinaku

Dia Suami Cinaku
DIS PART 4


__ADS_3

DIS PART 4


Dia itu suamiku part 4


Kelas di mulai.


“…baik kalian. Saya akan menjelaskan sedikit tentang Jurusan ini kalian pasti sudah tau kenapa kalian mengambil jurusan ini. tapi Saya akan menjelaskan sedikit tentang Jurusan yang kalian dalami. Jadi hubungan internasional adalah ilmu yang mempelajari hubungan antar Negara. Dan masa study adalah delapan semester . Lalu beberapa prospek kerja dari jurusan ini yaitu. International officer, Government relations officer, jurnalis, dosen sperti saya, lalu, politis, staf kedutaan dan duta besar yang paling banyak orang minati bagi yang suka bergosip ini bisa jadi kalian cocok..” Ucap Mr. kay bergurau.


Ha ha ha suara tawa para mahasiswa.


Setelah selesai kelas.


“eh lagi apa? Cie chatting sama pacarya.” tanya Nana teman kelas Bulan.


“kamu punya pacar Bulan.” Ucap Wardah mendekat yang mendengar ucapan Nana.


“apa sih tidak. Ini Cuma aplikasi chatting sama orang luar buat belajar.” Ucap Bulan menunjukkan layar handponnya.


“ooo yang lagi viral itu kan?” tanya Nana.


“kamu juga tau. Saya kok tidak tau.” Ucap Wardah penasaran.


“iya. Jadi dengan aplikasi ini kita bisa chatting dengan orang asing. Dan menurutku boleh.” Ucap Bulan menjelaskan.


“berbayar?” tanya Nana.


“iyaa kalau premium ya bayara. Kalau saya Cuma iseng aja.” Ucap Bulan.


“oh saya juga mau downloadlah. Ada cogan tidak?” Ujar Nana.


“ada. Ini liat, tapi jangan terlalu percaya kadang juga aplikasi begini menipu jangann terlalu percaya. Apa lagi kalai sudah meminta uang atau mengirim foto foto tidak senono atau informasi penting langsung blok aja itu pasti penipuan.” Jelas Bulan menerangkan.


Bulan dan Nana pun saling bertukar informasi.


“kalian ini.” Wardah hanya geleng geleng kepala membaca bukunya.


“eh id kamu namanya apa?” tanya Nana setelah login ke aplikasi.


“pakek yue dalam bahasa mandarin artinya bulan.” Ucap Bulan.


“nama id saya Si kecil Nana. saya add ya. Jangan lupa add balik.” Ucap Nana.


“iya.” Ucap Bulan.


“kamu udah ada yang chat?” tanya Nana.


“udah saya udah main dari kemarin sekarang saya punya teman buat ngobrol.” Ucap Bulan.


“mana mau liahat.” Tanya Nana.


“ini namanya kiss. Cuma dia tidak ada fotonya tapi kalau di ajak bertukar pendapat lumayan lah.” Ucap Bulan.


“ih tidak ada fotonya kamu tidak takut? Kalau dia jelek gimana.” tanya Nana.


“kan saya sudah bilang sayan Cuma mau belajar bahasa tidak lebih.” Ucap Bulan


Catting aplikasi.


kiss :[ 今天你怎么样?/ jintian ni zenme yang?/hari ini kamu bagaimana?]


yue : [很好。你呢?/ henhao. Nine? /cukup baik. Kalau kamu?]


kiss :[ 也很好。你很忙?ye henhao. Ni henmang? /baik juga. Apa kamu sibuk hari ini?]


yue :[ 一点儿。我要课。yi dian er. Wo you ke / sedikit. Ada kelas]


kiss : [加油./ jiayou./semangat]


yue : [谢谢/ xiexie./ terima kasih]


“iya juga sih.” Jawab Nana kepada Bulan yang mengerti maksud temannya.


“eh nanti siang ada kajian filsafat kamu mau ikut?” tanya Nana.


“ikut.” Ucap Wardah.


“kalau begitu nanti saya ambil pendaftara.” Ucap Nana.


“kita datang bersama aja.” Ucap Bulan.


