
Zafa panik dan lalu memanggil dokter Violin. Dokter Violin memutus tali plasenta terakhir dan menyerahkan bayi ketiga Star pada perawat, Dia langsung bergegas mendekati Star dan memeriksa kondisinya.
"Star tidak apa-apa, dia kelelahan." Dokter Violin lalu kembali menyelesaikan tugasnya yaitu mengeluarkan sisa plasenta bayi ketiga star. Dokter Violin lalu menjahit bagian perineum yang tadi dia gunting.
"Setelah ini aku akan memindahkan Star ke ruang rawat inap. Bayi kalian akan kami antar ke kamar begitu Star sadar."
"Baiklah, Dok. Bagaimana jenis kelamin bayi ketiganya?"
"Perempuan. Selamat tuan Zafa, dalam satu waktu anda memiliki 3 anak sekaligus dan lengkap."
Zafa berharap istrinya akan segera siuman dan pulih dengan cepat. Setelah Star dibawa perawat untuk dipindahkan, Star keluar dari ruang bersalin. Dia terkejut mendapati seluruh anggota keluarganya sudah berada di depan ruang bersalin.
"Bagaimana, Zaf?"
"Bagaimana, Kak?"
"Bagaimana kondisi Star, Zafa?"
Mama Dian, Zafia dan nenek Star bertanya secara bersamaan. Zafa tersenyum, dia senang semuanya memperhatikan kondisi istrinya.
"Dia baik-baik saja. Sekarang dia baru akan dipindahkan ke ruang perawatan," kata Zafa menuturkan. Zafa tak mengatakan jika Star pingsan setelah melahirkan karena dia tak ingin membuat yang lainnya cemas. Mereka semua akhirnya pergi ke ruang perawatan Star. Zafa berharap semoga Star bisa lekas sadar.
__ADS_1
Mereka masuk ke ruang perawatan Star. Wanita yang baru saja menyandang gelar ibu itu masih belum sadarkan diri. Zafa duduk di samping Star. Dia memegangi tangan Star yang terpasang infus.
"Apa dia tidur?" tanya Mama Dian.
"Tidak, Mah. Star tadi pingsan setelah melahirkan bayi kami yang ketiga."
"Oh, ya ampun, lalu bagaimana? Apa kata dokter Violin?"
"Kata dokter tidak apa-apa Star hanya kelelahan saja, tapi aku takut jika dia tak akan bangun lagi," ucap Zafa. Mereka berbicara menggunakan bahasa Indonesia hingga nenek Cecilia tidak tahu, tapi bukan berarti wanita tua itu tidak peka. Dia tahu ada yang salah dengan cucunya."
"Ada apa, Zaf? Apa sesuatu yang buruk telah terjadi?" tanya Cecilia mendekati ranjang Star. Zafa terdiam, tapi usapan lembut di bahunya membuat Zafa menengadah. Mama Dian berdiri di belakang Zafa dan memberikan dukungan pada putranya itu.
"Ini bukanlah salahmu, Semua sudah takdir Tuhan. Kita do'akan saja semoga dia bangun."
Zafa dan anggota keluarga yang lainnya juga berharap seperti itu. Apalagi saat ini, Lionel masih belum tahu kondisi Star, Dia tak datang ke Toronto karena dia sedang mencari keberadaan Adams dan keluarganya.
Atas bantuan Zafia dan Raiden, Zafa berhasil melacak keberadaan Adams dan keluarganya. Maka dari itu Zafa meminta Lionel untuk memastikan kebenaran informasi yang dia dapat. Memang sebelum putus kontak dengan Star, Adams sempat mengatakan jika dia belum menceritakan soal Star pada keluarganya, karena keluarganya sedang ada masalah saat itu. Namun, Adams tidak menceritakan apa masalahnya pada Star, Adams hanya berkata agar Star menjaga kandungannya.
Semua menunggu dengan cemas. Bahkan Zafa tak sejengkal pun pindah dari duduknya. Dia terus berharap semoga Star baik-baik saja.
Cukup lama mereka menunggu, hingga malam tiba. Zafa bahkan sampai meminta ibu dan juga nenek Star untuk pulang karena mereka perlu istirahat di tempat yang nyaman, tapi dengan tegas mereka berdua menolak. Mereka ingin menunggu Star hingga sadar dan mereka ingin melihat 3 anak Zafa.
__ADS_1
Tak berselang lama, 3 perawat, dokter Violin dan seorang dokter anak masuk ke ruangan Star.
"Selamat malam, Tuan. Ini bayi-bayi nyonya Star. Sebelumnya perkenalkan saya Dokter Minerva. Saya yang menangani ketiga anak anda.
Anak laki-laki pertama anda kondisinya baik, anggota tubuhnya lengkap, berat badannya 2000 gram dan panjang tubuhnya 53 cm. Anak kedua anda kondisinya juga sama baiknya, beratnya 2000 gram, panjangnya 52 cm. Lalu putri anda, tadi dia sempat mengalami penurunan saturasi napas, tapi kini kondisinya sudah membaik. Beratnya 1800 gram dan panjangnya 50 cm," ucap Dokter Minerva menerangkan.
"Tapi kenapa putri saya begitu dokter?"
"Kami sudah melakukan pengecekan, tapi kami juga belum menemukan penyebab pastinya. Saya rasa kita akan memantau terlebih dahulu."
Zafa menatap box bayi anaknya dengan sendu. Star belum bangun dan sekarang dia justru mendapat laporan kondisi putrinya yang sempat memburuk.
Dokter Violin berdiri di samping ranjang Star dan mulai memeriksa Star, Kondisi Star benar-benar sudah stabil. Hanya tinggal menunggu dia siuman saja.
"Kapan dia akan siuman, Dokter?" tanya Cecilia. Dia benar-benar mencemaskan cucu satu-satunya itu.
"Saya rasa sebentar lagi dia akan siuman," ucap dokter Violin. Dia bisa yakin karena respon mata Star yang mulai bereaksi saat terkena cahaya.
"Ho_ney .... " Star memanggil Zafa lirih nyaris tak bersuara.
...****************...
__ADS_1