
Dia itu suamiku part 10
Keesokan paginya.
Bbbriiib bbbriiib suara alaram Bulan menujukkan pukul tiga pagi.
“huuuf” bulan membaca doa bangun tidur lalu mengusap matanya mengapus kotoran mata yang ada di matanya.
“aaah masih ngatuk.” Ucap Bulan merebahkan tubuhnya ke kasurnya.
“harus bangun kata kak Soleh Bismillah paksaaaaaiiiiiin. Masak udah lama masih aja belum bisa ngelawan setan ngatuk sih.” Ucap Bulan menyemangati dirinya.
Setelah bangun dengan sempurna Bulan menuju kamar mandi gosok gigi dan mencuuci muka lalu ambil air wuduh dan sholat tahajut.
Setelah selesai Sholat bulan berdoa.
“Ya Allah terima kasih atas segara yang telah engkau titipkan padaku. Kalau mau ambil kalikong dulu ya. Jangan langsung ambil nanti Bulan nyariin….Aamiin”
Sambil menunggu subuh Bulan mengaji beberapa lembar sampai azan subuh.
“Alhamdulillah sudah subuh.” Ucap Bulan lalu solat rawatib sebelum subuh. Setelah itu bari dia sholat subuh. Setelah selesai dia lanjut membaca ayat Al- Quran yang kurang beberapa ayat.
Setelah selesai. Bulan membaca buku untuk menambah pemaham. dia membaca buku yang dia baca kemarin kali ini berisi tentang.
…..INI STRATEGI IMAM GOZALI DALAM IKHYAK UNTUK MALAKUKAN TASKIATUL NAFES
ILMU DAN KEYAKINAN -- HARUS TAU ILMUNYA
APA-APA YANG SETENGAH-SETENGAH YAKINNYA GA MAKSIMAL
KALAU SUDAH ADA ILMUNYA YAKINLAH
RIYADOH -- LATIHAN
YAHYA BIN MUAZ AR-ROZI (MENJAGA MAKANAN, MENAHAN MATA, MENGENDALIKAN MULUT DAN PEMAAF)
SYEH SAHAEL (MENGEMPISKAN PERUT, MENYEDIKITKAN TIDUR MALAM , TIDAK BANYAK BICARA DAN MENJAUH DARI MANUSIA) KENAPA MENJAUH DARI MANUSIA? KARENA GODAAN DARI MANUSIA ITU PALING BERAT.
LATIHAN ITU BERAT TAPI KALAU TIDAK DI LATIH KITA GA TANGGUH.
ADA PENGORBANAN WAKTU, TENAGA DAN BIAYA.
MUJAHADAH -- AZAM YANG KUAT AMAL BAIK DI PERBANYAK, SABAR DAN ISTIQOMAH. NIAT YANG KUAT DI ISI DENGAN AMAL BAIK DISERTAI SABAR DAN ISTIQOMAH….
Matahari sudah menampakkan cahayanya masuk melalui cela – cela ventilasi di kamar Bulan.
“mandi dulu habis itu sholat dhuha terus berangkat.” Ucap Bulan berjalan menuju kamar mandi.
Suara gemricik air showe kamar mandinya menyala.
“la la la la.” Suara senandung Bulan. Dia selalu bersenandung saat mandi. Kadang menyayi. Namun menyanyinya Bulan di kamar mandi hanya menyanikan sepengal lagu. Lagunya tidak ada yang dia hafal penuh. Dia hanya menghafal sepenggal sepenggal yang pernah dia dengar.
Setelah selesai mandi dan berganti pakaian Bulan melanjutkan untuk solat dhuha.
Setelah itu Bulan merapikan kerudungnya menyiapkan bukunya dan terus turun untuk sarapan.
“pagi pa ma. Eh kak Vando kemana?” tanya Bulan melihat Vando yang tidak ada di ruang makan.
“kakakmu mau urus surat pengunduran diri dari kerjanya dan mulai memeprsiapkan keberangkatannya.” Jawab Ayah.
“oow. Kak Vando jadi pergi ya pa?” tanya Bulan dengan raut tidak rela.
“iya ada kesempatan.” Jawab mama melempar senyuman ke pada putrinya.
Luoyang, China
Qin yang baru bangun merasa tubuhnya pegal semua karena kemarin saat bermain skateboard dia banyak jatuh.