“iya pasti. Tapi regeistranya lewat temanku.” Ucap Nana.


“oke lah. Kita bertiga berangkat.” Ucap Bulan.


“eh Aira biasanya suka coba tanya dia.” Ucap Wardah.


“oh iya.” ucap Bulan lalu menghubungi Aira.


[Assalamualaikum Aira.]


[waalaikum salam warahmatullah wabarokatu. Iya Bulan ada apa]


[kita mau ikut kajian filsafat mau ikut tidak?]


[ikut]


[oke nanti kita bertemu]


[siap]


[ya sudah sampai jumpa Wassalamualaikum warahmatullah wa barokatu]


[iya Waalaikum salam warahmatullah hiwabarokatu]


“siapa Aira.” Tanya Nana.


“dia teman kajian kita di kompleks.” Jawab Wardah.


“anak jurusan seni.” Tambah Bulan.


“oo. Berate kita ber empat.” Ucap Nana. Sambil mendaftarkan angota.


Selesai kuliah.


“Assalamualaikum Aira.” Panggil Bulan.


“waalaikum salam warahmatullah hi wabarokatu Bulan, Wardah, ini?” tanya Aira.

__ADS_1


“ini Nana.” Jawab Wardah.


“hay saya nana.” Ucap Nana.


“saya Aira. Salam kenal.” Jawab Aira.


“iya salam kenal.” Balas Nana.


“kalau begitu ayok kita berangkat.” Ucap Nana.


“let’s go.” Jawab Bulan,, Wardah dan Aira.


Sesampainya di kajian filsafat. Mereka duduk di tempat yang di sediakan.


“wah rame ya.” Ujar Bulan.


“iya dr. Zaid sudah terkenal di kampus.” Ucap Nana.


“apa ini dr. Zain yang biasanya di bicarakan itu?” tanya Wardah.


“iya.” Jawab Nana.


“wah.” Wardah terkagum.


“kamu kenal dia.” Tanya Bulan.


“Cuma tau sedikit.” Jawab Wardah.


Kajian pun di mulai.


“.. KALAU ADA KALAU KAMU DENGAR ORANG NGOMONG JELEK TENTANG DIRIMU DARIPADA KAMU MATI-MATIAN MEMBELA DIRI, HARUSNYA KAMU BERKATA SEBENARNYA DIA TIDA MENGENALKU DENGAN BAIK KARENA ADA BANYAK HAL LAIN YANG KELIRU YANG JELEK YANG BISA DIA SEBUTKAN, NAMUN DIA TIDAK TAU.


KALAU ADA ORANG NGOMONG JELEK TENTANG DIRIMU INGATLAH BAHWA KEJELEKANMU JAUH LEBIH BANYAK DARI PADA YANG DIA OMONGKAN CUMA DIA NGGAK NGERTI AJA, SIAPAPUN ORANGNYA…” jelas Dr. Zain.


“bener juga ya. Kalau kita tau ritme hidup pasti tidak ada masalah.” Ucap Bulan.


“iya selama ini kita kalau di hina biasanya Cuma memebela dan membuktika kalau kita begitu.” Tanggap Wardah.


“kita harus sering-sering ikut kajian kayak gini.” Ucap Aira.


“betul.” Jawab Nana.


Di Luoyang, cina.


Qin yang sedang istirahat di kamarnya apartemennya.


“老大这是你的 意义


lao da. Zhe shin ide yoyo./bos. Ini yoyo” ucap Wangzi.


“你好我的宝贝我的可爱儿子。你想爸爸吗。肯定想爸爸对吧。


nihao baobei. Wode keai erzi. Ni xiang papa ma? Kending xiang papa ba./ halo sayang. Anakku yang ganteng. Kamu rindu papa tidak? Pasti rindu lah. Papa ninggalin kamu dua minggu.” Ucap Qin.


“老大我去吧。明天你要拍照。我接起你。


laoda. Wo qu ba. Mingtian ni yao pai zhao . wo jie qi ni./bos. Kalau begitu saya pergi dulu. Besok ada sesi pemotretan. Saya jemput pagi.” Ucap Wangzi.


