
Dia itu suamiku part 12.
Setelah seselai makan mereka menghadiri penutupan kempus.
“wah bazar penutupan kali ini banyak cogan.” Ucap Nana yang matany memang pecinta cogan.
“iya liat. Tapi tetep yang paling ganteng itu Qin.” Ucap Bulan juga sama pecinta cogan
“iya iya yang pengagum Qin.” Ucap Wardah.
“hehe.” Jawab Bulan. Bulan setelah mengenal Qin dia tidak begitu tertarik dengan laki – laki local apapun pokoknya tentang Qin. Sering kali temannya menasehati untuk mengenal laki – laki biar tidak halu terus. Namun nasehat temannya tidak berguna.
Mereka berempat berkeliling melihat lihat.
“ Bulan kan?” panggil seorang pria yang tiba – tiba memanggilnya.
Bulan melihat dengan sak sama siapa gerangan laki – laki yang memanggilnya. Belum sempat Bulan menginta laki – laki itu langsung mengingatkan.
“Putra lan. Ini saya Putra anaknya pak Mamat tukang bakso.” Ucap Pria tersbut menarik tangan Bulan.
“tata.” Ucap Bulan memanggil Putra mengingat siapa Putraa. Dia langsung ingat ketika Putra menyebut siapa ayahnya.
“iyaa ini saya Tata.” Ucap Putra.
Putra adalah anak dari Pak Mamat seorang tukang bakso yang waktu kecil selalu bermain bersama Bulan. Putra hanya tinggal bersama papanya ibunya telah meninggal beberapa tahun. Seringkali pak Mamat menitipkan Putra ke keluarga Bulan jika pak Mamat hendak berkeliling menjual Bakso. Kadang juga Bulan dan Wardah sering ke rumah Putra untuk menemainya.
Namun beberapa tahun kemudian Putra dan Pak Mamat pindah.
“siapa ?” tanya Wardah penasaran.
“ini tata.” Ucap Bulan menjelaskan siapa Putra.
“kak Putra.” Ucap Wardah mengingat kembali.
“ini Wardah? Sekarang cantik ya. Dulu sering menangis.” Ucap Putra memuji.
“siap siap?” tanya Nana dan Aira.
“ini tetangga saya waktu kecil.” Ucap Bulan meperkenalkan.
Biiip biiiip suara pesan masuk dari ponsel Bulan.
Kiss : [对不起我先很忙。dui bu qi wo xian hen mang. / maaf tadi saya sibuk]
Yue : [没事。/ mei shi / iyaa.]
Bulan tersenyum melihat pesan yang baru saja masuk.
Kiss : [ni zai gan ma? / sedang apa?]
Yue : [我看市场。我好看。热闹。/ wok an shi chang. / lagi lihat penutupan acara menyambut liburan. Yue mengirimkan gambar]
Kiss : [对啊下次我陪客你。wow hao kan. re nao . /wah bagus. Ramai. ]
Yue : [ dui a. xia ci wo pei ke ni. / iya. Lain kali kalau kamu sini nanti saya ajak keliling]
Kiss : [许啊。/ xu a? / janji ya?]
Yue : [我答应你。/ wo da ying ni. / janji :) ]
“eh Bulan kamu apa kabar dan papa mama kamu ?” tanya Putra.
“baik alhamudulillah. Kalau Pak Mamat apa kabar ta?” tanya Bulan.
“papa meninggal dua bulan lalu.” Ucap Putra.
“innalilahiwainalillahi rajiun. Turut berduka.” Ucap Bulan Wardah Nana dan Aira.
“ini buat kalian. Lain kali kita ngobrol lagi. Kayaknya kalian baru berkeliling.” Ucap Putra memberikan beberapa barang yang di jualnya.
“kita bayar ta.” Ucap Bulan menyerahkan uang.
“tidak ini hadiah pertemuan kita. Kalau mau balas lain kali traktir saya saja.” Jawab Putra.
