Dia Suami Cinaku

Dia Suami Cinaku
DIS PART 14


__ADS_3

Dia itu suamiku part 14


Kembali ke masa sekarang.


Bulan menatap punggung kakanya yang menutup pintu kamarnya.


“dasar kakak.” Ucap Bulan sambil tersenyum lebar.


Beberapa hari kemudian.


Di grup pesan ber4ABWN


Nana : [ helo apa kabar gays…@Bulan @Wardah @Aira.]


Bulan : [ baik]


Aira: [cukup baik dan bosen di rumah]


Nana : [mana si @wardah ini]


Bulan :[ tauk mana tu bocah]


Wardah : [helo helo gays. Apa ada apa? Kangen ya]


Nana: [hidih. Eh kalian bosan tidak sih di rumah?]


Bulan Aira Wardah : [ Bosen banget]


Nana : [ gini gini gays…. Temen saya ada yang mengajak pergi pantai lusa naik mobil dia semua sudah siap kalau kalian mau ikut? Nanti Cuma iyuran buat makan.?]


Bulan : [ ikut.]


Wardah : [ ikut lah]


Aira : [ bentar cek agenda]


Nana : [haduh orang sibuk ini]


Bulan : [ ayolah ikut @ Aira]


Wardah : [ iya nih ikut lah @Aira.]


Aira : [ oke ikut]


Nana : [ baik kalau begitu nanti saya kabari lagi ya.]


Bulan Wardah Aira : [ oke bosss qu].


Bulan memejamkan matanya supaya mengurangi rasa nyerinya sambil mendengarkan lagu.


Keesokan paginya.


Nana memberikan kabar ke temannya untuk acara ke pantai.


Bulan, Aira, Nana dan Wardah melakukan panggilan telefon.


Nana : ‘Assalamualaikum gaaaays’


Bulan, Wardah, Aira : ‘Waalaikum salam warahmatullah hiwabarokatu gimana gimana?’


Nana : ‘ jadi gini gays. Kita besok berangkat pagi datang ke rumah saya ya. Nanti berangkatnya dari rumah saya.’


Bulan : ‘ oke lah. Eh bawa apa aja?’


Wardah : ‘ iya bawa apa?’


Nana : ‘ bawa makanan ada terserah. Kalau saya bawa beberapa camilan dan bawa mie isntan.’


Aira : ‘ okelah kalau begitu.’


Nana : ‘ kita berangkat siang jadi nanti malming di pantai dan minggunya kita mandi pantai huuuu enaknya di bayangin hehe.’


Bulan : ‘ iya. Teman kamu itu siapa ?’


Nana : ‘ nanti kamu tau sediri’


Wardah : ‘ jangan – jangan gebetan?’


Aira : ‘iya mungkin pacar ya.’


Nana : ‘bukan dia adiknya mama. Anak bontot paman kecil saya.’

__ADS_1


Bulan, Wardah, Aira : ‘haaa?’ dengan nada kaget.


Nana : ‘ iya paman kecil saya ini lebih muda satu tahun dari saya. Tapi karena di aktenya sama jadi kelihatan tua dia. Padahal tua saya.’ Suara Aira menjelaskan.


Setelah mereka selesai berencana untuk pergi ke pantai besok.


“ma pa.” panggil Bulan.


“kenapa sayang?” jawab mama.


“Bulan besok mau pergi ke pantai sama temen – temen.” Ucap Bulan berpamitan kepada papa mama.


“sama siapa aja nak?” tanya papa.


“sama Wardah kok.” Ucap Bulan Wardah adalah kunci kemanapun Bulan pergi atau di sebut nama sakti.


“iya lah kalau sama Wardah. Kemana? Apa Cuma sama Wardah atau ada teman yang lain?” tanya mama.


“mau ke pantai. Sama Nana dan Aira sama pamannya Aira.” Ucap Bulan memeperjelas.


“Nana itu yang kapan lalu kemari kan?” tanya mama.


“iya ma. Dia yang kemari itu.” Ucap Bulan dengan ekspresikan memebetulkan tebakan mamanya.


“Bulan mau belaja papa antarinya.” Ucap Bulan.


“iya nanti sore – sore ya. Soalnya papa mau ke toko sebentar.” Ucap papa.


“oke yah.”


“kalau tidak sama mama aja gimana?” tawar papa.


“boleh – boleh.” Jawba Bulan kegirangan.


“ini.” Papa memberikan kartu.


“makasih pa.” ucap Bulan. Sambil melihat mama mengisyataykan ‘ma di kasih papa’


“pakek uang mama aja. yang di kasih papa masih ada.” Ucap mama karena mama juga di beri uang bulanan oleh papa.


“itu uang mama. Ini uang papa. Uang mama itu uang mama. Kalau uang papa milik bersama. Nanti kalau mama mau beli apa – apa pakek aja kartu atm papa.” Ucap papa.


