Ditaklukkan Gadis Tengil

Ditaklukkan Gadis Tengil
Bab 36. Kakiku Lemas


__ADS_3

Setelah dokter Teana menutup bekas suntikannya dengan plester. Dia Pergi bersama mama Dian meninggalkan sepasang pengantin itu.


"Bisakan kau membantuku melepas gaun ini? Aku mau mandi."


Tanpa menjawab, Zafa mendekati Star. Dia mulai menarik resleting gaun pernikahan Star. Star menahan tangannya di bagian dada.


"Kenapa kau menahan gaunmu?" Zafa tersenyum tipis, senyum yang selalu membuat jantung Star berdebar tak karuan.


"Jangan tersenyum seperti itu, kau bisa membuatku terkena serangan jantung," kata Star.


Zafa benar-benar merasa beruntung bertemu gadis seperti Star. Meski dia belum sepenuhnya yakin sudah jatuh cinta pada Star, tapi bagi Zafa tidak akan sulit mencintai gadis seperti istrinya ini.


"Jika kau terkena serangan jantung maka aku akan mencari istri baru," ucap Zafa menggoda Star.


"Maka setelah itu aku akan bergentayangan mengganggu hidupmu dan istri barumu," sahut Star kesal.


Star lalu menarik dirinya. Dia berusaha turun dari ranjang. Namun, Zafa menahan perut Star. Dia melingkarkan tangannya dengan erat.


"Tidak usah mandi. Aku tidak mau kau sakit besok. Sebaiknya kita tuntaskan yang tadi tertunda."


Star menoleh dan menatap lekat ke arah Zafa. Tanp banyak bicara, Zafa menarik tubuh Star hingga Star jatuh terlentang di atas ranjang. Zafa langsung menindih tubuh Star.


"Are you ready?"


"Yes of course, Honey."

__ADS_1


Zafa langsung memagut bibir Star yang sudah bengkak karena ciuman tadi. Dan kini dia kembali mencicipi bibir yang sudah menjadi candunya itu.


Star memejamkan matanya saat lidah Zafa menerobos masuk menari di rongga mulutnya.


Zafa menghentikan ciumannya sejenak dan menatap Star dengan lembut. Wajah Star sudah merona merah dan tatapannya tampak sayu.


"Lakukan pelan-pelan. Ini yang pertama bagiku," kata Star lirih.


Zafa mengangguk, dia melepas seluruh pakaiannya dan mulai bersiap di antara sela kaki Star.


Star melirik ke bawah sana. Dia menggigit bibirnya melihat penampakan pusaka keramat milik Zafa.


Zafa membungkukkan tubuhnya di sela paha Star. Dia mulai memberi kenikmatan dari permainan lidah di area sensitif istrinya.


Zafa tak peduli, dia terus melancarkan aksinya hingga akhirnya membuat tubuh Star bergetar hebat dan kedua kakinya menegang, Star mendapat pelepasan pertamanya.


Zafa mengangkat wajahnya dan mengusap bibirnya. Dia tersenyum melihat wajah Star yang tak berdaya.


"Bagaimana nyonya Ardana?"


"Aku akan membalasmu, suatu hari nanti."


"Aku menantikannya."


Zafa kembali bersiap diantara sela kaki Star. Dia mulai melakukan percobaan penyatuan pusaka keramatnya di **** ***** Star.

__ADS_1


Star melengkungkan tubuhnya seraya mendesis saat berulang kali Zafa mencoba menerobos masuk. Hingga akhirnya, Benda keramat miliknya terbenam seluruhnya di inti tubuh Star.


"Aakh ...!" pekik Star.


Zafa sejenak berhenti dan mengusap peluh yang membasahi kening Star.


"Apa sangat sakit?"


"Tidak, aku hanya kaget."


Mereka akhirnya mulai melakukan banyak gerakan dan gaya hingga tubuh Star akhirnya targolek tak berdaya.


Keduanya tertidur saat mentari hampir menampakkan sinarnya. Zafa benar-benar menunjukkan kejantanannya hingga membuat Star kehilangan tenaganya.


Siang harinya, Zafa terbangun. Dia mengambil ponselnya dan melihat jam. Waktu sudah menunjukkan pukul setengah 11, tapi istrinya masih meringkuk manja memeluk dadanya.


"Baby, bangunlah. Apa kau tidak lapar?"


"Aku sangat lapar, tapi sepertinya kakiku tidak akan bisa berjalan normal."


"Memangnya kenapa?"


"Kakiku benar-benar lemas, Honey."


...****************...

__ADS_1


__ADS_2