
Dia itu suamiku part 2
Sekarang di Sanghai , Tiongkok.
“cut,好好 谢谢大家。你已经尽力了。对于最后一个场景。/cut, hao hao. Xiexie da jia. Ni yijing jinlile. Duoyu zuihao yige chang jing./“cut oke bagus. Terima kasih banyak kalian sudah bekerja yang terbaik. Untuk adegan terakhir.” Ucap sutradara Film.
“多谢多谢。/duoxie. Duo xie./“terima kasih semua.” Ucap aktro Yi Xioa Qin
“清苦你了亲。/ qingku nile qin./“terima kasih atas kerja keras kamu Qinqin.”
“不客气。这电影叶红因为您。/bukeqi. Zhe dianying yehao yinwei nin/“jangan sungkan. Film ini juga karena ada anda .” Balas Qinqin.
“今天我请客为了庆祝。我們派对。/ jintian wo qingke. weile qing zhu. women paidui.”/“hari ini kita adakan makan-makan. Untuk selamat atas adegan terakhir. Semoga film ini bisa menjadi yang terbaik.” Ucap Sutradara.
“好啊 ︳hao a”/“baik.” Ucap para crew film.
“这次 非常感谢你亲。zheci ︳feichang ganxie ni Qin”/“kali ini sangat berterimakasih kepadamu Qin.” Ucap sutradara.
“我也非常感谢。成为您电影的一部分个。︳wo ye feichang ganxie nin. Cheng wei nin dianying de yi bufen.”/“saya juga berterimakasih karena menjadi bagian dari film anda .” Jawab Qin.
“好啊。我們 稍后见面。︳hao a. wo men shaohou jian mian.”/“oh iya nanti kita bertemu lagi saat makan malam.” Ucap sutradara.
“好的老大。︳haode daoyao.”/“baik. Sutradar” Jawab Qin
Sutradara pergi meninggalkan Qin.
“亲你的冷饮。Qin ni de lengyin.”/“Qin. Ini minumnya.” Panggil asisten Qin yang bernama Wangzi.
“好多谢。今天很可以吧。一个场景立即如此。hao duoxie. Jintian hen keyiba. Yige changing li ji re ci.”/“oh terimakasih. Bagaimana ini lumayan satu kali take sudah bagus.” Ucap Qin kepada Wangzi.
“也好。哦对啊,你为什么不要吻戏你。ye henhao. Oh dui a. ni wei shenme buyao wenxi.?”/“ya bagus. Kenapa kamu selalu tidak mau melakukan adegan kiss.? Padahal actor dan artis lain mereka tidak ada yang menggunakan pemain pengganti.” Tanya Wangzi.
“我喜欢干净 吻戏不干净wo xihuan gan jing. Wenxi bu ganjing.”/“saya terlalu suka kebersihan. Berciuman dan adegan ranjang itu tidak bersih.” Ucap Qin.
“你不不不 ni bu-bu?..”/“jangan-jangan kamu?” goda Wangzi.
“我不。我是大丈夫。wo bu. Wo shi dazhangfu.!”/“eh saya masih pria tulen.” Ucap Qin membela dirinya.
“好好。我們会房间吧。哦对啊李华 要看你hao hao. Women hui fangjian ba. Oh dui a. lihua yao kanni a.”/“oke-oke. Ayo balik ke kamar. Eh si Lihua dia mencarimu.” Ucap Wangzi.
Liuhua adalah aktris yang berpesan sebagai lawan jenis Qinqin di film yang baru saja dia selesaikan.
“为什么?。wei shen me?”/“untuk apa.” Tanya Qin
“他说。他要感谢你。ta shuo. Ta yao gan xieni.”/“katanya dia mau berterimakasih.” Jawab Wangzi.
“你告诉她。我累了。想先休息。ni gaosuta. Wo leile. Xiang xiao xiuxi..”/“bilang saja, saya mau istirahat.” Ucap Qin.
“再次。你要是像这样。zaici?. Ni yao si xiangzheyang。zhe yang.”/“lagi? Kamu selalu bagini setiap ada wanita yang mendekatimu.” Ucap Wangzi heran.
“怎么样。我的直觉 zen me yang. Wode zhijue.”/“mau bagaimana. Insting saya seperti itu.” Jawab Qin.
Qin kembali ke kamar beristirahat.
“对不起李华姐。今天亲很累了。dui buqi. Lihua jie.jintian Qin hen leile.”/“maaf kak Lihua. Qin hari ini terlalu lelah dan dia pergi istirahat.” Ucap Wangzi kepada Lihua yang sudah menunggunya di taman hotel.
“要不要我去见他。yaobuyao wo qu jian ta?”/“kalau begitu bagaimana kalau saya pergi menemuinya di kamarnya.” Ucap LiHua.