“mau belanja apa saja.?” Tanya mama.


“bentar ma keliling dulu aja.” ucap Bulan sambil mendorong kereta belanja.


Beijing china.


“kamera roll action.” Ucap sutrada memulai suting.


“一举


yi ju / kamu ini sebernya mau bagaimana?” ucap Qin dengan nada marah berkata kepada kak Lulu.


“我只要你


wo zhi yao ni. / saya Cuma mau kamu.” Ucap Lulu.


“因为你富有, 你可以傲慢吗? 我要去。


yin wei ni fu yao . ni keyi ao man ma? Wo yao qu le. / hanya karena kamu kaya. Kamu senaknya saja. Tidak saya akan pergi.” Ucap Qin mendalami perannya.


“你要离开我和我们的孩子吗?


ni yao likai wo he women de erzi ma? / apa kamu akan meninggalkan bayi kita?” tanya Lulu yang menghayati perannya. Matanya berkaca – kaca.


“什么我们的孩子?


shen me women de haize? / apa anak kita?” tanya Qin dengan ekspresi terkejut.


Qin mendekat Lulu memeluk Lulu dan membelai perut pemeran protagonist.


“自从?


ji cong ? / sejak kapan?”


“昨天我。。。


zuo tian . / kemarin.”


“对不起我伤你。

__ADS_1


du bu qi. Wo shang niba? / maaf jika saya menyakitimu.” Qin menunduk berbicara dengan perut Lulu.


“好了口。


ho le kou . / oke cut.” ucap Sutrada.


“休息十分钟。


hao le xiu xi shi finzhong . / baik. Istirahat sepuluh menit.” Tambah produsen.


“ha ha.” Qin tertawa kecil.


“怎么了


zen me le? / kenapa?” tanya Lulu.


“我很高兴。我感像他是我的孩子。


wo hen gao xing. Wo han xiang ta wo de haizi. / Qin jadi ikut kebawa suasan. Rasanya bahagia kalau punya anak.” Ucap Qin.


“你去结婚吧。然后你可以的孩子。


ni qu jiehun ba. Rahuo ni keyi de haizi.cepet nikah. Lalu punya anak sendiri.” Ucap Lulu.


“lao da .. / bosss.” Wangzi memberikan minum dan buah.


“xie xie. / makasih.” Qin meminum air. Penata rias mulai memperbaiki make up Qin karena keringat.


Di Indonesia jawa.


Bulan mengambil beberapa makanan ringan dan memebeli sosis dan frozen food.


Setelah Bulan dan mama selesai belanja mereka kembali pulang ke rumah.


Sesampainya di rumah. Bulan menata perbekalannya untuk besok.


Bulan membawa perlengkapannya mulai dari makeup yang biasa dia pakai obat – obatan yang biasanya dia bawa. Tissue basah tissue kering. Dan setelan baju.


“ah sudah siap semua. Tinggal besok yang frozen food baru di keluarain dari kulkas. Sekarang di simpan dulu di kulkas.” Ucap Bulan setelah selesai prepare barang.


“eh beberapa hari ini kenapa temen chatting saya tidak ada kabar? Apa dia marah? Dan tidak mau berteman dengan saya?” Bulan menatap layar ponselnya karena kiss sudah lama tidak mengirim pesan.


Yue : [ni zai gan ma? Ni sheng qi wo ma? / kiss. kamu lagi apa? Apa kamu marah?]]


Bulan menunggu pesan namun tidak ada balasan.


“tauk lah.” Bulan marah – marah tidak jelas.


Malam pun tiba Bulan membaca buku sebelum tidur. Karena dia masih libur sholat jadi dia membaca buku. Kalau dia sholat sebelum tidur Bulan membaca Al- Quran.


Bulan beberapa kali mengecek layar ponselnya menunggu pesan dari seseorang.


“taaauk ah…” Keluh Bulan lalu dia pergi tidur.


Keesokan paginya.


Bulan seperti biasa sarapan dengan keluarganya. Setelah sarapan Bulan mengeluarkan makan yang dia letakkan di kulkas frizer.


“kakak mau dong.” Ucap Vando yang tiba – tiba datang. Vando fikir Bulan hendak mengoreng sosis.


“ini bukan mau di makan.” Ucap Bulan.


“terus?”


“mau Bulan bawa ke pantai.”


“kapan?”


“nanti siang?”


“sama siapa aja?”


“haduh kakak. Kenapa tanya mulu si mau ikut?”


“kan Cuma tanya kalik Lan.” Cetus Vando.


“mau ke pantai sama temen - temen Bulan. Wardah, Nana dan Aira.” Jelas Bulan.


“owalah.” Ucap Kakak lalu pergi.


“eh ni orang gitu aja.” keluh Bulan seperti di abaikan.

__ADS_1


__ADS_2