Ditaklukkan Gadis Tengil

Ditaklukkan Gadis Tengil
Bab 60. Kehebohan Di Palma


__ADS_3

Palma De Mallorca, Spanyol (Sebelum Cecilia mendapatkan kabar mengenai Star)


Sesaat sebelum Cecilia mendapat telepon dari Arion. Cecilia sedang berkumpul seperti biasanya dengan keluarga bangsawan lainnya termasuk keluarga Adams Felipe Gallardo.


"Selamat malam aunty. Bagaimana keadaan aunty?"


"Aku dalam keadaan baik adams. Jauh lebih baik dari sebelumnya," jawab Cecilia.


"Kau mau bergabung di sini?" tanya Cecilia mengernyit. Sejak tadi Adams berdiri di sampingnya seolah dia ingin duduk di sampingnya.


"Duduklah, jika kau ingin bergabung. Lagi pula Lionel juga masih dalam perjalanan."


"Terima kasih, Aunty."


"Jangan terlalu sungkan padaku." Cecilia terlihat tak terlalu memperdulikan Adams. Baginya saat ini yang penting Star dan Lionel bahagia, itu sudah cukup membuat Cecilia merasa semakin bersemangat untuk hidup. Terlebih sekarang cucunya akan memberikan cicit 3 sekaligus.


Cecilia lanjut berbincang-bincang dengan kerabat jauhnya yang duduk di satu meja dengannya. Namun, tiba-tiba ponselnya berdering. Cecilia segera mengangkat panggilan dari Arion, Pria kepercayaan Zafa.


"Ya Arion, ada apa?"


"APA? Cucuku tertembak? Bagaimana bisa? Lalu bagaimana kondisi kehamilannya?" Cecilia sampai berdiri gemetaran mendengar kabar tak mengenakkan itu. Adams pun langsung berubah raut wajahnya. Dia tak bisa menyembunyikan rasa khawatirnya pada Star.


Semua kerabat Cecilia mendekati wanita tua itu. Mereka tampak ikut prihatin mendengar kabar itu, meski mereka tak mendengar sepenuhnya percakapan Cecilia dan Arion. Mereka tahu jika cucu Cecilia sedang tertimpa musibah.

__ADS_1


"Ada apa dengan Star, Aunty?"


Cecilia menoleh menatap Adams. "Star tertembak. Dia sedang hamil. Orang itu benar-benar keterlaluan."


"Siapa yang menembak, Star?"


"Aku juga tidak tahu," jawab Cecilia.


"Ada apa, Dad? Siapa itu Star?" tanya Bethany. Anak kedua Adams.


"Star adalah cucu nenek." Cecilia menutupi kenyataan bahwa Star sebenarnya kakak tertua Bethany.


Lionel baru saja tiba. Dia langsung mendatangi ibunya. Lionel mengecup kening dan pipi Cecilia sesaat. Sebelum akhirnya Lionel baru menyadari jika wajah ibunya terlihat cemas.


"Ayo kita ke Toronto. Star tertembak."


"APA?" Lionel tersentak kaget. "Bagaimana bisa?"


"Entahlah, Arion tidak memberitahu detailnya. Kita harus segera ke sana, Lionel. Aku takut terjadi hal yang buruk padanya. Aku sudah kehilangan Arabella. Jangan sampai aku juga kehilangan Star."


"Baiklah, Mom. Kita ke sana sekarang."


Lionel mendorong kursi roda ibunya. Dia belum tahu jika tadi gara-gara kabar mengejutkan dari Arion, Cecilia jadi bisa berdiri.

__ADS_1


Mereka meninggalkan ruang perjamuan. Adams menatap Cecilia dengan tatapan yang sulit diartikan. Adams mengambil keputusan dalam hati akan ikut Cecilia ke Toronto.


"Sayang, aku harus mengikuti aunty Cecilia ke Toronto. Nanti kau pulanglah bersama anak-anak."


"Memang di Toronto ada apa?"


"Cucu aunty Cecilia tertembak. Aku sudah pernah bertemu dengannya. Aku akan menjenguknya."


"Kau tidak sedang menyembunyikan sesuatu dariku, kan?" istri Adams menatap suaminya penuh kecurigaan.


"Sepulang dari Toronto aku akan menceritakan sesuatu padamu. Sekarang ijinkan aku pergi. Sebelum aunty Cecilia pergi jauh."


"Baiklah, tapi berhati-hatilah."


Adams mengecup kening istrinya sekilas. Dia segera menyusul Lionel dan Cecilia yang sudah menghilang dari ruang perjamuan itu.


Adams memutuskan langsung ke bandara karena dia tak mau ketinggalan. Adams yakin Cecilia akan naik pesawat pribadinya untuk mengunjungi Star.


Dan benar saja. Setibanya Adams di bandara, Dia melihat Lionel sedang berbicara dengan Kru pilotnya. Beruntung pesawat Cecilia diberi ijin lepas landas, tapi mereka harus menunggu 2 jam lagi.


Adams langsung mendekati Lionel. "Apa aku boleh ikut?"


Lionel menatap Adams sesaat dan lalu mengangguk. Tanpa kata Lionel berjalan menuju ke tempat dimana ibunya menunggu. Adams pun mengikuti Lionel.

__ADS_1


...****************...


__ADS_2