Ditaklukkan Gadis Tengil

Ditaklukkan Gadis Tengil
Bab 72. Nama Lengkap Triplet


__ADS_3

Di tengah kebahagiaan mereka semua. Kini tiba-tiba suasana menjadi riuh, Semua orang berebut ingin memberikan nama untuk melenggapi ketiga bayi merah itu.


"Jadi nama depan mereka sudah diputuskan Arcelio untuk bayi pertama dan bayi kedua sedangkan Arraceli adalah nama putri kami," kata Zafa.


"Lalu kita kebagian nama tengah?" tanya Cecilia bersemangat.


"Kalian kebagian nama tengah dan nama belakang. Aku tidak mau menuntut memberikan margaku pada bayi-bayi kami."


"Kenapa begitu, Honey?"


"Kehamilanmu ini adalah anugrah pertama utuk kita dan aku bersyukur kau hamil kembar 3 itu tandanya memang karena keluarga kita terdiri dari 3 tiga keturunan. Jadi biar adil biarkan nama tengah dan mana belakang mereka yang memutuskan.


"Tidak. Semalam aku dan Lionel sudah membahasnya. Kami berdua sepakat nama belakang mereka akan memakai Ardhana. Itu karena kau sudah berjasa mengumpulkan keluarga kami yang terpisah sangat lama. Meski memakai nama belakangmu, tidak akan menutup hak mereka nantinya di keluarga kami."


"Maaf, tapi bukan maksudku untuk membahas soal harta."


"Tidak. Ini memang sebenarnya hak Star untuk menerima warisan dari kami. Namun, karena cicitku sudah lahir maka harta itu aku wariskan pada mereka bertiga saja. Kau tidak masalah kan Star?"


"Tidak, Nek. Justru aku merasa tidak berhak menerima semua ini."


"Tidak usah dibahas. Sebaiknya kita undi. Siapa yang akan menyumbang nama untuk bayi pertama, kedua dan ketiga." Cecilia terlihat paling bersemangat.


"Sebaiknya anda duluan. Sebagai yang tertua, anda pantas memberi nama untuk bayi pertama," kata Dian yang sejak tadi memilih diam. Dia tahu betapa bersemangatnya Cecilia sejak kemarin.

__ADS_1


"Kau keberatan tidak, Dams?"


"Tidak, aunty. Aku mendapat bagian saja aku sudah sangat bahagia," kata Adams dengan mata berkaca-kaca.


"Baiklah, jika begitu Arcelio Maximilian Ardhana." Cecilia terdengar mantap mengucapkan nama itu. Karena dulu memang sebenarnya dia ingin memberi nama anaknya dengan nama Maximilian.


"Baiklah, itu nama yang sangat bagus, Nek," ujar Star, Zafa pun ikut tersenyum bahagia mendengar nama yang baru saja disebut oleh nenek Cecilia.


"Siapa selanjutnya?" tanya Lionel penasaran.


"Aku terserah saja, mendapatkan bagian ini saja aku sudah cukup senang," kata Adams.


"Mommy ingin nama bayi perempuan saja," kata mama Dian. Itu artinya Adams mendapat giliran memberi nama bayi kedua. Adams benar-benar terharu. Star mengusap punggung tangan ayahnya dengan lembut.


"Biarkan ayahmu saja, Star. Dia sudah lama menunggu saat ini," ujar Rosemary.


"Baiklah, Bagaimana? Apa daddy sudah menyiapkan nama untuk putraku?"


"Namanya Arcelio Gavin Ardhana," ucap Adams.


"Namanya sangat bagus, Dad," Puji Star.


"baiklah, sekarang giliran mommy," kata Zafa sembari mengangkat baby Celi dan mendekatkannya pada ibunya.

__ADS_1


"Nama bayi ketiga kalian Arraceli Shierra Ardhana. Bagaimana?" tanya mama Dian ragu.


"Aku suka nama itu, mom. Mulai sekarang kita akan memanggilnya baby Shierra," ujar Star.


Akhirnya ketiga bayi Star dan Zafa memiliki nama yang lengkap. kedua pasangan itu tampak sangat bahagia hari ini. Meski tidak semua keluarganya berkumpul di sana. Yang terpenting bagi Zafa adalah Star akhirnya bisa bertemu dengan ayahnya.


Star akhirnya baru tahu jika ayahnya sakit karena ditipu oleh saudara dan relasi bisnisnya. Usaha yang ayahnya bangun dari 0 harus direlakan begitu saja oleh mereka.


"Jadi mereka menipu daddy?" tanya Star, Adams mengangguk lesu. Star menatap suaminya. Zafa mengangguk dengan mantap melihat tatapan istrinya. Ya, dia sangat tahu apa yang Star inginkan. Dia pasti akan membantu menyelesaikan masalah ayah Star tanpa perlu diminta.


"Lalu sekarang daddy tinggal di mana?" tanya Star penasaran.


"Kami tinggal di Jerman. menempati rumah peninggalan orang tua Rosemary."


"I'm sorry, Dad. Aku tidak pernah mencarimu. Aku pikir keluargamu tidak mau menerimaku sehingga kau tidak menghubungiku," ujar Star dengan wajah memerah menahan tangis.


"Maafkan aku, aunty aku sempat berpikiran buruk tentang kalian." Star


"Tidak masalah, Star. Yang terpenting sekarang kau sudah tahu jika kami sama sekali tak menolakmu. Mau bagaimana pun juga kau adalah bagian dari keluarga Felipe Gallardo."


"Thankyou, Aunty."


...****************...

__ADS_1


__ADS_2