Ditaklukkan Gadis Tengil

Ditaklukkan Gadis Tengil
Bab 57. Periksa kandungan


__ADS_3

3 Bulan kemudian,


Star hari ini akan pergi ke rumah sakit untuk memeriksakan kandungannya. Namun, sayangnya Zafa tidak bisa menemani. Sebagai gantinya, suami Star yang baik hati itu ternyata mendatangkan keluarga besarnya. Jadilah hari ini mama Dian dan papa Gerry yang akan menemani Star pergi ke rumah sakit.


"Maaf, Baby aku tidak bisa menemanimu melihat bayi kita. Aku harus menyelesaikan masalah perusaan yang ada di Massachusetts. Aku usahakan secepatnya kembali."


"Aku pasti akan merindukanmu, Honey."


"Kau tidak akan punya waktu untuk merindukanku. Karena di sini aku sudah mendatangkan seluruh keluargaku."


"Mungkin kehadiran mereka bisa menghiburku. Akan tetapi siapa nanti yang akan mengusap perutku. Tidak mungkin kan, aku meminta papa mengusap usap perutku?" tanya Star dengan wajah cemberut. Dia hanya tak ingin berjauhan dari Zafa, tapi masalah pekerjaan Zafa benar-benar tidak bisa diabaikan.


"Kau ini ...." Zafa mencium gemas pipi Star. Dia sangat bersyukur morning sickness Star waktu itu tidak berkepanjangan.


Zafa mengusap perut Star yang membesar tak seperti pada usia kehamilan seharusnya. Terang saja, karena Star rupanya mengandung anak kembar.

__ADS_1


Star menatap kepergian Zafa dengan perasaan sedih. Entah kenapa sejak kemarin perasaannya merasa tak enak. Star harap tidak ada sesuatu yang buruk yang terjadi pada suaminya.


Star sudah bersiap. Dia tinggal menunggu papa dan mama Zafa. Star sangat senang karena mansion ini menjadi penuh lagi. Apalagi saudara-saudara Zafa sangat perhatian padanya.


"Kakakku pasti sangat protektif padamu," tanya Zafia.


"Ya, kau benar. Dia sama sekali tidak membiarkan aku melakukan apapun," jawab Star.


"Kita memiliki suami yang sejenis rupanya," celetuk Zafrina. Star dan Zafia sama-sama terkekeh.


"Star, ayo." Mama Dian sudah berdiri di gawang pintu. Star mengangguk dan berdiri dengan bantuan Zafrina. Baru usia 17 minggu saja perutnya sudah sebesar itu. Zafrina tertawa melihat Star yang sepertinya sudah kesulitan padahal masih ada 5 bulan lagi.


"Aku ingin rumah ini ramai, kak."


"Jadi kau berniat akan menambah lagi?"

__ADS_1


"Itu sudah pasti," jawab Star sembari mengedipkan matanya. Mama Dian, papa Gerry dan Star akhirnya berangkat ke rumah sakit. Apakah mereka hanya bertiga? Jawabannya tidak.


Zafa sudah meminta anak buah Raiden dan Zico untuk mengawal dari jarak aman. Zafa masih belum bisa tenang meninggalkan Star tanpa pengawasan.


Kekhawatiran Zafa itu beralasan, karena dia tahu istrinya mungkin masih diincar oleh mantan calon suami yang dulu akan di jodohkan dengannya.


Setibanya di rumah sakit. Star dan mama Dian langsung menuju ke ruang praktek dokter kandungan Star. Sebelumnya, dokter Teana sudah membantu membuatkan janji temu untuk Star.


Star langsung di suruh masuk ke ruang dokter, begitu tiba di depan ruangan itu. Dia melewati beberapa ibu hamil lainnya. Meski sedikit tak enak hati karena dia melewati mereka yang sudah antri, Star tak tahu jika ayah mertuanya memiliki saham di rumah sakit itu, bahkan kini pria paruh baya yang masih tampan itu sedang menemui direktur rumah sakit itu.


"Halo, Star. Bagaimana kondisimu dan triplet?"


"Rasanya luar biasa, Dok. Sepertinya mereka setiap malam membuka gym di dalam sana," jawab Star terkekeh. Mama Dian dan Dokter Violin tertawa.


"Baiklah. Berbaringlah. Aku akan memeriksa mereka dulu." Star pun akhirnya berbaring dibantu seorang perawat. Mama Dian merasa berdebar. Baru kali ini dia akan memiliki cucu kembar 3 sekaligus. Dia benar-benar sangat penasaran.

__ADS_1


Setelah perut besar Star diolesi dengan Gel, Dokter Violin mulai memeriksanya.


...****************...


__ADS_2