“terima kasih.” Ucap Bulan.
“terima kasih kak .” ucap Wardah Aira dan Nana
__ADS_1
Kemudian mereka melanjutkan berkeliling.
“eh tadi itu siapa hayu? Cinta masak kecil kau ya Bulan? Kok panggilnya tata jangan – jangan panggilan kesayangan.?” tanya Nana. Sambil nyengir ke bulan.
“ngwur aja kamu. Dia itu temen kecil saya dan Wardah Namanya Putra. Saya memanggilnya tata karena dulu saya tidak bisa bilang r niat saya mau panggi dia tratra namun gara – gara tidak bisa ngomong r jadinya tata.” Jelas Bulan menjelaskan asal muasal panggilan tata.
“eh tapi lumayan ganteng loh dia.” Tambah Aira menengahi.
“dasar kamu. pepeta aja kalau suka.” Ucap Nana.
“boleh tidak lan?” tanya Aira.
“kenapa tanya saya?” bulang keheranan.
“kan dia termasuk kelompok kamu.” Ucap Aira.
“enak aja. kalau suka yang kejar lah.” Ucap Bulan mulai emosi.
“iya – iya. Bercanda kalik. Serius amat.” Ucap Aira menggoda.
“ya kamu sih.” Ucap Bulan.
Beijing cina
Setelah Qin dan Wangzi sampai di kamar hotel.
“老大你休息。我要买菜。
lao da . ni xiu xi . wo yao mai cai. / boss. Kamu istirhat dulu. Saya beli makan.” Uacap Wangzi.
“能不能你买一点儿肉?。
neng bu neng ni mai yi dian er rou? Bisa kah kau membeli sedikit daging?.” Ucap Qin.
“老大。。。。
lao da…. / bosss…” ucap Wangzi menyipitkan matanya.
“不买不买。
bu mai.. / iya – iya tidak beli.” Ucap Qin paham isyarat Wangzi.
nihao erzi, lei le ba? / halo sayang. Lelah ya..” Ucap Qin kepada Yoyo mengeluarkan yoyo dari tasnya.
“等爸爸要你看厕所。
deng.. baba yao ni kan cesuo. / bentar papa ajak kamu ke kamar mandi.” Qin mengendong yoyo ke kamar mandi. Lalu meletakkan yoyo di dalam kamar mandi. Yoyo berkeliling mengitari kamar mandi.
Yoyo adalah kucing cerdar karena Qin selalu melatih dari awal Qin memelihara Yoyo. Yoyopun seperti faham apa yang Qin ucapkan dan terangkan.
Dua tahun yang lalu pertama kali Qin melihat Yoyo di pet Shop. Qin awalnya hanya berjalan – jalan karena suntuk selesai suting. Saat itu di depan pet Shop Qin melihat Yoyo kecil mengeong di depannya seperti meminta untuk di bawa Qin.
“你好可爱啊。
ni hao keai a.. / kamu lucu segali.” Ucap Qin memandang Yoyo seperti terpanah.
Seketika Qin masuk ke pet Shop itu dan membeli Yoyo kecil.
“现在你的名字意义。
xian zai ni de ming zi yoyo. / sekarang nama Kamu Yoyo.” Ucap Qin kepada anak kucing yang baru di belinya.
Meeeeeooong meeeooooong suara Yoyo kecil yang mengemaskan.
“老大你在哪里?
lao da ni zai na er? / boss kamu dari mana saja?” ucap Wangzi yang menunggu di mobil. Melihat Qin yang baru saja datang.
“你看你看。。
ni kan. ni kan.?ini lihat.” Qin mengeluarkan Yoyo dari dalam jaketnya.
“你带哪里?
ni dai na li? / dapat dari mana?” Wangzi terkaget melihat Qin mengendong Yoyo.