“好明天买早餐。


“对啊。你一定饮食。你的为已经胖了。


o dui. Ni yiding yinshi. Nide wei yijing pangle oh iya. Kamu harus diet. Perutmu udah mulai buncit.” Ucap Wangzi mengingatkan.


“好好好我明白。


Hao wo mingbai . iya.” Jawab Qin melihat perutnya padahal masih rata. Namun bentuknnya sesikit tidak seperti biasanya.


“不吃小吃啊.


bu chi xiao chi. /jangan makan cemilan.” Ucap Wangzi.


“好好好我明白。


hao wo mingbai. / iya saya tau.” Qin sudah mulai sebal.


“还有。。。


hai you../dan..” belum sempat Wangzi menyelesaikan ucapannya sudah di usir oleh Qin.


“。你可以我去了, 好了好了明白


haole ni keyi qu a. wo mingbaile. / udah pergi sana. Saya ingat semua.” Ucap Qin meminta asistennya pergi.


“好了再见。


hao le zai jian./ oke sampai jumpa.” Wangzi meninggalkan Qin.


“好啊我的宝贝。去吃。你为什么安静。 你生气爸爸吗?


hao a wode baobei. Qu chi. Ni wei shen ma anjing?. Ni shengqi papa ma? oke sayang. Anakku sekarang kita makan ya. Kenapa hari ini kamu diam. Kamu marah sama papa ha?” Ucap Qin.


Meeong meeong suara yoyo kucing kesayangan Qin.


“你喜欢吃。


ni a. xihuan chi .kalau makan aja langsung. Kamu ini.” Ucap Qin.


[对吗/dui ma?/ya ma?]


[你吃了吗/ ni chi le ma? / kamu udah makan?]


[吃了这和我的儿子 chi le. Zhe wo he wo de erzi . udah ma. Ini sama anakku]


[你要儿子 ? / nide erzi? sejak kapan kamu punya anak?] suara mama Qin kaget.


[这是 意义/ yoyo ma. yoyo ma.]


[你啊妈妈 这的 / ni a. mama zhe de. /kamu ini. Mama kira beneran]


[你要不要孙子/ ni yao bu yao sun zi? mama mau punya cucu?]


[要啊你去结婚。然后给我孙子 / yao a. ni qu jiehun. Ranhuo gei wo sunzi. /yamau. Kamu nikahlah. Lalu kasih mama cucu]


[好了好了吗我要洗澡. haole ma. Wo yao xizao. mama. Udah ma Qin mau mandi.] qin mematikan telfon.


“逃离 / taoli ./ untung aja. kalau tidak bisa bisa di jodohin lagi.” Ucap Qin mengerutu.

__ADS_1


“吃了我们看我的电影


yoyo chi le. Women kan wode dian ying. / yoyo selesai makan. Kita nonton drama baru saya.” Ucap Qin.


Indonsesia Jawa.


“wah kajian tadi bagus nanti minggu depan mau lagi.” Ucap Bulan.


“iya kita pergi lagi.” Jawab Wardah.


“iya kita berempat.” Tambah Aira dan Nana


“maaf.” Ucap seorang pria.


“iya ada yang bisa di bantu.” Ucap Bulan.


“boleh minta nomor kamu?” ucap pria itu.


“siapa saya?” tanya Bulan.


“cieee.” Soral teman-teman Bulan.


“aah apa-apaan sih kalian.” Jawab Bulan.


“iya nomor kamu?” ucap laki-laki itu.


“kamu tidak salah? Apa saya kenal kamu?” tanya Bulan.


“saya Wahyu dari kelas ekonomi syariah. Dan saya tadi melihat kakaknya di kajian Filsafat. Kalau boleh saya mau berkenalan.” Ucap Si wahyu.


“maaf kak. Saya sibuk.” Ucap Bulan pergi meninggalkan si Wahyu di susul teman teman Bulan.


“ih tidak jelas tuh orang.” Ucap Bulan.


“eh kenapa tidak di kasih. Siapa tau jodoh.” Ucap Nana.


“iya lumayan ganteng dia. Jurusan ekonomi syariah pula. Pasti soleh.” Tambah Wardah.


