Ditaklukkan Gadis Tengil

Ditaklukkan Gadis Tengil
Bab 39. Obat sakit pinggang


__ADS_3

Sementara itu, Star sama sekali tidak tahu jika Lionel pergi ke Spanyol. Dia duduk di depan kaca jendela hotel sembari merenung.


Zafa ada di dalam kamar mandi karena tadi mereka kembali memadu kasih hingga membuat Star kembali tak berdaya.


"Apa yang sedang kau pikirkan, Sayang?" Zafa duduk di belakang Star dan lalu memeluk perut Star dengan erat.


"Aku kepikiran dengan uncle Lionel. Bagaimana nanti dirinya, jika aku meninggalkannya untuk bersamamu."


"Dia pasti akan bahagia."


"Oh, ya?"


"Tentu saja, Kau tidak usah mencemaskannya. Bahkan sekarang dia mungkin sedang mengudara untuk pergi berlibur ke Spanyol."


"Hah .... " Star menoleh dan menatap Zafa dengan raut wajah bingung.


"Aku memberinya paket liburan ke Spanyol. Kita juga akan menyusulnya nanti, tapi untuk sekarang, bagaimana jika kita mengulangi yang tadi."

__ADS_1


"Oh, God. Pinggangku seperti mau patah, Honey. Aku minta ampun dan jika kau berkenan aku ingin mengajukan libur melakukannya sampai yang di bawah sana pulih."


"Ijin ditolak, Nyonya Ardana."


"Oh ayolah," kata Star merajuk.


"Aku akan meminta anak buahku untuk membelikan obat sakit pinggang untukmu."


"Ya Tuhan, kau mau membuat imageku turun, hmm?" bibir Star mengerucut kesal. Namun, Zafa justru dengan gemas menciumnya hingga berbunyi.


Zafa tertawa melihat wajah Star semakin kesal. Star kini malah justru terpesona saat mendengar tawa suaminya.


Star langsung melu*mat bibir Zafa dengan rakus. Zafa menahan pantat Star yang bergerak tak teratur hingga membangunkan pusakanya.


"Ooh ... " d*sah Zafa.


Star tersenyum menatap wajah Zafa yang sudah berkabut. "Apa kau menginginkanku, Honey?"

__ADS_1


"Sangat," jawab Zafa sembari menarik tengkuk Star agar ciuman mereka semakin dalam.


Tangan Zafa tak tinggal diam, dia membuka kemejanya yang dipakai oleh Star. Zafa memijat kedua bukit milik Star hingga tubuh Star melengkung.


"Apa kau jadi meminta libur?" tanya Zafa dengan bibir yang masih saling menempel.


"No. I want you now," jawab Star lirih.


Dan sore itu mereka kembali bergumul dengan panas di atas sofa. Zafa tampak puas saat kembali membuat Star tak berdaya di bawah kungkungannya.


Zafa menatap tubuh Star yang kini penuh bercak merah kehitaman di hampir seluruh dada dan perutnya. Zafa sengaja tidak membuat di bagian leher agar mereka tidak menjadi bully-an anggota keluarganya.


Zafa memesan makan malam di kamar. Mereka benar-benar akan menghabiskan waktu di kamar saja dan tak kemana-mana.


Mama Dian bahkan sama sekali tak menghubungi Zafa. Mungkin mama Dian tak Ingin mengganggu dirinya dan Star.


Star kembali terlelap di pelukan Zafa. Zafa sejak tadi asik memandangi wajah cantik istrinya. Jika dia sudah memiliki Star seutuhnya jangan harap istrinya ini bisa lepas dari pengawasannya. Zafa termasuk pria yang love languagenya adalah sentuhan fisik. Dia juga adalah tipe pria yang sangat protektif terhadap sesuatu yang dimilikinya. Itulah kenapa mungkin wanita-wanita yang dekat dengannya merasa tak tahan dengan sikap protektifnya dan memilih meninggalkan dirinya.

__ADS_1


Namun, untuk kasus Star ini berbeda. Zafa benar-benar tidak akan pernah melepaskan Star darinya. Bagaimana pun caranya. Bahkan jika harus mengurung Star di kamar seumur hidupnya. Akan dia lakukan asal dia tidak kehilangan Star.


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


__ADS_2