“不不不她可以生气。bububu. Ta keyi sheng qi.”/“lebih baik jangan. Karena Qin kalau istirahat tidak bisa di ganggu.” Jawab Wangzi.
“好吧。hao ba.”/“baiklah kalau begitu.” Ucap Lihua yang sebel karena tidak bisa bertemu Qin.
Di kamar Qin. Dia membersikhan dirinya.
Yi Xioa Qin atau kerap di panggil Qin ini dia seorang actor yang tidak pernah melakukan adegan intim bersama lawan jenisnya. Qin selalu meminta peran penganti untuk adegan intim. Awalnya banyak sutradaya yang tidak mau memperkejakannya. Namun setelah melihat adegan yang selalu dia perankan tidak sedikit para sutradara berebutan memintanya untuk memerankan film mereka.
Qin sangat suka kebersihan. Dia beranggap kalau melakukan adegan intim dengan orang asing makan dia merasa kotor. Bahkan kalau bukan orang terdekatnya dia tidak akan mau berjaba tangan.
Pernah ada kabar juga kalau Qin seorang gay. Namun berita itu di bantah oleh Qin.
Brrrrrib-brrrriiib Suara panggilan keluar
[妈您吃了吗?ma. Nin chi le ma?./ma. Sudah makan?]
[吃了吃了你呢? 电影怎么样?chile chile. Ni ne? dianying zhen me yang?./sudah Qin. Kalau kamu? Bagaimana film kamu sudah beres.?]
[没有吃。电影很好。现在亲要想先休息。mei you chi. Dianying henhao. Xianzai Qin yao xiangxiao xiu xi./belum makan. Film sudah selesai ma. Sekarang Qin mau istirahat dulu]
[好你不要忘记吃。hao, ni buyao wangji chi./ jangan lupa makan.]
[好啊妈hao hao ma./ iya ma.]
[好吧hao ba./ ya sudah kamu istirahat dulu.]
[再见妈。zai jian ma./ iya ma. Sampai jumpa]
Selain sangat menjaga kebersihan Qin adalah anak mama dan papanya. Apapun ativitasnya dia selalu menghubungi mamanya. Bahkan terkadang asistennya seperti tidak berguna. Karena setiap kebutuhan Qin dia selalu bertanya dan meminta mamanya untuk menyiapkan.
Tok-tok-tok suara ketukan pintu kamar hotel Qin.
“是谁?she shei?./siapa?” tanya Qin.
“是我老大。shi wo laoda./saya bos.” Jawab Wangzi dari luar kamar.
“等一下deng yixia./ sebentar.” Qin berjalan membukakan pintu.
__ADS_1
Cetting. Suara pintu kamar hotel terbuak.
“请 qing./masuk lah.” Ucap Qin.
“我的天。你知道吗李华她。。wodetianna. Ni zhi da lihua ta../yatuhan. Kamu tau Lihua dia…” ucap Wangzi belum tuntas.
“我知道她要我。wo zhi da. Ta yao wo./dia mau menemuiku di kamarku.” Jawan Qin.
“你知道。ni zhi da?/kamu tau.?” Wangzi heran.
“对啊。dui a./ sudah tau saya siapa Lihua. Andai bukan sutradara Liu Cheng yang meminta. Saya tidak akan mau berpasangan dengan Lihua lagi.” Ucap Qin. Dulu pernah bermain satu film bersama. Lalu di balik panggung tiba-tiba Lihua mencoba mengoda Qin. Untung saja Qin bisa melarikan diri. Kalau tidak mungkin hancur kehidupannya.
“但是她好美人dan shi ta hao mei ren./ tapi Lihua dia sangat cantik.” Ucap Wangzi.
“我不在乎。我要睡觉。醒来我wo bu zai hu. Wo leile. Wo yao shuijiao.xinglaiwo./ saya tidak perduli. Saya lelah mau istirahat. Nanti bangunkan saya saat perjamuan makan malam.” Ucap Qin merebahkan badannya di atas kasur.
“好了老大。haole laoda./siap boss.” Jawab Wangzi.
Qin merebahkan badannya di kasur. Dia membuka weibo dan mepostin foto jendela kamar hotelnya lalu dia beristirahat.
Di Indonesa Jawa. Rumah Bulan di kamarnya.
“wah Qin memposing foto. Di mana. Ha dia sekarang di Sanghai.” Ucap Bulan.
“nak bulan. Ayo sayang makan malam.” Panggil mama dari ruang makan.
“iya ma sebentar lagi.” Jawab Bulan.
“ayok makan dulu.” Panggil Papa menambah panggilan mama.
“iya Bulan turun.” Bulan turun ke ruang makan.
“wah hari ini mama masak apa?” tanya bulan melihat sekeliling.
“hari ini mama masak ikan. Sebentar lagi kakak kamu pulang.” Ucap Mama.