“biarpun ekonomi syariah kalau soleh ya dia tidak mungkin mendekati lawan jenisnya untuk urusan pribadi. Solah soleh aja kamu ini Wardah.” Tegas Bulan.


“hehe” jawab Wardah.


“kamu mau sampai kapan jomblo haluin Qin?” tanya Aira.


“ya sampai saya menemukan yang pas di hati saya.” Jawab Bulan.


“jangan pilih-pilih nanti dapet jelek.” Ucap Nana.


“hallo gays. Kita aja mau beli baju harus milih sampai pusing padahal Cuma baju. Apa lagi pendamping hidup. Inget kata ust Soleh. Nikah itu ibadah jadi cari yang terbaik. Bukan sekedar ada terus ambil.” Jawab Bulan mulai mengeluarkan kata-kata mutiara.


“udah-udah. Di hati bulan Cuma ada Qin. Jadi kita mau nasehatin pangang lebar yaa percuma.” Ucap Wardah.


“halu terusss.” Tambah Aira.


“biar. Toh kalian juga suka sama Qin kan.” ucap Bulan menujuk Nana dan Aira.


“hehe iya.” Jawab Nana dan Aira.


“kalian ini.” Ucap Wardah.


Malam di kamar Bulan.


Bulan sedang belajar. Tentang hubungan internasional.


“..secara umum ya kerja sama antar Negara yaitu unit politik secara definisi untuk menghadapi dan menyelesaikan berbagai masalah bersama…” Ucap Bulan yang sedang membaca buku pengantar.


Tok tok tok suara pintu kamar di ketuk.


“iya siapa?” tanya Bulan dari dalam kamar.


“mama sayang. Ini mama bawa makanan ringan.” Ucap Mama membawa camilan.


“masuk aja ma. Tidak di kunci.” Jawab Bulan.


“nah ini. Susu dan cemilan. Lagi belajar apa sayang?” tanya Mama.


“ini ma.” Bulan menunjukkan buku yang sedang di abaca.


“ya udah kalau begutu lanjut mama mau turun dulu.” Ucap mama berpamitan. Mencium kening putrinya.


“iya ma.” Jawab Bulan.


Mama pergi menutup pintu.


“.. arti penting hubungan internasional. Dapat menciptakan dan menjaga perdamaian serta keadilan di setiap Negara. Mencegah dann menyelesaikan konflik..” Bulan menandai bagian penting di dalam bukunya.


Cettting-cettting suara pesan masuk


Kiss : [你好你在干嘛?/ nihao. Ni zai gan ma? /halo? Lagi apa?]


Yue : [我看书.你呢?wo kan shu. Nine.? lagi baca buku. Kamu?]


Kiss : [我看电影/ wo kan dian ying /.lagi nonton.]


Yue : [看什么?/ kan shenme?/ . nonton apa?]


Kiss : [一消亲 的电影/ yixioaqi de dian ying./dramanya YiXiaoQin]


Yue : [你喜欢他的电影吗/. Ni xihua ta de dian ying ma? /wah. Apa kamu juga suka drama Qin?]


Kiss : [喜欢。怎么了?/ xihuan zen me le?. iya. Kenapa?]


Yue : [我也喜欢。 我等着她和李华电影/ wo ye xihuan. Wo deng ze ta he lihua. saya juga sangat suka. Saya menunggu dramanya yang dengan Lihua]


Kiss : [哇 /wa wah]


Yue : [好了我要学习再见/ haole. Wo yao xue xi. Zai jian./ ya sudah. Saya mau belajar lagi sampai jumpa]


Kiss : [再见/ zai jian./ sampai jumpa]


“wah tidak menyangka kalau dapat teman ngobrol yang suka dengan Qin juga.” Guman Bulan bahagia.


Di pagi hari Luoyang, China.


“老大你的早餐 / laoda ni de zao can. /bos udah siap ini sarapannya.” Ucap Wangzi.


“等我 haole deng wo. / sebentar saya ganti baju.” Jawab Qin dari dalam kamar

__ADS_1


__ADS_2