“啊啊啊
a a a / aaah.” Keluhnya memegang goresan di pipinya yang sedikit bengkak. Qin menghadap kaca dengan hanya memakai celana panjang. Tubuh bidang kotak – kotaknya dia pegang.
“一二三四五六。好。
yi er san si wu liu hao . / satu dua tiga empat lima enam. Oh masih enam.” Ucap Qin memegang perut six packnya.
Ting tong. Suara bel apartemen Qin.
Wangzi yang baru datang mencari Qin. Hari ini mereka ada suting di Beijing jadi berangkat pagi.
“老大,你醒来了。
lao da . ni xing lai le?” boss. Sudah bangun?” tanya Wangzi.
“等一下我要洗澡。
deng yi xia wo yao xi zao . / sebentar mau mandi.” Jawab Qin dari dalam kamar. Yang mendengar suara Wangzi
__ADS_1
“老大今天我们去北京。
lao da jin tian wo men qu Beijing . / boss hari ini kita ke Beijing.” Ucap Wangzi.
“好
hao. / iya.” Jawab Qin.
Setelah selesai mandi Qin keluar untuk sarapan.
“老大你的脸颊。
lao da ni de lian jia. / bos pipi kamu?” tanya Wangzi. Sambil menujuk luka goresan di pipi Qin
“没事可能和状。
mei shi keyi he zhuang. / tidak apa-apa. Nanti bisa d tutupi makeup.” Ucap Qin sambil megang goresan di pipnya yang masih terasa perih.
“这你的吃早饭。
zhe ni de chi zao fan. / ini makanannya Boss.” Wangzi menyajikan makanan yang sudah dia bawa.
“牛肉。
niu rou ? / daging? Yuuumi.” Ucap Qin kegirangan. Jarang – jarang dia di perbolehkan makan daging oleh Wangzi.
Setelah selesai sarapan dan Wangzi telah memebereskan barang yang Qin butuhkan untuk suting. Mereka bergegas turun ke parkiran. Supir yang sudah menunggu di sebelah mobil.
“早上好。
zao shang hao. / selamat pagi.” Sapa Qin.
“早上好。老大
zao shang hao laoda . / selamat pagi tuan.” Jawab Supir Qin.
Qin dan Wangzi segera masuk mobil.
Mereka pergi menuju bandara untuk penerbangan ke Beijing menempuh waktu dua jam untuk penerbangan. Namun jika menggunakan mobil bisa menghabiskan waktu lima jamlebih untuk perjalanan.
“我要睡觉。
wo yao shui jiao . / saya mau tidur dulu.” Ucap Qin. Sambil merebahkan kepalanya ke sandaran kursi.
“你记了你的配股。
“我记了。
wo ji le . / sudah semalaman saya membaca. Nanti tinggal mengingat.” Ucap Qin. Ingatan Qin yang sangat bagus cepat ingat sulit lupa sangan menguntungkan untuk menghafalkan naskah. Namun tidak dengan kenangan kesedihannya.
Lima belas tahun yang lalu.
Qin yang berumur delapan tahun baru pulang sekolah bersama kakaknya YiZhanBo. Kakaknya saat itu sudah kelas tiga SMA. Qin yang di boceng kakaknya mengunakan sepedah tertawa bahagia mendengar cerita lucu yang kakaknya ceritakan. Sampai di satu persimpangan.
Brrruuuk mobil hitam menabrak bagian depan sepedah membuat Yizhanbo terpental jauh. Qin yang saat itu juga terpental namun dia hanya jatuh dan kaget.
“你没事吧亲。
ni mei shi ba Qin? / kamu tidak apa Qin .” tanya kakaknya yang menghampiri Qin.
Yi Zhanbo menghampiri adiknya memastikan keadannya adiknya meski keadaannya sudah bersimbah darah.
“亲没事哥。
Qin mei shi ge. / Qin tidak apa – apa kak.” Ucap Qin melihat kakaknya bersimbah darah dia menangis takut…
Huuuuaaaaa huuuaaaaa. Suara tangisan Qin.
“好好。你没事。。
hao ni mei shi…. / kalau Qin tidak apa – apa …” bruuuk kakak Qin peingsan setelah memastikan adiknya baik – baik saja.
“huuuuaaaaa huuuuaaaa huaaaaa. 哥哥哥哥。
Gege gege . / Kakak. Kakak.” Panggil Qin mengoyang – goyang tubuh kakaknya yang bersimbah darah.
