
"Ja_jadi aku sudah punya cucu?"
"Ya, cucu mommy berusia 21 tahun dan dia baru menikah 2 hari yang lalu."
"Oh God. Sayang sekali aku tidak bisa melihatnya."
"Nanti aku akan tunjukkan pada mommy video pernikahan Star."
"Star?"
"Yes, Mom. Namanya Starlight. Dia benar-benar gadis yang bersinar dari segi apapun."
"Oh, harusnya kau mengajaknya kemari, Lionel."
"Tapi dia sedikit badung, Mom."
Cecilia menatap Lionel sendu. Namun, tak menyurutkan pancaran kebahagiaannya. Dia tahu ada yang sedang Lionel tutupi darinya. Gelagatnya sangat ketara.
"Kenapa kau sejak tadi gelisah, Lionel?"
"Apa sangat terlihat?"
Lionel tersenyum lembut. Dia menangkup kedua tangan Cecilia dan menggenggamnya. Jujur saja, Lionel masih ragu untuk menyampaikan kabar itu.
"Mom, maafkan aku."
__ADS_1
"Maaf untuk apa, Lionel? Apa kau berbuat salah? Kenapa kau meminta maaf?"
"Maaf karena aku tidak bisa melindungi adikku, Mom. Maaf aku tidak bisa mengajaknya kemari. Karena ...." Lionel menjeda ucapannya hingga membuat Cecilia penasaran sekaligus berdebar.
"Katakan pada mommy ada apa?"
"Arabella sudah ... tiada, Mom."
"A_apa kau bilang?" Cecilia masih tak percaya dengan apa yang dia dengar.
"Arabella tiada. Mereka menyiksanya. Sejak daddy tiada, Bertha dan putranya selalu berusaha memisahkan Arabella dari Star. Mereka berusaha membuat mental Arabella hancur hingga fisik Arabella lemah."
"Bertha!" Cecilia mengepalkan tangannya. Seharusnya dulu, dia tidak meninggalkan Lionel dan Arabella. Seharusnya dulu, Dia berjuang lebih keras lagi untuk mencari Arabella dan Lionel.
"Mom, maafkan aku."
"I'm sorry, Mom."
Lionel menceritakan semuanya pada Cecilia, kadang Cecilia menangis, kadang dia tersenyum. Cerita Lionel ditutup dengan pencarian sosok ayah Star, yaitu Adams Felipe Gallardo.
"Siapa?"
"Adams Felipe Gallardo, Mom. Apa kau menggenalnya?"
"Aku sangat mengenalnya. Dia keponakan dari istri kakakku, tapi bagaimana bisa?"
__ADS_1
"Takdir yang mempertemukan mereka lalu kekejaman Bertha lah yang memisahkan Arabella dan Adams."
"Tapi Adams sudah memiliki keluarga."
"Aku tidak akan mengganggu keluarganya. Star hanya ingin melihat sosok ayahnya. Beri Star kesempatan untuk bertemu Adams, Mom."
Cecilia masih terdiam, dia justru khawatir cucunya akan menelan kekecewaan. Di sini Adams sudah menikah dan memiliki 2 orang anak. Keluarga mereka sangat harmonis dan jauh dari isu miring.
"Besok Star akan kesini bersama suaminya. Bisakah mommy mengundang Adams untuk makan malam dengan Star?"
"Ta_tapi .... "
"Please, Mom. Aku tidak akan meminta apapun pada mommy. Sejak kecil Star selalu menderita. Biarkan kali ini dia menyempurnakan kebahagiaannya. Aku juga ingin bicara pada Adams."
"Baiklah, mommy akan mencoba menghubunginya."
Cecilia meminta ponselnya pada gadis yang tadi mendorong kursi rodanya. "Oh, ya. Siapa Zafa?"
"Zafa suami Star, memangnya ada apa, Mom?"
"Dia benar-benar pemuda yang baik. Beberapa hari yang lalu dia menyapa mommy dan menanyakan apakah mommy masih berminat mencari keberadaan kalian. Mommy pikir dia hanya orang iseng karena bilang dia tahu di mana keberadaan kalian. Mommy langsung mengatakan jika kalian benar masih hidup maka mommy akan menyerahkan setengah saham royal Grup padanya."
"Dia menerimanya?"
"Tidak. Dia tidak mau menerima penawaran mommy. Dia hanya bilang dia pasti akan meminta sesuatu padaku, tapi nanti saat dia berada di Spanyol bersama istrinya."
__ADS_1
"Star beruntung bertemu pria itu," kata Lionel.
...****************...