“我买哪个。对啊 买设备。
__ADS_1
wo main a ge. / beli di toko itu.” Ucap Qin menujuk kearah pet Shop. “ dui mai shebei. /oh iya besok belikan perlengkapan buat dia ya.” Ucap Qin kepada Wangzi.
“什么设备。
shen me she bei? / perlengkapan apa?” tanya Wangzi.
“为我的猫
wei wo de mao. / ya semuanya untuk kucing ini.” Ucap Qin yang sedang memebelai yoyo kecil.
Kembali ke masa sekarang Qin yang melihat Yoyo berulang kali berkeliling kamar mandi. Setelah beberapa kali mengelilingi Yoyo menghampiri Qin.
Maaaung maaaaung suara raungan yoyo sambil mengusap bagian kepalanya ke kaki Qin.
“好了你这道厕所了。
hao le ni .baik – baik. Kamu sudah tau kan ini kamar mandi.” Ucap Qin ke pada Yoyo.
Meeeoong jawab yoyo.
Kriiing suara bunyi telfon Qin.
[你好妈妈。/ nihao ma / hallo iya ma]
[你到北京吗?/ ni dao Beijing ma ? / kamu sudah sampai Beijing ?]
[到了。我要电你。/ dao le . wo yao dian ni. / sudah ma ini baru sampai. Qin mau hubungi mama ini tadi.]
[好了。 你吃了吗?hao le . ni chi le ma? / ya sudah. Sudah makan kamu sayang?]
[没有。可是王子买了。mei you. Keshi wangzi qu mai le. / belum ma. Wangzi masih cari makan.]
[好了去吃然后休息。hao le qu chi ran huo xiuxi. / ya sudah kalau begitu cepat makan dan istrirahant.]
[好了妈妈hao de wode mama. / iya mamaku yang cantik.]
[好了再见hale zaijian . / kalau begitu sampai jumpa ]
[爱你/ hao ia ni ma / baik ma love you]
[也爱你。 / ye ai ni er zi / love you too]
Panggilan berakhir.
“意义你的吃yoyo ni de chi. / yoyo ini makan.” Qin memberikan Yoyo makanan. Lalu merebahkan tubuhnya di atas kasur.
Tak berapa lama. Wangzi datang dengan membawa makanan. Mereka makan bersama.
Wangzi menjelelaskan kalau nanti malam sudah mulai suting.
“老大船员先电我。他说射击开六点。现在三点。你可以三点休息。
lao da chuan yuan xian dian wo ta shuo shi ji kai liu dian. Xian zai san dian. Ni keyi xiu xi san dian. boss tadi crew menghubungi kalau jam 6 kita mulai suting. Sekarang jam 3. Kamu bisa istirahat 3 jam.” Jelas Wangzi kepada Qin.
Setelah selesai makan Qin pergi istrirahat dan meminta Wangzi untuk membangukannya.
“意义我们睡觉。 醒来我啊。
yo yo wo men shui jiao. Xiang lai wo. / Yoyo mari tidur. Wangzi nanti jangan lupa bangunkan saya.” Ucap Qin sambil mengedong Yoyo ke atas kasur.
“好的老大。
hao le laoda. / siap boss.” Jawab Wangzi sambil mengedipkan sebelah matanya.
Di Indonesia jawa.
Di rumah Bulan. Bulan sedang membantu mamanya mengemas kue pesanan.
“ma pesanan siapa ini?” tanya Bulan kepada mamanya.
“ibu Rukayah.” Jawab mama.
“ibu Rukayah itu? Yang mana?” tanya Bulan seperti penah dengar tapi lupa.
“itu lo mamanya Zahra.” Jawab mama.
“owalah iya Bulan tahu. Acara apa emangnya?” tanya Bulan sambil memasukkan kuenya ke dalam plastik.
__ADS_1
“Zahra lamaran.” Jawab mama.
“ha? Bocil epep itu udah lamaran? Sama siapa ma. Dia kan adik kelas Bulan.” Ucap Bulan Kaget.