Ditaklukkan Gadis Tengil

Ditaklukkan Gadis Tengil
Bab 71. Kedatangan Keluarga


__ADS_3

Star dan Zafa sedang kerepotan dengan ketiga bayinya yang menangis secara bersamaan. Minumnya pengalaman membuat Zafa akhirnya menyerah dan menekan tombol emergensi untuk memanggil suster perawat.


Di saat yang bersamaan, mama Dian dan nenek Cecilia baru saja tiba. Mama Dian membawa banyak makanan untuk putra dan menantunya. Mereka kaget melihat Star menangis begitu juga dengan bayi-bayinya.


"Sayang, kenapa menangis?" Mama Dian mendekati menantunya dan mengusap kepala Star.


"mereka terus saja menangis, padahal aku sudah menyusui mereka, Mom?"


"Apa kau yakin ASI mu keluar dengan deras?"


"Aku yakin, Mom, tapi entah kenapa mereka terlihat sangat gelisah."


"Apa kau sedang memikirkan sesuatu, Star? Bayi itu sejatinya peka terhadap suasana hati ibunya. Jika kau sedang sedih atau sedang gelisah. Bayi bayimu juga bisa merasakannya."


Mama Dian menggendong cucu perempuannya dan menimangnya dengan lembut. Lambat laun tangisan Celi mulai mereda. Zafa dan Star saling pandang. Zafa tahu penyebab bayi-bayinya gelisah. Itu pasti karena Star kemarin sempat menangis dan mengatakan rindu pada ayahnya.


Zafa pun mulai mengambil Arcel dan menenangkannya sama seperti yang dilakukan oleh ibunya.

__ADS_1


Star menunduk dan merasa sangat bersalah pada suami juga ketiga anaknya. Andai saja dia tidak bersedih kemarin pastilah mereka tidak akan seperti itu.


"Maafkan aku, Mom. Aku kemarin memang menangis karena aku kepikiran daddy," kata Star sembari menunduk. Mama Dian tersenyum dan mengusap kepala Star.


"Itu adalah hal yang wajar, Star. Kau sudah pernah bertemu dan melepas rindu dengannya. Jika sekarang kau merasa rindu, itu tidak salah. Hanya saja, kau juga harus memikirkan anak-anakmu. Mama pernah mengalami sindrom baby blues dan hal itu sangat menyusahkan sekali."


Disaat yang bersamaan, pintu ruang perawatan Star terbuka. Star mengernyit karena tak melihat siapa pun masuk ke kamarnya. Zafa meletakkan baby Arcel ke box bayinya dan berjalan menuju pintu. Dia pun penasaran siapa yang mendorong pintu.


Zafa berdiri di depan pintu, dia melihat Lionel sedang berbicara dengan seseorang yang sedang duduk di kursi roda. Namun, karena posisi Lionel membelakangi pintu, Zafa tidak dapat melihat siapa yang sedang diajak bicara Lionel.


"Kenapa uncle tidak masuk?" Lionel seketika berbalik badan dan alangkah terkejutnya Zafa melihat siapa yang duduk di kursi roda itu.


"A_aku ma_lu bertemu Star." Adams menunduk dalam. Zafa tak mengerti masalah pasti apa yang menimpa ayah mertuanya. Karena semuanya ditangani oleh Zafia dan Raiden karena saat itu Zafa hanya fokus pada kehamilan Star.


Zafa akhirnya berinisiatif mengambil alih dorongan kursi roda Adams.


"Kalian masuklah dulu. Aku akan menunggu istri dan anak-anak Adams, karena mereka sedang membeli sesuatu di bawah," kata Lionel. Zafa mengangguk dan terus mendorong kursi roda ayah mertuanya, meski sebenarnya Adams masih ragu untuk bertemu dengan putri pertamanya itu.

__ADS_1


Saat Adams melihat putri pertamanya, tanpa terasa air matanya mengalir begitu saja. Tak hanya Adams, tapi Star juga seketika langsung menangis saat mengetahui kondisi ayahnya.


"Star," panggil Adams dengan suara parau.


"Da_ddy ...." Star terisak, akhirnya dia bisa bertemu lagi dengan ayahnya meskipun kondisi ayahnya seperti itu.


Zafa mendekatkan kursi roda Adams di samping ranjang pasien. Star meraih tangan ayahnya dan menggenggamnya.


"Kenapa daddy seperti ini? Apa yang terjadi, Dad? Jadi selama ini Daddy tidak menemuiku karena daddy sakit?" tanya Star. Adams hanya mengangguk tanpa bisa menjawab pertanyaan Star. Dia tak mau membuat Star bersedih dengan nasib buruk yang menimpa dirinya.


Lionel menyusul masuk bersama istri Adams dan kedua adik Star. Star menatap istri ayahnya dan kedua adiknya bergantian.


"Perkenalkan Star, mereka adalah ibu dan adik-adikmu," ujar Lionel. Star tersenyum lembut begitu juga dengan istri Adams dan juga kedua adiknya.


"Hai, Star. Perkenalkan aku Rosemary dan ini Gabriel juga Bethani. Maaf kami semua baru sempat menjengukmu setelah sekian lama."


Star lagi-lagi menangis, tapi kali ini tangisan bahagia yang dia tunjukkan. Dia benar-benar bahagia dengan kehadiran keluarga ayahnya.

__ADS_1


...****************...


__ADS_2