“selamat malam ma, pa.” ucap kak Vando. Kakak Bulan Anak pertama.
“malam. Cepat ayo makan.” Ucap mama.
“kak. Bulan lulus dengan nilai terbaik. Mau hadiah.” Ucap Bulan merengek kepada kakaknya.
“kalau hadiah aja selalu. Ini kakak dadi mampir dan menemukan ini.” Ucap Vando memberikan tas kertas.
“wah beneran kakak beliin.?” Tanya Bulan bahagia.
“iya tadi diskon jadi kakak beliin.” Ucap Vando.
Bulan membuka isinya permen.
“Bulan tidak boleh begitu. Kalau di beri Sesuatu orang lain harus bilang?” ucap papa.
“Alhamdulillah terimakasih banyak atas pemberiannya. Saya menghargai dengan sepenuh hati.” Ucap Bulan tidak ikhlas.
“nah begitu.” Kata papa.
“ini ini hadiahnya.” Vando memberi boneka.
“wah terima kasih kak. Bulan sayang kakak.” Ucap Bulan
“ dasar bocah.” Ucap Vando lirih.
“bulan udah gede sekarang Bulan mau masuk kuliah.” Ucap Bulan membantah ejekan kakaknya.
“sudah-sudah kalian ini. Selalu kalau bertemu. Makan dulu. Jangan lupa berdoa.” Ucap papa.
“siap komandan.” Ucap Bulan dan Vando.
Setelah selesai makan Vando pergi ke kamar. Bulan membantu mamanya membereskan meja makan. papa berada di ruang tengah.
“hayo papa mau ngerokok lagi ya. Mama papa mau ngerokok lagi.” Ucap Bulan yang melihat papanya memegang bungkus rokok.
“tidak sayang. Papa itu sudah berhenti merokok sejak menikah dengan mama kamu.” Ucap papa.
“la terus ini.” Ucap bulan menunjuk bungkus rokok.
“papa Cuma mengenang masa lalu.” Ucap papa.
“Bulan mau dengar cerita papa.” Ucap Bulan duduk di dekat papa.
“kamu ini selalu saja.” Jawab Papa memegang pipi putrinya.
“pa, cerita lah ceritalah.” Rengek Bulan.
“mau cerita apa kamu sayang.?” Tanya papa.
“mau cerita bagaimana papa berhenti ngerokok.” Jawab Bulan.”
“ha ha ha. Baiklah baiklah. Dudu papa sebelum menikah dengan mama seorang perokok berat. Dan papa jatuh cinta sama mama. Saat papa melamar mama ke orang tuanya. Salah satu Syaratnya mama kamu tidak mau mempunyai suami perokok.”
“lalu pa. mama Cuma kasih Syarat seperti itu.?” Tanya Bulan.
“itu Cuma salah satu Syaratnya. Syarat yang pertama pastinya papa harus sholatnya rajin. Dan bisa mengaji.” Jawab papa.
“papa dulu sebelum sama mama tidak bisa mengaji.?” Ucap Mawar yang ceplas ceplos.
__ADS_1
“tidak sayang. Papa dulu lulusan pesantren. Ya sholat yang sedikit bisa ngaji. Tapi sebelum papa buka toko papa bekerja sebagai petani. Dulu menurut papa jadi petani lelah dan merokok bisa menyegarkan.” Ucap papa.
“oo kalau begitu kalau Bulan capek dan lelah Bulan ngerokok aja yap ah.” Jawab Bulan bercanda papanya.
“ngawur aja kamu. Itu dulu papa masih tidak memeprdulikan. Lalu saat mau menikah dengan mama kamu. Papa bertanya kenapa kok memeberi syarat itu. Papa pun mencari alasan kenapa wanita tidak suka perokok.” Ucap papa. Mencubit kecil Bulan.
“lalu papa.?”
“ya papa ketemu kandunga—kandungan rokok yang tidak baik seperti zat aditif. Resiko penghisap dan penghirup asap rokok. Bahakan bisa menyebabkan kesehatan memburuk. Yang menghirup pun juga akan terkena dampak. Jadi papa berfikir. Padahal Cuma papa yang ngerasain enaknya namun papa dan yang lain juga ngerasain akibatnya. Jadi mulai saat itu papa berhenti merokok. Selain buruk untuk kesehatan, merugikan orang lain dan juga oleh islam tidak di anjurkan meski hukumnya tidak haram.” Ucap papa.
“wah. Nanti Bulan kalau cari suami juga yang tidak merokok dan sholeh. Pokoknya seperti papa.” Ucap Bulan memeluk papanya.
Di Sanghai Cina. Waktu menunjukkan pukul 18.00
Jarak waktu di cina Tiongkok dan Indonesia adalah selisih satu jam lebih cepat di Cina.