Semua orang berkumpul melihat kecelakaan itu tak lama ambulan pun datang.
Sesampainya di rumah sakit Qin baru tertidur karena lelah menangisi kakaknya.
“哥哥。
gege… / kakak…” triak Qin terbangun dari tidurnya.
“亲你很好吗?
qin ni hen hao ma ? / qin kamu tidak apa – apa kan .” ucap mama yang berada di sebelahnya lalu memeluk Qin yang baru terbangun.
__ADS_1
“妈哥哥哪儿?
ma gege na er? / kakak mana ma?” tanya Qin.
Mama qin dengan menahan linangan air mata mencoba tersenyum dan menjawab pertanyaan putranya.
“你的哥哥休息了。
ni de gege xiu xi le. / kakak dia sedang istirahat sayang.” Ucap mama Qin.
“我看哥哥。
wo yao kan gege. Wo yao kan gege ma. / Qin mau lihat kakak.” Ucap Qin ngotot ingin turun dari kasur pasien.
“老婆我要偿了。lao po wo you chang le. / istriku saya sudah mengurus administrasi dan pembayaran rumah duka.” Ucap papa Qin yang baru masuk.
“殡仪馆?是谁死了。
bin yi guan ? she shei si pa? / rumah duka? Siap yang meninggal pa.” tanya Qin dengan wajah polosnya.
Papa Qin yang tidak tau kalau Qin sudah terbangun dari tidurnya saling melempar pandangan ke pada istrinya.
“没有没事儿子。
mei you mei shi er zi. / oh bukan apa – apa sayang.” Ucap Papa membendung air mata menghampiri putra kecilnya.
Mereka belum menceritakan kepergian Yizhanbo karena Qin sangat menyayangi kakaknya. Jika tau kakaknya telah meinggal mungkin dia akan terpukul.
Keesokan paginya Qin masih berada di rumah sakit. Bersama pamannya. Karena kedua orang tuanya sedang mengurus pemakaman kakaknya.
“叔叔我的哥还醒来吗?
shushu . wo de ge bie xing ma? / paman. Kakak apa masih belum sardar?” tanya Qin.
Pamannya membelai lembut keponakannya.
“你的哥哥不醒来了。
ni de gege bu xing le. / kakak sudah tidak akan sadar lagi Qin.” Ucap Paman.
Qin kecil masih bingung dengan maksudh pamannya. Hanya mengangguk kecil.
“亲要哥哥。亲要哥哥。
Qin yao gege. Qin yao gege. / qin mau ketemu kakak – qin mau ketemu kakak.” Rengeknya memaksa untuk keluar kamar. Pamannya hanya bisa menahan tidak tau harus di bujuk seperti apa Qin sudah meronta.
Di sore hari papa dan mama yang baru kembali dari keremasi melihat putranya menangis. Mama membendung air mata.
“我的儿子。
wo de er zi. / sayang.” Panggil mama lembut.
“妈妈我要看哥哥。
ma qin yao kan gege. / ma Qin mau ketemu kakak. Qin mau lihat kakak.” Rengek Qin.
“我们不可能看他了。
qin wo men bu keneng kan ta. / kita sudah tidak bisa bertemu kakak lagi sayang?” ucap papa memeluk Qin yang sedari tadi meronta.
“为什么? 因为亲玍小子吗? 我答应我做好好儿子。
wei shen me ? yin wei qin ga xiao zi ma? Wo da ying wo zuo hao hao er zi ./ kenapa? Karena Qin nakal? Qin janji Qin tidak akan nakal.” Ucap Qin memohon.
“哥哥死了。
gege si le. / kakak sudah pergi meninggal dan meninggalkan kita semua Qin.!” Ucap papa dengan nada sedikit tinggi.
Sontak Qin matanya membesar tubuhnya terhuyun dan pingsan.
Kembali ke masa sekarang.
“哥哥。!!!!
ge…. / kak….” Teriak Qin yang terbangun dari tidurnya.
Wangzi yang mendengar teriak an Qin langsung mengambilkan air minum.
“你睡梦中你的哥哥吗?
ni shui meng zhong ni de gege ma? / apa kamu memimpikan kakakmu lagi Qin?” tanya Wangzi.
Qin hanya terdiam dan minum air mineral yang Wangzi berikan. Air mata Qin jatuh tanpa dia sadar i.
“老大。
lao da. boss.” Panggi Wangzi
__ADS_1