Ditaklukkan Gadis Tengil

Ditaklukkan Gadis Tengil
Bab 70. Hanya Rindu


__ADS_3

"Baby, apa kau sudah menyiapkan nama untuk mereka?" tanya Zafa sembari mengganti pakaian Star dan lalu dia menatap ketiga bayinya yang terlelap setelah kenyang menyusu.


Aku hanya menyumbang nama depan mereka saja, Honey. Selebihnya aku percaya kau sudah menyiapkan nama yang baik untuk mereka."


"Baiklah, siapa nama depan mereka?"


"Arcelio dan Arraceli. Jadi Bayi pertama dan kedua berawalan Arcelio sedangkan untuk bayi perempuanku, nama depannya Arraceli. Bagaimana?"


"Berati kita bisa memanggilnya, triple A?" kata Zafa sembari tertawa. Star pun ikut tertawa.


"Kita bisa memanggil mereka Arcel, Lio dan Celi."


"Baiklah, kedengaran sangat keren."

__ADS_1


"Lalu nama tengah dan nama belakangnya bagaimana?" tanya Star.


"Nama tengah meeka biar mama dan nenek yang menentukan," ujar Zafa. Star tersenyum. Namun, sorot matanya mendadak berubah sendu.


"Ada apa? Kenapa kamu sedih?" tanya Zafa, dia tahu Star pasti teringat akan ayahnya, tapi Zafa pura-pura tak tahu.


"Tidak, aku tidak sedih. Aku justru sangat bahagia, Honey," ujar Star. Zafa hanya tersenyum tipis dan lalu meeluk istrinya dengan erat.


"Jangan terus menerus menyimpannya dalam hati, Sayang. Katakan saja apa yang sedang kamu rasakan saat ini. Aku sedih melihatmu tidak mau membagi kesedihanmu padaku, Baby." Zafa mengusap surai rambut Star dengan lembut. Tak lama kemudian terdengar suara isak tangis Star yang begitu memilukan.


"Aku hanya merindukan daddy, aku ingin tahu kabarnya. Kenapa daddy tega meninggalkanku lagi?"


"Jangan menghakiminya, Baby. Kita tunggu saja kabarnya. Semoga saja daddy baik-baik saja."

__ADS_1


***


Sementara itu saat ini Lionel baru saja tiba di Toronto. Di sebelahnya ada Adams berikut beserta anak istrinya. Namun, kondisi Adams terlihat berbeda jauh dari saat pertama kali Lionel bertemu.


Sekarang Adams duduk di kursi roda, kondisi sebagian tubuh bagian kirinya mati alias terkena stroke. Lionel menatap Adams dengan tatapan iba. Tak ada lagi pria paruh baya yang terlihat gagah, tubuh Adams pun lebih kurus dari yang terlihat.


Lionel tak langsung membawa Adams dan keluarganya menemui Star karena waktu sudah sangat malam saat mereka tiba di Toronto. Lionel memesan kamar di hotel dekat dengan rumah sakit tempat Star bersalin. Istri Adams tak banyak bicara begitu juga dengan anak-anak Adams.


Penampilan Adams dan keluarganya tak semewah dulu lagi. Sekarang mereka terlihat lebih sederhana meski memakai pakaian bermerek. Tak ada lagi perhiasan yang melekat di tubuh istri Adams selain cincin pernikahan mereka.


Kehidupan mereka baru saja diterpa badai yang cukup dasyat hingga membuat Adams syok dan akhirnya terkena Stroke. Tidak ada yang menduga kejadian ini akan menimpa mereka. Semuanya berjalan sempurna saat itu. Sehari setelah Adams berterus terang mengenai keberadaan Star pada keluarganya, tiba-tiba dia mendapat kabar tak mengenakan. Beberapa usahanya di luar negeri tiba-tiba runtuh dalam sekejap tanpa Adams tahu penyebabnya.


Adams dan keluarganya langsung pergi ke Jerman di mana pusat usahanya berada. Mereka pikir masalah tak sebesar itu. Namun, setelah sampai di sana rupanya mereka harus menelan pil pahit. Adams yang syok dengan kejadian itu langsung terkena serangan jantung. Tak ada yang sempat memberi kabar pada pihak keluarga lain. Terlebih istri Adams tak mau jika orang-orang tahu mereka telah jatuh miskin.

__ADS_1


Keesokan harinya, Mereka semua bersiap untuk menemui Star dan melihat ketiga bayinya. Adams merasa malu sebenarnya untuk bertemu dengan putri pertamanya, tapi dia akan menemui Star apapun nanti reaksi Star padanya. Dia akan terima jika nanti Star menolak kehadirannya.


...****************...


__ADS_2