“醒来醒来老大。八点找了。xinglai xing lai. Ba dian zhong le./ bangun. Udah jam delapan.” Panggil Waangzi membangunkan Qin.
“好好。hao hao./ iya-iya.” Ucap Qin bangkit dari tidurnya.
“这是你的衣服。 zheshinide yifu./ ini pakaian kamu.” Wangzi menyerahkan pakaian santai kepada Qin.
“好等我。换衣服。hao deng wo. Huan yifu./ oke tunggu saya ganti baju dahulu.” Qin pergi ke kamar mandi. Untuk menganti pakaiannya.
“去吧。qu ba./ ayo.” Ucap Qin setelah selesai berberes.
“你看太帅了。nikan tai shuai le a. /memang kemeja putih. Celana hitam sangat cocok di tubuhmu.” Ucap Wangzi yang menetap tubuh Qin.
“好了好了。你以后会爱上我啊。haole haole. Ni yihao hui ai shang wo a./ sudah-sudah. Nanti kamu jatuh cinta lagi kepada saya.” Ucap Qin.
“不不不我还是喜欢美人。bububu. Wo hai shi xihuan mei ren./ tidak-tidak saya masih suka wanita. Tidak seperti kamu kayaknya kamu tidak suka wanita. Ha ha ha.” Balas Wangzi menjawab candaan Qin.
Qin dan Wangzi turun ke tempat perjamuaan.
“你好亲nihaoma qin./ halo Qin.” Sapa Lihua.
“你好nihao. / hay.” Jawab Qin. Menarik tubuh Wangzi untuk menghalangi Lihua yang hendak menyentuhnya.
“亲Qin.” Panggil sutradara Liu Cheng.
“你好老大nihao lao da ./ sutradara Liu Cheng.” Qin mendatangi sutradara menghidari Lihua.
Acara perjamuan di mulai.
“谢谢大家。一消亲和李华。xie xie da jia. Yixiaoqin he Lihua./ terima kasih untuk kalian semua terutama Yi Xioa Qin sebagai peran utama dan Lihua.” Ucap Sutradara Liu Cheng sambil mengankat gelas.
Chreesrrr. Ucap semua yang hadir di pesta.
“老大不喝太多。laoda. Bu he tai duo./ boss jangan minum terlalu banyak.” Ucap Wangzi kepada Qin mengingatkan.
“好我知道。hao wo zhi da./ iya saya tahu.” Jawab Qin.
Bebrapa hari kemudian. Jawa Indonesia.
Di kampus.
“lagi apa focus banget.” Tanya Wardah kepada Bulan.
Bulan yang dari masuk kelas focus menatap layar hpnya.
“liatin jadwal kapan filmnya Qinqin tayang.” Jawab Bulan.
“baru aja kemarin suting. Paling tayangnya tahun depan.” Ucap Wardah yang tahu karena Bulan sering mengeluh kalau drama yang mau dia tonton selalu penayangannya di tunda.
“ah kamu.” Ucap Bulan. Langsung badmood.
“dosen datang.” Ucap Wardah.
Bulan pun langsung mematikan hpnya. Menatap focus ke pelajaran.
“baik anak-anak pelajaran kita mulai. Perkenalkan nama saya Zhao han. Saya asli Indonesia namun kakek saya cina. Dan biasanya saya di panggil dengan Zhao. Umur saya sepertinya tidak jauh beda dengan kalian. Umur saya 19 tahun.”
Semua mahasiswa tercengang.
“benarkah pak.?” Para Mahasiswa heren.
“iya saya 19 tahun. Sepuluh tahun yang lalu.” jawab Dosen Zhao tersenyum.
“yah 老师 laoshi. Saya kira bener.” Ucap salah satu mahasiswa.
“tapi 老师 laoshi terlihat masih muda.” Ucap Bulan.
“iya .” ucap beberapa Mahasiswa.
“sudah-sudah saya lanjutkan. Saya akan membacakan peraturan di dalam kelas saya.” Ucap Mr. Zhao. Dosen keturunan cindo dengan wajah tampannya.
“baik pak.” Ucap semua murid.
“ yang pertama kelas saya hanya satu minggu sekali namun saya minta saat pelajaran saya kalian mengunakan bahas Mandarin. Jika tidak saya tidak akan menjawab pertanyaan kalian. Dan sekarang karena masih pertemuan pertama. Saya toleransi dan jam pelajaran kali ini hanya perkenalan saja. Saya akan panggil dan kalian berdiri memperkenalkan nama kalian.” Ucap Dosen Zhao
Satu persatu oleh Mr. Zhao di panggil dan mengenalkan diri.
“baik anak-anak sampai jumpa minggu depan. Jangan lupa peraturan yang saya sebutkan.” Ucap Mr. Zhao.
“baik Mr.” jawab murid-murid serentak.
__ADS_1